alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524ab6a319cb17dd7e000007/hati-hati-ada-quottukang-tikamquot-di-kantor-anda
Hati-hati, Ada "Tukang Tikam" di Kantor Anda
Selasa, 1 Oktober 2013 | 08:34 WIB
KOMPAS.com - Ada banyak tipe karakter orang di kantor, ada yang baik atau terang-terangan membenci. Yang lebih buruk kalau Anda punya teman yang ibarat serigala berbulu domba, di depan Anda bermanis-manis tapi di belakang justru menikam. Teman seperti ini dikenal sebagai frenemies.

"Anda semua pasti tahu kalau frenemies di kantor akan membuat diri mereka terlihat sangat baik di depan Anda namun memicu kompetisi tak sehat di belakang Anda. Teman yang seperti ini adalah teman paling berbahaya yang mungkin Anda miliki. Sangat menyakitkan pasti punya pertemanan seperti ini," ungkap Ellen Lubin Sherman, penulis buku The Essentials of Fabulous (Because Whatever Doesn't Work Here Anymore).

"Teman-teman" seperti ini biasanya sangat lihai untuk menyembunyikan kebusukannya. Namun Ellen mengungkapkan ada beberapa tanda yang peringatan yang menunjukkan bahwa teman Anda juga adalah musuh Anda.

1. Tak suka lihat Anda berhasil
Jika tiba-tiba Anda mendapatkan telepon yang mengatakan Anda berhasil mendapatkan proyek pekerjaan baru, secara otomatis Anda akan bercerita pada teman. Teman yang baik akan bergembira bersama Anda, namun seorang musuh dalam selimut biasanya langsung tiba-tiba mengubah topik pembicaraan saat Anda mengungkapkan keberhasilan.

2. Selalu mencari cara untuk menghambat
"Anda masih terus melanjutkan pembicaraan tentang proyek Anda, dan si frenemies biasanya langsung mencari cara lain untuk menghindari Anda. Misalnya dengan pura-pura terima telepon dari temannya dan tidak pernah melanjutkan pembicaraan dengan Anda, " jelasnya.

3. Selalu merendahkan
Karena ia tak ingin Anda selalu selangkah di depannya dalam berbagai hal, maka ia berusaha untuk menjatuhkan dan merendahkan Anda. Misalnya, saat Anda mencoba gaya rambut baru, si frenemies akan berkata "Kamu potong rambut?" Dan kemudian ia tak pernah berkomentar lagi.

4. Mengabaikan kebutuhan Anda
Seorang teman baik seharusnya tahu apa kebutuhan utama dan juga mengenali diri Anda dengan baik. Misalnya dari sisi makanan. "Suatu saat Anda diundang ke rumahnya untuk makan malam. Dan dia tahu kalau Anda adalah seorang vegetarian. Tetapi sekalipun tahu, ia justru tak menyajikan sayuran apapun dalam menunya. Sebaliknya saat makan malam, ia justru memberitahu Anda kalau dia punya teman baik yang menjadi vegetarian dan kini kulitnya sudah berubah warna menjadi abu-abu.

5. Selalu mengritik
Tak salah memang kalau seorang teman mengritik kesalahan Anda. Namun jika dia selalu mengritik segala hal termasuk hal kecil yang terdengar tak perlu dikritik dan direndahkan, maka ini buktinya dia sirik pada Anda.

Ketika berulang tahun, Anda mengatakan padanya bahwa Anda mulai merasa tua. Mendengar ini, seorang frenemies akan memandang Anda penuh simpati sambil berkata "Kau tahu? Kau memang sudah terlihat tua."

6.Tidak sensitif
Saat Anda sedang sibuk bukannya malah membantu Anda menyelesaikan pekerjaan, ia justru malah mengganggu. Atau parahnya, ia justru mengulang-ulang omongan yang sama tentang kisah sukses orang lain yang tak ada hubungannya dengan Anda. Mungkin pelajaran baiknya, Anda bisa mencontoh kiat sukses mereka, tapi sayangnya ini bukan waktu yang tepat!

7. Suka berbohong
Saat Anda sedang membutuhkan pekerjaan, Anda pun memintanya membantu mencarikan pekerjaan. Nah suatu saat, ia meninggalkan pesan di mailbox ponsel Anda yang isinya Anda harus menghubunginya dengan cepat karena ia punya kabar baik tentang pekerjaan.

Tetapi Anda mencoba untuk menghubunginya, lagi, lagi, lagi dan lagi, tapi tak pernah dijawabnya. Dua minggu kemudian, ia menghubungi Anda dan sama sekali tak membahas masalah tersebut dan bahkan pura-pura lupa.

8.Melipatgandakan keraguan
Seorang sahabat baik seharusnya bisa membantu menghilangkan keraguan dan memberi solusi. Misalnya, saat Anda memiliki masalah dengan pasangan yang harus pindah kerja keluar kota. Alih-alih menyemangati untuk meningkatkan kepercayaan, ia justru malah melipatgandakan keraguan Anda. Mungkin saja ia malah justru merespon,"Aku punya teman yang punya hubungan jarak jauh dengan pacarnya, dan ternyata dalam waktu setahun, pacarnya malah selingkuh."

Sumber: Forbes

http://female.kompas.com/read/2013/1...campaign=Kknwp

semoga kita bisa menjadi rekan kerja yang saling mendukung di tempat kerja kita
Makanya jadi bos lah gan emoticon-Ngakak (S)