alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52526d09feca17d01d000002/ketangguhan-perang-jawa-diakui-eropa
Cool 
Ketangguhan Perang Jawa Diakui Eropa
Ketangguhan Perang Jawa Diakui Eropa
Perlawanan laskar Dipanagara yang berkobar dalam Perang Jawa telah memakan korban paling tidak 10.000 tentara Belanda.


Ketangguhan Perang Jawa Diakui Eropa
Susanne Erhards mengupas lapisan pernis di lukisan “Penangkapan Diponegoro.” (Foto: FERI LATIEF)

Pangeran Dipanagara dikenal dalam usahanya mengusir penjajah dengan mengobarkan Perang Jawa (1825 - 1830). Pada usaha awal, taktik macam gerilya, infanteri, dan perang terbuka, berhasil memukul mundur pasukan Belanda.

Nasib Belanda memburuk ketika musim hujan tiba. Di mana pasukannya berkurang drastis karena malaria dan disentri, bukan karena senjata pasukan Dipanagara. Pada musim seperti ini pula, senjata yang dibawa serdadu Belanda macet sehingga kurang efektif.

Untuk menambah jumlah pasukannya, Belanda kemudian merekrut prajurit dari Afrika dan Pantai Gading --yang kemudian dikenal sebagai Belanda hitam. Belanda juga mendatangkan tentara yang bermarkas di Sulawesi hingga total kekuatannya mencapai 23.000 personel. Pemimpin pasukan Belanda ini adalah Jenderal De Kock.

Berkat strategi dari jenderal inilah pasukan Dipanagara bisa dipecah dan melemah. Menurunnya perlawanan pasukan Dipanagara ditandai dengan menyerahnya pemimpin spiritual perjuangan, Kyai Maja pada tahun 1829. Tak berapa lama, panglima utama Dipanagara, Sentot Alibasya dan Pangeran Mangkubumi, menyusul menyerah.



Kendati demikian, perlawanan laskar Dipanagara yang berkobar dalam Perang Jawa telah memakan korban paling tidak 10.000 tentara Belanda. Sementara jumlah total pasukan Belanda yang diturunkan sebanyak 50.000 personel. Perang Jawa bahkan dimasukan sebagai great war untuk ukuran Eropa. Sedangkan di pihak pasukan Dipanagara, diperkirakan telah gugur 20.000 orang.

Perang Jawa sekaligus menunjukkan perlawanan tak kenal menyerah dari Pangeran Dipanagara. Lukisan "Penangkapan Dipanagara" sendiri diabadikan oleh pelukis Tanah Air, Raden Saleh.


(Agustinus Winardi. Sumber: angkasa.co.id)

http://nationalgeographic.co.id/beri...a-diakui-eropa


Dipanagara emoticon-Bingung
Diponegara emoticon-Bingung
Diponegoro emoticon-Bingung
8 Januari 1855, Wafatnya Penggelora Perang Jawa
Pemberontakannya selama lima tahun di Jawa melahirkan tatanan baru. Apakah Sang Pangeran Jawa itu seorang pemberontak atau pahlawan?





Ruangan penjara berdinding lengkung dan lembab di Bastion Bacan, sudut barat daya Kastil Rotterdam di Makassar, telah bersaksi atas perjalanan seorang pangeran Jawa. Penjara itu berpintu lengkung dua, satu pintu setinggi orang dewasa, sedangkan lainnya berukuran separuhnya. Sebuah dipan dari kayu jati berkaki bulat dipercaya warga Makassar sebagai pembaringan terakhirnya. Selama 21 tahun, sang pangeran mendekam di ruangan itu.

Nama kecilnya Bendoro Raden Mas Mustahar. Dia lahir tatkala fajar menjelang di lingkungan Kraton Yogyakarta pada Jumat Wage, 11 November 1785. Lahir dari rahim seorang Ratu Kedaton keturunan bangsawan Madura. Ayahnya merupakan anak sulung Sultan Hamengkubuwana II. Kelak ayahnya melanjutkan takhta sebagai sultan berikutnya di Yogyakarta.

Dalam penanggalan Jawa, kelahiran seseorang yang bertepatan pada bulan Sura itu dianggap mempunyai makna keramat. Pun, dalam primbon Jawa, hari itu merupakan penanda bahwa kelak sang bayi mempunyai kata-kata yang berpengaruh, berwatak pandita, tetapi menghadapi aneka halangan hidup lantaran sikapnya yang suka berterus terang.

Tampaknya, kelahiran Mustahar yang kelak ketika dewasa bernama Dipanagara itu telah diramalkan masyarakat sebagai seorang pendobrak akhir tatanan lama di Jawa. Kenyataan itu dipaparkan dalam buku biografi tentang Dipanagara yang ditulis selama 30 tahun oleh Peter Carey, sejarawan dari Oxford University, berjudul Kuasa Ramalan.

Ketangguhan Perang Jawa Diakui Eropa

Sebuah kamar penjara di Kastil Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan. Dipanagara pernah menjadi tahanan pemerintah kolonial Belanda di sini selama 21 tahun. Dia wafat di kamar ini pula dan dimakamkan di sudut Kota Makassar pada 158 tahun silam (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Keadaan akhir tatanan lama yang dimaksud adalah munculnya imperealisme baru yang memengaruhi kedaulatan kraton yang bermula sejak Daendels bertugas pada awal abad ke-19 di Jawa. Kraton tak lagi dipandang sebagai institusi berdaulat lantaran banyak nilai-nilai yang meluntur.

Betapa penguasa Eropa turut campur tangan dalam kehidupan istana dan pemilihan raja, penyalahgunaan kekuasaan, aneka pajak yang mencekik rakyat, hingga perselingkuhan putri-putri keraton dengan pejabat-pejabat Eropa.

Perang Jawa yang mulai bergelora pada 19 Juli1825 dicetuskan oleh Dipanagara atas memburuknya tatanan ekonomi dan sosial masyarakat Jawa. Dia memberontak untuk merebut kekuasaan politik Sultan Yogyakarta dengan tujuan memulihkan kebesaran Jawa dan menegakkan Islam sebagai tatanan moral.

Perang ini berkonsep perang sabil atau perang suci melawan semua orang kafir dan orang asing di Tanah Jawa. Dalam pemberontakan ini, Dipanagara telah dipandang sebagai penyatu kelas bangsawan dan rakyat jelata. Tentu, tidak semua bangsawan mendukungnya lantaran pemberontakan ini merupakan kelanjutan perang antar kelompok feodal pada masyarakat Jawa abad ke-19.

Menurut Saleh As’ad Djamhari, seorang pengamat sejarah militer, untuk pertama kalinya militer Belanda menghadapi sistem tempur militer Jawa yang terorganisasi rapi. Dipanagara mengadopsi struktur militer Kerajaan Turki Osmani yang menjadi ideologi berbagai kerajaan Islam di Indonesia.

Perang Jawa merupakan awal diterapkannya strategi militer baru yang unik dan bekaitan dengan aspek sosial, politik, sosial, dan kultural. Sebuah seni perang yang belum pernah diterapkan bagi kedua pihak dalam perang kolonial manapun.

“Belanda kewalahan secara militer,” ungkap Djamhari. “Sudah lelah.” Dalam sebuah studinya, Djamhari telah menghitung setidaknya terdapat 258 benteng yang dibangun Belanda dalam waktu dua tahun untuk memadamkan kobaran Perang Jawa itu.

Pertahanan itu dikenal dengan istilah stelsel benteng (1827-1830) yang merupakan segenap strategi dan aktivitas militer Belanda untuk membantu Sultan menumpas para pemberontak, sekaligus memusnahkan penghalang ekspansi kolonialisme.

Tentang sebuah peristiwa di Karesidenan Magelang pada 8 Maret 1830 yang mengakhiri Perang Jawa, Djamhari berkata, “Dipanagara tidak tertangkap, tetapi terperangkap. Itu istilah sebenarnya.”

Dia menambahkan bahwa Dipanagara mengunjungi Hendrik Merkus De Kock untuk beraudiensi pada hari raya Idul Fitri. Tidak ada perundingan. Namun, pihak Belanda sudah menyiapkan untuk menangkapnya. “Kesalahan Dipanagara adalah mengandalkan kebaikan hati orang Jawa.”

Perang itu memang telah menimbulkan penderitaan dan keletihan luar biasa di kedua pihak. Sebanyak dua juta penduduk Jawa menderita akibat perang, seperempat seluruh luas pertanian rusak berat, dan sekitar 200 ribu orang Jawa menjadi korban. Sementara itu di pihak Belanda menelan kegetiran: sejumlah 7.000 orang Indonesia yang merupakan serdadu pembantu tewas bersama 8.000 serdadu Belanda.

Belakangan perang itu juga telah membangkrutkan kas pemerintah kolonial sehingga untuk memulihkannya perlu penerapan Cultuurstelsel (sejarawan Indonesia menyebutnya dengan tanam paksa) di Jawa pada 1830-1870. Namun, di daerah kerajaan Tanah Jawa tidak terjamah tanam paksa. “Belanda tidak melakukan tanam paksa di daerah Vorstenlanden,” ujar Djamhari. “Belanda sudah kapok.”

Demikianlah akhir Perang Jawa. Setelah peristiwa penjebakan di Karesidenan Magelang, Dipanagara dan pengikutnya dibawa ke Fort Ontmoeting di Ungaran. Kemudian, mereka berlayar lewat pelabuhan Semarang menuju Sunda Kelapa, Batavia. Setelah menjadi tahanan Balai Kota Batavia, lalu menuju pengasingannya di Fort Amsterdam di Manado. Pada 1834 dia dipindahkan ke Kastil Rotterdam di Makassar.

Perang itu juga telah melahirkan tatanan baru. Peter Carey dalam bukunya menjelaskan, bahwa Perang Jawa mengakhiri sistem ketika hubungan Batavia dan kerajaan-kerajaan di Jawa masih bersifat diplomatik, menuju ke tatanan baru masa kolonial kala kerajaan-kerajaan itu tunduk pada kekuasaan Eropa.

Lalu, apakah Dipanagara ini seorang pemberontak atau pahlawan? “Dia adalah pahlawan” ungkap Djamhari, “karena pada dasarnya melawan Belanda.” Sang Pangeran telah wafat 158 tahun lalu dalam derita kamar penjara sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas Perang Jawa.

Namun, sebuah surat yang ditemukan dalam arsip H.M. de Kock telah mengutip pernyataan panglima Perang Jawa itu. Kutipan dalam bahasa Jawa yang patut kita renungkan itu bermakna: “Jangan menjelekkan orang baik, dan jangan membaikkan orang jahat, dan jangan aniaya terhadap orang banyak.”
(Mahandis Y. Thamrin/NGI)


http://nationalgeographic.co.id/beri...ra-perang-jawa
kenapa cuma sedikit ulasannya gan ...? gak dibahas sekalian persenjataan yg digunakan beserta taktik perangnya ...
Ada jendral wanita yaitu nyi ageng serang, tak banyak yang mengulas jagoan ini
situs gua selarong bantul saksi bisu kekuatan laskar jawa waktu itu
wah si mbah memang luar biasa, jadi penasaran gimana taktiknya mbah dipo, ngadepin taktik line infantry ala eropa waktu itu emoticon-Bingung (S)

buat TS bisa diperjelas taktik apa yang digunakan mbah dipo waktu itu ? emoticon-Bingung (S)
ane +1 dh d trit yg mnurut ane bkal mengundang sara
Leluhur ane 3 org (bapak dan kedua putra'a) adalah laskar Diponegoro dri daerah Bagelen Purworejo yg bernama R.T Tjokroyudho Bedug, R.M Djoyosugriwo dan R.Ngabei Bagus Bendu. Mrk bertiga wafat di penggal oleh Belanda. Konon leluhur ane menguasai keilmuan rawa rontek jd utk membunuh'a hrs di pisahkan kepala dgn badan'a. Hingga saat ini makam dari badan leluhur ane ini msh ada di desa Hargorojo,Bagelen Kab Purworejo dan ane msh rutin ziarah ksna. Klo mnrt cerita bokap n alm nenek ane,kepala leluhur2 ane itu di makamkan di Imogiri
Quote:Original Posted By cocema
Ada jendral wanita yaitu nyi ageng serang, tak banyak yang mengulas jagoan ini


kalo mau bahas itu, sesepuh dari forsup suruh masuk sini sebentar, suruh cerita keadaan nya seperti apa waktu nyi ageng serang masih berjuang,

sebenarnya hal - hal klenik atau mistis yang mencakup ranah goib dan militer itu nyaris tidak terpisahkan dalam masa perang jaman dulu bahkan sampai saat ini, aji - ajian, pusaka, jimat, ilmu - ilmu sejenis kanuragan, dll. mungkin masih sangat melekat samapai saat ini, mungkin saat ini yang sedang jadi primadona nya itu cincin, yang ada di dompet, pusaka-pusaka, banyak alasan serta kebudayaan yang bersinggungan dengan agama (maaf sebelumnya), tapi apa lah arti hidup tanpa mencintai sebuah karya seni, itu salah satu alasan yang paling sering diucapken.

perang jawa tak ubahnya perang dengan aji-aji, kejawen dan ilmu-ilmu di luar nalar, mungkin pada waktu itu masih kental pengaruh Budaya animisme dsb masih mengalir didarah2 pejuang,, dulu paling seneng ketika temen cerita tentang tetangganya ayahnya yang sedang dinas di pulau alor bisa terbang, beliau orang dari NTT. kakeknya beliau hidup sampai umur diatas 100 thn di karenakan masih ada yang menempel didalam badan kakeknya.
Quote:Original Posted By cocema
Ada jendral wanita yaitu nyi ageng serang, tak banyak yang mengulas jagoan ini


Konon Nyi Ageng Serang itu selain Senopati beliau jg sbg seorang juru runding yg handal jg
Quote:Original Posted By virtualboy17
wah si mbah memang luar biasa, jadi penasaran gimana taktiknya mbah dipo, ngadepin taktik line infantry ala eropa waktu itu emoticon-Bingung (S)

buat TS bisa diperjelas taktik apa yang digunakan mbah dipo waktu itu ? emoticon-Bingung (S)


Pake taktik gerilya. Kan jaman segitu Pulau Jawa hutannya masih rimbun. Jadi ada banyak vegetasi yg bisa dipake buat bersembunyi

Makanya begitu Belanda menerapkan taktik mendirikan banyak benteng di wilayah kekuasaannya (benteng stelsel), pasukannya Diponegoro mulai terpojok karena bergeraknya gak lagi leluasa
Quote:Original Posted By 412hiukencana


kalo mau bahas itu, sesepuh dari forsup suruh masuk sini sebentar, suruh cerita keadaan nya seperti apa waktu nyi ageng serang masih berjuang,

sebenarnya hal - hal klenik atau mistis yang mencakup ranah goib dan militer itu nyaris tidak terpisahkan dalam masa perang jaman dulu bahkan sampai saat ini, aji - ajian, pusaka, jimat, ilmu - ilmu sejenis kanuragan, dll. mungkin masih sangat melekat samapai saat ini, mungkin saat ini yang sedang jadi primadona nya itu cincin, yang ada di dompet, pusaka-pusaka, banyak alasan serta kebudayaan yang bersinggungan dengan agama (maaf sebelumnya), tapi apa lah arti hidup tanpa mencintai sebuah karya seni, itu salah satu alasan yang paling sering diucapken.

perang jawa tak ubahnya perang dengan aji-aji, kejawen dan ilmu-ilmu di luar nalar, mungkin pada waktu itu masih kental pengaruh Budaya animisme dsb masih mengalir didarah2 pejuang,, dulu paling seneng ketika temen cerita tentang tetangganya ayahnya yang sedang dinas di pulau alor bisa terbang, beliau orang dari NTT. kakeknya beliau hidup sampai umur diatas 100 thn di karenakan masih ada yang menempel didalam badan kakeknya.

jgn kan dulu. Wkt pas Ops Mil Aceh kmrn aja tetangga ane yg kebetulan org Makassar aja perang bw badik pusaka keluarga'a. Bokap'a tmn ane pas di Timtim dlu kalungan batu segede telor puyuh. Biar gak mempan klo di tembak kt'a. Smp skrg tuh bokap'a tmn ane bangga bgt ksh lyt foto ketika beliau tempur di Timtim (dgn tuh kalung tentu'a)

jauh sebelum perang jawa juga ada perang besar yg dipimpin oleh Raden Mas Said alias Sambernyawa...melawan pasukan gabungan dari Yogyakarta, Surakarta dan Kompeni
pada jaman dahulu, bahasa apa ya yang di pakai untuk berinteraksi dengan bangsa dari luar negri ? misal " dari kerajaan sriwijaya melakukan perundingan dengan kerajaan monoglia," kira2 pada waktu itu bahasa apa ya yang di pakai untuk dialog ? apakah ada translator ?
penasaran,
kalo jaman dulu kalo kita sebagai tentara kan emang dibekali "pegangan"
kalo jaman sekarang, tentara kita udah gak "dibekali"?
Quote:Original Posted By Bhatav
penasaran,
kalo jaman dulu kalo kita sebagai tentara kan emang dibekali "pegangan"
kalo jaman sekarang, tentara kita udah gak "dibekali"?



Spoiler for ini bekalnya:

emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool
Quote:Original Posted By 412hiukencana



Spoiler for ini bekalnya:

emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool


inimah ransum abah... emoticon-Bingung (S)

Quote:Original Posted By Bhatav


inimah ransum abah... emoticon-Bingung (S)



emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 kalo lagi jenuh, ente main di forsup, ketemu dah tuh ID formil disana lagi pada ngopi sampil gigitin kulit ;pisang. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By 412hiukencana



Spoiler for ini bekalnya:

emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool


ini belinya dimana ya ??? info dong...
Quote:Original Posted By 412hiukencana



Spoiler for ini bekalnya:

emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool


woaa, menunya masakan enak semua itu emoticon-Matabelo
×