alexa-tracking

[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5257659f18cb173e3e000001/belum-kapok-dikepung-warga-di-kendal-pengacara-fpi-permasalahkan-sidang-di-semarang
Ngakak 
[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Kamis, 10 Oktober 2013 16:41 WIB | Insetyonoto/JIBI/Solopos

[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Dua terdakwa kasus bentrokan antara massa Front Pembela Islam (FPI) dengan warga, Edy Bowo Dwiyanto (kiri) dan Soni Haryono ((tengah, belakang), dikawal petugas seusai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jateng, Kamis (10/10/2013). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo)Dua terdakwa kasus bentrokan antara massa Front Pembela Islam (FPI) dengan warga, Edy Bowo Dwiyanto (kiri) dan Soni Haryono ((tengah, belakang), dikawal petugas seusai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jateng, Kamis (10/10/2013). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo)


Solopos.com, SEMARANG – Persidangan kasus kerusuhan Kendal dengan terdakwa tiga anggota Front Pembela Islam (FPI) dan empat warga Kendal, di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (10/10/2013), berlangsung aman serta lancar.

Kekhawatiran akan adanya aksi besar-besaran dari anggota FPI serta masyarakat Kendal tidak terjadi.

Hanya terlihat belasan anggota FPI, termasuk Ketua FPI Jateng KH Sihabudin hadir dipersidangan. Demikian pula masyarakat Kendal yang datang tidak banyak.

Meski begitu jalannya persidangan mendapatkan pengamanan ratusan personil polisi berpakaian dinas dan preman, yang berjaga di luar dan dalam gedung PN Semarang.

”Kami sudah memberitahukan kepada aparat kepolisian tidak mengerahkan masa FPI dalam jumlah besar,” kata Ketua Divisi Advokasi FPI Jateng, Zaenal Abidin Petir kepada Solopos.com di sela persidangan.

Tiga terdakwa anggota FPI yang disidang masing-masing Satria Yuwono, 22 dan Bayu Agung Wicaksono, 22, keduanya warga Parakan, Temanggung, serta Soni Haryono, 38, warga Pucungrejo, Muntilan.

Sedang empat warga Kendal masing-masing Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah.

Soni Haryono, sopir mobil Toyota Avanza yang menabrak warga Kendal bernama Ny Suyatmi hingga meninggal dunia menjalani persidangan pertama.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kendal, yakni Mustar, Fik-Fik, Umardani, dan Wisnu secara bergantian membacakan surat dakwaan.

”Terdakwa tidak berusaha menghentikan laju mobil, setelah menabrak korban pengendaraan sepeda motor Wahid yang memboncengkan isterinya Suyatmi sehingga terserat sampai sekitar 50 meter dan meninggal dunia,” papar Umardani.

JPU menjerat terdakwa primer melanggar Pasal 311 ayat (5) UU No. 22/1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

”Dan subsider melanggar Pasal 310 ayat (4) UU No. 22/1999,” katanya.

Menanggapi surat dakwaan itu, tim penasihat hukum terdakwa dari DPP FPI Bantuan Hukum Front akan mengajukan eksepsi.

Ketua Majelis Hakim, Fatchul Bari menunda persidangan Kamis pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa.

Sementara, M. Ichwan Tuankota dari DPP FPI Bantuan Hukum Front menyatakan dalam eksepsinya akan mempersoalkan lokasi persidangan di PN Semarang.

Menurut dia, sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) persidangan seharusnya digelar di PN Kendal, karena tempat kejadiannya di Kendal.

”Kalau persidangan di PN Semarang merupakan pelanggaran KUHAP dan bisa batal demi hukum,” tandas dia.

Mengenai pemindahan lokasi persidangan ke PN Semarang atas dasar keputusan Mahkamah Agung (MA), Ichwan menegaskan tidak dibenarkan.

”Masak MA melanggar KUHAP,” imbuh dia.


Setelah Soni selanjutkan disidangkan terdakwa Satria Yuwono dan Bayu Agung Wicaksono. Kedua terdakwa oleh JPU dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951.

Sedang JPU yang menyidangkan empat terdakwa warga Kendal, Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah, menjerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

http://www.solopos.com/2013/10/10/ka...emarang-455241


Berusaha lolos dari hukum setelah menewaskan orang dgn alasan lokasi persidangan dipindah dari Kendal ke Semarang. Tipikal FPI. emoticon-Big Grin

Seharusnya FPI berterima kasih dengan MA karena mereka diamankan. FPI belum kapok ya dikepung warga Sukorejo di Kendal sampai harus sembunyi di Masjid? emoticon-Big Grin
Quote:

Quote:

Katanya FPI "Hidup Mulia atau Mati Syahid", kok takut mati? emoticon-Big Grin
Bentrok FPI di Kendal yg menewaskan 1 orang warga. emoticon-Big Grin
Quote:


Sopir FPI yg menabrak dan menyeret korban.
[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Suami Dipenjara, Istri Anggota FPI Penabrak Warga Menangis
Slamet Priyatin
Sabtu, 20 Juli 2013 | 22:19 WIB


KENDAL,KOMPAS.com - Erni Kusrini (38), istri Soni Haryanto, tersangka penabrak warga hingga meninggal dunia dalam bentrok FPI dan warga di Kendal, langsung menangis saat bertemu dengan suaminya di ruang tahanan Polres Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (20/7) sore. Saat menjenguk suaminya, Erni membawa putrinya, Cantika Putri Sonya (9).

Sementara Soni terlihat tabah. Ia meminta agar istri dan anaknya jangan bersedih. Setelah itu, ia mencium istri dan anaknya yang masih terisak tersebut.

Pada kesempatan itu, Erni yang ditemui Kompas.com mengaku dirinya tidak tahu kalau suaminya berangkat di Sukorejo. Sebab izinnya hanya akan mendatangi pengajian akbar, dan suaminya hanya disuruh mengemudikan mobil.

Erni mengakui suaminya adalah anggota FPI yang tidak aktif. Suaminya berkumpul dengan anggota FPI hanya dalam acara pengajian. Sedangkan untuk yang kegiatan lainnya tidak pernah ikut.

“Saya bersama keluarga, pulang ke Muntilan Kabupaten Magelang ini pada tahun 2000-an. Lalu suami saya bertemu kembali dengan beberapa teman sekolahnya yang menjadi anggota FPI,” ceritanya.

Erni mengaku baru tahu suaminya berada di tahanan karena menabrak orang dari salah seorang anggota FPI yang Kamis (18/7/2013) malam menemuinya. Menurutnya, anggota FPI itu memberitahukan kalau suaminya dipenjara. Setelah mendengar kabar tersebut, Erni mengaku tidak bisa tidur. Lalu paginya setelah subuh, ia mengumpulkan 3 anaknya dan memberi tahu kalau ayahnya berada dalam penjara.

“Anak saya yang besar sudah kelas 3 SMP, sedangkan yang kedua kelas 3 SD, dan terakhir masih balita," akunya.

Erni menjelaskan, setelah diberitahu tentang keberadaan ayahnya, anak pertama dan keduanya langsung menangis. Mereka seperti tidak mau terima dengan keadaan tersebut. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bisa menerimanya.

“Saya berharap semuanya bisa selesai dan suami saya bisa pulang bersama keluarga,” harapnya.

http://regional.kompas.com/read/2013...Warga.Menangis
Penolakan suami dari korban yg tewas karena FPI.
Quote:


Quote:
KASKUS Ads
prajurit sakit jiwa .. malu-maluin ...

ane muslim tapi ga gitu amat .. makannya AL-QURAN itu baca dan tafsir dengan benar .. semua ajaran islam yg dilarang dan tidak dilarang ada disitu semua .. jangan liat UUD emoticon-Ngakak
FPI..FPI..FPI.. oh, lagi-lagi FPI...
Quote:


karena lebih baik "Hidup Ngibrit atau Mati Konyol".... emoticon-Big Grin
emoticon-Cape d... (S)

FPI..OOoooOO FPI..
beh enak bgt ampe dilindungin segitunya

capek amat sie ngurus manusia" tak berotak ky gini

biarin aj di Kendal biar kita liat bener ga semboyan mereka
Quote:

Dari janji2 FPI yg klaimnya "Hidup Mulia atau Mati Syahid" saja tidak ada yg terpenuhi, cuma omong kosong. emoticon-Big Grin
[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
muka pelakunya suram banget, muka" nasi bungkus
lagi2 fpi,katanya berani mati tp malah sembunyi di mesjid..kacau deh ga sesuai omongan'y
Quote:


Quote:



Takut di surga ga ada yg kasih nasi bungkus emoticon-Big Grin
emoticon-Matabelo ijin nyimak gan tp ko beraninya rame" doank yg FPI...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
See....



Giliran sendiri ya gini....cingkep kayak anjing yang ekornya diumpetin diselangkangannya
memang mantep dah trit citox kalo menyangkut fpi emoticon-2 Jempol
maan preman..
Quote:


kyk ente ye
Kamis, 10 Oktober 2013 | 16:31 WIB
Rusuh Sukorejo, Anggota FPI Dijerat UU Lalu Lintas


TEMPO.CO, Semarang - Soni Haryono, anggota Front Pembela Islam yang mengakibatkan kematian seorang warga, menabrak petugas Kepolisian dan beberapa warga dalam kerusuhan di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli 2013 lalu, dijerat dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Terdakwa dijerat Pasal 310 ayat 2,3,4 dan Pasal 311 ayat 3,4,5 UU No 22 Tahun 2009," kata Mustar, salah satu jaksa penuntut umum, yang membacakan tuntutan pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 10 Oktober 2013. Ancaman hukumannya penjara maksimal 6 tahun.

Dengan pertimbangan keamanan, persidangan kasus kerusuhan antara FPI dengan warga Sukorejo dipindahkan dari Pengadilan Negeri Kendal ke Pengadilan Negeri Semarang.

Pada kerusuhan di Sukorejo 18 Juli 2013, Soni yang mengendarai mobil Avanza sambil membungkuk dengan alasan menghindari lemparan warga. Mobilnya menabrak beberapa pengendara sepeda motor dan petugas Kepolisian yang mengamankan kerusuhan. Tri Munarti, salah satu pengendara motor yang tertabrak dan terseret hingga 50 meter lebih hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam berkas persidangan lainnya, dua anggota FPI lainnya, Satrio Yuono dan Bayu Agung, dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Dalam kerusuhan tersebut, keduanya membawa senjata tajam.

Selain tiga tersangka dari anggota FPI, majelis hakim juga menyidangkan empat warga Sukorejo dan sekitarnya, yakni Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat dengan dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sidang perdana hanya mendengarkan tuntutan jaksa. Ketua mejelis hakim, Fathul Bari, mengatakan sidang dilanjutkan 17 Oktober 2013 dengan agenda pembacaan eksepsi.

Gunardi, orang tua Edi Bowo Dwi Yanto yang ikut menghadiri persidangan, usai persidangan menyatakan pihaknya berharap hakim memutus perkara secara adil. "Hakim harus tahu mana yang sengaja melakukan kerusuhan dan mana yang hanya membela diri," ujarnya. "Warga tak akan bereaksi jika tak ada aksi dari FPI."

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...UU-Lalu-Lintas


Ada warga Sukorejo yg hadir rupanya. emoticon-Big Grin
Quote:

Yang jelas ya kayak yang diberita lah



Kok tolol banget.....nuduh ga pake bukti