alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52440d12feca17ed79000002/duh-lima-dokter-rsud-dipecat-pemkot-tangsel
Cool 
[Duh..] Lima Dokter RSUD Dipecat Pemkot Tangsel
Banten Hits.com- Lima dokter di RSUD Kota Tangerang Selatan yang terlibat aksi memprotes kebijakan Pemkot Tangsel di RSUD Kota Tangsel, diberhentikan secara mendadak dari RSUD Kota Tangsel. Pemberhentian terhadap lima orang dokter RSUD Kota Tangsel itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang E.Mpid, Senin (23/9/2013).

Menurut Dadang, pihaknya telah memutus kontrak lima orang dokter yang bekerja di RSUD Kota Tangsel. Mereka berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS). Sedangkan, dokter berstatus PNS telah dijatuhi sanksi berupa surat peringatan atau SP 1.

“Lima orang dokter telah diputus kontraknya oleh pihak RSUD Kota Tangsel. Kalau melanggar aturan, mereka harus dipecat,” katanya.

Ke lima dokter yang diberhentikan itu menurut Dadang, karena mereka tidak menjalankan tugasnya dengan meninggalkan jadwal jaga di rumah sakit. Maka, pihaknya mengambil langkah dengan memberikan sanksi berupa pemutusan kontrak kelima dokter itu karena dinilai lalai meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya.

“Kami tidak pilih kasih, kalau ada dokter yang meninggalkan tugasnya harus diberikan sanksi tegas,” kata Dadang.

Pemecatan lima dokter itu dampak dari aksi puluhan dokter spesialis di RSUD Tangsel, Jum’at (20/9/2013) lalu. Mereka protes atas kebijakan Dinas Kesehatan dan Pemkot Tangsel sehubungan dengan penempatan Neng Ulfa sebagai Direktur RSUD Tangsel yang notabene bukan berasal dari kalangan medis. Ulfa sudah menjabat sebagai Direktur RSUD selama dua tahun.

Mereka juga menolak langkah Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang menempatkan sejumlah dokter asing dari Malaysia bekerja di RSUD Kota Tangsel.

Terkait itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dituding telah banyak melakukan pelanggaran terkait dengan pelaksanaan manajemen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel. Pelanggaran tersebut di anataranya adalah pelanggaran Permenkes Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, terkait pengangkatan direktur utama RSUD Kota Tangsel yang pendidikannya tidak berkaitan dengan kerumahsakitan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tangerang dr Jasarito, Minggu (22/9/2013). Menurut Jasarito, selain soal pengangkatan dirut, sedikitnya ada dua pelanggaran undang-undang atau Permenkes dalam soal transfer of knowledge yang dilakukan dokter asing ke tenaga medis yang ada di rumah sakit tersebut.

Jasarito berpendapat, dalam mempersilahkan dokter asing masuk ke Indonesia, hanya ada tiga pintu masuk yang boleh dilalui.

Pertama, dokter asing hanya boleh memberikan ilmunya di rumah sakit pendidikan, seperti di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Kedua, harus bekerjasama dengan organisasi keprofesian dokter resmi di Indonesia, IDI atau anak perhimpunan spesialisnya.

"Terakhir, dokter asing bisa masuk ke Indonesia bila terjadi bencana alam," terangnya.(Rus)
sumber

IDI: Banyak Pelanggaran di RSUD Tangsel

Banten Hits.com- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah banyak melakukan pelanggaran terkait dengan pelaksanaan manajemen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangsel. Pelanggaran tersebut di anataranya adalah pelanggaran Permenkes Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, terkait pengangkatan direktur utama RSUD Kota Tangsel yang pendidikannya tidak berkaitan dengan kerumahsakitan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tangerang dr Jasarito, Minggu (22/9/2013). Menurut Jasarito, selain soal pengangkatan dirut, sedikitnya ada dua pelanggaran undang-undang atau Permenkes dalam soal transfer of knowledge yang dilakukan dokter asing ke tenaga medis yang ada di rumah sakit tersebut.

Jasarito berpendapat, dalam mempersilahkan dokter asing masuk ke Indonesia, hanya ada tiga pintu masuk yang boleh dilalui.

Pertama, dokter asing hanya boleh memberikan ilmunya di rumah sakit pendidikan, seperti di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Kedua, harus bekerjasama dengan organisasi keprofesian dokter resmi di Indonesia, IDI atau anak perhimpunan spesialisnya.

"Terakhir, dokter asing bisa masuk ke Indonesia bila terjadi bencana alam," terangnya.


Seluruh aktivitas dokter asing tersebut, kata Jasarito, harus dipantau oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Selama ini, aktifitas dokter asing di RSU Kota Tangsel tak diawasi KKI apalagi melalui pintu masuk yang dipaparkan di atas. Jasarito juga menambahkan, bila pun ada alasan tim dokter rumah sakit tak bisa menangani kasus di RSU, seharusnya direktur maupun komite medik rumah sakit mengevaluasi.

Menurut Jasarito lagi, meminta bantuan kepada dokter lain di luar rumah sakit yang masih terikat pada IDI maupun perhimpunan spesialisnya, adalah langkah yang dianggap lebih baik ketimbang mendatangkan dokter asing yang tak melalui prosedur.

"Masih bisa ditangani oleh internal, bukan jauh-jauh mendatangkan dari luar negeri," pungkasnya.

Terkait dengan pengangkatan direktur RSUD Kota Tangsel yang latar belakang pendidikannya tak berhubungan dengan perumahsakitan, IDI mengaku sangat menyesalkan langkah yang tak sesuai dengan Permenkes Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

"Prinsipnya, teman-teman di sana ingin meluruskan praktek tenga medis harus sesuai undang-undang yang berlaku. Kami dari IDI mendukung apa yang dilakukan dokter RSU Kota Tangsel," tegas Jasarito.

Sebelumnya, keberadaan dokter asing yang sengaja di datangkan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) untuk berpraktek di RSU Tangsel diprotes. Dokter RSU Tangsel merasa apa yang dipraktekkan dokter asing sama dengan apa yang telah dijalankan dokter lokal yang terlah terlebih dahulu berpraktek di RSU Tangsel. (Baca juga: Dokter Asing Praktik di RSU Tangsel Disoal)

" Contohnya tim dokter yang katanya datang dari Korea Selatan, knowledge yang mereka berikan sama saja seperti yang kami praktekan selama ini. Tidak ada yang baru," kata dr Arif Kurniawan, salah seorang dokter yang Jumat (20/9/2013) melakukan unjuk rasa bersama tenaga medis RSU Tangsel lainnya.

Selain soal keberadaan dokter asing, pengangkatan Neng Ulfa yang sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan mengenai kerumahsakitan, juga diprotes para tenaga medis di RSUD Kota Tangsel.

Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengangkat Neng Ulfa sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel, dituding melanggar peraturan, dalam hal ini Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.971 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. (Baca juga: Pengangkatan Dirut RSUD Tangsel Langgar Permenkes)

Tudingan tersebut disampaikan puluhan dokter RSU Kota Tangerang yang menemui Wakil Wali Kota Tangerang Benyamin Davnie yang sedang berada di Gedung Widya Bakti Puspitek, Jumat (20/9/2013).(Rus)sumber

Halah trik lama, pekerja yang protes langsung di PHK emoticon-Mad (S)
Padahal udah jelas melanggar UU, DKK dan RSUD setempat tetep ngotot emoticon-Cape d... (S)
jangan jangan ada hub keluarga tuh..si Neng Ulfa nya
Hmmm tangsel nih, si neng ulfa titipan siapa nih emoticon-Big Grin
kuat amat sampai 5 dokter di pecat karena protes
Sekarang impor dokter juga ?? emoticon-Bingung (S)
direktur rsud itu jabatan politis.
walaupun ada peraturan harus medis dan minimal dokter umum yg S2 MKes. tpi ya tetep aja jabatan politis.. inilah Indonesia.
aneh, syarat untuk kerja di RS itu harus ambil MARS, itu ngambilnya dari dokter umum, dan merupakan persyaratan utama utk ngambil spesialis

Ini si ulfa bukan dokter, tidak punya MARS, kok bim sala bim bisa jadi dirut ?
jangan2 si atut chosiyah terlibat lagi...........
menghilangkan masalah langsung ke akar-akarnya palingan juga heboh bentar abis itu tenggalam kasus ini

kayak kasus eyang tandus emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By C4hkri5
jangan jangan ada hub keluarga tuh..si Neng Ulfa nya


titipan atut kali emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By Viria
aneh, syarat untuk kerja di RS itu harus ambil MARS, itu ngambilnya dari dokter umum, dan merupakan persyaratan utama utk ngambil spesialis

Ini si ulfa bukan dokter, tidak punya MARS, kok bim sala bim bisa jadi dirut ?
jangan2 si atut chosiyah terlibat lagi...........


Iya gan, kuat banget si Ulfa. Boikot aja, semua dokter keluar dari RSUD tangsel, biar tau rasa emoticon-Mad (S)
gini nih klo yg duitnya byk bisa apa aja yg brani protes tinggal sikat emoticon-Ngakak
apa yang gak mungkin di Tangerang aka Banten, ntu mulai dari provinsi banten sampe kota tangerang kan semua milik sau dinasti aka kerajaan..
emoticon-Ngakak
terlepas dari itu semua,

fakta yang satu ini memang sangat nyata, terlebih dari hari kamis sampai minggu, dokter (spesialis) semakin langka dari rumah sakit negeri ini...


Quote:Ke lima dokter yang diberhentikan itu menurut Dadang, karena mereka tidak menjalankan tugasnya dengan meninggalkan jadwal jaga di rumah sakit. Maka, pihaknya mengambil langkah dengan memberikan sanksi berupa pemutusan kontrak kelima dokter itu karena dinilai lalai meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya.

Ujungnya status gawat darurat yang seharusnya butuh tindakan cepat dan akurat malah dirujuk saja kerumah sakit lain....emoticon-Berduka (S)

Rata" terjadi di daerah..... emoticon-Najis (S)


Quote:Original Posted By i486dx
terlepas dari itu semua,

fakta yang satu ini memang sangat nyata, terlebih dari hari kamis sampai minggu, dokter (spesialis) semakin langka dari rumah sakit negeri ini...




Ujungnya status gawat darurat yang seharusnya butuh tindakan cepat dan akurat malah dirujuk saja kerumah sakit lain....emoticon-Berduka (S)

Rata" terjadi di daerah..... emoticon-Najis (S)




Bisa saja itu dokter melakukan aksi protes gan krn akumulasi kekecewaan, buktinya yang melakukan mayoritas dokter, namun DKK hanya berani memecat 5 dokter tdk tetap, utk dokter tetapnya hanya kena SP1 emoticon-Cape d... (S)

ni rumah sakit emang pelayanannya rada2 gan...

disini ibaratnya pasien ngelayanin dirinya sendiri gan

jarum buat infus aja harus beli sendiri ke apotik sebelahnya dan semua pasien yg baru masuk pasti beli sendiri...

infus abis ambil sendiri ke depan..

trs obat pasti ga ada dan ane pernah keliling cari obat dipamulang ga taunya dapet tetep diapotik samping rumah sakit emoticon-Cape d... (S):


#pengalaman pas adik ane dirawat..padahal adik ane bayar ga pake jamkesda

Quote:Original Posted By i486dx
terlepas dari itu semua,

fakta yang satu ini memang sangat nyata, terlebih dari hari kamis sampai minggu, dokter (spesialis) semakin langka dari rumah sakit negeri ini...




Ujungnya status gawat darurat yang seharusnya butuh tindakan cepat dan akurat malah dirujuk saja kerumah sakit lain....emoticon-Berduka (S)

Rata" terjadi di daerah..... emoticon-Najis (S)




dokter bkn robot gan,ente jg hrs sadar hal itu
ya dokter juga manusia, bahkan dari beberapa profesi profesional lainnya yang ada di negeri ini jika sudah bicara kelalaian karena kesengajaan selalu saja berlindung di balik lagunya Seriues Band ini...

MANTAP


emoticon-Angkat Beer

kalo bicara urusan gaji, maunya gaji profesional dong.. emoticon-Malu (S)

wow drama baru lg di tangsel, ditunggu episode lanjutannya emoticon-Mad (S)
Di banten Banyak pertanyaan yang ujung2nya ke sana
Quote:Original Posted By .19th.
ni rumah sakit emang pelayanannya rada2 gan...

disini ibaratnya pasien ngelayanin dirinya sendiri gan

jarum buat infus aja harus beli sendiri ke apotik sebelahnya dan semua pasien yg baru masuk pasti beli sendiri...

infus abis ambil sendiri ke depan..

trs obat pasti ga ada dan ane pernah keliling cari obat dipamulang ga taunya dapet tetep diapotik samping rumah sakit emoticon-Cape d... (S):


#pengalaman pas adik ane dirawat..padahal adik ane bayar ga pake jamkesda





emang kbangetan gan, biarin aje tuh dokter di pecat drpd kerja ga becus, lagian jujur aje kalo di kota skrg dokter udah Membludak, FK dinegari ini udah 70an gan, kbayang 1 thun brapa dokter baru dgn smangat kerja baru yg siap gantikan mereka yg brtingkah & hny menuntut hak'nya aje.. !!!!!
ga usah jauh-jauh, sudah ada gan