alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5258bf2cfaca17fc70000000/destination-christmas-island-polres-sukabumi-amankan-88-imigran-gelap-rohingnya
[Destination: Christmas Island] Polres Sukabumi Amankan 88 Imigran Gelap Rohingnya
Polres Sukabumi Amankan 88 Imigran Gelap Asal Rohingnya
Jumat, 11/10/2013 - 13:18

[Destination: Christmas Island] Polres Sukabumi Amankan 88 Imigran Gelap Rohingnya
IMIGRAN asal Myanmar etnis Rohingnya keluar dari wisma untuk menuju bus, di Jalan Patuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (11/10/2013). Sebanyak 88 imigran gelap diamankan Polisi saat berada di sebuah wisma.*

PALABUHANRATU,(PRLM).-Sebanyak 88 imigran gelap asal etnis Rohingnya Myanmar diamankan polisi saat berada di sebuah wisma, Jalan Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (11/10/2013). Diduga para imigran tersebut tengah menunggu untuk diseberangkan menuju Pulau Christmas, Australia.

Awalnya diajak oleh orang yang bernama Usman untuk pindah ke sini (Palabuhanratu), katanya disini serba enak dan mudah. Tetapi setelah diinapkan di wisma, Usman menghilang dan telepon genggamnya juga sudah tidak aktif," ujar salah seorang imigran Almamu (25).

Wakapolres Sukabumi Komisaris Wisnu Prabowo mengatakan, pengamanan tersebut berawal dari informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, terdapat lebih dari 80 imigran gelap asal Rohingnya.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan mendalami siapa oknum yang membawa imigran ini. Setelah selesai didata para imigran akan langsung diserahkan ke kantor Imigrasi," katanya.(A-193/A-107)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/254532


11 Oktober 2013 | 15:39 WIB
Polres Sukabumi Tangkap Imigran Gelap Rohingnya


Bisnis-jabar.com, SUKABUMI– Jajaran Kepolisian Resor Sukabumi, Jawa Barat, mengamankan puluhan imigran gelap asal Myanmar yang berasal dari suku Rohingya di salah satu wisma di Palabuhanratu, Jumat (11/10/2013).

Dalam penangkapan tersebut para imigran gelap berjenis kelamin perempuan sempat panik, histeris, dan mencoba melarikan diri, namun anggota polres dengan sigap menangkap mereka.

Pada penggerebekan tersebut, selain perempuan dan orang dewasa juga diamankan beberapa balita dan anak kecil.

“Dari hasil pendataan yang kami lakukan jumlah imigan gelap asal Myanmar tersebut sebanyak 88 orang dengan tujuan Pulau Christmas, Australia,” kata Wakil Kapolres Sukabumi, Kompol Wisnu Prabowo.

Menurut Wisnu, dari hasil pemeriksaan para imigran gelap, mereka tidak membawa surat kelengkapan keimigrasian dan hanya dilengkapi surat dari United Nation High Commissioner atau UNHCR.

Selanjutnya, kata dia, rencananya para imigran gelap ini akan diserahkan kepada pihak Kantor Imigrasi Sukabumi untuk penanganan lebih lanjut seperti dipulangkan ke Rumah Detensi Migrasi.

“Perairan laut Sukabumi sering menjadi tempat untuk menyebrang para imigran gelap ke Australia, namun selama ini pihaknya selalu berhasil menggagalkan karena koordinasi yang baik dengan masyarakat dan lembaga lainnya,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali rencana penyelundupan imigran gelap, kata dia, pihaknya terus memperketat patroli perairan laut dengan mengerahkan anggota Satpolairut Polres Sukabumi.

Selain itu menjalin koordinasi yang baik dengan masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir pantai, karena selama ini penggagalan penyeberangan imigran gelap berawal dari laporan masyarakat.(Antara/k29)

http://www.bisnis-jabar.com/index.ph...elap-rohingnya

Warga Christmas Island bakal protes lagi nih kalau sampai kemasukan imigran. emoticon-Big Grin

SO, WHERE ARE THEY HAPPY?

They're happy in Australia ..
They're happy in Canada..
They're happy in England ..
They're happy in France ..
They're happy in Italy ..
They're happy in Germany ..
They're happy in Sweden ..
They're happy in the USA ..
They're happy in Norway ..
They're happy in Holland ..
They're happy in Denmark ..
selagi biang terornya masih belum ditangkap....bakal nyusahin negara tetangganya terus

[Destination: Christmas Island] Polres Sukabumi Amankan 88 Imigran Gelap Rohingnya
Testimoni warga Christmas Island. emoticon-Big Grin

Warga Melayu di Christmas Island Kesal Perilaku Imigran Gelap Asal Iran
Rabu, 11/07/2012 - 04:08


CHRISTMAS ISLAND, (PRLM).- Sejak menjadi kekuasaan Australia, Christmas Island dijadikan sebagai pusat detensi imigran gelap. Hal ini telah menyebabkan kehidupan di pulau kecil tersebut mengalami perubahan. Sejumlah warga Christmas Island dengan terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya terhadap kelompok imigran gelap tersebut. Mereka berharap pemerintah Australia mencari tempat lain untuk para pendatang illegal tersebut.

Bahkan, seperti dilaporkan news.com.au, Selasa (10/7/12), komunitas warga Australia keturunan Melayu yang mendiami pulau tersebut dengan terang-terangan meragukan motif kedatangan para imigran gelap yang mayoritas berasal dari negara Timur Tengah dan Asia Selatan itu, seperti dituturkan oleh salah seorang warga Christmas Island yang juga Imam Masjid Flying Fish Cove, Abdul Ghaffar.

Dalam wawancaranya kepada jurnalis Daily Telegraph pekan lalu, Ghaffar mengatakan, pada awalnya dia dan komunitas Melayu lainnya merasa iba dan bersimpati kepada para imigran gelap tersebut. Apalagi mereka berasal dari negara-negara Islam yang membuat warga Melayu terpanggil untuk menolong atas nama persaudaraan Islam.

Akan tetapi, belakangan ini, kata Ghaffar, dia dan warga Melayu lainnya tidak lagi simpati dengan para imigran gelap tersebut. Pasalnya, mereka meragukan motif para pendatang tersebut untuk mencari suaka di Australia.

Menurut Ghaffar, kini dirinya tidak lagi percaya, motif para imigran gelap tersebut adalah untuk mencari suaka. "Saya kira,mereka ke sini bukan untuk itu, tapi motif ekonomi.Mereka hanya ingin hidup enak di Australia," ujarnya. (A-133/A-108)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/195446


Christmas Island Malay Muslims’ sympathy for refugees fades
Posted by Rafiq A. Tschannen

[Destination: Christmas Island] Polres Sukabumi Amankan 88 Imigran Gelap Rohingnya
Imam Abdul Ghaffar at Flying Fish Cove on Christmas Island. Picture: Toby Zerna


LOOKING out across Christmas Island’s Flying Fish Cove, where 69 more asylum seekers arrived on two boats yesterday, Imam Abdul Ghaffar says that sympathy for the new arrivals was dwindling within his community.
He said the surge in asylum seekers, particularly the sight of babies and children on boats, made the island’s Malay Muslim population sceptical of their legitimacy.

“When the boats started coming we were seeing them as seeking help and we wanted to help as fellow Muslims,” Imam Ghaffar said from his mosque opposite the cove. “Then the boats kept coming and coming and people started talking different things.”

The mosque welcomes detained Muslim asylum seekers to prayers on Friday but Iranians are no longer allowed after complaints they were disruptive and disrespectful.


Imam Ghaffar said Malay Muslims, who number about 300 on the island, began to question whether the new arrivals were genuine or merely seeking a better life for economic reasons. And he said his community was deeply troubled by the increasing number of asylum seekers losing their lives at sea.

Earlier this week, a prayer service was held at the mosque to honour the asylum seekers who last month died in two boat sinkings less than a week apart.

“We pray for them and hope they’re resting in peace and for their families in Pakistan and Afghanistan,” he said.

The 18 bodies recovered from the two capsizings remain in refrigerated shipping containers on the island and Imam Ghaffar said Muslims were uneasy about this, because Islam demanded bodies be buried as soon as possible.

Arrangements are being made to transport them to Perth but that is still about two weeks away.

In the one month to yesterday, 24 asylum seeker boats have arrived at Christmas Island carrying a total of 1695 passengers.

Yesterday 38 Iraqi men and four Indonesian crew were brought to shore at Flying Fish Cove.

They had spent a week at sea on board Customs vessel the ACV Triton after their asylum boat was intercepted at Ashmore reef.

On Thursday, 162 Middle Eastern asylum seekers arrived after refusing to return to Indonesia after they rang Australian authorities saying they were in distress.

A number of the asylum seekers from the boat appeared ill, with one woman needing a wheelchair.

She was later flown to Perth for medical treatment via the Royal Flying Doctor Service, along with another two asylum seekers from boats which arrived last week.

And late yesterday another boat carrying 31 suspected Sri Lankan asylum seekers was spotted west of Christmas Island.

Source: News.com.au

http://www.news.com.au/top-stories/c...-1226419558348
bagus.....ke australia semua ya emoticon-I Love Indonesia (S)
ozzie kan pulau berkumpul para imigran, landlordnya sekarang malah terpinggirkan emoticon-Frown
Sesama muslim itu saudara, kudu dibantu