alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525a9496118b46953b000000/berita-asep-oktober-ini-pemprov-dki-sahkan-perda-pajak-rokok
Thumbs up 
[BERITA ASEP] Oktober ini, Pemprov DKI sahkan Perda Pajak Rokok
KONTAN


JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya akan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pajak Rokok pada Oktober 2013 ini.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak Pemprov DKI Jakarta, Iwan Setiawandi mengatakan, penyusunan Raperda ini saat ini relatif tak ada halangan lagi.

Iwan optimistis, beleid yang menjadi turunan dari Undang-Undang No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) ini akan bisa diundangkan pada 1 Januari 2014 mendatang.

Menurut Iwan, dalam Perda tersebut tertuang peraturan bahwa nantinya dana yang terkumpul dari pajak rokok sedikitnya 50% untuk dan pelayanan kesehatan untuk penyakit TBC dan Paru-paru.

Sementara itu sisanya akan digunakan untuk penegakan hukum yang berkaitan dengan rokok seperti sosialisasi bahaya rokok, serta pembangunan kawasan dilarang merokok.

Iwan mengatakan, dengan adanya pajak baru ini, kantong Pemprov DKI tahun 2014 bakal semakin tebal. Ia memperkirakan, nantinya akan ada dana tambahan Rp 326 miliar dari adanya beleid ini.

Perhitungan itu menurut Iwan diperoleh dari 10% pendapatan Cukai yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan disesuaikan dengan jumlah penduduk diwilayah tersebut.

Ia berasumsi, bahwa pendapatan Cukai pemerintah sekitar Rp 80 triliun, dengan begitu Pajak Rokok yang dibagi ke daerah mencapai Rp 8 triliun. Dengan populasi penduduk Jakarta yang lebih dari 9 juta jiwa, maka diperolehlah angka tersebut.

Raperda bisa disahkan

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, S. Andyka mengatakan, dalam waktu yang tidak lama lagi Raperda Pajak Rokok ini bisa disahkan karena sudah tidak ada pertentangan lagi pembahasannya.

Menurutnya, setelah Raperda ini berlaku, diharapkan Pemprov DKI dapat mengefektifkan penggunaan dana yang diprioritaskan untuk pelayanan kesehatan ini.

"Dengan tercantum sedikitnya 50% digunakan untuk pelayanan kesehatan, maka diharapkan Pemprov DKI dapat menggunakan diatas 50%," katanya.

Ia bilang, Pemprov DKI juga bisa menggunakan anggaran itu untuk membuat Puskesmas tambahan serta membuat sosialisasi dan penyuluhan mengenai dampak rokok bagi masyarakat Jakarta.

Menurutnya sosialisasi kepada warga soal rokok selama ini sudah berlangsung di Jakarta, namun masih minim karena terbatasnya anggaran.


============


hebat yee perokok2 ini, taat pajak, begitu beli langsung bayar pajak emoticon-Smilie
dedikasi terhadap peningkatan pendapatan negara cukup tinggi, bahkan rela mengorbankan kesehatan paru2 dan k#ntolnya sendiri gan emoticon-Smilie

keep smoking brayyyyyyy emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By rockbenk

hebat yee perokok2 ini, taat pajak, begitu beli langsung bayar pajak emoticon-Smilie
dedikasi terhadap peningkatan pendapatan negara cukup tinggi, bahkan rela mengorbankan kesehatan paru2 dan k#ntolnya sendiri gan emoticon-Smilie

keep smoking brayyyyyyy emoticon-Angkat Beer


Hahaha... Masuk akal gan.. Rokok memang turut menggerakkan roda perekonomian Indonesia.. emoticon-Big Grin
Resiko perokok.., sudah diancem jaminan kesehatannya dicabut.., disuruh bayar pajak pula emoticon-Ngakak
sungguh berhati muia sekali para perokok kita ya gan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ManPMan
sungguh berhati muia sekali para perokok kita ya gan emoticon-Big Grin


emang mulia gan
tapi kalau ngerokok ngeganggu orang disekitarnya, yah, tingkat kemuliannya turun dikitlah emoticon-Ngakak
bagus bagus, berarti anjuran ahok kepada para wali kota untuk tegas soal sanksi larangan merokok bisa dikesampingkan sedikit nih, karena melarang merokok secara tegas akan berakibat dana pemasukan untuk melaksanakan proyek uji cobanya jokowi akan tersendat juga emoticon-Embarrassment

Quote: http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-...n-merokok.html

Ahok minta para wali kota tegas soal sanksi larangan merokok


Aturan larangan merokok di tempat umum di Jakarta telah dibuat sejak era Gubernur Fauzi Bowo pada 2010. Saat itu Foke membuat Peraturan Gubernur (Pergub) 88 Tahun 2010.

Namun, masih banyak warga yang tak mengindahkan peraturan tersebut. Lantas apa kabar peraturan merokok?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pagi tadi mengumpulkan seluruh wali kota dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Balai Kota Jakarta. Ahok meminta mereka memonitor area publik soal penegakkan aturan tersebut.

"Ya salah satu pesan kita, kita ingin menggerakkan seluruh karyawan di DKI untuk memonitor, untuk memfoto tempat-tempat mana yang masih melanggar itu. Kalau ada orang yang merokok di tempat umum," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/5).

Ahok juga meminta mereka memasang stiker larangan merokok di tempat-tempat umum. Sementara, mengenai sanksi yang akan diberikan kepada para perokok dari kalangan warga yang membandel, Ahok mengaku masih membahasnya.

"Nah kita lagi pikirkan formulasinya itu seperti apa," ucapnya.

Ahok mengatakan, sesuai peraturan, sanksi bagi PNS yang ketahuan merokok di tempat umum adalah pemotongan Tunjangan Kepegawaian Daerah (TKD).

"Terus kalau dia merokok di tempat umum, di luar, itu sanksinya lebih parah lagi, sudah jelas itu," katanya.

Sementara, sanksi dalam Pergub yang akan diberikan kepada pemilik gedung yang membiarkan warga untuk merokok adalah pencabutan izin sertifikat layak fungsi.

"Jadi kalau Anda punya mal, masih ada orang boleh ngerokok di dalamnya, berarti Anda akan dicabut sertifikat layak fungsinya, mesti dilakukan evaluasi," jelasnya.

Ahok menyatakan tidak akan menyediakan ruang khusus untuk para perokok di dalam gedung. "Kita juga nggak mau sediain ruang rokok, orang yang mau ngerokok mesti keluar saja," tegasnya.

Dalam pertemuan ini, Ahok meminta para wali kota lebih tegas menerapkan sanksi bagi para pelanggar. "Ini kan kita cuma mau bilang ke wali kota untuk lebih tegas gitu loh," tandasnya.
Perokok Indonesia memang tak ada dua nya gan, orang luar aja bilang kalo rokok kite rokok setlooooonggg.
ayo borong yang banyak rokok yang beredar bray emoticon-Ngakak (S)
orang kaya di negara lain pengusaha furnitur, IT, minyak

di negara ini yang paling kaya pengusaha rokok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
raperda kalo mau jadi perda lewat dewan! dewan butuh rapat&begadang; untuk mbahas jadi perda. kalo begadang identik dengan kopi&rokok;. pajak rokok tinggi,biaya begadang tinggi!
sorak-sorak horee...!!!
Klo cuman di DKI yah beli rokok di luar DKI lah makin banyak untungnya yang jualan rokok beli di luar DKI jual di DKI emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
ikut berduka cita ntuk perokok....emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By adoeka
bagus bagus, berarti anjuran ahok kepada para wali kota untuk tegas soal sanksi larangan merokok bisa dikesampingkan sedikit nih, karena melarang merokok secara tegas akan berakibat dana pemasukan untuk melaksanakan proyek uji cobanya jokowi akan tersendat juga


sepertinya agan ga nangkep maksud dan isi beritanya..

Quote:Original Posted By oxycodone
Klo cuman di DKI yah beli rokok di luar DKI lah makin banyak untungnya yang jualan rokok beli di luar DKI jual di DKI emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


sepertinya agan ga nangkep maksud dan isi beritanya..


_______
silahkan dibaca dan dipahami lagi ya?

emoticon-Ngacir
Lah trus perda yg melarang orang merokok ditempat umum gmana tuh nasibnya kok gak pernah diterapkan sih dilapangan?emoticon-Bingung
Mungin seharusnya beritanya berjudul " Pemprov DKI merencanakan kebijaksanaan pembagian persen angka dari hasil rokok". Karena dari berita yang dibahas proporsi hitungan bagi-bagi persennya.

Gimanapun, buat yang didalam lingkaran perusahaan rokok, kayaknya malah sudah lebih dahulu tahu kalau pajak rokok bakal naik dan bakal terus naik. Bukan hanya dari desakan pemerintah kok. Karena kepentingannya lebih besar dari Pemprov ataupun Pemneg sekalipun. Levelnya Asean dan dipengaruhi oleh Global. Update reviewnya disini http://www.who.int/iris/bitstream/10...505871_eng.pdf

Di Indonesia sendiri sudah dibahas sejak lama juga sampai kemudian turun PP 109 namun belum diaktifkan, karena di Ibukota juga belum aktif. 2015 juga baru rencana kalau bakal disosialisakan menyeluruh. Dan yang disasar secara efek justru lebih ke produsen rokok rumahan, bukan yang pabrikan.

Orang pemerintahan menurut ane biasanya hanya sebagai pelaksana tugas dari atasan. Dan role model untuk kawasan Asean sendiri Singapore. Sampai seluruh Asean harganya bisa sama dengan Singapore baru berhenti membahas rokoknya.

Buat produsen rokok sendiri, secara global ataupun lokal, bisa saja diuntung bila usahanya ada di Tier 1 nantinya.

Logika simple bagi yang tidak pernah dilingkaran rokok begini, Vodka (minuman) dulu merupakan usaha rumahan tapi sekarang jadi merek dunia. Awal mulanya adalah sama. Adanya peraturan pemerintah mendesak agar produsen kecil mati dan produsen besar menguasai pasar dengan label yang lebih bonafite karena barangnya susah dicari. "eksklusif". Dan ketika ini ada produsen besar semakin diuntungkan. Kenapa? Karena alat untuk memproduksi rokoknya masih sama namun nilai jual produknya semakin tinggi.
Rokok selain nambahin pemasukan negara, juga sebagai pengurang populasi
Quote:Original Posted By bersihkankpk
orang kaya di negara lain pengusaha furnitur, IT, minyak

di negara ini yang paling kaya pengusaha rokok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


Carlos Slims itu salah satu BOD dan stake holder di Philip Morris emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By bersihkankpk
orang kaya di negara lain pengusaha furnitur, IT, minyak

di negara ini yang paling kaya pengusaha rokok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


emoticon-Ngakak

tajir setelah bikin orang penyakitan, barokah ga ye duitnya ??emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By bathboy
raperda kalo mau jadi perda lewat dewan! dewan butuh rapat&begadang; untuk mbahas jadi perda. kalo begadang identik dengan kopi&rokok;. pajak rokok tinggi,biaya begadang tinggi!
sorak-sorak horee...!!!



emoticon-Ngakak
seandainya bayar pajak yg laen semudah narik pajak rokok, ga bakalan ada kasus macem gayus emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By oxycodone
Klo cuman di DKI yah beli rokok di luar DKI lah makin banyak untungnya yang jualan rokok beli di luar DKI jual di DKI emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


harga rokoknya mah sama aja kaleee
ini beda alokasi pajak dan pemanfaatannya aja gan emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By ires92
ikut berduka cita ntuk perokok....emoticon-Berduka (S)


hehhh ga sopan...harusnya ente berterima kasih dong...emoticon-Mad:
Quote:Original Posted By kladestine
Mungin seharusnya beritanya berjudul " Pemprov DKI merencanakan kebijaksanaan pembagian persen angka dari hasil rokok". Karena dari berita yang dibahas proporsi hitungan bagi-bagi persennya.

Gimanapun, buat yang didalam lingkaran perusahaan rokok, kayaknya malah sudah lebih dahulu tahu kalau pajak rokok bakal naik dan bakal terus naik. Bukan hanya dari desakan pemerintah kok. Karena kepentingannya lebih besar dari Pemprov ataupun Pemneg sekalipun. Levelnya Asean dan dipengaruhi oleh Global. Update reviewnya disini http://www.who.int/iris/bitstream/10...505871_eng.pdf

Di Indonesia sendiri sudah dibahas sejak lama juga sampai kemudian turun PP 109 namun belum diaktifkan, karena di Ibukota juga belum aktif. 2015 juga baru rencana kalau bakal disosialisakan menyeluruh. Dan yang disasar secara efek justru lebih ke produsen rokok rumahan, bukan yang pabrikan.

Orang pemerintahan menurut ane biasanya hanya sebagai pelaksana tugas dari atasan. Dan role model untuk kawasan Asean sendiri Singapore. Sampai seluruh Asean harganya bisa sama dengan Singapore baru berhenti membahas rokoknya.

Buat produsen rokok sendiri, secara global ataupun lokal, bisa saja diuntung bila usahanya ada di Tier 1 nantinya.

Logika simple bagi yang tidak pernah dilingkaran rokok begini, Vodka (minuman) dulu merupakan usaha rumahan tapi sekarang jadi merek dunia. Awal mulanya adalah sama. Adanya peraturan pemerintah mendesak agar produsen kecil mati dan produsen besar menguasai pasar dengan label yang lebih bonafite karena barangnya susah dicari. "eksklusif". Dan ketika ini ada produsen besar semakin diuntungkan. Kenapa? Karena alat untuk memproduksi rokoknya masih sama namun nilai jual produknya semakin tinggi.


beuhh layak dicendolin nih post emoticon-Beloemoticon-thumbsup:

ternyata ada konspirasi dibalik kenaikan pajak rokok...logis gan emoticon-shakehand:

Quote:Original Posted By greatzee
Rokok selain nambahin pemasukan negara, juga sebagai pengurang populasi


iye sih gan ngurangin populasi, tapi biaya ngurangin populasi itu (berobat) tinggi banget emoticon-Nohope