alexa-tracking

[Alasan: Sibuk] Provokator Demo Lurah Susan Ketahuan, Jokowi Tugaskan Inspektorat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52443058becb17107e000005/alasan-sibuk-provokator-demo-lurah-susan-ketahuan-jokowi-tugaskan-inspektorat
Cool 
[Alasan: Sibuk] Provokator Demo Lurah Susan Ketahuan, Jokowi Tugaskan Inspektorat
Kamis, 26 September 2013 | 11:00 WIB
Provokator Demo Lurah Susan Ketahuan


TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor telah mengantongi nama-nama provokator penolakan terhadap Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine.

"Itu pastilah ada provokatornya, enggak mungkin enggak. Nama-namanya sudah kami kantongi," ujar Syamsudin singkat ketika dihubungi Tempo.

Syamsudin mengaku tak bisa menyebutkan nama-nama provokator tersebut. Namun, ia berkata, provokator itu sudah sering tampil dalam setiap demo penolakan Susan.

Meski sudah mengantongi nama-nama tersebut, Syamsudin mengatakan, tak ada tindakan khusus kepada para provokator itu. Ia berkata, pihaknya masih akan berupaya mengajak mereka berdialog.

"Sebenarnya kemarin mereka (para provokator) kami undang untuk dialog, tapi tak datang. Sibuk katanya," ujar Syamsudin, yang enggan menilai penolakan itu sebagai iktikad buruk. (Baca: Lurah Susan: Beri Saya Kesempatan 6 Bulan)

Syamsudin menambahkan, provokator ini benar-benar warga Lenteng Agung. Jadi, kata dia, tidak benar kalau provokator berasal dari luar daerah.

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Susan-Ketahuan


Jokowi Tugaskan Inspektorat Investigasi Penolakan Lurah Lenteng Agung‏
Created on Thursday, 26 September 2013 12:04


Jakarta, GATRAnews - Sejumlah warga Lenteng Agung kembali menggelar unjuk rasa menolak keberadaan Lurah Susan Jasmine Zulkifli. Pendemo kali ini menggunakan pakaian serba putih dan membawa keranda mayat dan bendera kuning simbol berduka cita. Di tempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menugaskan Inspektorat melakukan kajian dan investigasi masalah Lurah Susan. Ia menilai penolakan lurah berbeda keyakinan dengan mayoritas warganya tersebut ditunggangi motif tertentu.

"Saya melihat ada sisi yang lain, yang saya juga belum tahu. Itu nanti inspektorat mau laporkan ke saya," terang dia di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (25/9). Joko Widodo juga menghimbau warga tidak meributkan latar belakang agama Lurah Susan Jasmine. Ia juga mempersilahkan warga jika ingin berunjuk rasa asalkan dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis. Politisi PDI Perjuangan yang akrab disama Jokowi ini menegaskan penempatan pejabat bukan atas unsur suka atau tidak, melainkan prestasi.

Oleh karenanya, tidak akan mengganti lurah maupun camat sampai enam bulan pasca pelantikan. Pemerintah DKI Jakarta menegaskan tidak akan memutasi Susan Jasmine dari jabatannya saat ini. Terlebih, Susan baru menjabat sebagai Lurah Lenteng Agung tak lebih dari dua bulan pasca lelang jabatan. "Ya tidak apa-apa, tidak ada pindah-pindah. Saya juga tidak melihat, hal-hal yang tidak baik, itu urusan camat atau walikota. Saya urusannya dengan prestasi," terang mantan Walikota Surakarta tersebut.

http://www.gatra.com/nusantara-1/jaw...%E2%80%8F.html

Bisa demo di saat jam kerja seperti pengngguran, ketika dipanggil malah alasan sibuk. Gejala pengecut terdeteksi. emoticon-Big Grin
Sudah ada 6 nama provokator: emoticon-Big Grin
1. Mochamad Rusli
2. Nasri Nasrullah
3. Husni Thamrin
4. KH. Sholihin Ilyas
5. Haji Ruslan
6. H Nawi

Dari demo bulan lalu. emoticon-Big Grin

Rabu, 28 Agustus 2013 | 15:54 WIB
Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini


TEMPO.CO, Jakarta - Aksi penolakan Lurah Lenteng Agung ternyata sudah digagas sejak lama. Ketika Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli dilantik Juli 2013 lalu, sejumlah warga mulai resah. Warga yang tak mau dipimpin seorang non-muslim berembuk membahas bagaimana caranya mengganti pimpinan kelurahan itu.

"Kami pikirkan cara bagaimana memprotes kebijakan ini," ujar juru bicara Forum Warga Lenteng Agung, Mochamad Rusli, kepada Tempo, Rabu, 28 Agustus 2013. Maka, dibentuklah forum untuk menyampaikan keberatan mereka ke pihak Balai Kota DKI Jakarta. (Baca: Pengakuan Warga Lenteng Agung Soal Lurah Susan)

Sasaran protes warga ketika itu langsung merujuk ke pusat. Usai diterapkannya kebijakan lelang jabatan, wewenang penempatan lurah ada di Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melalui Badan Kepegawaian Daerah. Lurah Susan, yang lolos seleksi, mau tak mau ditempatkan di Lenteng Agung. "Lurah Susan korban lelang jabatan, maka kami (semula) tak protes ke dia," ujar Rusli.

Setelah dibentuk forum, warga mulai mengggalang dukungan. Rusli mengklaim ada lebih dari seratus majelis taklim di Lenteng Agung yang sudah sepakat menolak pemimpin non-muslim. Forum Warga Lenteng Agung sendiri diketuai tokoh lokal bernama Nasri Nasrullah. "Kami juga berhasil mengumpulkan 1.500 kartu tanda penduduk (KTP) dan 2.300 tanda-tangan. Semua meminta agar lurah Susan dipindah ke tempat lain," ujar Rusli.

Proses penggalangan dukungan berlangsung selama satu bulan. Senin, 26 Agustus 2013 lalu, berkas permohonan warga penolak Lurah Susan dikirim ke pihak Balai Kota.

Permintaan itu langsung ditolak Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan pemerintah tak akan merotasi lurah Susan.

Rusli mengklaim itulah awal aksi unjuk rasa mereka, Rabu, 28 Agustus 2013. Warga yang tak terima permintaannya mengganti lurah non-muslim ditolak akhirnya turun ke jalan.

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...-Dua-Tokoh-Ini


Rabu, 28 Agustus 2013 | 15:37 WIB
Warga Demo Lurah Susan, Takut Dikira Non-Muslim


TEMPO.CO, Jakarta - Hampir 200 pengunjuk rasa menggelar demonstrasi menolak penempatan Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, Rabu siang tadi, 28 Agustus 2013. Mereka menilai tak etis seorang lurah beragama Kristen memimpin kawasan yang mayoritas warganya muslim. Aksi unjuk rasa diadakan di halaman Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Tempo menemui salah satu warga yang berdemonstrasi dan menanyakan alasan mereka ikut turun ke jalan. "Tadi, dari rumah, saya mendengar ada yang teriak-teriak, pas keluar enggak tahunya di jalan sudah ramai orang," ujar Santi, 34 tahun, warga RW 03 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rumah Santi terletak di gang sebelah timur kantor kelurahan. Walhasil, dari semula hanya menonton, Santi kemudian ikut masuk dalam barisan pengunjuk rasa.

"Spontan aja tadi ikut ke depan pas disuruh ustad," ujarnya. Dalam aksi itu, sejumlah tokoh muslim di Lenteng Agung memang menyampaikan orasi menolak Lurah Susan.

Awalnya, demo hanya dihadiri sekitar 100 orang yang berkonsentrasi di jalan depan kantor kelurahan. Puluhan orang lain hanya mengamati dari kejauhan, yang tersebar di sisi barat dan timur Jalan Agung Raya I, Lenteng Agung.

Mendadak dari pengeras suara, terdengar teriakan keras: "Yang merasa muslim, merapat." Ajakan itu muncul dari Husni Thamrin, salah seorang orator dalam aksi tersebut. Saat itulah Santi bergabung dalam aksi.

"Kalau enggak merapat, nanti disangkanya saya bukan muslim," ujar Santi sambil tertawa bingung. Semula dia mengira keramaian itu adalah acara pengajian di kantor kelurahan. "Di tengah-tengah acara, saya baru ngeh kalau ini demo soal Bu Lurah," ujar Santi. Dia sendiri merasa tidak ada yang salah dengan kepemimpinan Lurah Susan.

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...ira-Non-Muslim


Rabu, 28/08/2013 11:36 WIB
Ibu-ibu Peserta Demo Mengaku Cuma Ikut-ikutan, Malah Puji Lurah Susan
Rini Friastuti - detikNews


Jakarta - Tak semua pendemo benar-benar menolak Susan sebagai Lurah Lenteng Agung, Jaksel. Buktinya ibu-ibu yang ikut unjuk rasa malah mengagumi Susan yang kerap blusukan dan menyapa warga.

"Saya cuma diajak-ajak. Kalau menurut saya sih Ibu Susan baik-baik saja," kata Rini warga RT 10 Lenteng Agung, Jaksel yang ditemui di depan kantor kelurahan, Rabu (28/8/2013).

Rini diajak tetangganya untuk ikut demo. Dia mengaku tak tahu kalau ternyata demonya menolak Susan sebagai lurah di Lenteng Agung.

"Ibu itu sering blusukan datang ke tempat warga. Saya pribadi nggak ada masalah," jelas Rini.

Tak hanya Rini, seorang ibu yang lain bernama Oni juga menyampaikan hal serupa. Malah bagi dia Susan itu ramah dan kerap menyapa warga.

"Ibu itu waktu puasa kemarin bagi-bagi takjilan. Terus kalau banjir juga datang menengok, bagi-bagi sembako. Waktu ada kartu Jakarta pintar juga kita diberi tahu,"
terang Oni yang warga asli Lenteng Agung. Dia ikut demo karena hanya diajak warga yang lain.

Unjuk rasa ini digelar puluhan orang yang mengatasnamakan warga Lenteng Agung. Menurut salah seorang pimpinan aksi H Nawi, aksi ini sebagai bentuk reaksi atas penempatan Susan Jasmine di Lenteng Agung. Susan dipersoalkan karena perbedaan keyakinan.

"Ini hanya aksi damai saja," jelas Nawi yang mengaku belum pernah bertemu Susan.

[url]http://news.detik..com/read/2013/08/28/113613/2342829/10/[/url]

Ditambah demo kemarin. emoticon-Big Grin

Warga Lenteng cari-cari kesalahan Lurah Susan soal bendera
Reporter : Saugy Riyandi
Rabu, 25 September 2013 11:14:31


Warga Lenteng Agung kembali berdemonstrasi penolakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menempatkan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung.

Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli dinilai tidak nasional dan menghargai para leluhur bangsa Indonesia. Alasannya, pada 17 Agustus lalu, Lurah Susan tidak memasang bendera merah putih di depan Kelurahan Lenteng Agung.

"Pada tanggal 17 Agustus, itu hari Kemerdekaan bangsa kita. Dan untuk menghormati para leluhur, kita harus memasang bendera merah putih tetapi Lurah Susan tidak memasang bendera merah putih di Kelurahan Lenteng Agung. Banyak warga dan tokoh masyarakat yang mengadu," ujar Tokoh masyarakat Lenteng Agung, KH. Sholihin Ilyas dalam aksi damai di Depan Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (25/9).

Dengan begitu, lanjut dia, Lurah Susan tidak menghormati perjuangan para leluhur bangsa Indonesia termasuk Presiden Soekarno.

"Ini sama saja lurah Susan tidak menghormati perjuangan para leluhur kita. Karena mereka telah berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia termasuk Presiden Soekarno," tegas dia.

Namun rupanya para pendemo itu tidak mendapatkan data yang valid. Sebabnya, bendera di depan kelurahan selalu berkibar setiap hari. Jangankan ada hari besar atau perayaan, hari biasa pihak kelurahan mengibarkan bendera.

"Setiap hari selalu pasang bendera merah putih. Walaupun, ada aksi ataupun tidak kami tetap pasang," kata Debby, seorang staf kelurahan Lenteng Agung.

http://www.merdeka.com/peristiwa/war...l-bendera.html

Para pendemo itu belum tahu hukum "No Pic= Hoax". emoticon-Big Grin


Rabu, 25/09/2013 10:17 WIB
Pendemo Lurah Susan: Ucapan Salam di Lenteng Agung Jadi Good Morning
Moksa Hutasoit - detikNews


Jakarta - Lurah Susan Jasmine kembali didemo sekelompok orang yang mengaku warga Lenteng Agung, Jaksel. Mereka menolak keberadaan Susan karena persoalan keyakinan. Pendemo yang berjumlah sekitar 200-an orang ini pun meminta Gubernur DKI Jokowi memindahkan Susan.

"Sekarang ucapan salam di Lenteng Agung sudah diganti," teriak pendemo Haji Ruslan yang mengaku perwakilan warga RW O2 Lenteng Agung dalam unjuk rasa di depan kantor kelurahan di Lenteng Agung, Rabu (25/9/2013).

Ruslan berapi-api berorasi. Di depan pendemo yang terdiri dari para pria berpakaian muslim dan ibu-ibu berkerudung, dia membeberkan kalau ucapan salam kini sudah diganti.

"Sekarang ucapan salam menjadi good morning, selamat pagi, bonjour," terang dia.

Ruslan menerangkan, kata-kata itu yang dipakai Susan kala bertemu warga. Dia menyampaikan kekhawatirannya soal ucapan salam itu.

"Ini bisa mengganggu akidah," terang dia.


Susan merupakan lurah yang terpilih lewat proses lelang. Susan dikenal lurah yang doyan blusukan. Dia juga rajin menyambangi warga. Entah kenapa, karena hanya soal keyakinan dia demo sejumlah warga.

[url]http://news.detik..com/read/2013/09/25/101722/2368641/10/pendemo-lurah-susan-ucapan-salam-di-lenteng-agung-jadi-good-morning?9911012[/url]

Berarti imannya labil dan gampang terguncang dong gara2 ucapan selamat pagi. emoticon-Big Grin

Meng-counter antikretongan alias tanpaJIL. emoticon-Big Grin
Quote:

Gimana gak bawa uang, kemarin ada yg ngemis2 buat yayasannya. emoticon-Big Grin
Quote:


Jangan kebanyakan coli dong. emoticon-Big Grin

Quote:

Oh really? Waktu perwakilan pendemo Lenteng Agung ditemui lurah kok gak dibalikin padahal bisa disaksikan polisi yg hadir. Kenapa uangnya gak dilempar ke lurah Susan saat itu juga? emoticon-Big Grin

Kemarin dipanggil untuk diajak berdialog kok gak muncul malah pakai alasan sibuk padahal bisa demo di jam kerja. emoticon-Big Grin
Quote:
chicken emoticon-Big Grin
Ooo.. kamu ketauan..
masih ada aja cara2 kayak gini
curiga... orang2 yang ingin merusak reputasi jokowi untuk 2014...
aneh malah pemkot yg bergerak utk dapetin poovokatornya bukan polisi.

luar biasa polisi kita emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Sungguh sangat tidak bijaksana bila para alim ulama justru menjerumuskan umatnya kepada kebathilan.....menakut2 umatnya dg dalil pemahaman ajaran beragama yg sempit demi tujuan nafsu mereka saja....

Quote:


Pernyataan yg jujur dari warga bukti bahwa sebetulnya secara ADMINISTRATIF mereka tidak bermasalah dg lurahnya....namun krn sentimen ajaran beragama yg sempit memaksa mereka utk ikut demo dg alasan TIDAK ENAK HATI KRN TAKUT DIBILANG NON MUSLIM....

Sungguh miris mendengarnya....jika ajaran yg seharusnya menjadi penyejuk jiwa justru digunakan utk mengobarkan rasa permusuhan dan kebencian....
provokator emang kudu di bumi hanguskan

tangkap tangkap tangkap
Ane dukung warga Lenteng Agung gan.
Kalo mw ajak dialog akan lebih etis bila jokowi juga mengundang lurah susan juga. Karena menurut ane akar permasalahan nya ada di Susan dan ideologinya yang tidak sejelan dengan warga Lenteng Agung.
Bagi minoritas ane harap agar maklum dan tidak ikut campur dalam urusan politik di tanah air. Ingat kalian ini cuma numpang di Indonesia..! Urusan politik dan tampuk kepemimpinan serahkan pada orang Muslim saja.
nah lho... jgn emoticon-Ngacir
Quote:


Setuju, ane rasa juga begitu. Dikorek-korek aja mungkin ada big bosnya yang nyuruh . Mungkin juga dari partai pesaing

Quote:


terkait sholihin ilyas:

http://www.pelita.or.id/baca.php?id=19766

Quote:


Siapa tahu informasinya bisa berguna buat Bu Lurah untuk bisa merangkul Haji Sholihin.
kemiskinan dan kebodohan paling gampang diprovokasi, apalagi sekarang lagi nge trend, kedustaan dibungkus label halal...emoticon-Ngakak sebaiknya ente yg minggir dari Jakarta...emoticon-Najis
Ya iyalahhhh Sumber TEMPE
Semua media menyebutnya dengan LURAH cantik
Biar hati luruhh

emoticon-Ngakak

Ane tambahin lagi ya Propokatornya siapa ?

Licik! Lurah Lenteng Agung Tebar Pesona dgn Suap Ulama & Ketua RT

Meski ditolak warga Lenteng Agung, Lurah Susan Jasmin Zulkifly belum juga mau minggat untuk pindah ke wilayah lain. Lurah Susan tetap bertahan, bahkan tak kehabisan akal untuk mencoba mencari dukungan dan menebar pesona, meski dengan caranya yang licik, yakni memberi “hadiah” kepada tokoh masyarakat, sejumlah kiai, dan seluruh Ketua RT se-kelurahan Lenteng Agung.

Sebelumnya terbetik kabar, ada bebepa kiai dan tokoh masyarakat di Lenteng Agung yang disuap oleh Lurah Lenteng Agung agar tidak lagi melakukan aksi dan mendesaknya pindah ke wilayah lain. Menanggapi hal itu, Haji Naseri Nasrullah, Ketua Tim Warga Lenteng Agung mengatakan, itu adalah upaya Lurah Susan untuk pencitraan bagi dirinya.

“Dia mencoba tebar pesona dengan mendatangi ke kediaman tokoh masyarakat dan ulama setempat secara bergiliran. Sambil membawa hadiah berupa uang, Lurah Susan memotret kami seolah kami memberi dukungan,” kata H. Naseri yang didampingi oleh KH. Solihin Ilyas (ulama Betawi), dan H. Yahya Hasibuan (Sekretaris Tim Warga LA).

Rupanya Lurah Susan sedang melakukan pendekatan kepada kiai dan tokoh masyarakat setempat.
Kejadiannya, lebaran lalu Lurah Susan mendatangi beberapa kiai Betawi di Lenteng Agung untuk
bersilaturahim. Ketika itu suasananya banyak tamu yang
hadir. Mengingat KH. Solihin Ilyas adalah kiai Betawi yang berpengaruh di Lenteng Agung.

"Namanya juga lebaran, orang mau silaturahim masa kita usir. Yang jelas, kami tidak suka diperlakukan
seperti itu, memberi hadiah tapi ad aiming-iming tertentu. Kami tetap menolak Lurah Susan yang non
Muslim sebagai Lurah Lenteng Agung,” tegas Naseri.

Ada tiga kiai yang didatengi saat lebaran pertama dan kedua secara bergiliran atau satu per satu. Saat
berkunjung, Lurah Susan memberi uang kepada sang kiai sebesar Rp. 500.000. Yang jelas, kiai tersebut tidak tahu menahu dalam rangka apa uang itu diberikan.

Konyolnya, begitu sang kiai menerima uang itu, Lurah Susan mengambil gambar (memfoto) untuk
diabadikannya. Kemudian foto itu disebarluaskan ke walikota, dengan sebuah pesan, para kiai dan tokoh
masyarakat Lenteng Agung seolah mendukungnya.

Sebelum 17 Agustus 2013, beberapa Ketua RT yang sedang pasang bendera juga diberi uang senilai Rp. 500.000. Saat serah terima, moment itu juga diabadikan dengan foto dan disampaikan ke walikota.

“Jadi bukan hanya ulama. Saat ada acara di Puncak, Ketua RT se-kelurahan LA dibagi-bagi duit dari Lurah Susan. Tercatat, ada 114 RT, 10 LMK, 10 RW , dan staf. Tujuannya, jelas mencari dukungan.“

Kabarnya, acara di Puncak itu adalah dalam rangka untuk memperbaiki keretakan sekaligus menjaga keakraban antara Lurah dan RT se-Lenteng Agung. Jadi, Ketua RT LA lebih patuh kepada Kiai atau Lurah? “Masih ada sebagaian Ketua RT yang patuh ke kiai,”kata
Naseri.

Ketika ditanya, kenapa tidak dikembalikan saja uang itu?
“Kalo ente mau anterin, ane kasih dan balikin duitnya sekarang juga,” kata KH. Solihin Ilyas.emoticon-Shakehand2
jangan-jangan provokatornya member forum-forum gajebo di FB macam di bawah ini :

https://www.facebook.com/groups/123322807758122/
https://www.facebook.com/KEREMPUGAN

Quote:

"Spontan aja tadi ikut ke depan pas disuruh ustad," ujarnya.

makjang emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:

Kalo lurah nasi bungkus nanti dicari2 mulu sama ente, gan. emoticon-Angkat Beer
dasarr goblok, kagak ngerti yang namanya PANCASILA yaaa...sekolah mesti ga lulus tuh gan emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak otak idiot semua emoticon-Ngakak (S)
Quote:

Yang demo cuma 600 orang, klaimnya ada 3.800 KTP para penolak lurah Susan, sedangkan jumlah penduduk Leteng Agung 51.408 orang. emoticon-Big Grin

Ente bilang 600 orang sudah mewakili mayoritas 50.808 orang? emoticon-Big Grin
Quote:

Agan inreallife memang hebat dalam mengumpulkan informasi. emoticon-Big Grin
Quote:

Si pecundang kloning tanpaJIL yg gak berani ke Bali, Myanmar, dan Palestina. emoticon-Big Grin
[Alasan: Sibuk] Provokator Demo Lurah Susan Ketahuan, Jokowi Tugaskan Inspektorat

Tanggal 28 September 2013 Final Miss World di Bali, FPI cs malah gak berani ke Bali padahl bilang siap mati. emoticon-Big Grin

[FPI cs Siap Perang ke Bali?] MNC: Final Miss World 2013 Tetap di Bali

Ternyata si Rizieq dan Abu Jibril adalah gerombolan pengecut, padahal kemarin tanggal 28 bilang siap mati. emoticon-Big Grin

Habib Rizieq: Tanggal 28 Kami Siap Mati untuk Allah dan Rasul-Nya

Bukannya ke Bali malah bikin acara ini di Sentul tgl 28 September 2013 pas final Miss World di Bali, gitu bilang siap mati? emoticon-Big Grin
[Alasan: Sibuk] Provokator Demo Lurah Susan Ketahuan, Jokowi Tugaskan Inspektorat
Kalau beneran siap mati, pergi ke Bali tanggal 28 dong, bukannya cari alasan gak pergi ke Bali dgn bikin acara di Sentul pas tanggal 28. emoticon-Big Grin

Makin terbukti pom2girls FPI gampang dibodohi oleh petingginya. emoticon-Big Grin