alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524f46da38cb17f14a00000a/kepada-saksi-di-sidang-mk-akil-mochtar-ngomong-gini-akil-saya-sumpahin-masuk-neraka
Kesel 
Kepada Saksi Di Sidang MK Akil Mochtar Ngomong Gini: "Saya Sumpahin Masuk Neraka!"
Quote:Kepada Saksi Di Sidang MK Akil Mochtar Ngomong Gini: Akil: Saya Sumpahin Masuk Neraka
Quote:Kepada Saksi Di Sidang MK Akil Mochtar Ngomong Gini: Akil: Saya Sumpahin Masuk Neraka
Quote:Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya di Komplek Widya Chandra III, nomor 7, Jakarta Selatan. Pria kelahiran Putussibau, 18 Oktober 1960, itu diduga menerima suap terkait dua perkara sengketa Pilkada yang ditanganinya, yakni Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Pilkada Lebak, Banten.

Pada perkara sengketa Pilkada Lebak, MK telah memutuskan dan memerintahkan pemilihan ulang dan membatalkan kemenangan pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi. KPU Daerah pun harus melakukan pemungutan suara ulang di seluruh Kabupaten Lebak.

Perjalanan kasus ini berawal saat Pilkada Kabupaten Lebak digelar pada 31 Agustus 2013. Ketika itu, Pilkada diikuti oleh tiga pasangan yakni, Amir Hamzah-Kasmin (Incumbent yang didukung partai Golkar), Pepep Faisaludin-Aang Rasidi (calon Perseorangan) dan Iti Oktavia-Ade Sumardi (didukung Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindra, PPP dan PKS).

Pilkada itu akhirnya dimenangkan Iti Oktavia-Ade Sumardi. Calon incumbent Amir Hamzah-Kasmin mengugat hasil Pilkada itu ke MK. Gugatan Amir ke MK bernomor perkara Nomor 111/ Phpu.D-XI/2013 akhirnya disetujui MK.

Namun, kini, diketahui Akil Mochtar yang menjadi Hakim Ketua perkara tersebut diduga menerima uang dari pengacara Amir, Susi Tur Andayani dan juga pengusaha Tubagus Chaeri Wardhana.

Tak ada yang menyangka Akil terlibat suap dalam perkara tersebut. Pasalnya, Akil selalu tampil memukau dalam setiap sidang. Bahkan, ada yang menarik dalam satu sidang gugatan perkara sengketa Pilkada Kabupaten Lebak. Akil sempat menakut-nakuti saksi. “Ancaman” tersebut, terungkap saat sidang dengan agenda pembuktian pada 24 September 2013.

Seperti dikutip dari Risalah Sidang Mahkamah Konstitusi, ketika itu, Akil menakut-nakuti saksi, bahwa bila saksi berbohong maka akan masuk ke dalam neraka. Saat itu, pemohon (kubu Amir) mengajukan tujuh orang saksi ke MK, yakni Muhamad Hamjah, Amir, Ade Harry Jumhana, Encup Suprani, Undi Sudri, Nuryakman, dan Endang Lukman Hakim.

Akil Mochtar pun langsung memanggil ketujuh saksi itu . “Saya panggil dulu. Yang namanya dipanggil, supaya ke depan, diambil sumpah terlebih dulu. Muhamad Hamjah ada? Ya. Amir, Ade Harry Jumhana, H. Encup Suprani, Undi Sudri, Nuryakman, Endang Lukman Hakim. Hadir semua, ya?,” katanya.

Namun, kuasa hukum termohon menginterupsi kata-kata Akil, dan menanyakan keabsahan saksi, karena saksi Ade Harry Jumhana merupakan pemantau Pemilu.

“Mohon izin, Yang Mulia. Sebelum disumpah, Pak. Saksi dari Pemohon, Yang Mulia, nomor 3 ini adalah pemantau, Yang Mulia. Di mana di peraturan KPU itu harus independen dan ternyata ini diajukan oleh pemohon, Yang Mulia,” kata Saleh, Kuasa Hukum termohon memprotes kehadiran saksi Ade.

Untuk diketahui dalam kasus ini, termohon adalah Ketua KPU Lebak Agus Sutisna dan Anggota KPU Lebak Widasari. Sedangkan pemohon adalah calon incumbent Amir Hamzah-Kasmin.

Menanggapi protes itu, Akil tak menggubris dan membolehkan Ade tetap bersaksi. “Silakan saja, dia kan bersaksi di bawah sumpah. Kalau enggak benar, ya dipenjara, kita sumpah di sini, kan di bawah sumpah. Harus netral jadi pemantau, apalagi dia saksi, masuk neraka jahanam kalau enggak netral. Salah satu jalan yang mengantar kita menuju neraka itu kan bersaksi kalau bohong. Betul itu, Pak Ustaz. Yang pakai songkok- songkok ini kan ustaz semua, tahu itu,” katanya.

Usai disumpah, Akil kembali menasehati saksi agar bersaksi dengan benar.

“Silakan duduk ke tempat duduknya masing-masing tadi. Saudara-Saudara sudah bersumpah, saksi itu menerangkan yang sebenarnya. Jangan sampai Masuk neraka. Sebelum masuk neraka, di penjarakan dulu di dunia ini. Karena sumpah palsu," tegasnya.

Kata Akil, Hakim itu tugasnya hanya mengingatkan.
Spoiler for OcehanAkil:
ujar Akil.

Quote:Sumber: http://news.okezone.com/

Kesel 

Quote:Menunggu Anas Gantung Diri Dan Akil Potong Jari
Quote:[img]http://cdn.klimg.com/merdeka.com/resized/670x670/i/w/news/2013/10/03/258193/996x498/menunggu-anas-gantung-diri-dan-akil-potong-jari.jpg[/img]
Quote:Dua nama tokoh ini telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat jadi tersangka kasus korupsi proyek Hambalang, sementara Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) jadi tersangka dua kasus dugaan suap sengketa pilkada, yakni Pilkada Kabupaten Gunung Mas dan Pilkada Kabupaten Lebak.

Uniknya, sebelum ditetapkan menjadi tersangka, dua tokoh ini dikenal keras terhadap isu-isu korupsi. Anas misalnya, pernah jadi bintang iklan kampanye menolak korupsi waktu masih menjadi politisi Demokrat. Bahkan ketika menjabat sebagai ketua umum Demokrat, dia sempat meminta digantung di pucuk monas bila terlibat kasus Hambalang.

"Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," kata Anas di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2012. Hal itu dia katakan ketika namanya disebut-sebut oleh Muhammad Nazaruddin, terlibat dalam korupsi Hambalang.

Sebelas bulan kemudian, setelah Anas minta digantung bila terbukti terlibat dalam skandal kasus korupsi itu, Februari 2013 lalu KPK akhirnya menetapkan politisi asal Madiun, Jawa Timur, itu sebagai tersangka korupsi pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Namun buru-buru menepati janji, Anas malah sewot ketika ditagih janjinya. Ketika ditanya soal pernyataan yang pernah diucapkannya, yakni siap digantung di Monas jika terbukti terlibat korupsi Hambalang. Anas hanya bisa menjawab: "Silakan tulis apa saja, terserah. Sekarang saya balik tanya, Anda berharap itu ya? Ya itu jawaban saya,"

Lain Anas, lain Akil. Bila Anas minta digantung di Monas, usulan Akil juga tak kalah ekstrem. Dia pernah melontarkan ide potong jari tangan untuk pelaku korupsi. Selain itu, ia juga mengusulkan untuk memiskinkan koruptor. Tujuannya tak lain agar menimbulkan efek jera.

Waktu itu Akil masih menjabat sebagai juru bicara MK. Mengomentari ramainya kasus korupsi yang ditangani KPK, dia sempat melontarkan ide dan gagasan soal cara menghukum koruptor. "Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup," ujarnya, pada 12 Maret 2012.

Menurut Akil, hukuman potong jari tangan sangat pantas. Sebab, jika hanya memiskinkan saja, negara tidak pernah benar-benar tahu kapan koruptor akan mengulangi perbuatannya. "Pemiskinan koruptor itu kalau hartanya didapat dari negara. Lebih baik dipermalukan dengan mencacatkan salah satu bagian tubuhnya."

Ternyata di luar dugaan, kini Akil justru yang terjerat kasus korupsi. Kamis (3/10) sore kemarin, dia ditetapkan sebagai tersangka dua kasus suap sengketa pilkada sekaligus. Akil tertangkap tangan sedang transaksi di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/10) malam.

Jadi bagaimana sekarang, apakah anda mau menunggu Anas gantung diri dan Akil Mochtar potong jari?

Sumber: http://www.merdeka.com/
MK rusak
trus yang terima suap,, masuk neraka apa yang mulia..??


emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By ic2ng
trus yang terima suap,, masuk neraka apa yang mulia..??


emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)


Mulia di neraka Gan emoticon-Big Grin

malah nyumpahin sih ? emoticon-Bingung
ahh males ngebahas dia, gak penting ! ane liat komen komennya aja dah emoticon-Big Grin
Akil akil ,, idiot tuh orng

Kesel 
Menunggu Anas Gantung Diri Dan Akil Potong Jari

Quote:Menunggu Anas Gantung Diri Dan Akil Potong Jari
Quote:[img]http://cdn.klimg.com/merdeka.com/resized/670x670/i/w/news/2013/10/03/258193/996x498/menunggu-anas-gantung-diri-dan-akil-potong-jari.jpg[/img]
Quote:Dua nama tokoh ini telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat jadi tersangka kasus korupsi proyek Hambalang, sementara Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) jadi tersangka dua kasus dugaan suap sengketa pilkada, yakni Pilkada Kabupaten Gunung Mas dan Pilkada Kabupaten Lebak.

Uniknya, sebelum ditetapkan menjadi tersangka, dua tokoh ini dikenal keras terhadap isu-isu korupsi. Anas misalnya, pernah jadi bintang iklan kampanye menolak korupsi waktu masih menjadi politisi Demokrat. Bahkan ketika menjabat sebagai ketua umum Demokrat, dia sempat meminta digantung di pucuk monas bila terlibat kasus Hambalang.

"Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," kata Anas di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2012. Hal itu dia katakan ketika namanya disebut-sebut oleh Muhammad Nazaruddin, terlibat dalam korupsi Hambalang.

Sebelas bulan kemudian, setelah Anas minta digantung bila terbukti terlibat dalam skandal kasus korupsi itu, Februari 2013 lalu KPK akhirnya menetapkan politisi asal Madiun, Jawa Timur, itu sebagai tersangka korupsi pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Namun buru-buru menepati janji, Anas malah sewot ketika ditagih janjinya. Ketika ditanya soal pernyataan yang pernah diucapkannya, yakni siap digantung di Monas jika terbukti terlibat korupsi Hambalang. Anas hanya bisa menjawab: "Silakan tulis apa saja, terserah. Sekarang saya balik tanya, Anda berharap itu ya? Ya itu jawaban saya,"

Lain Anas, lain Akil. Bila Anas minta digantung di Monas, usulan Akil juga tak kalah ekstrem. Dia pernah melontarkan ide potong jari tangan untuk pelaku korupsi. Selain itu, ia juga mengusulkan untuk memiskinkan koruptor. Tujuannya tak lain agar menimbulkan efek jera.

Waktu itu Akil masih menjabat sebagai juru bicara MK. Mengomentari ramainya kasus korupsi yang ditangani KPK, dia sempat melontarkan ide dan gagasan soal cara menghukum koruptor. "Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup," ujarnya, pada 12 Maret 2012.

Menurut Akil, hukuman potong jari tangan sangat pantas. Sebab, jika hanya memiskinkan saja, negara tidak pernah benar-benar tahu kapan koruptor akan mengulangi perbuatannya. "Pemiskinan koruptor itu kalau hartanya didapat dari negara. Lebih baik dipermalukan dengan mencacatkan salah satu bagian tubuhnya."

Ternyata di luar dugaan, kini Akil justru yang terjerat kasus korupsi. Kamis (3/10) sore kemarin, dia ditetapkan sebagai tersangka dua kasus suap sengketa pilkada sekaligus. Akil tertangkap tangan sedang transaksi di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/10) malam.

Jadi bagaimana sekarang, apakah anda mau menunggu Anas gantung diri dan Akil Mochtar potong jari?

Sumber: http://www.merdeka.com/
Akil gobloknya kebangetan ya.
emoticon-Cape deeehh
Hadehhhh, bobrok sudah emoticon-Turut Berduka
udah ketahuan ga mau ngaku lagi emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
bener2 dah nih orangemoticon-Cape d... (S) prbuatannya ga sama apa yang dia omongin
hidup akil yang penting kaya lah
Susah bener cari wakil rakyat yang bener-bener jujur emoticon-Cape d...
gedek ane liat mukanya gan emoticon-Ngakak
bener-bener muka beton ini emoticon-Hammer2




Supported by :
emoticon-Bolaemoticon-Bola
XBoom™ Jersey
Selamat datang di neraka jahanam pak akil
kalo hakim yang tidak adil/berlaku curang itu kira2 masuknya neraka apa yang mulia?emoticon-Bingung





Si Beseck : belajar adil