alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5257659f18cb173e3e000001/belum-kapok-dikepung-warga-di-kendal-pengacara-fpi-permasalahkan-sidang-di-semarang
Ngakak 
[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Kamis, 10 Oktober 2013 16:41 WIB | Insetyonoto/JIBI/Solopos

[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Dua terdakwa kasus bentrokan antara massa Front Pembela Islam (FPI) dengan warga, Edy Bowo Dwiyanto (kiri) dan Soni Haryono ((tengah, belakang), dikawal petugas seusai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jateng, Kamis (10/10/2013). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo)Dua terdakwa kasus bentrokan antara massa Front Pembela Islam (FPI) dengan warga, Edy Bowo Dwiyanto (kiri) dan Soni Haryono ((tengah, belakang), dikawal petugas seusai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jateng, Kamis (10/10/2013). (JIBI/Solopos/Antara/R Rekotomo)


Solopos.com, SEMARANG – Persidangan kasus kerusuhan Kendal dengan terdakwa tiga anggota Front Pembela Islam (FPI) dan empat warga Kendal, di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (10/10/2013), berlangsung aman serta lancar.

Kekhawatiran akan adanya aksi besar-besaran dari anggota FPI serta masyarakat Kendal tidak terjadi.

Hanya terlihat belasan anggota FPI, termasuk Ketua FPI Jateng KH Sihabudin hadir dipersidangan. Demikian pula masyarakat Kendal yang datang tidak banyak.

Meski begitu jalannya persidangan mendapatkan pengamanan ratusan personil polisi berpakaian dinas dan preman, yang berjaga di luar dan dalam gedung PN Semarang.

”Kami sudah memberitahukan kepada aparat kepolisian tidak mengerahkan masa FPI dalam jumlah besar,” kata Ketua Divisi Advokasi FPI Jateng, Zaenal Abidin Petir kepada Solopos.com di sela persidangan.

Tiga terdakwa anggota FPI yang disidang masing-masing Satria Yuwono, 22 dan Bayu Agung Wicaksono, 22, keduanya warga Parakan, Temanggung, serta Soni Haryono, 38, warga Pucungrejo, Muntilan.

Sedang empat warga Kendal masing-masing Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah.

Soni Haryono, sopir mobil Toyota Avanza yang menabrak warga Kendal bernama Ny Suyatmi hingga meninggal dunia menjalani persidangan pertama.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kendal, yakni Mustar, Fik-Fik, Umardani, dan Wisnu secara bergantian membacakan surat dakwaan.

”Terdakwa tidak berusaha menghentikan laju mobil, setelah menabrak korban pengendaraan sepeda motor Wahid yang memboncengkan isterinya Suyatmi sehingga terserat sampai sekitar 50 meter dan meninggal dunia,” papar Umardani.

JPU menjerat terdakwa primer melanggar Pasal 311 ayat (5) UU No. 22/1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

”Dan subsider melanggar Pasal 310 ayat (4) UU No. 22/1999,” katanya.

Menanggapi surat dakwaan itu, tim penasihat hukum terdakwa dari DPP FPI Bantuan Hukum Front akan mengajukan eksepsi.

Ketua Majelis Hakim, Fatchul Bari menunda persidangan Kamis pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa.

Sementara, M. Ichwan Tuankota dari DPP FPI Bantuan Hukum Front menyatakan dalam eksepsinya akan mempersoalkan lokasi persidangan di PN Semarang.

Menurut dia, sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) persidangan seharusnya digelar di PN Kendal, karena tempat kejadiannya di Kendal.

”Kalau persidangan di PN Semarang merupakan pelanggaran KUHAP dan bisa batal demi hukum,” tandas dia.

Mengenai pemindahan lokasi persidangan ke PN Semarang atas dasar keputusan Mahkamah Agung (MA), Ichwan menegaskan tidak dibenarkan.

”Masak MA melanggar KUHAP,” imbuh dia.


Setelah Soni selanjutkan disidangkan terdakwa Satria Yuwono dan Bayu Agung Wicaksono. Kedua terdakwa oleh JPU dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951.

Sedang JPU yang menyidangkan empat terdakwa warga Kendal, Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah, menjerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

http://www.solopos.com/2013/10/10/ka...emarang-455241


Berusaha lolos dari hukum setelah menewaskan orang dgn alasan lokasi persidangan dipindah dari Kendal ke Semarang. Tipikal FPI. emoticon-Big Grin

Seharusnya FPI berterima kasih dengan MA karena mereka diamankan. FPI belum kapok ya dikepung warga Sukorejo di Kendal sampai harus sembunyi di Masjid? emoticon-Big Grin
Quote:
Kasus bentrok Kendal, sidang 3 anggota FPI dipindah ke Semarang
Reporter : Dedi Rahmadi
Minggu, 6 Oktober 2013 20:44:00


Persidangan tujuh tersangka bentrok di Sukorejo, Kabupaten Kendal akan digelar di Semarang. Sidang tujuh tersangka yang terdiri dari tiga anggota FPI dan empat warga Kendal itu dipindahkan dari Kendal ke Semarang atas pertimbangan keamanan.

Kepala Pengadilan Negeri Semarang Gunawan Gusmo mengatakan dokumen kasus itu terbagi dalam lima berkas perkara terpisah. Meski terpisah, kata dia, mereka akan disidang secara bersamaan.

"Mahkamah Agung sudah mengizinkan sidang digelar di Semarang. Sedianya, sidang bentrok yang menewaskan seorang warga itu digelar di Kendal sebagai lokasi terjadinya peristiwa. Namun pertimbangan keamanan dan keselamatan, MA akhirnya mengizinkan sidang digelar di PN Semarang," ujar Gunawan di Semarang seperti dilansir Antara, Minggu (6/10).

http://www.merdeka.com/peristiwa/kas...-semarang.html

Quote:
Kamis, 18 Juli 2013 | 17:59 WIB
Bentrok dengan Warga, FPI Dikepung di Masjid

[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
TEMPO.CO, Kendal - Massa Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan warga di Kecamatan Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis, 18 Juli 2013. Untuk menghindari kejaran warga, mereka menyelamatkan diri di Masjid Besar Sukorejo sejak tadi siang. Menurut Beny Karnadi, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Kendal yang tinggal di Sukorejo, sekitar 50 anggota FPI tersandera di masjid tersebut. "Mereka dilindungi polisi dan tentara dari kejaran warga," kata Beny kepada Tempo. Hingga Kamis petang, ribuan warga berada di luar masjid. Polisi dan tentara berjaga-jaga.

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...pung-di-Masjid

Katanya FPI "Hidup Mulia atau Mati Syahid", kok takut mati? emoticon-Big Grin
Bentrok FPI di Kendal yg menewaskan 1 orang warga. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ozombie
Video Bentrok FPI vs Warga Sukorejo Beredar Luas
Rabu, 24 Juli 2013 13:44 wib


KENDAL - Video bentrokan antara-anggota Front Pembela Islam (FPI) dengan warga Kecamatan Sukorejo, beredar luas di masyarakat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dalam rekaman video terlihat bentrok terjadi di Jalan Raya Sukorejo dan mobil FPI menabrak hingga menyeret warga.

Bentrokan antara FPI dengan warga Sukorejo terekam kamera CCTV di Gereja St Isidorus di Jalan Raya Sukorejo, Patean. Dalam video yang beredar luas itu terlihat konvoi FPI berhenti di depan gereja dan SPBU.

Sejumlah anggota FPI kemudian turun dari mobil dan melakukan perusakan mobil dan warung di sekitarnya. Aksi anarkis itu spontan mendapat perlawanan warga hingga terjadi bentrok. Jumlah warga yang semakin banyak memaksa anggota FPI kabur tunggang langgang.

Massa FPI kemudian meninggalkan lokasi di depan gereja dan SPBU disusul mobil Avanza hitam yang tertinggal. Massa yang terlalu banyak membuat pengemudi mobil Avanza panik dan tancap gas.

Mobil sempat menabrak kerumunan warga dan sejumlah sepeda motor serta menyeretnya hingga dua kilometer. Satu korban terseret mobil dan terlepas setelah mobil melaju sejauh 54 meter. Massa yang marah mencoba mengejar mobil Avanza karena menabrak motor dan menyeret korban.

Dalam video juga terlihat polisi bersiaga di lokasi bentrokan. Wakapolres Kendal, Kompol Mulyawati, menolong korban kecelakaan yang terseret mobil FPI.

Salah seorang warga, Warsono, mengatakan, video tersebut beredar melalui telefon genggam, namun dia mengaku tidak mengetahui asal mula video itu diperoleh hingga beredar luas.

“Beredar melalui handphone. Wajarlah jika warga marah karena mobil melaju kencang dan menyeret korban,” ujar Warsono, Rabu (24/7/2013).

Dia berharap, polisi mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang lagi. Warga juga mengaku khawatir terjadi aksi balasan hingga berujung pada bentrok susulan.

http://jogja.okezone.com/read/2013/0...o-beredar-luas

Padahal kemarin di tiviwan bilang tidak melakukan pengrusakan. FPI boleh bohong di bulan ini? emoticon-Big Grin

youtube-thumbnail


Video tabrak lari FPI
youtube-thumbnail


Quote:Original Posted By pisssexmaniac
ini video asli nabraknya

youtube-thumbnail


Sopir FPI yg menabrak dan menyeret korban.
[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Suami Dipenjara, Istri Anggota FPI Penabrak Warga Menangis
Slamet Priyatin
Sabtu, 20 Juli 2013 | 22:19 WIB


KENDAL,KOMPAS.com - Erni Kusrini (38), istri Soni Haryanto, tersangka penabrak warga hingga meninggal dunia dalam bentrok FPI dan warga di Kendal, langsung menangis saat bertemu dengan suaminya di ruang tahanan Polres Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (20/7) sore. Saat menjenguk suaminya, Erni membawa putrinya, Cantika Putri Sonya (9).

Sementara Soni terlihat tabah. Ia meminta agar istri dan anaknya jangan bersedih. Setelah itu, ia mencium istri dan anaknya yang masih terisak tersebut.

Pada kesempatan itu, Erni yang ditemui Kompas.com mengaku dirinya tidak tahu kalau suaminya berangkat di Sukorejo. Sebab izinnya hanya akan mendatangi pengajian akbar, dan suaminya hanya disuruh mengemudikan mobil.

Erni mengakui suaminya adalah anggota FPI yang tidak aktif. Suaminya berkumpul dengan anggota FPI hanya dalam acara pengajian. Sedangkan untuk yang kegiatan lainnya tidak pernah ikut.

“Saya bersama keluarga, pulang ke Muntilan Kabupaten Magelang ini pada tahun 2000-an. Lalu suami saya bertemu kembali dengan beberapa teman sekolahnya yang menjadi anggota FPI,” ceritanya.

Erni mengaku baru tahu suaminya berada di tahanan karena menabrak orang dari salah seorang anggota FPI yang Kamis (18/7/2013) malam menemuinya. Menurutnya, anggota FPI itu memberitahukan kalau suaminya dipenjara. Setelah mendengar kabar tersebut, Erni mengaku tidak bisa tidur. Lalu paginya setelah subuh, ia mengumpulkan 3 anaknya dan memberi tahu kalau ayahnya berada dalam penjara.

“Anak saya yang besar sudah kelas 3 SMP, sedangkan yang kedua kelas 3 SD, dan terakhir masih balita," akunya.

Erni menjelaskan, setelah diberitahu tentang keberadaan ayahnya, anak pertama dan keduanya langsung menangis. Mereka seperti tidak mau terima dengan keadaan tersebut. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bisa menerimanya.

“Saya berharap semuanya bisa selesai dan suami saya bisa pulang bersama keluarga,” harapnya.

http://regional.kompas.com/read/2013...Warga.Menangis
Penolakan suami dari korban yg tewas karena FPI.
Quote:Original Posted By ozombie
Suami Mendiang Tri Munarti Tolak Santunan FPI
Minggu, 28 Juli 2013 16:19


Starberita-Jakarta, Samsu Eko Yulianto, 50 tahun, suami Tri Munarti, korban meninggal dunia akibat bentrokan antara Front Pembela Islam dengan warga Sukorejo Kendal, Jawa Tengah menyatakan menolak rencana pemberian santunan dari Front Pembela Islam sebagai bantuan biaya pendidikan untuk anak korban.

"Saya tidak bisa menerima santunan itu," kata Yulianto. "Saya tak mau melukai hati masyarakat Sukorejo yang kecewa dengan FPI, khususnya yang menjadi korban".

Sebagai bentuk tali asih, pimpinan FPI pusat akan memberikan santunan Rp 500 ribu tiap bulan hingga anak korban tamat perguruan tinggi. Atas alasan tersebut, kepada pimpinan FPI, guru SD Negeri Tambahrejo, Sukorejo ini meminta maaf tidak bisa menerima santunan, meski sebenarnya keluarganya sangat membutuhkan, terutama untuk pendidikan anaknya, Arif Rahman yang masih duduk di kelas SMA.

Jumat kemarin, Ketua FPI Yogyakarta, Bambang Tedi menjenguk Yulianto di rumahnya, desa Krikil, Pageruyung. Penolakan tersebut juga disampaikan kepada Bambang. Namun Bambang memaksa Yulianto menerima bingkisannya atas nama pribadi sebagai tali silatuttahmi.

Yulianto dan istrinya adalah korban kebrutalan FPI di Sukorejo, 19 Juli lalu. FPI dari Temanggung, Magelang dan Yogyakarta melakukan sweeping di Sukorejo. Aksi tak simpati tersebut mendapat perlawanan warga. Salah satu supir pengendara mobil FPI berusaha melarikan diri, namum menabrak enam warga termasuk anggota polisi yang tengah mengamankan massa. Tri Munarti yang saat itu sedang berboncengan sepeda motor dengan Yulianto, tertabrak dan terseret mobil FPI hingga hampir 100 meter. Munarti meninggal. (ti/YEZ)

http://www.starberita.com/index.php?...nal&Itemid=726


Jumat, 26/07/2013 09:44 WIB
Prahara FPI dan Keluarga Korban Tewas di Kendal
Rachmadin Ismail - detikNews

[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) dan keluarga korban tewas insiden di Kendal, Jawa Tengah, sudah bertemu. Permintaan maaf sudah disampaikan Ketum FPI Habib Rizieq dan sudah diterima. Namun ada beberapa hal yang masih menyisakan prahara.

Korban tewas di Kendal itu adalah seorang ibu bernama Tri Munarti. Dia meninggal dunia karena tertabrak mobil Toyota Avanza yang dinaiki rombongan FPI. Mereka sempat dihadang warga, lalu karena panik sang sopir memacu mobilnya hingga menabrak motor yang ditumpangi Tri. Motor tersebut sempat terseret mobil.

Berselang beberapa hari setelah kejadian, suami Tri, Samsu Eko Julianto, bertemu dengan ketum FPI. Di sana, Rizieq menyampaikan beberapa hal, termasuk permintaan maaf dan rencana santunan. Namun tak semua diterima oleh pihak keluarga.

Berikut tiga prahara antara FPI dan keluarga di Kendal:

Permintaan Maaf

Permintaan maaf Rizieq sebagai perwakilan dari FPI kepada keluarga Tri Munarti disampaikan terbuka. Sejumlah orang hadir dalam pertemuan itu, termasuk media.

Menanggapi hal ini, suami almarhumah, Samsu Eko Julianto, mengaku sudah memaafkan FPI secara organisasi. Namun masih ada ganjalan di hatinya. Terutama dari pihak FPI Temanggung.

"Saya bilang begini: Kaitannya bukan dengan Pak Habib, kaitan dengan mereka FPI yang ada di Temanggung, sampai sekarang mereka belum ada yang datang ke saya," kata Samsu.

Pihak FPI Jawa Tengah juga sudah menyampaikan permintaan maaf. "Dari perorangan Temanggung aja yang belum," imbuhnya.

Santunan Beasiswa

Dalam siaran pers yang dikirim ke detikcom, Rabu (24/7), ketum FPI Rizieq Shihab menyampaikan niat untuk memberi beasiswa pada dua putera Tri Munarti hingga sarjana. Biaya yang akan mereka gelontorkan Rp 500 ribu per bulan. Pemberian bakal dilakukan mulai bulan Juli.

Namun ternyata, pihak keluarga menolaknya. Setelah berembuk, mereka menilai bantuan itu lebih baik disalurkan bagi orang lain yang membutuhkan.

"Lebih baik jangan. Alasannya biar bisa dimanfaatkan Pak Habib untuk dipergunakan oleh yang lain," kata Samsu.

Menurut Samsu, penolakan ini sudah disampaikan ke pihak FPI melalui perwakilannya di Jawa Tengah. Namun mereka tetap berusaha meyakinkan Samsu dan keluarga agar menerima bantuan tersebut.

"Niatnya memang baik, saya menghargai. Tapi mungkin ada yang lebih memerlukan," tegasnya.

"Ini sudah jadi keputusan keluarga untuk menolak," sambungnya.


Proses Hukum

Meski sudah memaafkan FPI secara organisasi, keluarga Tri Munarti tetap berharap sopir penabrak diproses hukum. Bila perlu, Samsu, suami Tri meminta agar si pelaku dijerat dengan hukuman berlapis.

"Soalnya itu sudah niat membuat huru-hara. Ada sebab maka bisa terjadi demikian," tegasnya.


Soni, sopir mobil FPI, kini sudah menjadi tersangka. Dia dijerat dengan pasal kelalaian lalu lintas.

[url]http://news.detik..com/read/2013/07/26/094433/2315054/10/prahara-fpi-dan-keluarga-korban-tewas-di-kendal[/url]


Quote:Original Posted By yisrael

[AWAS FANSBOY TERGUNCANG] Tolak Bantuan FPI, Julianto Mau Dibantu Pihak Lain
Written by Anto Sidharta
Wed,31 July 2013 | 12:11

KBR68H, Jakarta - Uang bukan segalanya bagi Samsu Eko Julianto, suami Tri Munarti, korban tewas akibat insiden tabrakan maut yang melibatkan ormas FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli lalu. Ia menelaah betul asal-usul pemberi bantuan untuknya setelah ia ditinggal mati istrinya.

Setelah pekan lalu (24/7) menolak pemberian beasiswa Rp 500 ribu per bulan untuk kedua anaknya dari Ketua Umum FPI Rizieq Shihab, ia ini bersedia menerima bantuan dari pihak lain. Malah ia menerima dengan senang hati.

“Tanggapan Pak Julianto sangat positif. Bahkan beliau bilang merasa sangat terharu dan merasa malah merepotkan kita-kita yang membuat kegiatan ini,” jelas Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Nong Darol Mahmada ketika dihubungi PortalKBR68H.

Ia mengaku sengaja menelpon Julianto untuk menghindari adanya salah paham dalam kegiatan pemberian bantuan ini.

Lantas bagaimana mekanisme pengumpulan dan pemberian bantuan? Nong menjelaskan, ia telah membuka rekening BCA untuk pengumpulan dana untuk putra-putri Julianto.

“Inilah nomor rekeningnya: 5405057309 atas nama Nong Darol Mahmada. Rekening ini hanya diperuntukkan buat anak-anak Pak Julianto, dan bila dananya udah terkumpul rekening ini akan diserahkan kepada putra putrinya langsung,” jelas Nong.

Rabu (31/7) pagi ini, rekening sudah mulai bisa dipergunakan. “Sudah ada yang transfer tapi belum dicek nominalnya,” ungkap Nong.

Jumlah rekening bantuan, kata dia, akan di update setiap dua hari sekali melalui jejaring sosial.

Kerja Sama dengan Gusdurian

Nong sadar pengumpulan dana publik seorang diri sangat riskan. Untuk itu ia mengajak kerja sama pihak lain untuk mengawasinya yakni penggagas kegiatan ini yakni Lies Marcoes dan Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid. Kata dia, sumbangan dari para pengagum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Gusdurian akan dimasukkan ke dalam rekening itu.

Sementara, soal target bantuan, menurut Nong mencapai Rp 300 juta. “Itu sesuai dengan keinginan Mbak Lies Marcoes, karena ini buat dana pendidikan,” jelas Nong. Namun, ia pribadi mengaku tidak mempermasalahkan jika dana tidak mencapai target. Dana tetap akan disalurkan ke Julianto.

“Dana akan diserahkan usai Lebaran,” tambah Nong.

Ia berharap dana yang terkumpul bisa membantu biaya pendidikan dua anak Julianto yang kini menjadi mahasiswa D3 Kebidanan dan siswa SMU.

Spoiler for yang pasti bukan dari arr*hmah dan v*a:


Komen TS: bukan nominal yang dipermasalahkan disini, tapi tanggung jawab moril emoticon-I Love Indonesia (S)
prajurit sakit jiwa .. malu-maluin ...

ane muslim tapi ga gitu amat .. makannya AL-QURAN itu baca dan tafsir dengan benar .. semua ajaran islam yg dilarang dan tidak dilarang ada disitu semua .. jangan liat UUD emoticon-Ngakak
FPI..FPI..FPI.. oh, lagi-lagi FPI...
Quote:Katanya FPI "Hidup Mulia atau Mati Syahid", kok takut mati? .

karena lebih baik "Hidup Ngibrit atau Mati Konyol".... emoticon-Big Grin
emoticon-Cape d... (S)

FPI..OOoooOO FPI..
beh enak bgt ampe dilindungin segitunya

capek amat sie ngurus manusia" tak berotak ky gini

biarin aj di Kendal biar kita liat bener ga semboyan mereka
Quote:Original Posted By HondaIndonesia
beh enak bgt ampe dilindungin segitunya

capek amat sie ngurus manusia" tak berotak ky gini

biarin aj di Kendal biar kita liat bener ga semboyan mereka

Dari janji2 FPI yg klaimnya "Hidup Mulia atau Mati Syahid" saja tidak ada yg terpenuhi, cuma omong kosong. emoticon-Big Grin
[Belum Kapok Dikepung Warga di Kendal] Pengacara FPI Permasalahkan Sidang di Semarang
muka pelakunya suram banget, muka" nasi bungkus
lagi2 fpi,katanya berani mati tp malah sembunyi di mesjid..kacau deh ga sesuai omongan'y
Quote:Original Posted By ozombie

Katanya FPI "Hidup Mulia atau Mati Syahid", kok takut mati? emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By myblindside


karena lebih baik "Hidup Ngibrit atau Mati Konyol".... emoticon-Big Grin



Takut di surga ga ada yg kasih nasi bungkus emoticon-Big Grin
emoticon-Matabelo ijin nyimak gan tp ko beraninya rame" doank yg FPI...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
See....



Giliran sendiri ya gini....cingkep kayak anjing yang ekornya diumpetin diselangkangannya
memang mantep dah trit citox kalo menyangkut fpi emoticon-2 Jempol
maan preman..
Quote:Original Posted By myblindside


karena lebih baik "Hidup Ngibrit atau Mati Konyol".... emoticon-Big Grin


kyk ente ye
Kamis, 10 Oktober 2013 | 16:31 WIB
Rusuh Sukorejo, Anggota FPI Dijerat UU Lalu Lintas


TEMPO.CO, Semarang - Soni Haryono, anggota Front Pembela Islam yang mengakibatkan kematian seorang warga, menabrak petugas Kepolisian dan beberapa warga dalam kerusuhan di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli 2013 lalu, dijerat dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Terdakwa dijerat Pasal 310 ayat 2,3,4 dan Pasal 311 ayat 3,4,5 UU No 22 Tahun 2009," kata Mustar, salah satu jaksa penuntut umum, yang membacakan tuntutan pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 10 Oktober 2013. Ancaman hukumannya penjara maksimal 6 tahun.

Dengan pertimbangan keamanan, persidangan kasus kerusuhan antara FPI dengan warga Sukorejo dipindahkan dari Pengadilan Negeri Kendal ke Pengadilan Negeri Semarang.

Pada kerusuhan di Sukorejo 18 Juli 2013, Soni yang mengendarai mobil Avanza sambil membungkuk dengan alasan menghindari lemparan warga. Mobilnya menabrak beberapa pengendara sepeda motor dan petugas Kepolisian yang mengamankan kerusuhan. Tri Munarti, salah satu pengendara motor yang tertabrak dan terseret hingga 50 meter lebih hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam berkas persidangan lainnya, dua anggota FPI lainnya, Satrio Yuono dan Bayu Agung, dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Dalam kerusuhan tersebut, keduanya membawa senjata tajam.

Selain tiga tersangka dari anggota FPI, majelis hakim juga menyidangkan empat warga Sukorejo dan sekitarnya, yakni Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat dengan dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5,5 tahun penjara.

Sidang perdana hanya mendengarkan tuntutan jaksa. Ketua mejelis hakim, Fathul Bari, mengatakan sidang dilanjutkan 17 Oktober 2013 dengan agenda pembacaan eksepsi.

Gunardi, orang tua Edi Bowo Dwi Yanto yang ikut menghadiri persidangan, usai persidangan menyatakan pihaknya berharap hakim memutus perkara secara adil. "Hakim harus tahu mana yang sengaja melakukan kerusuhan dan mana yang hanya membela diri," ujarnya. "Warga tak akan bereaksi jika tak ada aksi dari FPI."

http://www.tempo.co/read/news/2013/1...UU-Lalu-Lintas


Ada warga Sukorejo yg hadir rupanya. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cah.menengan


kyk ente ye

Yang jelas ya kayak yang diberita lah



Kok tolol banget.....nuduh ga pake bukti