alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525aa56bfaca17661e00000e/bap-keterlibatan-ibas-bin-sby-dalam-kasus-hambalang-hilang
BAP Keterlibatan IBAS bin SBY dalam Kasus Hambalang Hilang?
 BAP Keterlibatan IBAS bin SBY dalam Kasus Hambalang Hilang?
Ibas

BAP Keterlibatan Ibas Dalam Kasus Hambalang Hilang?
Minggu, 13 Oktober 2013, 15:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berita acara pemeriksaan (BAP) sejumlah saksi yang menyebutkan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, dilaporkan hilang. Kabar itu didapat dari sebuah broadcast message yang beredar di kalangan wartawan akhir pekan ini. Dalam pesan tersebut, dikatakan kini ada 20 orang penyidik TNI yang menangani kasus Hambalang. Semua BAP yang menyebutkan dugaan keterlibatan Ibas tiba-tiba hilang. Alat bukti soal dugaan keterlibatan Ibas juga dihilangkan.

Ketua tim penyidik kasus Hambalang juga berasal dari TNI. KPK juga tidak berani menetapkan adik Andi Mallarangeng, Andi 'Choel' Zulkarnaen Mallarangeng sebagai tersangka karena khawatir Choel akan membuka suara terkait penerimaan mobil Ferrari kepada Ibas. "BAP Yulianis yang menyebut-nyebut Ibas sudah dihilangkan," bunyi sebagian pesan yang diterima ROL. Saat ROL mencoba mengonfirmasi kabar tersebut, pimpinan maupun juru bicara KPK, Johan Budi SP tidak dapat dihubungi.
http://www.republika.co.id/berita/na...ngnya-bap-ibas

Banyak BAP Hilang dan Penyidik TNI di KPK untuk Melindungi Ibas?
Sabtu, 12 Oktober 2013 - 19:30:03 WIB

ASATUNEWS - Banyak kalangan memprotes rencana Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk merekrut anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai penyidik. Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, misalnya, menilai masuknya anggota TNI di KPK adalah keputusan keliru. “Dengan prestasi KPK dalam mengungkap kasus-kasus korupsi selama ini, KPK seharusnya tidak perlu melibatkan TNI demi menjaga independensinya. Tanpa keterlibatan TNI, kami menilai KPK sudah berhasil dalam melakukan kerja pemberantasan korupsi selama ini,” kata Poengky.

Melibatkan anggota TNI, lanjut Poengky, justru akan memperburuk citra KPK, terutama bila nanti bersinggungan dengan kasus korupsi yang terjadi di sektor pertahanan. Apalagi, KPK selama ini juga tidak berani menyentuh korupsi yang terjadi di sektor pertahanan, seperti dugaan penggelembungan dana pembelian enam pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 pada tahun 2012. “Hingga saat ini, tidak ada perkembangan dari kasus tersebut, yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 700 miliar,” tutur Poengky.

Apakah ini menjadi awal diperlakukannya langkah semacam Dwifungsi ABRI pada masa rezim Soeharto oleh pemerintah di bawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono? “Bisa saja seperti itu pada akhirnya. Tapi, dalam jangka pendek, kepentingan untuk merekrut penyidik dari TNI lebih banyak sebagai langkah pengamanan anak SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, terkait kasus Hambalang,” kata seorang sumber kami, kita sebut saja namanya D. Menurut informasi D, walau dia mengatakan mesti harus dikonfirmasi lagi ke pihak KPK, banyak berita acara pemeriksaan (BAP) yang terkait Ibas hilang dari arsip KPK. “Katanya, yang saya dengar, sebagian besar BAP saksi Hambalang yang terkait Ibas hilang dari KPK,” ungkap D. Untuk kepentingan ini juga, tambah D, penyidik Novel Beswedan diganti dengan A Damanik. “Novel juga kabarnya mendapat tekanan agar segera menyidangkan Anas Urbaningrum, padahal dia belum mendapatkan bukti sampai sekarang,” kata D. Yang jelas-jelas telah mengaku menerima uang, Andi Zulkanaen Mallarangeng alias Choel, malah belum ditahan sampai sekarang. “Mungkin ada kaitannya dengan isu yang mengatakan bahwa Choel pernah memberi mobil mewah kepada Ibas,” tutur D.

Sayangnya, soal kabar banyaknya BAP yang hilang, sampai saat ini kami belum bisa mengubungi Juru Bicara KPK, Johan Budi. Semoga saja, KPK yang sekarang tidak menambah kegelapan yang sedang menyelimuti negeri ini. Bongkar!
http://www.asatunews.com/berita-9503...ungi-ibas.html

Anas Siap Bongkar Keterlibatan Ibas di Kasus Hambalang
Rabu, 27 Februari 2013 03:20 WIB

 BAP Keterlibatan IBAS bin SBY dalam Kasus Hambalang Hilang?
Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum mengadakan jumpa pers pengunduran dirinya dari Ketum PD, di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2013). Pengunduran Anas tersebut menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang oleh KPK sehari sebelumnya, Jumat (22/2/2013). (Tribun Jakarta/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keterlibatan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas di kasus dugaan korupsi proyek Hambalang siap dibongkar Anas Urbaningrum. Hal tersebut akan Anas lakukan apabila Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin yang dianggapnya paling mengetahui keterlibatan Ibas tidak mau menjelaskan. "Kalau hadis Rowahunya itu pak Amir Syamsuddin saya kan hanya ikut rapat mendengarkan itu yang pas menjelaskan itu pak Amir. Kecuali pak Amir Syamsuddin kalau ditanya tidak mau menjelaskan ya nanti pemain penggantinya ya saya lah," kata Anas saat wawancara eksklusif yang ditayangkan RCTI, Rabu(27/2/2013) dini hari.

Penyebutan nama Ibas pertama kali diketahui saat Anas mengantar Nazaruddin ke kediaman SBY di Cikeas sebelum pergi ke Singapura. Kala itu SBY disebut-sebut marah karena mengetahui Ibas menerima aliran uang proyek Hambalang. Anas juga mengaku siap buka-bukaan mengenai nama-nama orang yang disebut Nazaruddin terlibat di sengkarut proyek Hambalang, termasuk Ibas. Meski katanya ia tentu akan mempertimbangkan terlebih dahulu mana yang penting dan tidak buat dirinya. "Ada tugas-tugas penting yang akan saya lakukan jadi ukurannya yang penting meskipun kecil kita harus berpikir untuk hal besar jadi urusan-urusan yang mungkin kurang penting tidak akan saya lakukan tapi tergantung penting tidak penting," ujarnya.
http://www.tribunnews.com/nasional/2...asus-hambalang

------------------------------

Kalo hilang, yang diulang lagi. Gitu aja kok repot?


emoticon-Ngakak
Akankah Ibas Jadi Tersangka Kasus Hambalang?
18 March 2013 | 18:31 wib

Baru-baru ini beredar laporan keuangan PT Anugerah Nusantara yang menyebut Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menerima aliran dana korupsi Hambalang. Ibas dikabarkan menerima sejumlah uang atas kasus pembangunan Hambalang. Berdasarkan dokumen, ada bukti transaksi yang menyatakan putra bungsu Presiden SBY itu menerima 900 ribu dolar AS.

Ibas menerima sejumlah dana hingga empat kali. Transaksi pertama tertanggal 29 April 2010. Saat itu, nilai yang tercatat ialah sebesar 600 ribu dolar AS. Dana tersebut, diterima dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 500 ribu dolar AS dan yang kedua diterima sebanyak 100 ribu dolar AS.

Di transaksi kedua Ibas kembali menerima sejumlah dana senilai 300 ribu dolar AS pada 30 April 2010. Di tanggal tersebut, Ibas menerimanya sebanyak dua kali. Pertama senilai 200 ribu AS dan dalam transaksi berikutnya sebesar 100 ribu dolar AS.

Staf keuangan Nazar, Yulianis, membenarkan adanya aliran dana ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis 14 Maret 2013. Bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai itu mengatakan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat itu memang pernah mendapatkan uang sebesar 200.000 dollar AS dari perusahaannya saat Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010.

Ada beberapa hal penting terkait terkuaknya gratifikasi terhadap Ibas ini.

Pertama, keberanian KPK menelusuri pengakuan Yulianis dan bukti aliran dana ke Ibas. Jika memang KPK bersih dan independen dari intervensi istana, mestinya KPK akan memanggil Ibas sebagai saksi dan menyelidiki indikasi bahwa Ibas menerima dana Hambalang. Jika KPK membiarkan, akan menjadi terang bahwa KPK tidak berani mengungkap indikasi korupsi di lingkaran istana, terutama yang menyentuh sang putra mahkota. Artinya, KPK tebang pilih dan diskriminatif.

Kedua, jika selama ini Tempo, dan media-media lain gencar menyerang Anas dalam kasus Hambalang, kini beranikan mereka menyerang Ibas sang putra mahkota. Hampir tiap hari nama Anas menjadi headline di Koran Tempo selama hampir dua tahun terakhir hingga akhirnya di dinyatakan tersangka oleh KPK. Kini kita menunggu apakah Tempo akan memperlakukan Ibas sama seperti Anas atau tidak. Jika tidak, makin terkuak bahwa media sekelas Tempo turut bermain dalam pusaran politik kasus Hambalang.

Ketiga, kita juga menunggu akankah SBY juga meminta Ibas untuk fokus pada kasus hukumnya dan mengambil alih wewenang Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat, seperti yang dilakukannya pada Anas meski Anas belum jadi tersangka. Publik akan melihat apakah SBY akan tegas terhadap anaknya atau seperti yang sudah-sudah, justru merasa difitnah dan dizalimi dan kemudian membela sang putra mahkota. Siapa sosok SBY yang sebenarnya akan terkuak dari pengungkapan kasus dugaan korupsi Ibas ini.

Kasus Ibas akan jadi bukti tegaknya keadilan di negeri ini dan bukti bahwa KPK independen dan bebas dari intervensi politik apapun, bahkan dari istana kepresidenan sekalipun. Jika KPK tidak menindaklanjuti indikasi awal keterlibatan Ibas dalam korupsi Hambalang, runtuhlah kepercayaan publik terhadap KPK, satu-satunya lembaga penegak hukum yang menjadi harapan tegaknya keadilan di negeri ini.
http://politik.kompasiana.com/2013/0...ng-543908.html

Yusril: Jika Ibas tersangka Hambalang, SBY harus mundur
Rabu, 4 September 2013 13:47

 BAP Keterlibatan IBAS bin SBY dalam Kasus Hambalang Hilang?
Twit Yusril soal Ibas. ©2013 Merdeka.com

Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah curhat kepadanya, terkait dugaan yang dialamatkan kepada Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono dalam kasus Hambalang. Menurutnya, kalau Ibas benar terbukti terlibat, maka SBY harus mundur sebagai presiden. "Bahkan saya katakan, jika anak Presiden dinyatakan tersangka, maka secara etis tidak ada pilihan bagi Presiden kecuali mundur dari jabatannya," kata Yusril dalam kultwitnya, Rabu (4/9).

Yusril mengaku pernah diminta SBY untuk menjadi penasihat hukum Ibas. Namun dirinya menolak dengan berbagai alasan. "Saya katakan saya tidak sanggup menangani persoalan Ibas, terkait kasus Nazaruddin. Biar orang lain saja yang menangani sebagai penasihat hukum," Menurutnya, SBY banyak bertanya permasalahan hukum kepada dirinya. Terhadap kasus Ibas, Yusril menyebutnya sebagai masalah yang sangat serius. Dia pun menasihati supaya SBY memperhatikannya. "Terhadap masalah Ibas, tegas saya katakan kepada SBY bahwa masalah tersebut sangat serius dan harus jadi perhatian beliau," lanjutnya. Sebab, kalau memang KPK membuktikan benar adanya keterlibatan Ibas dalam perkara korupsi Hambalang, maka implikasi politiknya sangat besar kepada SBY.
http://www.merdeka.com/peristiwa/yus...us-mundur.html

emoticon-Turut Berduka
Jiah broadcasting BBM kok dipercaya, musrik lah.


Kebanyakan curiganya,
Penyidik dr polri dicurigain,
Dari jaksa juga,
Skrg dari TNI juga.

Mau dr internal KPK, emangnya gampang nyetak penyidik?

Butuh waktu dan upaya keras.
Udah dibantah yulianis di Twitter-nya.
wah makin rame aja kasus iniemoticon-Big Grin
kalo benar seperti itu berkataan yusril, maka hampir bisa dipastikan kalo ibas.....
Setia menunggu update kabar terbaru.. emoticon-Malu (S)
Tapi Ibas yang dulunya deket ma anas ilank kemana yah? emoticon-Bingung (S)
Ah sesuatu banget..
hemms.. hilang..? atau dihilangkan ya..?? hemms..
menunggu kejelasannya.. emoticon-Cool
aneh bin ajaib negri ini
Hehehe mafia cungkring anak 01 gak mungkin tersentuh.... Ntar juga Abraham Samad yg tiba2 dibuatin kasus spt Antasari
kalo hard copy nya ilang,coba cek di laptop.mungkin msh ada file nya emoticon-Ngakak
Saatnya petrus diaktifkan iniemoticon-Embarrassment
tp alamat bt kpk dahemoticon-Embarrassment
putra mahkota dilawanemoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By as4madun

Kalo hilang, yang diulang lagi. Gitu aja kok repot?


emoticon-Ngakak


jawaban dungu dari seorang ts emoticon-Tai
Sejak kapan Broadcast Message bisa jadi berita? Republika aneh banget deh.
Gusti alloh..tolonglah hambamu ini dari kezaliman para pemimpin kami..aminn
Masa bisa hilang sih klo sampai benar patut di curigai nih.... emoticon-Matabelo
Pesimis kpk brani nangkap ibas,tp saya yakin ibas terlibat,dsni media sangat berperan.
bukan hilang gan
cuma ketlingsut emoticon-Ngakak
Quote:"Bahkan saya katakan, jika anak Presiden dinyatakan tersangka, maka secara etis tidak ada pilihan bagi Presiden kecuali mundur dari jabatannya," kata Yusril dalam kultwitnya, Rabu (4/9).
kecuali presidennya gak tau malu emoticon-Angkat Beer
coba di cari dibuku yang 800an lembar lebih, mungkin ada di sana emoticon-Embarrassment