alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5252692040cb17db11000000/diskusi-backbone-flanker-backbone-buat-tni-au
(Diskusi-Backbone) Apa yg baik buat TNI AU?
Title Sudah diedit di atas, sebelumnya dari
(Diskusi-Backbone) Flanker, Backbone buat TNI AU
Demi kenyamanan dan kebebasan bersama, Saya hilangkan kata Flanker supaya semua bisa kasih kebebasan berpendapat termasuk buat yg kontra Flanker (mungkin mau nyales dagangannya) emoticon-Kiss (S)

Diskusi awal
Quote:Hai formilers, TS ingin berbagi mengenai Flanker dan perannya dlm pembangunan TNI AU menjadi kuat dan disegani.
Berangkat dr diskusi pada thread:
- Skuadron heavy fighter ke-2 sebaiknya pakai apa
- Panglima TNI tertarik Su-35
Dan bbrp cons mengenai: "no more sukhois"

TS mengajak formiler ber-diskusi berangkat dr 1 pertanyaan:
Pantaskah Flanker menjadi backbone TNI AU?
Bicara Backbone spy mempersempit pemahaman utk mencegah diskusi yg bertele2, adalah suatu unit pemukul yg menjadi andalan disaat konflik. Jadi bedakan workhorse dgn backbone, meski akhirnya armada workhorse bisa juga menjadi backbone vice versa. Dan dlm hal ini Backbone sbg andalan tentu dr segi jumlah lbh besar dibanding armada lainnya. Heavy fighter lbh banyak? Yep, armada ini bakal lbh byk dibanding workhorse falcon sekalipun atau minimal sama jumlahnya.

Dalam diskusi ini silahkan ajukan pendapat setuju/tidak disertai argumen pendukung yg bisa meliputi antara lain:
-taktis dan konsep penggelaran
-operasional pesawat
-spek n kemampuan pesawat
-faktor politis
-hubungan dgn konsep/strategi pertahanan trimatra TNI secara menyeluruh
-isu2 teknis
-faktor lain spt kemandirian, produsen, ekonomi, dsb

Silakan kasih pendapat agan2 emoticon-Angkat Beer


atas komplen bbrp Formilers ane tambahin Batasan Diskusi,
Kita bahas soal Backbone, dalam artian
Backbone =
- Jumlahnya paling banyak krn saat perang bakal sangat diandalkan
- Maju duluan waktu perang
- Boleh juga berperan menjadi workhorse, boleh juga tidak, tergantung doktrin n keperluan AU-nya dan silakan dijelaskan
- Boleh Heavy/Medium/light type fighter, tolong nanti dijelaskan juga

Workhorse =
- Tugas utama melakukan CAP(Combat air patrol) atau peace time patrol alias tukang Ronda
- Umumnya dibutuhkan jam terbang tinggi dan efisiensi baik krn paling byk aktifitas disaat damai
- type fighter juga bebas, tergantung keperluan dan kantong AU negara masing2


Kalo masih bingung soal Backbone vs Workhorse versi TS disini silakan liat page ini, klo msh mau komplen ttg pengertian silakan jelaskan ke TS dankasih masukan.
Kalo menurut anda Diskusi ini ga valid, silakan tinggalkan trit ini dan jgn nyalahin TS, silakan lapor k momod buat digembok aja nih Trit emoticon-Cape d... (S):
Platform Flanker Russia yang jelas populasinya lebih banyak dibanding heavy atau medium fighter mereka yang lainnya, bahkan variannya dibuat lebih banyak lagi emoticon-Malu (S)

Indonesia mengandalkan Flanker adalah pilihan yang tepat emoticon-Cendol (S)
bensine larang emoticon-Hammer
sesuai yg di bold.. pantas..
jawabannya sangat pantasemoticon-Malu (S)
ga pantas emoticon-Cool

Cintailah ploduk-ploduk indonesa


pakailah pesawat Esemka Tulungagung emoticon-Recommended Seller
Amat... Amat... Amat....
S e t u j a ...
pantas aja asal Su 35 BM dan ada lisensi untuk produksi lokal beserta maintenis di indonesia
mahal ey... work horse harus yg efisien dari segi operational costnya
mending efsixteen emoticon-Hammer
Quote:Original Posted By kimi mabok
mahal ey... work horse harus yg efisien dari segi operational costnya
mending efsixteen emoticon-Hammer


Backbone, bukan Work horse om emoticon-Malu (S)

Armada pemukul utama, yang paling diandalkan untuk misi pertempuran dan ujung tombak serangan
Quote:Original Posted By kimi mabok
mahal ey... work horse harus yg efisien dari segi operational costnya
mending efsixteen emoticon-Hammer


mbah, back bone mbah, bukan kuda binal... emoticon-Malu
Backbone = "senjata pamungkas". Vote for sukhoi
Quote:Original Posted By cherrybombers


mbah, back bone mbah, bukan kuda binal... emoticon-Malu


backbone itu harus yang mampu melakukan berbagai misi dan efisien, untuk itu sebaiknya kita membeli RAFALE sebagai backbones kekuatn TNI-AU sehingga meringankan tugas flanker sebagai penggebuk utama emoticon-Recommended Seller
Quote:Original Posted By kimi mabok
mahal ey... work horse harus yg efisien dari segi operational costnya
mending efsixteen emoticon-Hammer

Quote:Original Posted By madokafc


Backbone, bukan Work horse om emoticon-Malu (S)

Armada pemukul utama, yang paling diandalkan untuk misi pertempuran dan ujung tombak serangan

Quote:Original Posted By cherrybombers


mbah, back bone mbah, bukan kuda binal... emoticon-Malu

memang maksud TS Backbone bukan Workhorseemoticon-Malu (S)
Quote:
Bicara Backbone spy mempersempit pemahaman utk mencegah diskusi yg bertele2, adalah suatu unit pemukul yg menjadi andalan disaat konflik. Jadi bedakan workhorse dgn backbone, meski akhirnya armada workhorse bisa juga menjadi backbone vice versa. Dan dlm hal ini Backbone sbg andalan tentu dr segi jumlah lbh besar dibanding armada lainnya. Heavy fighter lbh banyak? Yep, armada ini bakal lbh byk dibanding workhorse falcon sekalipun atau minimal sama jumlahnya.

Dalam diskusi ini silahkan ajukan pendapat setuju/tidak disertai argumen pendukung yg bisa meliputi antara lain:
-taktis dan konsep penggelaran
-operasional pesawat
-spek n kemampuan pesawat
-faktor politis
-hubungan dgn konsep/strategi pertahanan trimatra TNI secara menyeluruh
-isu2 teknis
-faktor lain spt kemandirian, produsen, ekonomi, dsb

Quote:Original Posted By kimi mabok


backbone itu harus yang mampu melakukan berbagai misi dan efisien, untuk itu sebaiknya kita membeli RAFALE sebagai backbones kekuatn TNI-AU sehingga meringankan tugas flanker sebagai penggebuk utama emoticon-Recommended Seller

kalo ini lihat dulu harga dan tawaran ote2emoticon-Kiss
Quote:Original Posted By kimi mabok


backbone itu harus yang mampu melakukan berbagai misi dan efisien, untuk itu sebaiknya kita membeli RAFALE sebagai backbones kekuatn TNI-AU sehingga meringankan tugas flanker sebagai penggebuk utama emoticon-Recommended Seller


dan postingan diatas diberi judul : "The Power Of Salesmanship".... emoticon-Big Grin
Fungsi backbone lebih banyak kemiripan dengan workhorse lho. Di AU Amerika mereka rencananya F-35 yang jadi backbone, bukan F-22. Di kebanyakan AL backbone itu destroyer dan frigat, bukan cruiser atau kapal induk. Saya rasa Flanker lebih cocok sebagai pemukul (striker) dan bukan backbone, tapi seperti kata anda, kalau memang mau ya bisa sih dijadikan backbone.

Definisi Flanker juga harus dikerucutkan dulu, karena Flanker banyak versinya. Biar mudah, anggap saja sama seperti trit diskusi sku ke-2 heavy fighter sebelumnya, pilihan Flankernya cuma Su-30 MK2 atau Su-30 MKI atau Su-35 S.

Pengetahuan saya kalau soal Flanker minim, tapi kalau dilihat dari kata backbone, saya jadi terpikiran bahwa kalau mau jadi backbone harus bisa link dengan radar darat kita yang merek Thales dan radar kapal kita. Kalau bisa, juga link dengan sebuah pesawat AEW&C (yang memang saat ini belum ada). Secara teori Flanker bisa melakukan ini jika beberapa komponennya diganti, tapi kalau versi standar Su-35 S dan Su-30 MK2 nggak bisa. Su-30 MKI dan MKM mungkin bisa, tapi saya tidak tahu pasti.

Flanker itu biaya operasionalnya tinggi. Kalau memang mau jadi backbone, ini harus ditekan. Service center lengkap di Indonesia, manufaktur sucad di Indonesia.

Ada beberapa hal lain, tapi untuk sekarang cukup lah. Mau lihat dulu salesnya Rosoboronexport di sini penjabarannya gimana, sebab saya sendiri masih kurang tahu kalau soal Flanker.
Quote:Original Posted By tonnyc
Fungsi backbone lebih banyak kemiripan dengan workhorse lho. Di AU Amerika mereka rencananya F-35 yang jadi backbone, bukan F-22. Di kebanyakan AL backbone itu destroyer dan frigat, bukan cruiser atau kapal induk. Saya rasa Flanker lebih cocok sebagai pemukul (striker) dan bukan backbone, tapi seperti kata anda, kalau memang mau ya bisa sih dijadikan backbone.

Definisi Flanker juga harus dikerucutkan dulu, karena Flanker banyak versinya. Biar mudah, anggap saja sama seperti trit diskusi sku ke-2 heavy fighter sebelumnya, pilihan Flankernya cuma Su-30 MK2 atau Su-30 MKI atau Su-35 S.

Pengetahuan saya kalau soal Flanker minim, tapi kalau dilihat dari kata backbone, saya jadi terpikiran bahwa kalau mau jadi backbone harus bisa link dengan radar darat kita yang merek Thales dan radar kapal kita. Kalau bisa, juga link dengan sebuah pesawat AEW&C (yang memang saat ini belum ada). Secara teori Flanker bisa melakukan ini jika beberapa komponennya diganti, tapi kalau versi standar Su-35 S dan Su-30 MK2 nggak bisa. Su-30 MKI dan MKM mungkin bisa, tapi saya tidak tahu pasti.

Flanker itu biaya operasionalnya tinggi. Kalau memang mau jadi backbone, ini harus ditekan. Service center lengkap di Indonesia, manufaktur sucad di Indonesia.

Ada beberapa hal lain, tapi untuk sekarang cukup lah. Mau lihat dulu salesnya Rosoboronexport di sini penjabarannya gimana, sebab saya sendiri masih kurang tahu kalau soal Flanker.


makanya gw berat karena readiness flanker konon gak sebagus pesawat tempur ringan/medium... say, umur lyulka AL-31F yg relatif rendah (kecuali kita ganti ke AL-31FM yah)....
kalo backbones kan harus ready
trus, get real, soal fuel n lagi lagi maintenance....
Ini yg selalu menjadi kendala emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By kimi mabok


makanya gw berat karena readiness flanker konon gak sebagus pesawat tempur ringan/medium... say, umur lyulka AL-31F yg relatif rendah (kecuali kita ganti ke AL-31FM yah)....
kalo backbones kan harus ready
trus, get real, soal fuel n lagi lagi maintenance....


Quote:Original Posted By kimi mabok
trus, get real, soal fuel n lagi lagi maintenance....


ujung-ujungnya tetep.............anggaran cekak emoticon-Ngakak

TS Nambahin

Krn so far pada bilang pantas tanpa embel2 argumen.

Berarti boleh dong,
- berani ngambil komitmen untuk alokasi anggaran sekitar 32-48 unit Flankers mungkin habis sekitar 2,5-3,6b USD. Ini pasti bakal mempengaruhi project lain buat AU meski pembayaran boleh multi-years
- ambil lisensi Flanker dibangun scara nasional (180 units may be?) Meniru India dan Cina
- titik berat di heavy fighter sehingga workhorse utk keperluan sehari2 lbh sedikit.
- System integration akan menitikberatkan operasional Flanker sbg prioritas. Entah itu hrs system Russia atopun mau dipimp up jadi spt Su-30 MKI
- Harus menentukan varian mana yg mau diternak, kemungkinan sih Su-30 MK2 yg plg potensial ato mau ke MKI yg sptnya lbh mahal

Konsekuensi,
- melepaskan program KFX? Memfokuskan PT DI untuk bisa support pembangunan armada flanker baik assembly maupun sucad
- melupakan pswt barat lain yg bersifat workhorse. Mentok2 ambil hibah US buat workhorse, toh ga perlu byk2. So say good bye to rafale, gripen, thyphoon, jitenbi, etc emoticon-Big Grin
- siap2 dimarahi sama AS cs, dan fasilitas2nya dicabut emoticon-Big Grin
- siap2 punya mental India yg tahan diporotin Russia. Dipastikan ketergantungan ke Russia akan sangat tinggi mulai dari sucad hingga armaments, unless kita bisa spt PRC yg lihai n ulet emoticon-Big Grin