alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524fe8a041cb170a19000001/kisah-seorang-guru-yang-menjadi-sarjana-di-usia-50-tahun
Kisah Seorang Guru yang Menjadi Sarjana di Usia 50 Tahun
Belajar memang tidak mengenal usia. Dalam agama ane, setiap orang diperintahkan belajar dari dia bayi sampai mati. Mungkin itu yang mendasari seorang guru yang bernama Achjar Chalil untuk terus melanjutkan pendidikan S1 walaupun umur sudah mencapai 50 tahun. Mungkin menurut agan-agan, itu bukan hal yang istimewa, karena sekarang ini banyak sekali guru yang melanjutkan studinya di usia yang sudah lanjut. Ini disebabkan karena saat ini guru memang dituntut untuk setidaknya memiliki ijazah S1 (mohon koreksi kalau salah). Dan ijazah ini juga berguna untuk sertifikasi guru yang berhubungan dengan status golongan kepegawaian.
Tetapi, kalau itu terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, mungkin itu masih merupakan hal yang baru. Apalagi mengingat umur Achjar Chalil sudah lima puluh tahun lebih. Ditambah lagi di tengah himpitan ekonomi di mana beliau harus menghidupi enam orang anak. Benar, enam orang anak dengan gaji seorang guru yang tidak seberapa dibandingkan dengan pengeluaran yang sangat besar. Bayangkan saja, seorang guru dengan gaji sekitar 4 juta, harus menghidupi enam orang anak, yang dua sudah kuliah, yang satu SMA, satu SMP, satu SD, dan satu lagi TK.
Terus, bagaimana Achjar Chalil bisa menghidupi keluarganya dengan gaji segitu?
Mungkin ini yang dikatakan pepatah Arab, manjadda wa jada. Achjar Chalil selalu diberikan kemudahan untuk menghidupi anak istrinya. Walaupun rumahnya kecil dengan luas 60 meter persegi, tetapi Achjar Chalil mempunyai jaringan yang besar. Sebut saja, mantan menteri kesehatan Farid Anfasa Moeloek, mantan Menteri Koperasi Adi Sasono, dan banyak lagi orang-orang “besar” menjadi kenalan beliau. Tidak lain tidak bukan adalah kemampuan beliau dalam merumuskan sebuah system baru baik itu untuk kepentingan pendidikan atau yang lainnya. Dari sinilah beliau mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarganya. Bahkan, beliau dipercaya untuk merumuskan system pendidikan INS Kayu Tanam yang ada di Sumatra Barat. Pendidikan sesuai dengan bakat dan minat adalah system pendidikan yang didengungkan oleh beliau jauh sebelum kurikulum 2013 ada.
Sosok yang Jujur
Bila mau, mungkin beliau tidak perlu tinggal di rumah kecil tipe 21, tetapi bisa tinggal di rumah mewah dengan mobil mentereng. Tetapi, bagi beliau itu bukanlah hal yang harus dibanggakan jika didapat dengan cara salah. Peluang beliau sangat besar ketika menjadi asistem Adi Sasono saat itu. Tetapi, itu tidak beliau lakukan. Bahkan ketika diminta menjadi pemimpin suatu lembaga, beliau memilih untuk tetap mengajar karena tidak mau dengan adanya “korupsi berjamaah” yang sangat dekat dengan posisinya sebagai pemimpin. Beliau takut akan gelap mata ketika memimpin lembaga tersebut nantinya.
Sosok yang Membimbing
Sangat tepat jika beliau menjadi guru karena beliau adalah sosok yang suka membimbing orang lain. Bukan hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Sudah banyak orang yang berhasil atas bimbingannya. Mulai dari seorang penjual kacamata keliling yang sekarang sudah mempunyai toko optic dengan beberapa cabang, seorang anak yang beliau rawat dan sekarang sudah “jadi orang”, dan hamper setiap orang yang datang kepada beliau selalu diberi wejangan untuk kemajuan orang tersebut. Itu semua karena beliau ingin orang-orang maju.
Sering Dikhianati
Ibarat sumur yang tidak pernah mengeluh ketika airnya diambil, mungkin begitulah sosok beliau. Beliau tidak pernah mengeluh saat orang-orang yang dulu didorongnya untuk maju, melupakan jasa beliau. Jangankan untuk main, ketika beliau sakit pun tidak pernah menjenguk. Bukan hanya satu, tetapi banyak sekali orang yang seperti itu terhadap beliau.Tetapi, itu tidak menjadi pikiran buat beliau. Yang penting beliau sudah menjalankan tugasnya untuk membantu orang. Soal balasan, biar Allah yang membalasnya.
Sekarang sosok itu sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Hanya spiritnyalah yang ada di hati orang-orang yang pernah mengenal beliau.

Yang bisa kita ambil hikmah adalah ketekunan beliau untuk terus belajar. Jadi, yang masih belum sarjana, ayo maju terus dan jangan menyerah untuk menuntut ilmu. Termasuk ane sendiri yang DO. emoticon-Cape d... (S)
amankan dulu ya gan emoticon-Mewek
woh jdi sarjananya diumur 50thn ya
entar jadi profesor di usia brapa tuhemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


klik
keren gan
ttp smngt
bikin malu ane yang sampai sekarang belum sarjana. emoticon-Frown
ya lumayan lah buat bacaan siang siang
nah gini nih,, nuntut ilmu sampai akher hayat emoticon-Big Grinemoticon-thumbsup




Kisah Seorang Guru yang Menjadi Sarjana di Usia 50 TahunKisah Seorang Guru yang Menjadi Sarjana di Usia 50 TahunKisah Seorang Guru yang Menjadi Sarjana di Usia 50 Tahun
haiii, add me gan
betul2x inspirasi
inspiratif bngt gan, emoticon-Smilie
btw udah ane emoticon-Rate 5 Star