alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525645a6f9ca17e47a000005/lulusan-golkar-transaksi-mencurigakan-di-cv-ratu-samagat-milik-akil-capai-rp-100-m
Smile 
{Lulusan Golkar} Transaksi Mencurigakan di CV Ratu Samagat Milik Akil Capai Rp 100 M
Rabu, 09/10/2013 19:11 WIB
Transaksi Mencurigakan di CV Ratu Samagat Milik Akil Capai Rp 100 M
Herdaru Purnomo - detikNews

{Lulusan Golkar} Transaksi Mencurigakan di CV Ratu Samagat Milik Akil Capai Rp 100 M
Jakarta - CV Ratu Samagat, perusahaan di Pontianak, Kalbar, milik istri Akil Mochtar diduga menjadi tempat pencucian uang. Penegak hukum mengendus transaksi mencurigakan hingga angka Rp 100 miliar.

"CV RS transaksi sejak 2010 total mencapai Rp 100-an miliar," tutur seorang penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, Rabu (9/10/2013).

Salah satu yang dicurigai adanya transfer dalam jumlah besar dari pengacara Susi Tur Andayani, yang kini dijadikan tersangka. CV tersebut juga diduga memiliki laporan keuangan yang menimbulkan kecurigaan.

Pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer, membenarkan perusahaan itu dimiliki oleh istri Akil, Ratu Rita. Namun soal dugaan pencucian uang, dia tak mau berkomentar banyak. Yang jelas, Ratu Rita memastikan perusahaan itu berjalan seperti biasa.

"Saya hanya disampaikan, perusahaan itu jalan secara administrasi secara biasa," jelasnya.

"Penjelasan beliau dari istrinya, ada CV Ratu, bergerak dalam bidang banyak, ada perkebunan, arwana, valuta asing, dan macam-macam usahanya," sambung Tamsil saat dihubungi detikcom.

Dalam dokumen Badan Perizinan Terpadu (BP2T) kota Pontianak, Kalbar, tertulis CV Ratu Samagat berkantor di rumah mewah Akil di Jalan Karya Baru No 20, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Pontianak, Kalimantan Barat.

[url=http://news.detik..com/read/2013/10/09/191103/2382930/10/transaksi-mencurigakan-di-cv-ratu-samagat-milik-akil-capai-rp-100-m]Source[/url]


Kamis, 10 Oktober 2013
Akil Terancam Pasal Pencucian Uang


JAKARTA. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar harus siap-siap menghadapi sangkaan baru berupa pasal pencucian uang. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan banyak hal mencurigakan terkait penghimpunan aset mantan politikus Partai Golkar itu. Mulai soal transaksi Rp 100 miliar melalui perusahaan milik istrinya hingga pembelian tiga mobil mewah seharga di atas Rp 1 miliar.

Kejanggalan-kejanggalan transaksi keuangan itu terungkap saat Majelis Kehormatan Konstitusi (MKK) memeriksa beberapa saksi untuk Akil. Terungkap dari Sekretaris Ketua MK, Yuanna Sisilia, yang mengaku kalau dirinya sering diminta mentransfer uang ke rekening Akil. Anehnya, uang tersebut dari Akil sendiri.

Permintaan transfer itu dilakukan berulang kali. Perempuan itu membeber bahwa nilai uang transfer terbesar yang pernah diminta Akil adalah Rp 500 juta. Bahkan setiap bulan Akil juga memerintahkan transfer uang Rp 50 juta di luar gajinya sebagai hakim konstitusi. Kebiasaan itu sudah dilakukan Yuanna sebelum Akil duduk di kursi ketua MK.

Lantas, soal mobil-mobil mewah milik Akil yang telah disita KPK yakni Mercedes-Benz S-350i, Toyota Crown Athlete, dan Audi Q5. Tiga mobil itu seharga rata-rata di atas Rp miliar per unit. Belakangan diketahui kalau salah satu mobilnya diatasnamakan sopir pribadinya, Daryono.

Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva mengatakan, sulit bagi Akil dengan gaji hakim MK bisa membeli tiga mobil mewah tersebut. “Saya tidak tahu punya warisan atau bisnis apa. Setahu saya dulunya pengacara,” ujar Hamdan di gedung MK, kemarin (9/10). Dia mengaku tidak tahu pasti apakah mobil-mobil itu dibeli dengan cara legal atau ilegal.

Selain itu, muncul lagi dugaan bahwa Akil melakukan penghimpunan dana secara tidak wajar bahkan terindikasi mencuci uang. Semua itu melalui sebuah perusahaan di Pontianak yakni CV Ratu Samagat yang diatasnamakan istrinya, Ratu Rita. Menurut Badan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Pontianak, perusahaan itu bergerak di bidang perdagangan, perkebunan sawit, tambang batu bara, budidaya Arwana, hingga money changer.

Namun, perusahaan yang berdiri sejak pertengahan Agustus 2010 itu tidak terlihat aktivitasnya secara jelas. Kabarnya, tidak ada transaksi keuangan layaknya sebuah perusahaan. Yang ada justru pemasukan rutin dan cukup besar, salah satunya dari pengacara Susi Tur Andayani. Susi adalah salah satu tersangka yang tertangkap tangan oleh KPK dalam kasus suap Akil.

Dia adalah pengacara yang pernah magang di kantor Akil Mochtar Lawfirm.
"Sejak 2010, transaksi yang terjadi di perusahaan itu mencapai Rp 100 miliar," ujar sumber penegak hukum. Makin mencurigakan karena sopir Akil kembali disebut-sebut menjadi direksi di perusahaan abal-abal itu.

Tamsil Sjoekoer, kuasa hukum Akil Mochtar, membenarkan perusahaan itu ada. Dia menyebut bahwa istri Akil, Ratu Rita adalah pemiliknya. Dia menyangkal kalau perusahaan itu tidak beroperasi dan hanya menjadi lahan untuk pencucian uang kliennya. "Itu usaha istrinya, bukan usaha Pak Akil," katanya. Dia memastikan kalau Akil tidak memiliki atau tercatat memiliki badan usaha. Saat disinggung kenapa ada uang dari Susi yang "mampir" ke rekening perusahaan, Tamsil angkat bahu. Dia tidak tahu karena komunikasi dengan Akil baru sebatas penyitaan.

Soal bocoran informasi bahwa perusahaan tidak pernah mengeluarkan biaya operasional dia mengaku tak tahu. Alasannya, belum melihat perusahaan secara langsung. Informasi yang dia peroleh baru sebatas keterangan dari istri Akil kalau pihaknya punya usaha.

Dia juga tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan seputar darimana Akil memperoleh banyak uang untuk membeli mobil mewah. Lagi-lagi dia beralasan baru melaporkan penyitaan dan belum membicarakan lebih dalam tentang banyak hal. Tamsil mengatakan tidak diberi banyak waktu untuk berbincang oleh KPK.

Disatu sisi, dia membenarkan kalau kliennya mengatasnamakan salah satu mobilnya dengan nama sopirnya. Namun, dia geleng-geleng kepala saat ditanya alasan Akil melakukan itu. "Itu saya tidak tahu. Nantilah saya tanya ke Pak Akil karena saya juga baru ketemu dengannya," ucap Tamsil.
Meski tidak bisa menjawab berbagai pertanyaan, Tamsil percaya diri menyebut kliennya tidak bersalah. Itu diperkuat dengan pernyataan Akil sendiri yang memastikan dirinya bersih. Namun, agar semuanya terang Tamsil meminta kepada masyarakat untuk menunggu hingga masa persidangan tiba.

Dia tidak mau berandai-andai apa yang terjadi kalau KPK menerapkan pasal pencucian uang pada Akil. Apalagi, hingga berita ini diturunkan kliennya baru diperiksa satu kali. "Masih seputar tangkap tangan. Itu juga belum diperiksa mendalam. Masih soal sehat atau tidak, belum ada pertanyaan detil," jawabnya. (dim/gun/agm/jpnn/nin)

Source

Yang hebatnya lagi CV Ratu Samagat tidak pernah mengeluarkan biaya operasional. emoticon-Matabelo
CV Ratu Samagat dan indikasi pencucian uangnya. emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By soipon
Akil Mochtar Diduga Cuci Uang Miliaran Lewat CV RS
Rabu, 9 Oktober 2013 | 08:33 WIB

{Lulusan Golkar} Transaksi Mencurigakan di CV Ratu Samagat Milik Akil Capai Rp 100 M
Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif, Akil Mochtar keluar dari ruang pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi seusai menjalani tes narkotika oleh Badan Narkotika Nasional, Minggu (6/10). Tes narkotika terhadap tersangka kasus dugaan suap tersebut sebagai lanjutan dari hasil uji labolatorium BNN sebelumnya terhadap barang bukti yang positif narkotika yang ditemukan KPK di ruang kerja tersangka. | Kompas/Lucky Pransiska

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar diduga mencuci uang dari hasil yang diduga korupsi terkait dengan penanganan sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi. Pencucian uang itu melalui badan usaha berbentuk commanditaire vennootschap dalam bidang perdagangan umum dan jasa yang berlokasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Sejumlah transaksi mencurigakan bernilai miliaran rupiah mengalir ke CV berinisial RS ini.

Penelusuran Kompas, Selasa (8/10), CV RS yang diduga menjadi tempat pencucian tersebut tercatat di Pemerintah Kota Pontianak. Badan usaha itu dimiliki istri Akil, Ratu Rita Akil.

Izin CV RS terbit pada 31 Agustus 2010 dengan jenis usaha perdagangan umum dan jasa. Badan usaha itu beralamat di Jalan Karya Baru Nomor 20, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, atau bertempat di rumah milik Akil Mochtar yang belum lama ini selesai dibangun. Namun, tidak ada papan nama atau nomor rumah di sana.

Warga sekitar rumah Akil menyebutkan, sehari-hari, ada kerabat Akil yang tinggal di sana. Namun, tak tampak ada aktivitas usaha perdagangan umum dan jasa di rumah itu.

CV RS ini memang dikendalikan langsung oleh kerabat dekat Akil. Mereka menjadi komisaris dan direksi CV RS. Sejumlah keanehan dalam transaksi yang dilakukan CV RS telah terendus KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kejanggalan tersebut, antara lain sejak berdiri tahun 2010, CV RS tercatat tak pernah mengeluarkan biaya operasional layaknya badan usaha yang normal, tetapi terus-menerus ada aliran dana masuk. Jumlah aliran dana yang masuk ke dua rekening bank BUMN atas nama CV RS bahkan mencapai Rp 100 miliar.

Kejanggalan lainnya adalah salah satu yang tercatat mengalirkan dana ke CV RS adalah pengacara Susi Tur Andayani. Susi merupakan pengacara yang dikenal dekat dengan Akil. Meski berpraktik pengacara di Lampung, Susi tercatat mengirim miliaran rupiah ke CV RS yang bergerak di bidang perdagangan umum dan jasa di Pontianak.


Susi ditangkap KPK di Lebak, Banten, terkait dengan penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak di MK. Penangkapan Susi dilakukan Kamis pagi setelah pada Rabu malam, KPK menangkap Akil yang sedang dalam proses menerima uang yang diduga suap dari anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa, dan pengusaha asal Palangkaraya, Cornelis Nalau, terkait dengan penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Hampir berbarengan dengan penangkapan Susi, KPK menangkap pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang juga adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, di rumahnya, Jalan Denpasar IV Nomor 35, Jakarta Selatan.

Menurut Wakil Kepala PPATK Agus Santoso, sudah menjadi tipologi umum pencucian uang oleh pejabat atau penyelenggara negara yang melakukan korupsi dengan mendirikan perusahaan atau badan usaha. Perusahaan atau badan usaha tersebut menjadi tempat menyamarkan hasil korupsinya.

”Tipologi umum kalau pejabat punya usaha, seperti CV, itu untuk pencucian uang,” kata Agus.

Transaksi mencurigakan terkait dengan dugaan korupsi yang dilakukan Akil juga terendus dari sopir pribadinya, Daryono, dan sekretarisnya di MK, Yuanna Sisilia.

Akil diduga pernah memerintahkan Daryono dan Yuanna menyetorkan uang dan menukarkan dalam bentuk valuta asing, untuk selanjutnya ditransfer ke rekening Akil. Total uang mencapai Rp 6 miliar.

Transaksi atas nama Daryono termasuk yang dicurigai karena, meski berprofesi sebagai sopir, jumlah uang yang ditransaksikan tidak sesuai dengan profilnya. KPK pun telah menerima data transaksi mencurigakan atas nama Akil, Daryono, dan Yuanna, termasuk juga transaksi yang melibatkan CV RS.


Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, penelusuran aset dan kekayaan Akil telah dilakukan penyidik begitu dia ditetapkan sebagai tersangka.


Kuasa hukum membantah

Kuasa hukum Akil dan istrinya Ratu Rita, Tamsil Sjoekoer, menjelaskan, badan usaha yang dimiliki Ratu memiliki beberapa jenis usaha. Tamsil mengatakan, berdasarkan penuturan Ratu Rita, usaha itu adalah tambak ikan arwana di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pertambangan batubara di Kalimantan Selatan, dan jual beli valuta asing.

”Usaha ada di tempat lain, tetapi pusat manajemen ada di rumah itu. Jadi, memang tidak ada papan nama atau aktivitas mencolok yang terlihat di sana,” ujar Tamsil.

Mengenai dugaan pencucian uang, Ratu Rita membantahnya. Nilai uang, yang disebutkan mencapai Rp 100 miliar, merupakan akumulasi transaksi dari ketiga jenis usaha tersebut selama beberapa tahun.

Selain dugaan pencucian uang, operasi tangkap tangan juga dibantah. Menurut Tamsil, Akil hanya menyaksikan penggeledahan oleh petugas KPK terhadap para tamunya. ”Dalam beberapa hari ini, opini yang berkembang sudah memvonis Pak Akil bersalah. Padahal, soal tangkap tangan itu tidak benar, pun soal dugaan penggunaan narkoba. Kini, isunya kemudian bergeser ke pencucian uang,” kata Tamsil.

Terkait dengan kecurigaan masyarakat terhadap hakim konstitusi, kemarin semua hakim MK juga menyatakan siap membuka harta kekayaan yang dimiliki. Mereka mempersilakan KPK meneliti dan siap jika KPK akan mengonfirmasinya.

”Kami sudah melaporkan harta kami ke KPK. Sudah lapor semua. Kalau mau diklarifikasi, kami oke-oke saja,” ungkap Wakil Ketua KPK Hamdan Zoelva.

Hamdan juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada delapan hakim yang ada untuk bekerja. MK menyadari bahwa kekecewaan masyarakat tidak akan terobati dalam waktu satu atau dua hari.

Saat ini, MK juga tengah secara serius mempertimbangkan pembentukan majelis pengawas etik. Pihaknya tengah mempertimbangkan orang-orang independen yang memiliki kredibilitas tinggi, seperti Syafii Maarif, untuk menjadi anggota majelis pengawas.

Meskipun proses pidana terhadap Akil sudah berjalan, Hamdan juga tetap memandang perlu penyelenggaraan Majelis Kehormatan MK. Hamdan menyatakan bahwa proses hukum yang saat ini berlangsung di KPK memang bisa berujung pada pemberhentian Akil secara tetap. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu hingga ada putusan berkekuatan hukum tetap.(BIL/AHA/ANA/HEN/RWN)

Source


Akil Mochtar Ditangkap KPK
CV Ratu Samagat, Perusahaan Milik Akil Mochtar di Pontianak
Rabu, 9 Oktober 2013 00:24 WIB


TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Kepala Sub Bidang Pendataan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) Pontianak Yani Praptanto mengatakan mantan Ketua MK Akil Mochtar pernah mengajukan permohonan pendirian perusahaan. Pengajuan tersebut terlihat dari data pengajuan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) atau izin gangguan.

"Memang ada, tapi bukan atas nama Akil Mochtar sendiri tapi menggunakan nama lain yakni istrinya," ungkapnya kepada Tribun saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/10/2013).

Berdasarkan Data BP2T tercantum nama pemilik usaha yakni Ratu Rita Akil dengan nomor registrasi 503/2174/BP2T/R-I/S/2010. Usaha tersebut berbentuk CV dengan bidang usaha perdagangan yang lokasinya di Jalan Karya Baru Nomor 20 Kelurahan Parit Tokayan Kecamatan Pontianak Selatan.

"Nama usahanya itu CV Ratu Samagat, dengan jenis usaha perdagangan umum pemborong dan jasa," katanya.

Yani mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan apakah perusahaan yang pengajuan SITUnya dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2010 lalu tersebut beroperasi atau tidak. Hal ini disebabkan BP2T belum menemukan data pengajuan permohonan izin SIUP dan TDP.

"Tanggal terbit SITU ini tanggal 31/08/2010 dan berakhir pada 31/08/2011 lalu, aturannya SITU ini diperpanjang setiap tahunnya, dan kita sedang mencari apakah pemohon sudah mengajukan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)," katanya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya belum bisa menerangkan apakah perusahaan CV Ratu Samagat sudah beroperasi atau tidak. Dikatakannya, kejelasan perusahaan beroperasi atau tidak dilihat dari SIUP DAN TDP yang diajukan.

"Jika SIUP-nya ada maka TDP-nya ada, karena datanya belum ada jadi tidak belum bisa pastikan aktif tidaknya perusahaan ini," katanya.

Source

Sakti sekali, CV Ratu Samagat atas nama istri Akil. Kok tidak pernah ada biaya operasional tapi ada cashflow masuk terus, ditambah lagi yang kirim uang adalah si pengacara Susi Tur Andayani yang juga diamankan KPK.
emoticon-Matabelo
Sopir Akil Mochtar, Daryono. emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By soipon
Rabu, 09/10/2013 16:05 WIB
Ini Daryono, Sopir Akil Mochtar yang 'Miliki' Mercy S350 dan Jadi Bos CV
Ikhwanul Khabibi - detikNews

{Lulusan Golkar} Transaksi Mencurigakan di CV Ratu Samagat Milik Akil Capai Rp 100 M
Jakarta - Daryono, sopir Akil Mochtar yang diduga jadi saksi kunci pengungkapan kasus suap menghilang. Dia tak datang saat dipanggil KPK dan Majelis Kehormatan Konstitusi (MKK). Bagaimana orangnya?

Dari foto yang diperoleh detikcom dari sumber terpercaya, Daryono tampak mengenakan baju olahraga warna hijau. Bibirnya tebal dan rambutnya pendek.

Berdasarkan keterangan ajudan Akil, Ipda Kasno, Daryono berasal dari Sanggau, Kalimantan Barat. Dia adalah keturunan Jawa dan Kalimantan. Meski namanya Daryono, dia tak bisa berbahasa Jawa.

KPK memastikan Daryono tercatat dalam kepemilikan mobil mewah Mercy S350 yang disita dari rumah Akil. Mobil mewah seharga Rp 2,5 miliar itu baru saja dibeli bulan Mei 2013 lalu.

Setelah ditelusuri, Daryono juga tercatat dalam jajaran bos CV RS yang dimiliki istri Akil, Ratu Rita, di Pontianak, Kalimantan Barat.


Hingga kini, belum diketahui di mana keberadaan sang sopir tersebut.

[url=http://news.detik..com/read/2013/10/09/160541/2382629/10/ini-daryono-sopir-akil-mochtar-yang-miliki-mercy-s350-dan-jadi-bos-cv]Source[/url]


Luar biasa Daryono, ternyata sang sopir juga salah satu jajaran bos CV Ratu Samagat. emoticon-Matabelo
kalo saja ane punya istri yg pinter bisnis yg dalem 3 taun bisa kasih profit 100m.... gak perlu profit deng.. bikin omzet aja 100m, profit 10 pct 3 taun... alangkah indahnya hidup...