alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524440e4becb17794200000b/kemenkum-ham-proses-berkas-pembebasan-bersyarat-corby
Kemenkum HAM Proses Berkas Pembebasan Bersyarat Corby
Kemenkum HAM Proses Berkas Pembebasan Bersyarat Corby

Skalanews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsuddin, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang memproses berkas pembebasan bersyarat terpidana kasus narkotika Schapelle Leigh Corby.

Namun, jelasnya kelengkapan berkas tersebut masih di proses di Bali dan belum sampai ke pusat. Di mana berkas pembebasan tersebut baru masuk ke Kantor Wilayah (Kanwil) Hukum dan HAM Bali sejak Selasa (24/9) lalu.

"Masih proses kelengkapan berkas jaminan, tinggal lengkapi jaminan. Biasa ini untuk pembebasan bersyarat," kata Amir saat dihubungi di Jakarta, Kamis (26/9).

Dokumen pembebasan bersyarat yang ditandatangani Kalapas Kerobokan I Gusti Ngurah Wiratna tersebut terdiri surat pernyataan tidak akan melanggar hukum yang ditandatangani Corby, surat jaminan dari Kedutaan Australia dan surat jaminan dari keluarga.

Selain itu, pihak Lapas Kerobokan juga memberikan rekomendasi persetujuan atas usulan pembebasan bersyarat kepada Corby. Selain itu ada juga surat dari Imigrasi yang menyatakan Corby dibebaskan dari izin tinggal dan surat dari NCB-Interpol yang menyatakan Corby tidak terlibat dalam jaringan kejahatan internasional.

Menurut Amir, proses kelengkapan jaminan tersebut akan melalui proses verifikasi baik secara substantif dan administratif yang dilakukan oleh sembilan orang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali.

Hasil proses verifikasi TPP tersebut akan menjadi rekomendasi kelayakan permohonan bebas bersyarat untuk ditindaklanjuti Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali. Proses verifikasi administrasi terhadap berkas pembebasan bersyarat Corby memakan waktu sekitar 14 hari sejak berkas tersebut diterima.

"Jika sudah dinyatakan lengkap oleh Kakanwil baru kemudian Tim tersebut menyerahkan ke pusat (Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM) untuk kemudian disidang kembali. Pada akhirnya keputusan pembebasan bersyarat untuk Corby berada di tangan Menteri Hukum dan HAM," katanya menjelaskan.

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Negeri Denpasar pada 2005 lalu memvonis hukuman seumur hidup Corby. Perempuan asal Gold Coast, Queensland, Australia ini diputus bersalah membawa mariyuana seberat 4,2 kg dalam tasnya di Bandara Ngurah Rai, Bali pada 2004.

Tak puas vonis itu, Corby mengajukan banding yang berhasil menurunkan hukumannya menjadi 19 tahun penjara. Namun di tingkat kasasi, Corby kembali divonis 20 tahun penjara.

Putusan tersebut dikuatkan dengan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang menolak dan tetap memberlakukan putusan kasasi yang memvonis Corby, dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda Rp100 juta, dengan subsider 6 bulan penjara.

Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Mei 2012 lalu memberikan grasi berupa pemotongan lima tahun masa tahanan.(Deddi Bayu/bus)