alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52567a98a3cb179506000002/nostalgia-blbikasus-gede-tapi-ga-pernah-selesai
[nostalgia BLBI]kasus gede tapi ga pernah selesai
Welcome to my trit
emoticon-I Love Indonesia

Selamat sore agan" dan para sepuh BP
Maaf jika topik ini berbau repsol,tapi demi mengingatkan bahwa korupsi itu sangat sulit di berantas.saya angkat topik ini.mengingat melemahnya para penindak dan pejabat yang pada mati suri dan terbangun jika mau makan aje...emoticon-Ngakak (S) alias laper!!!!!


Langsung aja
Opini ane!!!!!!

Mari kita bernostalgila dengan Kasus BLBI yang menusuk jantung masyarakat indonesia ternyata masih membekas ganemoticon-Mad (S).Trilyunan uang negara yang harusnya buat menyelamatkan di selewengkan secara berjamaah.Ane baru nyimak berita baru dari ICW.daftar buron tersebut dah menyusut,seperti balon kempes ganemoticon-Big Grin.
"Wahai penguasa yang memegang jabatan yang harusnya menindak kemana kah anda?"
Cek di mari gan!!!
sumber

Kutipan!!!
---------------
Jakarta (ANTARA News) - Pada 17 Oktober2006, Jaksa Agung saat itu, Abdul Rahman Saleh meluncurkan secara resmi penayangan 14 wajah koruptor Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia (BLBI).

Wajah pertama yang ditampilkan adalah Sudjiono Timan, terpidana korupsi PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia(BPUI) yang belakangan namanya mencuat kembali pasca-
diputus bebas melalui Peninjauan Kembali (PK).

Saat ini, di bulan yang sama tujuh tahun kemudian, bagaimanakah kabarnya gaung penayangan 14 koruptor itu?, "mati suri"kah gaung itu atau hanya akan dimunculkan pada
saat-saat "darurat" saja untuk menaikkan citra,Wallahualam!.

Yang jelas, sampai sekarang masih bisa dihitung dengan jari buron BLBI yang berhasil ditangkap, ironisnya buron koruptor Sudjiono Timan masih bisa-bisanya mengajukan permohonan PK ke Mahkamah Agung tanpa kehadirannya dan fatalnya lagi permohonan PK itu dikabulkan dan bebaslah dia. Kasus itu menunjukkan semakin carut-marutnyaperadilan di Tanah Air.


Satu buron BLBI, Sherny Kojongian dibawa ke Tanah Air setelah ditangkap Interpol di San Francisco, Amerika Serikat. Ia diterbangkan ke Indonesia tahun lalu. Adrian Kiki Ariawan, kasus
BLBI Bank Surya saat ini proses ekstradisinya masih ditangani High Court Australia atau setara Mahkamah Agung (MA) di Indonesia.

Ke-14 buron korupsi BLBI yang ditayangkan itu, yakni, Sudjiono Timan (Dirut PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI)), Eko Edi Putranto (Direksi Bank Harapan Sentosa (BHS)),
Samadikun Hartono (Presdir Bank Modern),Lesmana Basuki (Kasus BLBI), Sherny Kojongian (Direksi BHS), Hendro Bambang Sumantri (Kasus BLBI), Eddy Djunaedi (Kasus BLBI), Ede Utoyo (Kasus BLBI), Toni Suherman
(Kasus BLBI), Bambang Sutrisno (Wadirut Bank Surya), Andrian Kiki Ariawan (Direksi Bank Surya), Harry Mattalata alias Hariram Ramchmand Melwani (Kasus BLBI), Nader Taher (Dirut PT Siak Zamrud Pusako), dan
Dharmono K Lawi (Kasus BLBI).


Satu lagi lelucon baru, yakni, berkurangnya jumlah buron BLBI di dalam laman Kejagung menjadi empat orang, kemanakah sisanya?Apakah memang ada kesalahan teknologi
laman itu.


Keempat buron itu yakni Eko Edi Putranto(Mantan Komisaris PT BHS), Hendro Bambang Sumantri (Pensiunan Departemen PerdaganganRI), Lesmana Basuki (Presiden Direktur PT Sejahtera Bank Umum (PT SBU)), dan Samadikun Hartono (Mantan Komisaris Utama
PT Bank Modern Tbk), dan Hary Matalata(Direktur PD Pooja dan PT Devi Pooja Kumari),ditambah dua buron baru kasus Century Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvy.


Sedangkan Wakil Jaksa Agung (Waja) saat itu,Dharmono pada 13 Juni 2012 menyebutkan masih ada 23 buron BLBI yang belum ditangkappasca dipulangkannya satu buron
BLBI, Sherny Kojongian ke Tanah Air, setelah ditangkap Interpol di San Francisco, AS.


Konon alat sadap yang dimiliki Kejagung itumemiliki kecanggihan di atas milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali lagi bagaimana hasilnya?, adalah yang ditangkap
hanya buron korupsi kelas teri saja bukan buron kelas kakap.


Karena itu, tidaklah mengherankan jika
Indonesian Corruption Watch (ICW)
mempertanyakan berkurangnya jumlah buron koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di dalam laman Kejaksaan Agung.


"Yang jelas kami mempertanyakan itu, karenasampai sekarang kejaksaan tidak pernah terbuka soal berapa buron koruptor yang masih diburu," kata anggota Badan Pekerja ICW,
Emerson F Yuntho.

Emerson menambahkan, Kejaksaan harus memberikan penjelasan publik mengenai berkurangnya jumlah buron koruptor itu, dan harus terbuka secara gamblang atau secara resmi sebenarnya ada berapa buron koruptor
BLBI yang masih diburu sampai sekarang.

Bahkan, ia menduga Kejagung sudah
menghentikan kasus penyidikan sejumlah buron koruptor itu, tanpa memberitahukan ke publik.

Karena itu, pihaknya menilai Kejagung tidak serius di dalam pengejaran para koruptor tersebut, salah satunya saat kami meminta "up date" (diperbarui) jumlah buronan koruptor beberapa waktu lalu, sampai sekarang tidak
ditanggapi.

"Sampai sekarang permintaan up date jumlah sesungguhnya buronan koruptor yang belum ditangkap, belum dipenuhi sama sekali,"katanya.

Semula, menurut dia, jika sudah ada data yang jelas jumlahnya berapa maka akan disamakan dengan jumlah yang dimiliki oleh ICW.

Ia juga menyoroti soal hasil tangkapan buronan korupsi oleh kejaksaan sejak berdirinya "Monitoring Center" atau alat sadap pada Juli 2011, bukannya kelas kakap.

"Kita sayangkan buronan korupsi yang
ditangkap itu bukannya kelas kakap," ujarnya.

Hal serupa ditanyakan pula oleh LSM
Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) soal keseriusan Kejaksaan Agung dalam pengejaran buron korupsi Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia.

Ditambahkan, kenyataannya saat ini buron korupsi yang ditangkap oleh Kejagung hanya buron kelas teri saja atau tidak ada buron skala besar seperti kasus BLBI.

Ia juga mempertanyakan soal jumlah
sesungguhnya buron BLBI yang sampai sekarang belum tertangkap.

Versi Kejagung.

Sebelumnya dilaporkan, Kejaksaan Agung telah berhasil menangkap sebanyak 100 buronan kejaksaan terhitung sejak berdirinya "Monitoring Center" atau alat sadap pada Juli
2011, antara lain karena canggihnya alat

penyadap yang digunakan tersebut.
"Seratus buronan sudah ditangkap," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum
(Kapuspenkum) Kejagung, Setia. Untung Arimuladi pada 20 September 2013.

Rinciannya pada Juli sampai akhir 2011
ditangkap delapan buronan, Januari sampai Desember 2012 sebanyak 50orang dan Januari 2013 sampai sekarang sebanyak 32orang.

Keberhasilan menangkap 100 buronan
koruptor selama tiga tahun terakhir ini,
menunjukkan berapa pentingnya keberadaan monitoring center dalam memenuhi kebutuhan sistem intelijen. (R021/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono
Bac

Check this out
Update maestro koruptor
emoticon-Ngakak (S)

sumber
_____________________________________
Spoiler for Rampok:

Nama lengkap. :Eko edi putranto
Jabatan/pekerjaan: Mantan Komisaris PT. BHS
Tempat lahir. :Jakarta 09 maret 1967
Jenis kelamin :Laki-laki
Kerugian negara sejumlah Rp.
1.950.995.354.200,-
------------------------------------------------------------
Spoiler for Rampok:

Nama lengkap :SAMADIKUN HARTONO
Tempat lahir : Bone
Umur/tanggal lahir :4 Pebruari 1948
Jenis kelamin : Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl.Jambu NO. 88 Rt. 05/002 Keluraha Gondangdia,Menteng Jakarta Pusat
Pekerjaan : Mantan Komisaris Utama PT. Bank Modern Tbk.
Kerugian NegaraRp.169.472.986.461,52,-
------------------------------------------------------------
Spoiler for Rampok:

Nama Lengkap : LESMANA BASUKI
Tempat Lahir : Labuan Bacau Maluku Utara
Umur/Tgl Lahir : 13 Januari 1923
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Jl. Padalarang 14 Menteng Jakarta Pusat
Pekerjaan : Presiden Direktur PT. Sejahtera Bank Umum (PT.SBU)
KERUGIAN NEGARA
kerugian negara sejumlah Rp.209.350.000.000,-
dan U$ 105.000.000

_____________________________________
Spoiler for Rampok:

Nama lengkap : HENDRO BAMBANG SUMANTRI. tanggal lahir. : 31 Januari 1929
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat tinggal : Jl. Dr,
Susilo III/23 Grogol Jakarta Barat
Pekerjaan : Pensiunan Departemen Perdagangan RI
kerugian negara sejumlah Rp. 130.985.390,47

------------------------------------------------------------
Spoiler for Rampok:


Nama lengkap : HARY MATALATA alias HARIRAM RAMCHMAND MELWANI
Tempat lahir : Barabai,Kalimantan Selatan
tanggal lahir : 23 Pebruari 1961
Jenis kelamin: Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : DirekturPD.Pooja dan PT. Devi Pooja Kumari
KERUGIAN NEGARA
Rp. 1.655.836.251,37



Yang ane emoticon-Bingung (S) kemana aja dari 2006 ampe sekarang ga selesai juga?
Alat dah paling oke dari KPK?
KPK juga ko ga ada gregetnye ngejar ni maling padahal janji mau selesaikan kasus gedeemoticon-Malu (S).


Ane cuma bisa berhayal aja dah emoticon-Malu (S)
Kalo para sepuh BP and penghuninya nimpuk ane

emoticon-Blue Guy Cendol (S) emoticon-Blue Guy Cendol (S)

Or

emoticon-Rate 5 Star: emoticon-Rate 5 Star:
Tidak ada pertamax diantara kita
tunggu Joko ngejegrok di kursi RI-1 dulu gan, nanti juga BLBIers beredar lagi
"Nama lengkap : HENDRO BAMBANG SUMANTRI. tanggal lahir. : 31 Januari 1929"



Udah umur 84 tahun ... masih idup ga nih mahluk buat dimintai keterangan ?
Duit sebanyak itu kq bisa nguap ga ada jejak ya ? emoticon-Ngakak
ini nama'y CLBK = Cerita Lama Belum Kelar emoticon-Ngakak (S)
Ah...... Itu mah emang jadi permainan politik aja....
Semua ini adalah Peeeeeeerrrrmmmmaaaeeeennnann Orang Sakit! ... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By A.Style
"Nama lengkap : HENDRO BAMBANG SUMANTRI. tanggal lahir. : 31 Januari 1929"



Udah umur 84 tahun ... masih idup ga nih mahluk buat dimintai keterangan ?


Dah koit kali gan emoticon-Cape d... (S)
ngarepin kejagung? mimpi kali ye emoticon-Big Grin
kasus besar ga bakalan tuntas.

duit negara kagak bakalan balik.

jelas sudah...

kebanyakan pengalihan isu emoticon-Big Grin
Buat TS,,Strategi penggiringan opini secara halus nih,,
Masalah BLBI erat kaitan dengan "Partai Banteng" yang berkuasa tetapi gak bisa menangkap satupun aktor-aktor BLBI ..waktu itu kan...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

come on ...grow up,,
bangunlah budaya politik yang cerdas,,buat yang lain juga...emoticon-I Love Indonesia (S)
kalo masalah ini diangkat lagi,,yang ada hanya debat kusir,,koruptor-nya juga gak dapet...emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By 2keyman
Buat TS,,Strategi penggiringan opini secara halus nih,,
Masalah BLBI erat kaitan dengan "Partai Banteng" yang berkuasa tetapi gak bisa menangkap satupun aktor-aktor BLBI ..waktu itu kan...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

come on ...grow up,,
bangunlah budaya politik yang cerdas,,buat yang lain juga...emoticon-I Love Indonesia (S)
kalo masalah ini diangkat lagi,,yang ada hanya debat kusir,,koruptor-nya juga gak dapet...emoticon-Ngakak



Ane ga naif kayak gitu kali gan emoticon-Ngakak (S)
Ane mau ingetin bahwa selama ini ga ada progres dari kasus ini,kalo di bandingin hambalang ataupun century,BLBI yang terbesar gan...berapa kerugian emoticon-Mad (S)

Kasus yang selama ini di periksa KPK kasus midle doang gan,ente tau janji si samud emoticon-Najis
Am yang harusnya di tahan ga juga di tahan,kebanyakan koruptor di hukum minimal....mau dibawa kemana ni hukum indonesia!!!!emoticon-Mad (S)
×