alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52519692a3cb170425000005/review-saksi-kunci-by-metta-dharmasaputra
[REVIEW] Saksi Kunci by Metta Dharmasaputra


[REVIEW] Saksi Kunci by Metta Dharmasaputra


REVIEW:
Buku Saksi Kunci merpakan karya tulis wartawan majalah berita mingguan Tempo Metta Dharmasaputra sebagai hasil jurnalisme investigasi untuk menguak dugaan kasus manipulasi pajak yang dilakukan Asian Agri.
Berdasakan laporan Vincentius Amin Sutanto, seorang Group Financial Controller Asian Agri, yang mengaku diminta perusahaan merekayasa laporan proyek, Metta merasa terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu berdasarkan apa yang dilakukan oleh Vincent.

Persoalannya adalah, Vinent berniat membeberkan apa yang disebutnya sebagai manipulasi pajak, dimana pengakuannya ia terlibat setelah gagal membobol dana Asian Agri sebesar US$ 3,1 juta (hal. 36-38) ke rekening pribadinya. Pada awal buku ini sebenarnya sudah timbul kesangsian terhadap kredibilitas Vincent sebagai sumber informasi kasus pajak Asian Agri. Jika Metta menjadikannya sebagai narasumber utama, sejauh mana informasi yang bersumber dari Vincent dapat dijadikan pegangan baik oleh pembaca maupun Direktorat Jenderal Pajak?

Buku ini menarik karena mengajak pembaca bukan hanya memahami rangkaian peristiwa akan tetapi juga mengajak pembaca merasakan ketegangan mulai dari Singapura, Jakarta, Medan, hingga penjara Salemba dan Cipinang. Masa-masa pelarianVincent di Singapura dan ketika kembali ke Indonesia (bagian II dan III), ditambah dengan saat ketika Vincent terpikir untuk bunuh diri, istri dan anaka-anaknya diintimidasi.

Tentu saja skandal penggelapan pajak yang dikatakan merugikan Negara sampai 1,3 Triliun Rupiah adalah satu hal yang penting. Bagaimana modusnya, siapa saja pelakunya, apakah sudah menjadi praktik lazim, dan sebagainya, merupakan sederet pertanyaan yang menaik untuk didalami. Namun buku Metta ini juga menarik didiskusikan dalam konteks perkembangan kajian jurnalisme di Indonesia.

Dilema Etika

Dengan bekal tumpukan laporan dan dokumentasi, Meta sebagai jurnalis juga ditantang melakukan proses cek dan ricek. Dalam proses investigasi, Metta dihadapkan pada kerumitan hubungan narasumber utamanya yaitu Vincent yang kemudian memunculkan persoalan dilema etika. Dari penuturan Metta,kita disadarkan bahwa investigasi memerlukan biaya yang tidak murah bukan hanya secara ekonomi tapi juga biaya social dan psikologis yang harus diperhitungkan.

Pertanyaan menarik dalam proses investigasimuncul justru Toriq Hadad mencatat dalam pengantarnya (h. xxxvii) bahwa di belahan dunia mana pun aturan membolehkan jurnalis menarapkan “cara-cara khusus” dalam investigasi demi kepentingan publik. Jika seluruh proses didedikasikan hanya karena alas an demi kepentingan publik, pendefinisian tentang kepentingan public justru dapat membuat jurnalis tersesat ke dalam persoalan sejauh mana data memiliki keandalan dan memiliki keterpercayaan yang tinggi.

Jurnalis juga dihadapkan pada potensi pelanggaran etika jurnalistik, terutama dalam konteks hadirnya konflik kepentingan dan agenda terselubung di balik perolehan data atas nama “kebenaran” siapa public yang dimaksudkan disini juga menjadi pertanyaan, public yang (ada di pihak) mana? Dan kebenaran versi apa?

Alasan “kemanusiaan” sebagai dasar membantu Vincent dari jerat hokum dengan menghimpun dana dari seorang pengusaha nasional merupakan cermin sikap tujuan menghalalkan cara. Akan sangat simplisistis bila diasumsikan bahwa Tempo sebagai medium investigasi tidak menyadari bahwa pengusaha nasional tersebut tengah bersengketa dengan Sukanto tanoto dalam kasus bisnis tambang batubara. Sebagai majalah investigasi harusnya Tempo menghindari potensi konflik kepentingan (bila sejak awal sudah menyadari fakta tersebut) kecuali jika mungkin ada agenda tersembunyi dibalik pengabaian sesuatu yang jelas berpotensi menimbulkan masalah dalam liputan jurnalistik.

Dr. Puspitasari, MSi.
Pengamat Media, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia

Sumber:
Suara Pembaruan, 27 September 2013 (Pg. 29)
Dilema Etika, Sisi Lain Jurnalisme Investigasi
meluncur emoticon-Ngacir ke TKP
sip deh gan reviewnya emoticon-Cendol (S)
Ane meluncur dlu gan...
Quote:Original Posted By pagerejo
meluncur emoticon-Ngacir ke TKP


Quote:Original Posted By tokokalimalang
sip deh gan reviewnya emoticon-Cendol (S)


Quote:Original Posted By clothdistro
Ane meluncur dlu gan...



Coba deh di cek disini juga gan

http://sosbud.kompasiana.com/2013/10...ik-598672.html


Makin seru gan!


emoticon-Sundul emoticon-Sundul
ke tkp gan emoticon-Ngacir Tubrukan
×