alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52574a61c1cb17cb4400000a/7-generasi-jet-latih-tni-au
7 Generasi Jet Latih TNI AU
Quote:7 Generasi Jet Latih TNI AU

7 Generasi Jet Latih TNI AU

Datangnya pesawat jet latih T-50 Golden Eagle mengisi jajaran alutsista TNI AU memberikan harapan baru dalam upaya pembangunan kekuatan dirgantara nasional. Pesawat Lead in Fighter Trainer (LIFT) generasi terbaru ini diharapkan menjadi jenjang untuk meningkatkan kapabilitas para penerbang tempur TNI AU di masa sekarang dan mendatang. T-50 merupakan jenis jet latih ketujuh yang dioperasikan TNI AU setelah de Haviland Vampire, MiG-15 UTI, L-29 Dolphin, T-33A T-Bird, Hawk Mk.53, dan Hawk 109. Berikut selayang pandang tujuh jet latih TNI AU dan perjalanan panjang penantian T-50. Disiapkan oleh Roni Sontani dilengkapi tulisan Rangga Baswara dan Setiyo Nugroho.

HUT TNI ke-68 pada 5 Oktober tahun ini ditandai kado istimewa dengan telah berdatangannya beberapa alutsista baru melengkapi kekuatan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Upaya pemerintah menggelontorkan anggaran untuk memperkuat alutsista yang dibutuhkan ketiga matra TNI ini patut diberi acungan jempol dan dukungan. Bagaimana pun Tentara Nasional Indonesia membutuhkan alutsista-alutsista yang sesuai dengan perkembangan zaman, selain pengembangan sumber daya manusia yang harus terus ditingkatkan.

Khusus TNI AU, datangnya pesawat EMB-314 Super Tucano yang menggantikan OV-10F Bronco di Skadron Udara 21, lalu CN295 yang menggantikan Fokker 27 di Skadron Udara 2, pesawat Latih Dasar Grob G 120TP-A yang akan menggantikan pesawat AS-202 Bravo dan T-34C Turbo Mentor di Skadron Pendidikan 101, merupakan bagian dari pesawat-pesawat baru yang dibeli Indonesia dan telah datang secara bertahap.

Selain itu penambahan pesawat tempur Su-27SKM dan Su-30MK2 sehingga Skadron Udara 11 genap memiliki 16 unit Su-27/30 berikut persenjataan lengkapnya, menjadikan Skadron Udara 11 makin bergigi dan diperhitungkan negara-negara tetangga. Sementara rencana penambahan sembilan pesawat C-130H Hercules bekas pakai AU Australia untuk persiapan Skadron Udara 33 di Makassar diharapkan makin menambah kekuatan unsur pesawat angkut di wilayah Timur dan memenuhi kebutuhan dukungan pergerakan pesawat tempur, personel, maupun logistik latihan, masih ditunggu proses realisasinya. Demikian juga dengan pembelian helikopter Cougar yang akan dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia akan meningkatkan kekuatan skadron sayap putar.

Sedangkan pembelian 24 F-16C Block 32+ yang dijadwalkan mulai mengisi Skadron Udara 16 di Pekanbaru tahun depan, akan melengkapi kekuatan tempur di wilayah Barat dan Tengah yang saat ini ditopang oleh dua skadron pesawat Hawk 109/209, yakni Skadron Udara 12 di Pekanbaru dan Skadron Udara 1 di Pontianak. Di wilayah Barat, TNI AU juga sedang mempersiapkan skadron intai baru yang akan diisi oleh pesawat CN235-200 MPA buatan PT Dirgantara Indonesia.

Dalam rencana ke depan, TNI AU juga akan mengganti pesawat F-5 Tiger II Skadron Udara 14. Beberapa pesawat sedang dalam tahap penjajakan pengkajian sehingga diharapkan nantinya didapatkan pesawat pengganti yang sesuai dan kapabilitasnya tinggi. Sementara pesawat tempur IFX yang dikerjasamakan produksinya dengan Korea Selatan, masih menunggu kelanjutan prosesnya terkait kebijakan pemerintahan baru di negeri itu.

Elang Emas

Tanggal 11 September lalu, dua unit Elang Emas T-50i tiba di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur setelah melakukan penerbangan feri dari pabriknya, Korean Aviation Industries (KAI), di Sacheon, Gyeongsang, Korea Selatan. Penerbangan melalui Kaohsiung (Taiwan), Cebu (Filipina), serta Balikpapan, Kalimantan Selatan. Sebelum mendarat di sarangnya kedua pesawat yang diterbangkan oleh empat pilot uji KAI, Kwon Huiman, Lee Dong-kyo, Kang Cheol, dan Shin Donghak itu disambut oleh dua Hawk Mk.53 dengan callsign Hawk Flight di East Area Iswahjudi Aerodrome yang diterbangkan oleh Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum beserta Mayor Pnb Hendra dan Kapten Pnb Gultom beserta Lettu Pnb Yudistira.

Setelah mendapat pengawalan dan penyambutan kehormatan, kedua Elang Emas join up dengan “saudara tua”-nya membentuk formasi kotak dipimpin flight leader Komandan Skadron Udara 15. Di bawah, Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriatna, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Yuyu Sutisna, Vice Presiden KAI Kim Kyuhak, dan segenap pejabat TNI/Polri serta Muspida se-Karesidenan Madiun telah menunggu. Suasana riuh terdengar manakala pesawat bercat biru kuning T-50 dan abu-abu Hawk Mk.53 tampak dalam pandangan mata, melakukan flypass dua kali di atas hanggar Skadron Udara 15 dari arah yang berbeda.

Indonesia menjadi pengguna pertama T-50 di luar Korea Selatan. Pesawat yang tampilannya mirip dengan F-16 Fighting Falcon ini dikembangkan bersama oleh KAI dan Lockheed Martin, AS pembuat F-16. Indonesia membeli 16 unit T-50i dimana delapan unit diberi cat aerobatic painting dan delapan lainnya diberi cat camouflage painting.

(Tulisan selengkapnya bisa dibaca di Angkasa edisi Oktober 2013)

Angkasa



pengganti F5 kira2 apa ya? mungkin formiller pada sudah tahu varian apa yang cocok untuk mengganti F5?
Pengganti F-5 ya Su-35 gan emoticon-Cool
Pengganti Hawk 100/200 adalah F/A-50

.................................. emoticon-Ngacir
Monggo para sales promoin barang nya emoticon-Embarrassment
kadang mikir............ CN235 MPA TNI AU sama CN 235 TNI AL apa ga tumpang tindih tuh fungsi n perannya......
Quote:Original Posted By pecotot
Pengganti F-5 ya Su-35 gan emoticon-Cool
Pengganti Hawk 100/200 adalah F/A-50

.................................. emoticon-Ngacir


wow,,, kalau itu pastinya gan... tapi apa tidak dilihat dulu varian yang lain misalkan RAFALE, GRIPPEN, SU27/30, TYPHOON, JF 17 THUNDER, F-16 SERIES...,
Klo gue sih, demi penyederhanaan lebih milih F -5 digantiin ama F-16 aja...buat Sukhoi 35 gak perlu naik tingkat lgsg aja ke PAKFA. Sukhoi 35 bukannya hanya stop gap jg di russia menuju PAKFA. Melihat kondisi geipolitik kita yg atas bawah dah pesen F 35 kenapa kita masih berpikiran pake Sukhoi 35?

So buat latih dasar dah bener pake Grob. Latih mula pake Wong Bee. LIFT skaligus TT ganti semua hawk dg varian T-50/FA 50, buat F-16/F-5 sbg workhorse/burusergap sementara ganti semua dg F-16 blok minimal 32 sembari menunggu IFX klo IFX gagal putar kemudi ke Rafale/Grippen NG/The Mighty J 10B, Terakhir buat heavy fighter tetap pake Sukhoi varian plus jika ada duit or TBH naik jd Menhan ganti semua pake varian PAKFA minimal 3 Sku emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By gearbox23
kadang mikir............ CN235 MPA TNI AU sama CN 235 TNI AL apa ga tumpang tindih tuh fungsi n perannya......


Pikiran mereka MPA di TNI AU jika di ketahui ada kapal asing yg menyusup maka yang menyergap si sukhoi/pesawat tempur lain yg memiliki kemampuan maritim strike

Sedangkan di TNI AL, yg menyergap kapal2 permukaan maupun selam.

Makanya di pikiran mereka g ada tumpang tindih :capede: :cpd:



Quote:Original Posted By skuadron31


Pikiran mereka MPA di TNI AU jika di ketahui ada kapal asing yg menyusup maka yang menyergap si sukhoi/pesawat tempur lain yg memiliki kemampuan maritim strike

Sedangkan di TNI AL, yg menyergap kapal2 permukaan maupun selam.

Makanya di pikiran mereka g ada tumpang tindih :capede: :cpd:





kenapa gak disinkronkan saja , cukup AL yg make namun bisa bko ke SKU terdekat khan . liat itu Jepang walopun P-3C cuman diawaki CG namun dalam serentak kalo alarm bunyi F-2 ama fregat terdekat udah menuju sasaran.

Dehavilland vampire tuh dipake buat latih?
Jarang banget denger ceritanya.. Sekarang pesawat itu ada dimana ya? Jadi monumenkah?

Angkatan tahun segitu dokumentasinya gak bagus apa yak.. Gannet, mig-15,il-28 juga jarang denger kiprahnya..
Quote:Original Posted By mengkom
Dehavilland vampire tuh dipake buat latih?
Jarang banget denger ceritanya.. Sekarang pesawat itu ada dimana ya? Jadi monumenkah?

Angkatan tahun segitu dokumentasinya gak bagus apa yak.. Gannet, mig-15,il-28 juga jarang denger kiprahnya..


multirole ya latih ya attack, cuman ane jarang denger kiprah Vampire deh kebanyakan Mustang dan Invader

Kalo il-28 itu sering dipake untuk nipu radar belanda namun entah kenapa saat Dwikora lebih banyak Gannet yg berperan sementara Il-28T tak digelar di gris depan

barang russky setrooonggg....
barang prancis mahaaalll....
barang mama rika ujung-ujungnya suka berbau politis....
barang izroil harooommm...
barang china ..... ?? takut dibata momod
7 Generasi Jet Latih TNI AU
Quote:Original Posted By merkapa


kenapa gak disinkronkan saja , cukup AL yg make namun bisa bko ke SKU terdekat khan . liat itu Jepang walopun P-3C cuman diawaki CG namun dalam serentak kalo alarm bunyi F-2 ama fregat terdekat udah menuju sasaran.



setuju dngn sampeyan om...
akan lebih mudah melakukan schedule patroli dan koordinasi serta memaksimalkan alutsista yg ada jika terpusat di AL saja...
klo masalah maritime strike Sukhoi..cukup memperbaiki system koordinasi dari matra laut dan udara...akan lebih baik lagi jika bisa membuat system data link dari dua matra bisa transfer. atau sinkron radar maritim dan radar kohanudnas...cmiiw
#pendapat awam
Quote:Original Posted By tedyimoet
Klo gue sih, demi penyederhanaan lebih milih F -5 digantiin ama F-16 aja...buat Sukhoi 35 gak perlu naik tingkat lgsg aja ke PAKFA. Sukhoi 35 bukannya hanya stop gap jg di russia menuju PAKFA. Melihat kondisi geipolitik kita yg atas bawah dah pesen F 35 kenapa kita masih berpikiran pake Sukhoi 35?

So buat latih dasar dah bener pake Grob. Latih mula pake Wong Bee. LIFT skaligus TT ganti semua hawk dg varian T-50/FA 50, buat F-16/F-5 sbg workhorse/burusergap sementara ganti semua dg F-16 blok minimal 32 sembari menunggu IFX klo IFX gagal putar kemudi ke Rafale/Grippen NG/The Mighty J 10B, Terakhir buat heavy fighter tetap pake Sukhoi varian plus jika ada duit or TBH naik jd Menhan ganti semua pake varian PAKFA minimal 3 Sku emoticon-Big Grin


Ane setuju gan, tapi realisasi dari pimpinan Negara bagaimana?

vote: PAKFA lawan seimbang F-35 tetangga...

Quote:Original Posted By sabara1987
Monggo para sales promoin barang nya emoticon-Embarrassment


Quote:Original Posted By junkhull
barang russky setrooonggg....
barang prancis mahaaalll....
barang mama rika ujung-ujungnya suka berbau politis....
barang izroil harooommm...
barang china ..... ?? takut dibata momod
7 Generasi Jet Latih TNI AU


Jd pengen emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Jonga23

Ane setuju gan, tapi realisasi dari pimpinan Negara bagaimana?


tergantung Joko Wi, Prabowo, ato Dahlan Iskan nantinya deh... ups... keceplosan... hihihihi...

maap, nubie lancang bicara... emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By merkapa


multirole ya latih ya attack, cuman ane jarang denger kiprah Vampire deh kebanyakan Mustang dan Invader

Kalo il-28 itu sering dipake untuk nipu radar belanda namun entah kenapa saat Dwikora lebih banyak Gannet yg berperan sementara Il-28T tak digelar di gris depan



beagle ex AU yg dipindahkan ke AL kondisinya menyedihkan...tanpa spareparts dan banyak yg g bisa mabur, selain itu performanya jg g bagus.
mau percaya boleh, nggak percaya juga gak papa
boleh nambah, asal radar juga ditambah, hal yang paling urgent alias paling penting ya radar, setelah radar punya, langsung buat integrasi antar device dan terkontrol dalam satu ruang.
setelah itu, satelit lapan harus segera diluncurkan dengan roket buatan sendiri, setelah satelit terpasang, tinggal ngembangin roket yang di pandu dengan satelit, nah, setelah semua selesai, pilih pesawat tempur yang dapat diintegrasikan dengan radar dan senjata yang dapat dipandu radar.

tentu nya dengan persetujuan dari pihak pembuat pesjetpur (pesawat jet tempur) emoticon-Peace emoticon-Peace emoticon-Peace emoticon-Peace