alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5250fc20c2cb17e90b000008/5-penyebab-beberapa-agan-golput-di-pemilu
Poll: Agan memutuskan untuk nyoblos karena apa?
Partai Politiknya15% (6 votes)
Tokoh Politiknya (Politisinya)58% (23 votes)
Visi Misi dan Program yang ditawarkan28% (11 votes)
5 Penyebab Beberapa Agan Golput di Pemilu
VOTE dulu ya gan diatas...

emoticon-Maaf Agan emoticon-Maaf Aganwati


Sebelumnya bantu di-rate dulu gan, semoga trit ane bisa mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangkitkan kembali Raksasa Indonesia!

emoticon-Rate 5 Star


Data & Fakta

Data dari Pusat Studi dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSK-UGM), persentase Golput pada setiap pemilu di Indonesia sejak tahun 1974-2009

1971: 6.64 %
1977: 8.40 %
1982: 8.53 %
1987: 8.39%
1992: 9.09 %
1997: 9.42 %
1999: 10.21 %
2004: 23.34 %
2009: 39.1% (rekor terburuk)

Jangan bangga dulu gan punya rekor buruk Golput, kalau melihat data lelang KPU, biaya cetak 1 lembar surat berkisar Rp500, belum termasuk kotak, pengiriman, pemutakhiran data, dan lain-lain. Maka tahun 2009 yang angka Golputnya mencapai 50 juta orang, sama artinya sekurang-kurangnya sudah Rp25.000.000.000 uang negara tidak dimanfaatkan oleh agan-agan yang golput.

Quote:Namun ane percaya gan, pemilu 2014 angka tersebut bakal turun dibawah 10%, ane percaya agan-agan sudah cerdas dalam berpolitik dan berdemokrasi. Selain jumlah parpol menyusut, di era sosial media sekarang ini agan punya akses langsung untuk tahu kandidat agan untuk parlemen dan presiden. Pastinya tidak ada yang cocok 100% dengan hati dan pikiran agan, namun tentu skor penilaian tertinggi agan itu yang akan jadi pilihan agan.

Nah, berikut ini penyebab yang bikin sebagian agan-agan golput, sebagian merupakan pemandangan ane yang disarikan dari berbagai sumber:

1. Belum Paham Politik

Soal paham tidak paham, bukan urusan tua atau muda, tapi soal informasi. Darimana informasi bisa didapat? Ya dari sekolah, buku, dan internet. Biar pun sekarang sudah jaman modern, masih banyak yang belum sekolah, belum tahu internet, dan belom bisa baca buku. Nah lhoh, pembahasannya panjang kalo ini, bisa berantai-rantai. Tapi kesimpulannya, ya belum paham.

Seharusnya, pendidikan politik dilakukan oleh partai politik, tapi sayang, parpol sibuknya 5 tahun sekali atau menjelang pemilu doang, harusnya sepanjang 1.825 hari sejak pemilu berakhir, parpol tetap harus sosialisasi politik, cari aspirasi masyarakat, aktif bikin kegiatan politik, sosialisasi parlemen, jelasin ke masyarakat apa itu partai oposisi, apa itu partai koalisi, mencari kader-kader muda, baru, berbakat, berprestasi, dan berakhlaq baik, dan seterusnya.

Jelaskan kepada masyarakat bahwa politik itu bukan media untuk mencari uang, tapi dia adalah media untuk meraih kekuasan yang peruntukannya untuk mengatur orang banyak. Orang-orang yang jadi wakil rakyat sejatinya bukan untuk mencari uang tapi untuk melayani masyarakat dalam semua hal, meliputi hukum, ideologi, sosial, ekonomi, budaya, kewarganegaraan dan perundang-undangan.

Quote:Jadi kalo mau cari uang atau mau kaya raya gimana? Ya pergi ke pasar, berdagang, bertani, buka usaha, buka lapak, buka FJB, kerja di perusahaan bonafid, hidup hemat dan sederhana dengan pandai menabung, banyak bersedekah, jadi business owner, berinvestasi, dan lainnya. Jangan cari profit di dunia politik, jadi pekerja politik bukan tempatnya untuk jadi kaya raya. Lihat akibatnya sekarang kalau bisnis dicampur aduk dengan politik, jadinya wabah korupsi meraja lela.

Spoiler for Daftar Buronan Korupsi:


2. Korban Praktik Politik Kotor

Banyak orang yang golput akibat metode buruk politisi untuk meraih kekuasaan yaitu menghalalkan segara cara untuk mendapatkan kemenangan dalam persaingan politik. Termasuk ya politik uang. Politik uang sejatinya adalah suap-menyuap, seharusnya politisi yang menggunakan politik uang ditangkap KPK karena melakukan suap untuk meraih kekuasaan tertentu dalam penyelenggaraan negara.

Politisi-politisi kotor inilah yang bikin banyak masyarakat jadi muak terhadap partai politik, dan yang paling parah adalah alergi mendengar kata "politik". Padahal, ayo kita sama-sama cari dan buktikan, saya yakin tidak ada AD/ART partai politik yang menghalalkan korupsi. Kalau ternyata ada, koq bisa lolos KPU? Belum lagi janji-janji muluk yang bikin tambah muak. Sampai-sampai ada jokes: Beda PIL KB dengan PILKADA, PIL KB kalau lupa pasti jadi, tapi PILKADA kalau jadi pasti lupa.

Quote:Jadi siapa yang seharusnya dibenci, partainya atau politisinya?

Spoiler for Janji Politisi:


3. Terlalu Banyak Pilihan Bikin Bingung

Kalau tidak ada pilihan, itu artinya kita hidup dalam negara monarki atau kerajaan, atau kediktatoran. Padahal saudara-saudara kita dari kampus di Grogol sana sudah mengorbankan nyawanya supaya negara kita terbebas dari kediktatoran. Harusnya kalau agan-agan senang dengan kediktatoran, dulu jangan protes-protes dong waktu jaman orde baru.

Kalau pilihan cuma 2 partai, ya dilema juga, kalo 3 baru alternatiflah. Tapi kalau kelewat sampe 40 partai, memang bingung, tapi tetep harus tentukan sikap. Seleksi ajah berdasarkan kriteria yang agan cocok, baik secara subjektif maupun objektif. Tentu kalau bisa objektif lebih baik. Kalau sudah besar belum bisa menentukan pilihan, mendingan bobok pakai popok, kalau makan disuapin.

Quote:Ane percaya gan, semua partai tujuannya baik, tapi politisinya yang tidak berkarakter yang bikin rusuh dan busuk. Karena itu seleksi, seleksi, dan seleksi. Politisi yang tidak terbuka untuk dialog atau diskusi, berarti dia punya niat lain.

Spoiler for Pemimpin yang tidak memberikan pilihan:


4. Faktor Teknis KPU

Ternyata, gak semua agan jadi golput karena kehendak mereka, tapi sebagian juga karena mereka kehilangan kesempatan untuk memilih, misalnya karena terlambat datang ke TPS, gak punya ongkos pulang buat nyoblos di kampung halaman, data gak bener karena nama gak pas dengan KTP, dan masih banyak lagi. Tapi sebenarnya, yang lebih utama adalah soal niat, pastinya KPU banyak kekurangan karena ngurusin sekian ratus juta data dan manusia. Karena itu kita yang mesti pro-aktif. Kalau emang belum ke daftar, ya cepet ke RT, RW, atau kelurahan. Cepet-cepet juga lapor kalau misalnya mau nyoblos di tempat lain.

Quote:Sing penting niat nyoblos!

Spoiler for Ayo Segera Periksa:


5. Kesadaran Diri untuk Berbangsa & Bernegara

Ini hal yang terpenting gan, niat dan kehendak untuk berpartisipasi. Kalo gak ada ini, semua gugur. Dengan memilih, agan sudah memiliki kepedulian terhadap hak-hak agan dan negara Indonesia. Orang yang menghargai dirinya sendiri, tentu juga menghargai orang lain. Terlepas dari politisi yang agan pilih kemudian melakukan pelanggaran atau korupsi, tentu yang akan di-azab Tuhan nantinya adalah si politisi tersebut atas kesalahannya korupsi, bukan agan.

Spoiler for Resiko Demokrasi:


Spoiler for Nyoblos dong gan:


Referensi:
Referensi 1
Referensi 2
Referensi 3
Referensi 4

Agan-agan yang baik hati dan peduli sesama, tentunya meninggalkan komeng yang bermanfaat dan sajian istimewa untuk TS yang seharian di depan monitor sambil mikir buat bangsa dan negara...

emoticon-Blue Guy Cendol (L)

emoticon-I Love Indonesia


Biaya Pemilu2014 sebesar +/-Rp17.000.000.000.000
Spoiler for Biaya Pemilu:


Beberapa komeng dari agan-agan
Quote:
Quote:Original Posted By endri2993
golput karena memilih pemimpin itu bukan kapasitas rakyat, jangan hanya menyalahkan pemimpin jika ia bertingkah salah, salahkan juga siapa yg memilih dia, wong ia jadi pemimpin karna suara rakyat. ini soal tanggung jawab atas pilihan anda, ini beban masalah jutaan jiwa yg harus di tanggung , anda lah yg menentukan nya. kelak seorang lelaki pun akan dimintai pertanggungjawaban nya atas istri dan anaknya. apalagi ini seorang pemimpin


Quote:Original Posted By elefana
keren nih TS tritnya bisa membuka mata bagi yg suka mengatakan golput itu adalah dosa, cemen, gak bertanggung jawab..paparan TS emang masup akal emoticon-2 Jempol dan layak untuk HT
Pemilu itu sendiri kan berarti kita memlih pemimpin, presiden, dpr..nah golput sendiri adalah memilih juga..yaitu memilih untuk tidak memilih
selama calon presiden, dpr, dprd masih bawaan partai n maen money politic ane bakal golput terus..persetan apa kata orang emoticon-Mad..lebih baik calon independen yg emang berduit n mau susah buat rakyat emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By mitra02
ingat loh anggota DPR dan DPRD itu selain dilihat dari unggulan tertinggi juga ada batas minimum surat suara yg sah yg harus dikumpulkan

andai beramai2 golput maka tidak ada ada anggota dpr dan dprd yg terpilih ( walaupun tetap saja ada yg memilih tetapi jika jumlah suara dukungan kurang tetap gugur )

golput adalah keputusan yg terbaik, selama anggota DPR dan DPRD berasal dari partai, maka tidak ada gunanya, semua selalu menjadi mesin pencari duit partai


Quote:Original Posted By sitoy.51704
emoticon-Pawemoticon-Pawemoticon-Paw
ane ga bakal golput kalo benar calonnya adalah benar


posted by sitoy.51704 emoticon-I Love Kaskus (S)


Quote:Original Posted By Kim.Jae.Jun
calon nya aja nggak ada yang bener gan.kebanyakan artis. mendingan golput dari pada milih pemimpin yang dzalim.. ntar kalo ane mati, ane juga yang di tanya kenapa milih pemimpin nggak bener. ah ribet gan.lihat aja ntar. kalo calon nya ada yg meyakinkan baru ane turun.


Quote:Original Posted By maulanabiel
ane belum milih si gan emoticon-Malu (S) tapi menurut ane money politik udah jadi ritual wajib gan emoticon-Hammer2 ama orang tua ane duitnya dikasih masjid soalnya gamau nrima duit itu


Quote:Original Posted By Rosseau
.

Caleg udah mental korup dari awal karena saat mereka mencalonkan diri, mereka kudu sedia duit didepan. Kalo udah tahu aturan mainnya kayak gini, siapapun yang mencalonkan diri di pemilu legislatif pasti akan korupsi untuk balikin modal dia yang diinvestasikan diawal. So ngapain nyoblos orang-orang kayak gini. Itu sama saja memberikan jalan mereka mengkorupsi negara ini lewat suara ane, dan agan-agan.

[URL="http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=287056:caleg-harus-siapkan-miliaran-rupiah&catid=17emoticon-Stick Out Tongueolitik&Itemid=30"]sumber[/URL]


Ada caleg dari partai tertentu yang mengeluarkan biaya untuk jadi caleg hingga mencapai Rp30 Miliar.

Nah, jadi anggota DPR gajinya sekitar Rp50 juta per bulan.

Mari kita hitung:

Pendapatan Wajar Anggota DPR selama 5 tahu menjabat:
Rp50.000.000,- x 12 Bulan = Rp600.000.000 (gaji selama 1 tahun)
Rp600.000.000 x 5 tahun = Rp3.000.000.000 (pendapatan selama 5 tahun)
katakanlah plus tunjangan lain-lain kita tambah Rp3.000.000.000

Jadi total Rp6.000.000.000

Modal jadi caleg + kampanye = (katakanlah) Rp10.000.000.000
Pendapatan total Rp6.000.000.000

(Pendapatan-Modal) =
Untung/rugi Rp6.000.000.000-Rp10.000.000.000 = - Rp4.000.000.000

kalau jadi ajah minus, nah gimana kalo gak jadi?

Kira-kira gimana ngumpulin duit buat nutupin minusnya kalau gak... sodok sana sodok sini...! Nah lhoh...

Apa gak sama saja dengan judi? Gambling ngeluarin duid gede supaya dapat suara banyak, padahal belum tentu keluar duit banyak, suara juga bakal banyak milih dia...

Seleksi, seleksi, seleksi...
Cari, cari, cari...
Temukan pekerja politik profesional, dia gak pakai yang namanya money politic, dia gak masang spanduk, gak masang baliho, gak bikin sticker, gak pake artis-artisan, gak pake dangdut-dangdutan...

Dia cuma bawa diri, bawa keyakinan, bawa program kerja, ditawarkan langsung ke konstituen (masyarakat). Kalau masyarakat suka silakan pilih dia, kalau tidak suka ya silakan cari politisi yang lain... selesai.

Gak pake maksa, gak pake acara ngasih duit!

emoticon-Shakehand2



Cuma sekedar mengingatkan gan... Golput atau Golhit...
Ya dibantu lah dengan:

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

Ane siap menerima emoticon-Blue Guy Cendol (L) dan menolak emoticon-Blue Guy Bata (L)
emoticon-Maaf Aganwati
Pertamax Cyiiin emoticon-Cool
3. Terlalu Banyak Pilihan Bikin Bingung


Lebih tepatnya bingung mana yang jujur / bersih / adil dll emoticon-Big Grin
golput karena memilih pemimpin itu bukan kapasitas rakyat, jangan hanya menyalahkan pemimpin jika ia bertingkah salah, salahkan juga siapa yg memilih dia, wong ia jadi pemimpin karna suara rakyat. ini soal tanggung jawab atas pilihan anda, ini beban masalah jutaan jiwa yg harus di tanggung , anda lah yg menentukan nya. kelak seorang lelaki pun akan dimintai pertanggungjawaban nya atas istri dan anaknya. apalagi ini seorang pemimpin
ogah ah gan..
nyoblos ga nyoblos sama aja..
korupsi makin transparan
nah ini ane termasuk emoticon-Ngakak
Salah satu penyebabnya karena sdh tdk percaya dg parpol gan
klo ane masalah nyoblos cm 1 yg ada di benak ane:

Quote:SIAPAPUN YG KEPILIH, ORANG JUALAN BAKSO TETEP AJA JUALAN BAKSO, ORANG TERLANTAR TETEP AJA TERLANTAR, JADI PILIH/NGGA, SAMA AJA
janji doang gan... mungkin tuh faktor utamanya
Ternyata begitu ya gan penyebabnya
klo ane ga ada yg worth dr si calon
ingat loh anggota DPR dan DPRD itu selain dilihat dari unggulan tertinggi juga ada batas minimum surat suara yg sah yg harus dikumpulkan

andai beramai2 golput maka tidak ada ada anggota dpr dan dprd yg terpilih ( walaupun tetap saja ada yg memilih tetapi jika jumlah suara dukungan kurang tetap gugur )

golput adalah keputusan yg terbaik, selama anggota DPR dan DPRD berasal dari partai, maka tidak ada gunanya, semua selalu menjadi mesin pencari duit partai
ane gak knal sama yang dipilih gan...gak sreg... emoticon-Ngakak
golput juga pilihan gan. ane memilih golput sejak dulu. karena ane mikir yg mau dipilih kok belum jelas kinerjanya bagaimana udah berani aja nyalonin diri tidak tau diri. apalagi yg namanya pilkada daerah emoticon-Cape d... ini lebih parah, kebanyakan yg nyalon adalah orang2 yg punya banyak kasus. yang begini nih banyak terjadi dimana setelah naik menjadi kepala daerah trus kasusnya diangkat keranah hukum oleh lawan2 politiknya yang ngga terima kekalahan.

intinya politik demokrasi itu KEJAM karena hanya mementingkan diri pribadi dan golongan.

ane muslim yang ane faham bahwa sistem pemilu demokrasi itu ngga membedakan antara yang baik dan yang jahat (orang yg punya masalah kasus hukum), masing-masing mereka berhak untuk memilih dan dipilih, dan tidak ada perbedaan pada jenis ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : 'Yang paling aku khawatirkan menimpa umatku adalah seorang munafik yang pintar bicara.' (HR. Ahmad dan Ibnu Adi)

hadist diatas adalah kenyataan jaman sekarang dimana hampir semuanya yg ikutan nyalonkan diri di pemilihan demokrasi adalah orang2 seperti di hadist itu.
emoticon-Pawemoticon-Pawemoticon-Paw
ane ga bakal golput kalo benar calonnya adalah benar


posted by sitoy.51704 emoticon-I Love Kaskus (S)
Quote:Original Posted By Renan
3. Terlalu Banyak Pilihan Bikin Bingung


Lebih tepatnya bingung mana yang jujur / bersih / adil dll emoticon-Big Grin


Di Amerika, kandidat presiden yang jujur adalah sebuah nilai tambah, contoh: Obama jujur kalau dia dulu pernah nyimeng, dia gak nutup-nutupin, dan gak bikin pencitraan yang alay (kayak di negeri kita)

Bersih, sebuah nilai tambah lagi, track record dia jelas semua. Ijazah asli, ada temen-temen yang bisa ditanyai, pemikiran politiknya pernah atau sudah tertuang dalam tulisan, baik buku, blog, dan lainnya.

Walikota Bandung yang sekarang mewajibkan semua kepala dinas punya akun twitter pribadi, selain masyarakat supaya bisa sampaikan aspirasi dan keluhan langsung, juga supaya orang tahu apa yang ada di otaknya.

Kalau adil atau tidak adil, ini soal kinerja dia di organisasi apa saja, yang paling mudah, tanya sama istrinya/suaminya, apakah di keluarga dia jadi pasangan yang adil bagi pasangannya, sudahkah dia menjadi ayah yang adil bagi anak-anaknya?

Quote:Original Posted By endri2993
golput karena memilih pemimpin itu bukan kapasitas rakyat, jangan hanya menyalahkan pemimpin jika ia bertingkah salah, salahkan juga siapa yg memilih dia, wong ia jadi pemimpin karna suara rakyat. ini soal tanggung jawab atas pilihan anda, ini beban masalah jutaan jiwa yg harus di tanggung , anda lah yg menentukan nya. kelak seorang lelaki pun akan dimintai pertanggungjawaban nya atas istri dan anaknya. apalagi ini seorang pemimpin


Berat banget ini, kebanyakan orang yang berilmu, mereka enggan untuk jadi pemimpin komunitas, baik itu desa, apalagi negara. Mereka tahu banget kalau di hari perhitungan nanti, siapa-siapa yang berada dibawah tanggungjawabnya sebagai pemimpin akan ditanyai satu per satu. (Nah lhoh, bisa ngehambat masuk surga)

Quote:Original Posted By bunkq
ogah ah gan..
nyoblos ga nyoblos sama aja..
korupsi makin transparan


Kalau korupsi transparan, namanya nge-rampok gan. Mudah-mudahan KPK dapet pahalanya 2x lipat, karena lawannya rampok yang pake otak dan kerah putih. Sudah jelas-jelas terdakwa bisa banding pula.

Quote:Original Posted By trapdack
nah ini ane termasuk emoticon-Ngakak


Harusnya KPU sensus dulu sebelum pemilu digelar, siapa yang mau golput mending bilang dari awal, jadi KPU nyetak surat suara sesuai sama jumlah orang yang mau milih saja, bisa hemat sekurang-kurangnya Rp25-50 Miliar kan lumayan gan... bisa dialokasikan buat bikin pabrik cendol.

emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:Original Posted By LEXUS.1
Salah satu penyebabnya karena sdh tdk percaya dg parpol gan


Ane percaya semua parpol baik gan, AD/ART mereka gak ada yang menghalalkan korupsi, kader-kadernya ini yang bikin runyam. Kadang tukang becak bisa jadi anggota parlemen, yang banyak malah preman, pekerja politik profesionalnya malah ngaskus doang...

emoticon-I Love Kaskus (S)
ane takut salah gan,,,
dan alhamdulillah selama ini ane gak pernah nyoblos,,,emoticon-Ngakak
ane masuk golongan golput gan,karena selain di keluarga ane gak ada yg nyaleg ( apelagi nyapres ), ane juga udah MUAK ENEG GEDEG EMPET ame kelakuan2 mahluk2 yg mengatasnamakan kepentingan rakyat.
abis kalo liat di berita,kalo gak korupsi,molor,jalan2,nonton pelem kuda2an,dll dah.

ane aje kalo sering molor di jewer sama emak ane,nah die2 pade sape yg mau jewer,mentang2 punya kuasa.coba kalo yang ngejewer yang maha kuasa?baru nyahoo....
Klo kategori 1 2 3 dan 5 ane nolak masuk itu,
Mungkin yg 4 gan, faktor posisi, tempat
ane tutup aja pejwan yah
×