alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525ba05c41cb17c347000001/kejadian-salah-sasaran-lagi-kualitas-polisi-kita-semakin-menyedihkan
Kejadian Salah Sasaran Lagi, Kualitas Polisi Kita Semakin Menyedihkan
Inilah Kronologi Polisi Salah Tangkap di Koja

Kejadian Salah Sasaran Lagi, Kualitas Polisi Kita Semakin Menyedihkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Insiden memalukan dilakukan aparat Reserse Kriminial Polsek Tanjung Duren, Sabtu (12/10/2013) malam. Maksud hati menangkap gembong pencuri kendaraan bermotor, petugas malah salah menyasar target.

Tak terima dengan perlakuan petugas yang sempat menembakinya, korban pun memilih jalur hukum. Seperti apa kejadiannya, berikut, kronologi insiden memalukan tersebut.

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban yang bernama Robin Napitupulu (25) hendak pulang ke rumah di Bekasi, Jawa Barat, seusai menonton melalui televisi pertandingan sepak bola antara timnas Indonesia lawan Korea Selatan di kediaman kekasih di kawasan Jalan Taman Cemara, Koja, Jakarta Utara. Saat itu, Robin tengah memanaskan Mobil Toyota Rush B 1946 KOR miliknya.

"Tiba-tiba, mobil warna putih seperti Honda Jazz malang di depan mobil saya. Dua orang laki -laki turun dari mobil, enggak ngomong apa-apa mereka langsung menembakkan tiga atau empat kali berturut-turut ke mobil saya," ujar Robin saat ditemui Kompas.com, Minggu (13/10/2013).

Beruntung, peluru hanya mengenai badan mobil, tidak sampai menembus tubuhnya. Spontan, pria yang bekerja di salah satu perusahaan penyalur alat kesehatan di Kuningan, Jakarta Selatan, itu menginjak gasnya dan kabur dari tempat kejadian perkara. Dua orang yang tidak dikenalnya itu meneriakkan kata maling sehingga warga mengejarnya dan melempar kendaraannya dengan batu hingga mengalami rusak.

Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, Robin memilih kembali ke tempat kejadian perkara. Warga sekitar sempat ingin mengeroyoknya begitu Robin keluar dari mobilnya. Beruntung, ada tukang tambal ban yang mengenalinya sehingga amuk massa pun bisa dihindarkan. Warga pun membawanya ke pos RW setempat.

Robin pun mengaku baru mengetahui bahwa dua orang yang menembaki mobil pribadinya itu dengan peluru adalah aparat dari Polsek Tanjung Duren. Tidak beberapa lama, kedua orang polisi itu pun kembali datang dan menemuinya di pos RW setempat.

"Enggak ngomong apa-apa, salah satu dari dua polisi itu masuk terus mukul kepala saya dengan pistol berulang kali sampai kepala saya luka. Saya sudah ngomong, saya bukan maling, tapi polisi itu teriak 'diam kamu!'," lanjut Robin.

Setelah diinterogasi sekitar satu jam, dua polisi itu pun memastikan bahwa Robin bukan target yang dimaksud. Dibantu warga dan aparat dari Polsek Koja, Robin akhirnya dibawa ke RS Pelabuhan di Jakarta Utara untuk mendapatkan perawatan intensif pada Minggu sekitar pukul 01.30 WIB. Dua Polisi tersebut diketahui pergi begitu saja tanpa meminta maaf atau membantunya ke RS.

Korban mengalami trauma disertai luka sobek di tempurung kepala dan pelipis sebanyak 20 jahitan. Tidak hanya itu, lengan tangan kanan dan pinggangnya memar akibat terkena serpihan peluru, jari telunjuk kanan pun mengalami retak.

Dikira mobil gembong ranmor

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Duren, AKP Khoiri, membenarkan dua orang tersebut adalah anak buahnya yang tengah melaksanakan pengembangan terhadap satu pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayahnya, yang berhasil ditangkap beberapa waktu sebelumnya.

Pelaku memberikan ciri-ciri mobil yang ditumpangi oleh bosnya dan berada di daerah Koja Jakarta Utara. "Pas petugas kita lihat, memang mobil itu mirip dengan mobil pelaku. Langsung kita sergap. Tapi itu bukan salah tembak lho ya. Memang peristiwa semalam itu ada benarnya juga," ujarnya.

Pihaknya pun mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, dengan tegas Khoiri mengatakan bahwa operasinya sesuai prosedur. Pihaknya berjanji akan membiayai seluruh perawatan serta pengobatan dan telah meminta maaf.

Namun, korban tak memaafkan begitu saja. Minggu dini hari tadi, melalui keluarga, Robin melaporkannya ke Polsek Koja dan Polres Metro Jakarta Utara.

sumber

SDM yang memprihatinkan dipaksakan bertugas....
hasilnya sangat konyol, main tembak & pukul seenaknya. Untung korbannya gak mati ketembak, informasi yang keakuratannya 0,1% jangan langsung bertindak dong....

Asli konyol, asli sangat konyol, dan ternyata uang pajak kita dipakai buat menggaji sekumpulan oknum aparat yang kerjanya konyolemoticon-Cape d... (S)

Menyedihkan kondisi kualitas dan otak "oknum" aparat di Indonesia

Jangan2 yang digembor gemborkan teroris yang sudah ditembak mati itu semua korban salah tembak, salah sasaran, salah tangkap..... jadi ragu dengan kemampuan aparat, jangan2 masih banyak yang tidak terlatih

tangkap calo penerimaan anggota kepolisian !!
Whaaaaa
oknum lagi oknum lagi......
polisi tidak salah, yang salah namanya oknum walau mereka bekerja berdasarkan SOP dan memakai senjata untuk operasi....

istilah "oknum" itu pembodohan masyarakat......

Tangkap komandannya, yang tidak bisa membuat anak buahnya menjadi aparat profesional..... aparat yang membawa senjata api ini gimana sih tesnya di kepolisian?? membahayakan sipil banget kinerjanya... masyarakat bukannya merasa terlindungi, tapi justru merasa sangat terancam....emoticon-Cape d... (S)

parahnya luar biasa ini.

jadi kejadian "menyedihkan" ini sudah sesuai SOP kepolisian kita?
REVISI SOP POLRI SEKARANG JUGA JIKA BENAR SOP NYA MASIH SEPERTI INI !!!!
makin menyedihkan emang polis indonesia sekarang..
elitenya sibuk korup sih..
Tindakan yang bagus. Makanya jangan takut sama polisi, kalo takut ya kita di injak-injak terus. Polisi sekarang gak ada hati nurani, yang ada dihati mereka cuma "Money".

Kasus serupa seperti teman ane di Mabes, salah tangkap dikira pengedar shabu-shabu. Muka hancur di "Bogem" polisi, isi dompet diambil semua sekitar 800 ribuan. Untungnya dilawan tuh ama teman ane, lalu telp teman-teman lain dan warga. Polisi intel nya balas "Bogem" walau sudah tembakin senjata 3 kali di udara. Teman ane si cuma pikir balas dendam aja, klao gak gitu tuh polisi asal "bogem" aja.

bagimana warga mau ngerasa aman kalau aparaturnya aja asal tangkap, bukannya udah seharusnya reserse itu punya naluri dan kalo cuma mobil yg mirip main gebukin orang wajar aja d tuntut wong seenak jidat asal pukul.. semoga masalah berakhir dengan damai.

anyway keknya ini repsol dah om tsemoticon-Peace
ga salah nih. ngelaporin oknum polisi ke polisi jg emoticon-Bingung (S)
mayoritas polisi di indonesia skrg ga ada yg lulu akpol secara bener

ga heran kelakuan polisi makin hari jadi lebih para dari penjahat jah semuanyaa cm nyogok supaya bisa jadi polisi

Miris dengan polisi.
Selama ini aksi mereka pesanan sih, dengan kata lain tersangkanya sudah ditetapkan duluan, jadi tinggal tangkap.
Kalo pelaku peledakan bom pelakunya mengaku muslim cepat banget tertangkapnya, kalo non muslim lama, dan ga boleh dituduh teroris.
Kalo pelakunya kontra pada pemerintah atau PDIP cepat banget ditangkapnya, kalo pro ga ketemu siapa pelakunya.
Kalo korbannya pro pemerintah atau pro PDIP cepat banget tertangkapnya, kalo korbannya ga pro ga ketemu2.
Contohnya: Novel Baswedan yg ga mau menutupi kebusukan PDIP & pemerintah ga bisa ketahuan siapa pelakunya, kalo nggak walau tanpa petunjuk pelakunya bisa ketahuan hari itu juga.

Kedepannya, polisi jangan sok2an bilang miris2 lagi jika masyarakat main hakim sendiri, karena polisi ga bisa dipercaya untuk menegakan hukum.