alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5258d07e38cb17d007000001/seharusnya-lurah-warakas-mulyadi-kena-sewakan-rusun-pinus-elok-kena-pidana-6-tahun
Peringatan! 
{Seharusnya Lurah Warakas Mulyadi Kena} Sewakan Rusun Pinus Elok, Kena Pidana 6 Tahun
Jum'at, 11 Oktober 2013 | 13:03 WIB
Sewakan Rusun Pinus Elok, Kena Pidana 6 Tahun


TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa warga sekitar Waduk Ria Rio, yang lahannya terkena dampak normalisasi waduk, sudah bersedia pindah ke Rusun Pinus Elok sejak akhir September 2013 lalu. Meski demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tetap waspada apabila mereka berani meninggalkan rusun dan kembali lagi ke tempat tinggalnya yang semula.

"Kami sudah ada surat peringatan, kalau dia sewain tempatnya, kami pidana 6 tahun," kata Ahok--sapaan akrab Basuki--di Balai Kota, Jumat, 11 Oktober 2013.

Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur ini juga punya ancaman lain bila warga yang dulunya tinggal di Pedongkelan ini mengosongkan rusun yang telah disediakan Pemprov DKI tersebut. "Kami sita kembali," ujar Ahok.

Sebanyak 228 kepala keluarga warga Ria Rio Pedongkelan, Pulogadung, Jakarta Timur, telah pindah ke Rusun Pinus Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Mereka diberi waktu selama dua minggu untuk pindah ke Rusun. Selama benar-benar menempati rusun, mereka akan mendapat tambahan uang kerahiman sebesar Rp 3 juta. Sebelumnya, warga yang telah menyatakan bersedia pindah dan telah mendapatkan uang kerohiman sebesar Rp 1 juta. Selain uang itu, warga juga mendapat fasilitas berupa TV LCD 17 inci, spring bed, kulkas, lemari, dan kompor sekaligus gas.

Source

Quote:
Sabtu, 04/05/2013 14:55 WIB
Lurah Warakas Sewa Rusun Rp 159 Ribu, Dikontrakkan Lagi Rp 1,25 Juta
Ikhwanul Habibi - detikNews

{Seharusnya Lurah Warakas Mulyadi Kena} Sewakan Rusun Pinus Elok, Kena Pidana 6 Tahun
Jakarta - Lurah Warakas Mulyadi diketahui memiliki rumah di Rusun Marunda. Rumah subsidi itu tidak ditinggali Mulyadi, melainkan dikontrakkan lagi ke orang lain.

"Unit itu dikontrakkan oleh Mulyadi dengan Harga Rp 1.250.000 per bulan. Dan yang sekarang tinggal di situ pasangan suami istri yang kebetulan suaminya sedang menempuh pendidikan kapten kapal di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu pelayaran-red)," tutur pengurus rusun yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2013).

Pengurus itu menuturkan, unit di tower Pari Blok A Unit 120 didapatkan Mulyadi dengan harga bayar bulanan cukup murah hanya Rp 159 ribu dari biaya normal Rp 350 ribu. Jumlah itu dibebankan ke Mulyadi karena dia mendaftar sebagai warga relokasi korban kebakaran di Jembatan Tiga.

"Tahun 2007 Mulyadi daftar. Mulyadi sudah dua kali melakukan perpanjangan. Terakhir tahun 2012," jelasnya.

Sewaktu mendaftar Mulyadi mengaku akan tinggal di situ. Tapi apa yang terjadi sungguh berbeda dengan ucapan Mulyadi.

"Tahun 2007 ngaku mau ditinggali sendiri, ternyata 2 bulan kemudian dikontrakkan. dan setelah itu Mulyadi tidak pernah kelihatan lagi di rusun ini," katanya.

Saat ini rumah Mulyadi di Rusun Marunda ditinggali sepasang suami istri. Sang suami merupakan mahasiswa di STIP yang kampusnya tepat berada di sebelah utara Rusun Marunda.

Rusun Marunda merupakan tempat favorit mahasiswa STIP untuk mencari kontrakan. Di tempat Mulyadi sendiri sudah 5 orang yang silih berganti kontrak di situ.

"Dua orang ini sudah 2 bulan meninggali rusun ini. Sebelumnya sudah dikontrakkan 5 orang," ungkapnya.

Mulyadi menegaskan tidak punya rumah di Rusun Marunda dan menyebut itu ulah provokator. Sementara itu, Jokowi sudah berkomentar soal kasus Mulyadi ini.

"Ya bagus dong. Berarti kreatif. Itu kreatif tapi tidak patut ditiru," sindir Jokowi.

[url=http://news.detik..com/read/2013/05/04/145504/2238011/10/lurah-warakas-sewa-rusun-rp-159-ribu-dikontrakkan-lagi-rp-125-juta]Source[/url]


Jum'at, 03 Mei 2013 | 08:10 WIB
Lurah Warakas Akui Punya Unit di Rusun Marunda


TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Warakas Mulyadi yang memprotes lelang jabatan dari Gubernur DKI Joko Widodo mengaku memiliki unit rumah susun di Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. "Benar itu rusun saya," jawab Mulyadi kemarin malam, Kamis, 2 Mei 2013.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan keterangan dari Unit Pengelola Teknis Rumah Susun Wilayah I Dinas Perumahan DKI Jakarta, Mulyadi melakukan praktek alih sewa unit rusun. Unit yang ia alihkan sewanya adalah Unit 120 Blok Pari, Cluster A, Marunda.

Namun, Mulyadi membantah telah menyewakannya. Ia berkata kabar bahwa ia melakukan praktek alih sewa adalah kebohongan. "Enggak bener itu, bohong. Saya kalau sudah enggak ada rumah dinas juga saya tempatin," kata Mulyadi menegaskan semalam.

Sebelumnya diberitakan warga merasa kecewa karena Mulyadi ternyata melakukan praktek sewa-menyewa rumah susun di Rusunawa Marunda. (Baca: Lurah Warakas Ternyata Juragan Kontrakan)

Source


Dulu Mulyadi (lurah Warakas) mendapatkan 2 unit rusunawa tersebut dengan status sebagai warga relokasi, bukannya ditinggali malah disewakan kembali dgn harga lebih mahal. Apakah modus yang dilakukan lurah Warakas akan diulangi warga waduk Ria Rio?
emoticon-Matabelo

Karena ada warga Ria Rio yang sudah terdaftar di rusunawa Pinus Elok dan menerima uang kerohiman Rp 4.000.000, bukannya menempati rusun malah kembali menghuni waduk Ria Rio.
emoticon-Matabelo
×