alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/525602a1c3cb178952000004/kasus-bentrok-fpi-di-kendal-1-ssk-jaga-sidang-perdana-di-semarang-10-oktober-2013
Ngakak 
Kasus Bentrok FPI di Kendal, 1 SSK Jaga Sidang Perdana di Semarang 10 Oktober 2013
10 Oktober 2013 | 00:10 wib
Terkait Bentrok FPI, Ratusan Personel Jaga Sidang Perdana


SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK) yang terdiri atas 125 anggota kepolisian diterjunkan ke Pengadilan Negeri Semarang untuk mengamankan sidang perdana tersangka bentrok warga dan Front Pembela Islam di Kendal, Kamis (10/10).

Pertimbangan keamanan ini juga diambil berupa pemindahan lokasi persidangan yang seharusnya berada di Kendal. Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono mengatakan personel akan menjaga sidang agar berjalan lancar.

Sebab, dari informasi yang diterimanya ada akan ada warga dalam jumlah banyak yang menghadiri persidangan.

"Akan ada aksi juga, jadi kita bersiap mengantisipasinya," katanya, Rabu (9/10).

Personel akan ditempatkan di sekitar PN Semarang, di antaranya di sekitar pintu masuk, di bagian kanan-kiri pengadilan dan di sekitar ruang sidang. Pihak kepolisian sudah berkoodinasi dengan berbagai instansi dalam pengamanan sidang tersebut.

"Anggota sudah siap mengamankan. Semoga sidang berjalan lancar," ujarnya.

Sebanyak tujuh tersangka terkait bentrok warga dan FPI akan disidang secara bersamaan. Empat tersangka dari warga adalah Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Paido dan Godi Kulkarimah.

Keempatnya dijerat dengan KUHP Pasal 170 tentang Pengroyokan. Sementara tiga tersangka dari pihak FPI Jawa Tengah adalah Soni Haryono, Satrio Yuono dan Bayu Agung akan dijerat dengan pasal berbeda.

Soni Haryono dijerat dengan Pasal 311 ayat (5) UU 22 tahun 1999 tentang Lalu Lintas. Sedangkan Satrio Yuono dan Bayu Agung dijerat degan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Bentrok ini bermula dari konvoi FPI di Sukorejo Kendal pada 17 Juli lalu yang berujung sweeping, namun ditolak oleh warga sehingga terjadi bentrok.

http://www.suaramerdeka.com/v1/index...Sidang-Perdana


Satu SSK Jaga Sidang Kasus Bentrok FPI
Rabu, 09 Okt 2013 17:29:45 WIB
Oleh : Immanuel Citra Senjaya

Kasus Bentrok FPI di Kendal, 1 SSK Jaga Sidang Perdana di Semarang 10 Oktober 2013
Petugas membawa sejumlah barang bukti tongkat dan kayu yang digunakan dalam bentrokan antara FPI dengan warga di Kecamatan Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7) malam. Bentrokan yang dipicu penolakan warga terhadap aksi "sweeping" yang dilakukan anggota FPI Temanggung itu mengakibatkan sejumlah anggota FPI dan warga menderita luka, satu unit mobil dibakar serta seorang perempuan bernama Tri Munarti tewas tertabrak mobil. ANTARA FOTO/Ediyanto/tom/ed/Spt/13.

Semarang, Antara Jateng - Polrestabes Semarang menyiagakan satu satuan setingkat kompi pasukan untuk mengamankan sidang perdana kasus bentrok massa Front Pembela Islam dengan warga di Sukorejo, Kabupaten Kendal, di Pengadian Negeri Semarang, Kamis (10/10).

"Ada satu SSK disiagakan, jumlahnya sekitar 125 personel," kata Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Djihartono di Semarang, Rabu.

Menurut dia, penjagaan akan dilakukan secara berlapis mulai bagian luar, samping, serta dalam pengadilan.

Ia menuturkan pengamanan tidak hanya wilayah Pengadilan Negeri, namun termasuk asat yang ada di dalamnya yang masuk sebagai bagian dari objek vital.

Ia mengungkapkan sudah rencana kedatangan kelompok massa saat sidang tersebut digelar besok. "Kami sudah antisipasi dengan pengamanan ini," katanya.

Sebelumnya, tujuh tersangka kasus bentrok massa Front Pembela Islam dengan warga di Sukorejo, Kabupaten Kendal, beberapa waktu lalu, akan disidang di Pengadilan Negeri Semarang.

Kepala Pengadilan Negeri Semarang Gunawan Gusmo mengatakan Mahkamah Agung sudah mengizinkan sidang digelar di Semarang.

Sedianya, sidang bentrok yang menewaskan seorang warga itu digelar di Kendal sebagai lokasi terjadinya peristiwa.

Namun, kata dia, dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan, MA akhirnya mengizinkan sidang digelar di PN Semarang.

http://www.antarajateng.com/detail/i...us-Bentrok-FPI


KERUSUHAN KENDAL: PN Semarang Gelar Sidang 3 Terdakwa FPI
Oleh JIBI on Wednesday, 9 October 2013


SEMARANG-Pengadilan Negeri (PN) Semarang dijadwalkan Kamis (10/10) akan menggelar persidangan terhadap tiga anggota Front Pembela Islam (FPI), terdakwa kasus kerusuhan di Kendal.

Untuk mengamankan jalannya persidangan Polrestabes Semarang menerjunkan personil polisi sebanyak 1 satuan setingkat kompi (SSK) atau 125 orang.

Kepala PN Semarang, Gunawan Gusmo, mengatakan persidangan tiga terdakwa anggota FPI tersebut seharusnya digelar di PN Kendal, karena tempat kejadian perkara di Kendal.

”Dengan pertimbangan keamanan Mahkamah Agung [MA] memindahkan persidangan ke PN Semarang. Persidangan akan dilaksanakan besok pagi [Kamis ini],” ujarnya di Semarang, Rabu (9/10).

Tiga terdakwa anggota FPI itu masing-masing Satria Yuwono, 22 dan Bayu Agung Wicaksono, 22, keduanya warga Parakan, Temanggung, serta Soni Haryono, 38, warga Pucungrejo, Muntilan.

Soni sopir mobil yang menabrak warga Kendal hingga meninggal dunia dijerat Pasal 311 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22/1999 tentang Lalu Iintas.

Sedangkan Satrio Yuwono dan Bayu Agung yang membawa senjata tajam dijerat degan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951.

Gunawan menambahkan selain tiga anggota FPI, juga akan disidang empat terdakwa warga Kendal yang diduga melakukan pengeroyokan.

“Jadi jumlah terdakwa yang disidangkan ada tujuh orang,” tuturnya.

Keempat terdakwa warga Kendal itu masing-masing Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Agung Fitriyono, dan Paido Godi Kulkarimah. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan akan mengamankan jalannya persidangan supaya berlangsung tertib dan lancar.

“Sebanyak 1 SSK atau 125 anggota polisi diterjunkan untuk mengamankan jalanan persidangan di PN Semarang,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Divisi Advokasi FPI Jateng, Zaenal Abidin Petir, berharap proses persidangan berjalan fair tanpa ada tekanan dari manapun.

“Kami telah menginstruksi kepada laskar FPI supaya tertib tidak membuat keributan selama persidangan,” tuturnya.


Seperti diketahui, peristiwa kerusuhan di Kendal terjadi pada 17 Juli lalu, saat puluhan anggota FPI Temanggung menggunakan diduga akan melakukan sweeping lokasi prostitusi di Sukoharjo, Kendal.

Warga sekitar melakukan perlawanan dengan melakukan penyerangan sehingga terjadi bentrokan antara kedua belah pihak.

Karena panik, Roni, sopir mobil Toyota Avanza yang mengangkut anggota FPI menabrak seorang warga sampai meninggal dunia.

http://www.antarajateng.com/detail/i...us-Bentrok-FPI

Tidak ada tekanan? Kok FPI malah bawa2 massa ke pengadilan? emoticon-Big Grin
Bentrok FPI di Kendal yg menewaskan 1 orang warga. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ozombie
Video Bentrok FPI vs Warga Sukorejo Beredar Luas
Rabu, 24 Juli 2013 13:44 wib


KENDAL - Video bentrokan antara-anggota Front Pembela Islam (FPI) dengan warga Kecamatan Sukorejo, beredar luas di masyarakat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dalam rekaman video terlihat bentrok terjadi di Jalan Raya Sukorejo dan mobil FPI menabrak hingga menyeret warga.

Bentrokan antara FPI dengan warga Sukorejo terekam kamera CCTV di Gereja St Isidorus di Jalan Raya Sukorejo, Patean. Dalam video yang beredar luas itu terlihat konvoi FPI berhenti di depan gereja dan SPBU.

Sejumlah anggota FPI kemudian turun dari mobil dan melakukan perusakan mobil dan warung di sekitarnya. Aksi anarkis itu spontan mendapat perlawanan warga hingga terjadi bentrok. Jumlah warga yang semakin banyak memaksa anggota FPI kabur tunggang langgang.

Massa FPI kemudian meninggalkan lokasi di depan gereja dan SPBU disusul mobil Avanza hitam yang tertinggal. Massa yang terlalu banyak membuat pengemudi mobil Avanza panik dan tancap gas.

Mobil sempat menabrak kerumunan warga dan sejumlah sepeda motor serta menyeretnya hingga dua kilometer. Satu korban terseret mobil dan terlepas setelah mobil melaju sejauh 54 meter. Massa yang marah mencoba mengejar mobil Avanza karena menabrak motor dan menyeret korban.

Dalam video juga terlihat polisi bersiaga di lokasi bentrokan. Wakapolres Kendal, Kompol Mulyawati, menolong korban kecelakaan yang terseret mobil FPI.

Salah seorang warga, Warsono, mengatakan, video tersebut beredar melalui telefon genggam, namun dia mengaku tidak mengetahui asal mula video itu diperoleh hingga beredar luas.

“Beredar melalui handphone. Wajarlah jika warga marah karena mobil melaju kencang dan menyeret korban,” ujar Warsono, Rabu (24/7/2013).

Dia berharap, polisi mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang lagi. Warga juga mengaku khawatir terjadi aksi balasan hingga berujung pada bentrok susulan.

http://jogja.okezone.com/read/2013/0...o-beredar-luas

Padahal kemarin di tiviwan bilang tidak melakukan pengrusakan. FPI boleh bohong di bulan ini? emoticon-Big Grin

youtube-thumbnail


Video tabrak lari FPI
youtube-thumbnail


Quote:Original Posted By pisssexmaniac
ini video asli nabraknya

youtube-thumbnail


Sopir FPI yg menabrak dan menyeret korban.
Kasus Bentrok FPI di Kendal, 1 SSK Jaga Sidang Perdana di Semarang 10 Oktober 2013
Suami Dipenjara, Istri Anggota FPI Penabrak Warga Menangis
Slamet Priyatin
Sabtu, 20 Juli 2013 | 22:19 WIB


KENDAL,KOMPAS.com - Erni Kusrini (38), istri Soni Haryanto, tersangka penabrak warga hingga meninggal dunia dalam bentrok FPI dan warga di Kendal, langsung menangis saat bertemu dengan suaminya di ruang tahanan Polres Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (20/7) sore. Saat menjenguk suaminya, Erni membawa putrinya, Cantika Putri Sonya (9).

Sementara Soni terlihat tabah. Ia meminta agar istri dan anaknya jangan bersedih. Setelah itu, ia mencium istri dan anaknya yang masih terisak tersebut.

Pada kesempatan itu, Erni yang ditemui Kompas.com mengaku dirinya tidak tahu kalau suaminya berangkat di Sukorejo. Sebab izinnya hanya akan mendatangi pengajian akbar, dan suaminya hanya disuruh mengemudikan mobil.

Erni mengakui suaminya adalah anggota FPI yang tidak aktif. Suaminya berkumpul dengan anggota FPI hanya dalam acara pengajian. Sedangkan untuk yang kegiatan lainnya tidak pernah ikut.

“Saya bersama keluarga, pulang ke Muntilan Kabupaten Magelang ini pada tahun 2000-an. Lalu suami saya bertemu kembali dengan beberapa teman sekolahnya yang menjadi anggota FPI,” ceritanya.

Erni mengaku baru tahu suaminya berada di tahanan karena menabrak orang dari salah seorang anggota FPI yang Kamis (18/7/2013) malam menemuinya. Menurutnya, anggota FPI itu memberitahukan kalau suaminya dipenjara. Setelah mendengar kabar tersebut, Erni mengaku tidak bisa tidur. Lalu paginya setelah subuh, ia mengumpulkan 3 anaknya dan memberi tahu kalau ayahnya berada dalam penjara.

“Anak saya yang besar sudah kelas 3 SMP, sedangkan yang kedua kelas 3 SD, dan terakhir masih balita," akunya.

Erni menjelaskan, setelah diberitahu tentang keberadaan ayahnya, anak pertama dan keduanya langsung menangis. Mereka seperti tidak mau terima dengan keadaan tersebut. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bisa menerimanya.

“Saya berharap semuanya bisa selesai dan suami saya bisa pulang bersama keluarga,” harapnya.

http://regional.kompas.com/read/2013...Warga.Menangis
Penolakan suami dari korban yg tewas karena FPI.
Quote:Original Posted By ozombie
Suami Mendiang Tri Munarti Tolak Santunan FPI
Minggu, 28 Juli 2013 16:19


Starberita-Jakarta, Samsu Eko Yulianto, 50 tahun, suami Tri Munarti, korban meninggal dunia akibat bentrokan antara Front Pembela Islam dengan warga Sukorejo Kendal, Jawa Tengah menyatakan menolak rencana pemberian santunan dari Front Pembela Islam sebagai bantuan biaya pendidikan untuk anak korban.

"Saya tidak bisa menerima santunan itu," kata Yulianto. "Saya tak mau melukai hati masyarakat Sukorejo yang kecewa dengan FPI, khususnya yang menjadi korban".

Sebagai bentuk tali asih, pimpinan FPI pusat akan memberikan santunan Rp 500 ribu tiap bulan hingga anak korban tamat perguruan tinggi. Atas alasan tersebut, kepada pimpinan FPI, guru SD Negeri Tambahrejo, Sukorejo ini meminta maaf tidak bisa menerima santunan, meski sebenarnya keluarganya sangat membutuhkan, terutama untuk pendidikan anaknya, Arif Rahman yang masih duduk di kelas SMA.

Jumat kemarin, Ketua FPI Yogyakarta, Bambang Tedi menjenguk Yulianto di rumahnya, desa Krikil, Pageruyung. Penolakan tersebut juga disampaikan kepada Bambang. Namun Bambang memaksa Yulianto menerima bingkisannya atas nama pribadi sebagai tali silatuttahmi.

Yulianto dan istrinya adalah korban kebrutalan FPI di Sukorejo, 19 Juli lalu. FPI dari Temanggung, Magelang dan Yogyakarta melakukan sweeping di Sukorejo. Aksi tak simpati tersebut mendapat perlawanan warga. Salah satu supir pengendara mobil FPI berusaha melarikan diri, namum menabrak enam warga termasuk anggota polisi yang tengah mengamankan massa. Tri Munarti yang saat itu sedang berboncengan sepeda motor dengan Yulianto, tertabrak dan terseret mobil FPI hingga hampir 100 meter. Munarti meninggal. (ti/YEZ)

http://www.starberita.com/index.php?...nal&Itemid=726


Jumat, 26/07/2013 09:44 WIB
Prahara FPI dan Keluarga Korban Tewas di Kendal
Rachmadin Ismail - detikNews

Kasus Bentrok FPI di Kendal, 1 SSK Jaga Sidang Perdana di Semarang 10 Oktober 2013
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) dan keluarga korban tewas insiden di Kendal, Jawa Tengah, sudah bertemu. Permintaan maaf sudah disampaikan Ketum FPI Habib Rizieq dan sudah diterima. Namun ada beberapa hal yang masih menyisakan prahara.

Korban tewas di Kendal itu adalah seorang ibu bernama Tri Munarti. Dia meninggal dunia karena tertabrak mobil Toyota Avanza yang dinaiki rombongan FPI. Mereka sempat dihadang warga, lalu karena panik sang sopir memacu mobilnya hingga menabrak motor yang ditumpangi Tri. Motor tersebut sempat terseret mobil.

Berselang beberapa hari setelah kejadian, suami Tri, Samsu Eko Julianto, bertemu dengan ketum FPI. Di sana, Rizieq menyampaikan beberapa hal, termasuk permintaan maaf dan rencana santunan. Namun tak semua diterima oleh pihak keluarga.

Berikut tiga prahara antara FPI dan keluarga di Kendal:

Permintaan Maaf

Permintaan maaf Rizieq sebagai perwakilan dari FPI kepada keluarga Tri Munarti disampaikan terbuka. Sejumlah orang hadir dalam pertemuan itu, termasuk media.

Menanggapi hal ini, suami almarhumah, Samsu Eko Julianto, mengaku sudah memaafkan FPI secara organisasi. Namun masih ada ganjalan di hatinya. Terutama dari pihak FPI Temanggung.

"Saya bilang begini: Kaitannya bukan dengan Pak Habib, kaitan dengan mereka FPI yang ada di Temanggung, sampai sekarang mereka belum ada yang datang ke saya," kata Samsu.

Pihak FPI Jawa Tengah juga sudah menyampaikan permintaan maaf. "Dari perorangan Temanggung aja yang belum," imbuhnya.

Santunan Beasiswa

Dalam siaran pers yang dikirim ke detikcom, Rabu (24/7), ketum FPI Rizieq Shihab menyampaikan niat untuk memberi beasiswa pada dua putera Tri Munarti hingga sarjana. Biaya yang akan mereka gelontorkan Rp 500 ribu per bulan. Pemberian bakal dilakukan mulai bulan Juli.

Namun ternyata, pihak keluarga menolaknya. Setelah berembuk, mereka menilai bantuan itu lebih baik disalurkan bagi orang lain yang membutuhkan.

"Lebih baik jangan. Alasannya biar bisa dimanfaatkan Pak Habib untuk dipergunakan oleh yang lain," kata Samsu.

Menurut Samsu, penolakan ini sudah disampaikan ke pihak FPI melalui perwakilannya di Jawa Tengah. Namun mereka tetap berusaha meyakinkan Samsu dan keluarga agar menerima bantuan tersebut.

"Niatnya memang baik, saya menghargai. Tapi mungkin ada yang lebih memerlukan," tegasnya.

"Ini sudah jadi keputusan keluarga untuk menolak," sambungnya.


Proses Hukum

Meski sudah memaafkan FPI secara organisasi, keluarga Tri Munarti tetap berharap sopir penabrak diproses hukum. Bila perlu, Samsu, suami Tri meminta agar si pelaku dijerat dengan hukuman berlapis.

"Soalnya itu sudah niat membuat huru-hara. Ada sebab maka bisa terjadi demikian," tegasnya.


Soni, sopir mobil FPI, kini sudah menjadi tersangka. Dia dijerat dengan pasal kelalaian lalu lintas.

[url]http://news.detik..com/read/2013/07/26/094433/2315054/10/prahara-fpi-dan-keluarga-korban-tewas-di-kendal[/url]


Quote:Original Posted By yisrael

[AWAS FANSBOY TERGUNCANG] Tolak Bantuan FPI, Julianto Mau Dibantu Pihak Lain
Written by Anto Sidharta
Wed,31 July 2013 | 12:11

KBR68H, Jakarta - Uang bukan segalanya bagi Samsu Eko Julianto, suami Tri Munarti, korban tewas akibat insiden tabrakan maut yang melibatkan ormas FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, 18 Juli lalu. Ia menelaah betul asal-usul pemberi bantuan untuknya setelah ia ditinggal mati istrinya.

Setelah pekan lalu (24/7) menolak pemberian beasiswa Rp 500 ribu per bulan untuk kedua anaknya dari Ketua Umum FPI Rizieq Shihab, ia ini bersedia menerima bantuan dari pihak lain. Malah ia menerima dengan senang hati.

“Tanggapan Pak Julianto sangat positif. Bahkan beliau bilang merasa sangat terharu dan merasa malah merepotkan kita-kita yang membuat kegiatan ini,” jelas Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Nong Darol Mahmada ketika dihubungi PortalKBR68H.

Ia mengaku sengaja menelpon Julianto untuk menghindari adanya salah paham dalam kegiatan pemberian bantuan ini.

Lantas bagaimana mekanisme pengumpulan dan pemberian bantuan? Nong menjelaskan, ia telah membuka rekening BCA untuk pengumpulan dana untuk putra-putri Julianto.

“Inilah nomor rekeningnya: 5405057309 atas nama Nong Darol Mahmada. Rekening ini hanya diperuntukkan buat anak-anak Pak Julianto, dan bila dananya udah terkumpul rekening ini akan diserahkan kepada putra putrinya langsung,” jelas Nong.

Rabu (31/7) pagi ini, rekening sudah mulai bisa dipergunakan. “Sudah ada yang transfer tapi belum dicek nominalnya,” ungkap Nong.

Jumlah rekening bantuan, kata dia, akan di update setiap dua hari sekali melalui jejaring sosial.

Kerja Sama dengan Gusdurian

Nong sadar pengumpulan dana publik seorang diri sangat riskan. Untuk itu ia mengajak kerja sama pihak lain untuk mengawasinya yakni penggagas kegiatan ini yakni Lies Marcoes dan Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid. Kata dia, sumbangan dari para pengagum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Gusdurian akan dimasukkan ke dalam rekening itu.

Sementara, soal target bantuan, menurut Nong mencapai Rp 300 juta. “Itu sesuai dengan keinginan Mbak Lies Marcoes, karena ini buat dana pendidikan,” jelas Nong. Namun, ia pribadi mengaku tidak mempermasalahkan jika dana tidak mencapai target. Dana tetap akan disalurkan ke Julianto.

“Dana akan diserahkan usai Lebaran,” tambah Nong.

Ia berharap dana yang terkumpul bisa membantu biaya pendidikan dua anak Julianto yang kini menjadi mahasiswa D3 Kebidanan dan siswa SMU.

Spoiler for yang pasti bukan dari arr*hmah dan v*a:


Komen TS: bukan nominal yang dipermasalahkan disini, tapi tanggung jawab moril emoticon-I Love Indonesia (S)
Kalo begini nih caranya, tindakan FPI harus di hapus hangjuskan.....
kata FPI itu sopir bukan anggotanya.wah kasian juga ya gak diakui. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By autobaneddd
kata FPI itu sopir bukan anggotanya.wah kasian juga ya gak diakui. emoticon-Big Grin

Sudah diklarifikasi oleh istrinya Sony. emoticon-Big Grin
Anjing budug lagi terkaing2



Sang majikan sampe turunin bodyguard buat jagain anjing budugnya
makan sembari nunggu junjungan si habib nongol membela dengan otak 2D nya dolo...

Quote:Original Posted By myblindside
makan sembari nunggu junjungan si habib nongol membela dengan otak 2D nya dolo...


Berita kayak gini sih mereka sudah terkaing2 baru baca judulnya aja



Padahal judulnya biasa banget loh emoticon-Big Grin
Dijaga Ketat Polisi, Sidang Bentrok Warga Kendal dan FPI Sepi
admin | 10 October, 2013 |
Kamis, 10/10/2013 12:59 WIB


Semarang – Sidang perdana FPI terkait kerusuhan di Sukorejo Kendal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Untuk mengamankan situasi, sejumlah anggota kepolisian disiagakan dari gerbang hingga ruang sidang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya mengerahkan 1 SSK personel atau 125 orang yang disebar di kawasan PN Semarang. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Ada 125 personel. Ada di pintu gerbang, ruang tahanan, dan beberapa titik lainnya,” kata Djihartono kepada detikcom, Kamis (10/10/2013).

Meski penjagaan sangat ketat, ternyata hanya Ketua FPI Jateng Sihabuddin dan segelintir anggota FPI serta 8 kuasa hukum yang mendampingi terdakwa dalam sidang tersebut. Terkait hal itu, Sihabuddin mengaku memang tidak mengerahkan massa untuk sidang kali ini.

“Memang tidak ada instruksi untuk ke sini. Lha wong sedikit saja polisinya sudah sebanyak ini, apalagi kalau kami banyak?” ujarnya.

Tiga orang yang menjadi terdakwa adalah Soni Haryono yang dijerat pasal 311 ayat (5) Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Satrio Yuono dan Bayu Agung dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Soni adalah sopir mobil Avanza AB 1705 SA yang menabrak warga, Tri Munarti hingga tewas saat terjadi bentrok antara warga dan FPI. Sedangkan dua terdakwa lainnya kedapatan membawa sajam. Adapun empat warga yang ikut disidang terkait bentrokan adalah Agus Riyadi, Edi Bowo Dwi Yanto, Paido dan Godi Kulkarimah.

http://haibanjar.com/2013/10/dijaga-...-dan-fpi-sepi/

Ternyata sepi, gan. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ozombie
Sudah diklarifikasi oleh istrinya Sony. emoticon-Big Grin

ya itu gan ,tapi fpi gak mau ngakuin emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By autobaneddd

ya itu gan ,tapi fpi gak mau ngakuin emoticon-Ngakak


kasian amat ga diakui emoticon-Ngakak
tuh balok kayu sampe dibentuk pas buat genggeman tangan dan dialusin gitu emoticon-Amazed

niat mentungin orang emoticon-shakehand


barbuk ada silahkan kandangin diatas 10 tahun emoticon-shakehand


Kasus Bentrok FPI di Kendal, 1 SSK Jaga Sidang Perdana di Semarang 10 Oktober 2013
semoga dapat hukuman yg pantas

bila perlu hukumannya ditabrak juga
diakui gak ya sama fpi pusat emoticon-Betty