alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5244189b41cb17b76b00000b/basuki-pertanyakan-tambahan-uang-kerahiman-untuk-warga-ria-rio
Ngakak 
Basuki Pertanyakan Tambahan Uang Kerahiman untuk Warga Ria Rio
Basuki Pertanyakan Tambahan Uang Kerahiman untuk Warga Ria Rio

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI tidak mengeluarkan anggaran untuk uang ganti rugi atau uang kerahiman. Ia mempertanyakan sumber dana untuk menambah uang kerahiman bagi warga bantaran Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, agar mau direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Pinus Elok.

"Pemprov DKI itu sudah enggak ada uang kerahiman, sudah dicabut. Itu posnya dari mana?" kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Basuki memperkirakan, penambahan uang kerahiman itu berasal dari PT Pulomas Jaya sebagai pemilik dan pengelola lahan Waduk Ria Rio atau dari dana operasional Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurut Basuki, Gubernur bebas menggunakan dana operasionalnya, termasuk untuk memberikan kompensasi kepada warga relokasi.

"Pakai uang operasional boleh saja, kalau mau. Memang Pak Gubernur bisa melakukan apa saja tanpa sepengetahuan saya kok, he-he-he," ujar Basuki.

Surat keputusan gubernur tentang uang kerahiman itu adalah SK Gubernur Nomor 193 Tahun 2010 tentang pedoman penggantian uang kerahiman oleh penggarap bangunan di atas lahan negara. Melalui pencabutan SK Gubernur itu, kata Basuki, Pemprov DKI tidak lagi memberikan uang kerahiman atau kompensasi kepada warga yang menggarap lahan milik negara. Demikian pula kepada warga korban penggusuran ataupun lainnya.

"Tapi, kalau PT Pulomas Jaya mau kasih, bisa saja. Kalau APBD DKI enggak," kata Basuki.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait penambahan uang kerahiman bagi warga Waduk Ria Rio tersebut. Menurut dia, yang lebih berhak menjawab hal tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi membantah bahwa Pemprov DKI mengeluarkan dana tambahan untuk uang kerahiman tersebut.

Kendati demikian, Budi Karya membenarkan adanya penambahan uang kerahiman tersebut. Permasalahan relokasi warga Waduk Ria Rio akhirnya terselesaikan. Warga sekitar waduk itu bersedia pindah ke Rumah Susun Pinus Elok di Cakung, Jakarta Timur.

Sebanyak 208 kepala keluarga (KK) akhirnya bersedia direlokasi dengan menerima uang kerahiman lebih dari Rp 1 juta. Camat Pulogadung Teguh Hendrawan mengatakan, setelah bernegosiasi dengan warga pada Rabu kemarin, disepakati bahwa uang kerahiman untuk warga akan ditambah. Tambahan uang kerahiman itu merupakan kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Setelah warga bersedia direlokasi, pekan ini akan ada pengundian dan pemberian kunci Rusun Pinus Elok. Selain itu, dana kompensasi juga akan diberikan pada pekan ini.


Sumber


Itulah kenapa ente gak kepilih untuk periode yang kedua dibelitung dulu Hok, beda ama Jokowi di solo periode kedua kepilih 90 %...


emoticon-Kiss
Silahkan penastak dari gerindra dipersilahkan, btw udah aktif belum yah... emoticon-Ngakak
Tumben pendukung Ahok masih pada anteng aja.... emoticon-Kiss
kemana uangnya gan? emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By funrise
Basuki Pertanyakan Tambahan Uang Kerahiman untuk Warga Ria Rio

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI tidak mengeluarkan anggaran untuk uang ganti rugi atau uang kerahiman. Ia mempertanyakan sumber dana untuk menambah uang kerahiman bagi warga bantaran Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, agar mau direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Pinus Elok.

"Pemprov DKI itu sudah enggak ada uang kerahiman, sudah dicabut. Itu posnya dari mana?" kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Basuki memperkirakan, penambahan uang kerahiman itu berasal dari PT Pulomas Jaya sebagai pemilik dan pengelola lahan Waduk Ria Rio atau dari dana operasional Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurut Basuki, Gubernur bebas menggunakan dana operasionalnya, termasuk untuk memberikan kompensasi kepada warga relokasi.

"Pakai uang operasional boleh saja, kalau mau. Memang Pak Gubernur bisa melakukan apa saja tanpa sepengetahuan saya kok, he-he-he," ujar Basuki.

Surat keputusan gubernur tentang uang kerahiman itu adalah SK Gubernur Nomor 193 Tahun 2010 tentang pedoman penggantian uang kerahiman oleh penggarap bangunan di atas lahan negara. Melalui pencabutan SK Gubernur itu, kata Basuki, Pemprov DKI tidak lagi memberikan uang kerahiman atau kompensasi kepada warga yang menggarap lahan milik negara. Demikian pula kepada warga korban penggusuran ataupun lainnya.

"Tapi, kalau PT Pulomas Jaya mau kasih, bisa saja. Kalau APBD DKI enggak," kata Basuki.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait penambahan uang kerahiman bagi warga Waduk Ria Rio tersebut. Menurut dia, yang lebih berhak menjawab hal tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi membantah bahwa Pemprov DKI mengeluarkan dana tambahan untuk uang kerahiman tersebut.

Kendati demikian, Budi Karya membenarkan adanya penambahan uang kerahiman tersebut. Permasalahan relokasi warga Waduk Ria Rio akhirnya terselesaikan. Warga sekitar waduk itu bersedia pindah ke Rumah Susun Pinus Elok di Cakung, Jakarta Timur.

Sebanyak 208 kepala keluarga (KK) akhirnya bersedia direlokasi dengan menerima uang kerahiman lebih dari Rp 1 juta. Camat Pulogadung Teguh Hendrawan mengatakan, setelah bernegosiasi dengan warga pada Rabu kemarin, disepakati bahwa uang kerahiman untuk warga akan ditambah. Tambahan uang kerahiman itu merupakan kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Setelah warga bersedia direlokasi, pekan ini akan ada pengundian dan pemberian kunci Rusun Pinus Elok. Selain itu, dana kompensasi juga akan diberikan pada pekan ini.


Sumber


Itulah kenapa ente gak kepilih untuk periode yang kedua dibelitung dulu Hok, beda ama Jokowi di solo periode kedua kepilih 90 %...


emoticon-Kiss


niat manasin sih, komennya aja ngawur ... dah baca berita berita lagi emoticon-Ngakak
periode kedua dari hongkong
kok ts kaya provokator ya. ga jelas commentnya. emoticon-Ngakak
Ahok dulu emang ga mencalonkan diri lagi jadi Bupati Belitung timur periode ke 2 kok, adik nya yang dokter yg calonin diri & menang telak emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By funrise


Itulah kenapa ente gak kepilih untuk periode yang kedua dibelitung dulu Hok, beda ama Jokowi di solo periode kedua kepilih 90 %...

emoticon-Kiss


Emang ahok pernah ini full menjalani masa jabatan ?
Bukannya mundur karena ingin mencalonkan jadi gubernur babel (Bangka Belitung)

Partai PIB, Partai Golkar, dan Partai Gerindra

Ahok adalah orang politik, orang partai politik. Ahok menjalani aktivitas politiknya dengan pindah dari satu partai ke partai politik yang lain. Ahok terjun ke dunia politik pada 2004 dengan bergabung ke Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB). Melalui partai ini, ia menduduki kursi DPRD Kabupaten Belitung Timur, sebagaimana diberitakan Rakyat Merdeka Online pada Kamis, 06 September 2012, 16:20:00 WIB, Praktisi Media: Banyak yang Tidak Mendukung Ahok Bukan Karena Dia Tionghoa:

Ahok hanya tujuh bulan menjadi anggota DPRD Belitung Timur, lalu mundur untuk mengejar jabatan Bupati Belitung Timur. Tidak tuntas, hanya 16 bulan, mundur lagi untuk mengejar posisi Gubernur Bangka sampai akhirnya kalah. Lalu mencoba ke Sumatera Utara dan tidak diterima.

Setelah itu Ahok pindah partai dan menjadi anggota DPR RI dari Golkar. Tetapi selama 2,5 tahun di DPR RI tidak ada legacy Ahok sampai dia memilih meninggalkan Senayan dan mencalonkan diri dalam pilgub melalui Partai Gerindra
×