alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5243ff9efdca171e15000006/bendera-kuning-siapa-yang-meninggal
Bendera Kuning, Siapa yang meninggal ?
Tak Berani Keluar, Keranda Mayat untuk Susan Dititipkan Kapolsek Jagakarsa

Jakarta (SI Online) - Warga Lenteng Agung benar-benar taat hukum dan taat aturan. Termasuk saat mereka melakukan aksi penolakan Lurah Susan Jasmine Zulkifli, Rabu (25/9/2013) kemarin. Sesuai kesepakatan, aksi berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Setelah bergantian melakukan orasi, bertakbir, bertahlil dam membaca maulid, di bawah terik matahari yang menyengat akhirnya sejumlah warga memasuki halaman kantor keluarahan yang dijaga ketat aparat kepolisian. Untuk apa mereka masuk?. Tidak lain adalah untuk menyerahkan keranda mayat yang telah mereka persiapkan dari pagi sebagai tanda mati rasanya Jokowi-Ahok yang tidak mendengar aspirasi warga.

Keranda mayat itu juga dikirimkan untuk lurah Susan supaya segera cabut dari Lenteng Agung.

Apa yang terjadi? Sesampai di depan pintu masuk kantor keluarahan, warga di hadang oleh Kapolsek Jagakarsa, Kasat Intel Jakarta Selatan, sejumlah Satpol PP dan barikade Brimob. Suasana tegang. Terjadi adu mulut antara perwakilan warga dengan Kapolsek dan Kasat Intel Polres Jakarta Selatan. Warga ingin Lurah Susan yang menerima keranda mayat itu.

Lurah Susan rupanya tak berani keluar. Warga meminta wakil lurah. Tenyata wakil lurah juga tak berani keluar. Hingga kemudian ada seseorang yang hendak mewakili keluarahan keluar dari dalam untuk menerima keranda mayat itu. Tapi ditolak.

"Jangan dia. Dia sama dengan kita kedudukannya," kata seorang pengunjuk rasa sambil menuding orang yang dimaksud. Menurut warga, orang yang tadinya hendak menerima itu bukanlah staf kelurahan tetapi warga biasa juga yang sering mondar mandir ke kelurahan.

"Pak Polisi, kami taat aturan. Kita sepakat aksi sampai jam 11. Kami demo tak ada yang bayar, asam lambung sudah naik. Kalau ini tidak diterima, jadi siapa yang sesungguhnya mengulur waktu," teriak seorang warga dengan menggunakan sebuah megaphone.

Sekira dua puluh menit warga menunggu. Takbir dan tahlil berkumandang. Lurah Susan tak berani juga keluar. Akhirnya dicapai kesepakatan. Keranda mayat itu diterima oleh Kapolsek Jagakarsa Kompol Herawaty dengan istilah "dititipkan".

Setelah keranda mayat itu diserahkan, warga akhirnya membubarkan diri. Tapi, aksi ini bukanlah aksi yang terakhir. "Sampai jumpa pada aksi bulan depan," kata warga.

red: shodiq ramadhan
http://www.suara-islam.com/read/inde...lsek-Jagakarsa

----------------------------------------------

Jokowi - Ahok Lurah Susan "Meninggal", Bendera Kuning Berkibar di LA

Puluhan bendera kuning, sebuah simbol kematian, berkibar di sepanjang Jalan Agung Raya 1, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Benar saja, di depan kantor kelurahan Lenteng Agung, ribuan warga Lenteng Agung sedang berduka, seraya mengusung keranda “jenazah” yang tertulis “Lurah Lenteng Agung Mati Rasa” dan “Matinya Demokrasi di LA, Jokowi-Ahok= Arogan Otoriter”.

Sejak pukul 8.30, Rabu (25/9), warga yang terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat, jamaah masjid serta ibu-ibu dari berbagai majelis taklim se-Lenteng Agung, berkumpul di depan kantor kelurahan Lenteng Agung, untuk mendesak Lurah Susan Jasmin Zulkifli, minggat
dari wilayah Lenteng.

Kain putih sepanjang dua meter lebih terbentang di jalan aspal depan kelurahan. Warga pun membubuhkan tanda tangan di atas kain tersebut sebagai bentuk
penolakan atas Lurah Susan yang non muslim sebagai Lurah Lenteng Agung. Takbir dan beduk pun bertalu-talu bergemuruh di sela-sela aksi.

Menjelang zuhur, empat perwakilan warga Lenteng yang juga tokoh masyarakat setempat , diantaranya: H. Naseri Nasrullah, KH. Nachrowi Marwah, H. Yahya Hasibuan dan KH. Solihin Ilyas, menemui Lurah Susan di ruangannya. Hasilnya, tetap saja, Lurah Lenteng itu “membandel”, tidak juga mau minggat.

Aksi damai untuk kedua kalinya ini diantaranya datang dari jamaah musholla dan masjid yang ada di sekitar Lenteng Agung. Sebut saja seperti Masjid al Mubarok, Masjid al Ghoni, Masjid al Maghfiroh, Masjid al- Mutatharihin, Masjid as Syuhada, Masjid As- Shiddiqiyah, dan Masjid Nurul Mukmin.

“Kami mempersatukan warga Lenteng Agung melalui media masjid dan musholla untuk menolak
kepemimpinan Lurah Susan yang non muslim,” kata KH. Solihin Ilyas, Kiai Betawi asli yang berpengaruh di
Lenteng Agung saat dijumpai voa islam di lokasi.

Secara bergantian, para ustadz dan ustadzah menyampai orasinya untuk menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (Jokowi-Ahok) agar merespon secara tertulis Surat Penolakan warga Lenteng Agung terhadap kebijakan penempatan pejabat Lurah di Kelurahan Lenteng Agung.

Ketua Tim Warga Lenteng Agung, H. Naseri Nasrullah kembali menegaskan, aksi ini tidak bermuatan politis maupun diskriminatif terhadap kelompok tertentu.

“Kami tidak membenci Jokowi-Ahok ataupun Lurah Lenteng Agung. Tetapi kami tidak setuju dengan
kebijakan penempatan Lurah LA yang tidak mempertimbangkan aspek sosiokultural dan aspirasi
masyarakat setempat. Kami ingin agar Pemprov DKI Jakarta segera memindahkan atau mengganti Lurah
Lenteng Agung dengan pejabat Lurah yang sesuai dengan tipikal masyarakat setempat. Itulah harapan
kami, warga Lenteng Agung.”

Di penghujung aksi, tokoh masyarakat Lenteng Agung
menyerahkan keranda jenazah, simbol matinya Jokowi-Ahok Susan dan demokrasi di Lenteng Agung.

Warga menginginkan Lurah Susan atau wakilnya yang merima keranda tersebut. Namun Lurah Susan
sembunyi, hanya dititipkan ke Kapolsek Jagakarsa Kapolsek Jagakarsa Kompol Herawaty untuk kemudian disampaikan ke Lurah Susan.

-----------------------------------------------------
Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila jelas menjamin setiap warganya untuk mengamalkan ajaran agamanya sesuai kepercayaan termasuk tidak dipimpin oleh lurah non muslim emoticon-Big Grin

Betul apa betull ...... ?


Qoute of The day

Betul apa betul ?
ts betul-betul gila emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By guling.guling
ts betul-betul gila emoticon-Big Grin


bentar lagi mati tuh kena stroke emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By guling.guling
ts betul-betul gila emoticon-Big Grin


Kau masih gadis atau sudah janda ?
baik nya kaskuser katakan saja
kaskuser kaga usah malu malu

Malu bang .. aye malu ,,,

emang aye kaskuser janda bangggg ..


Oh janda .. janda kau sungguh memikatku

youtube-thumbnail


Tarikkk Jabrikkkkk
lama2 liat si TS kayak org gak waras emoticon-Gila
Quote:Original Posted By antikretongan


Warga menginginkan Lurah Susan atau wakilnya yang merima keranda tersebut. Namun Lurah Susan sembunyi, hanya dititipkan ke Kapolsek Jagakarsa Kapolsek Jagakarsa Kompol Herawaty untuk kemudian disampaikan ke Lurah Susan.

-----------------------------------------------------




Bu Lurah koq ngumpet? Katanya pelayan publik, koq publik dateng malah ngumpet bu?!? emoticon-Ngakak

Froster Says,

ah orang ini lagi +1 deh emoticon-Big Grin
betul





betul-betul mintak ditunjang emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By antikretongan


Kau masih gadis atau sudah janda ?
baik nya kaskuser katakan saja
Baiknya kau katakan saja
kaskuser kaga usah malu malu

Malu bang .. aye malu ,,,

emang aye kaskuser janda bangggg ..


Oh janda .. janda kau sungguh memikatku

youtube-thumbnail


Tarikkk Jabrikkkkk


Kukatan sesungguhnya aye emang janda
Kalau berita memojokan Jema'ah ane
ane tolak dah ...

Jande enak dahhhhh

bapa suka
pasti ts nya gak pernah sekolah nih...
Quote:Original Posted By BauJieGong
lama2 liat si TS kayak org gak waras emoticon-Gila


Melihat dari sudut laen, memang mengasyikan gan
Itulah ajibnya mengamalkan bhineka tunggal ika


Berbeda beda tetap janda juga kusuka emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By antikretongan

Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila jelas menjamin setiap warganya untuk mengamalkan ajaran agamanya sesuai kepercayaan termasuk tidak dipimpin oleh lurah non muslim emoticon-Big Grin

Betul apa betull ...... ?



berarti para kambing laknat di sulawesi utara, papua, papua barat, bali, ntt harus demo menolak pemimpin kafir

betul tidak?

pertanyaannya.. apa berani? emoticon-Ngakak
Sungguh mulia dan penuh toleransi ya.

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Padahal bu lurahnya baik dan sabar. Kesian orang diancem mati seperti itu.

Bener2 udah mati rasa masyaraktnya...orang baik diancem mati karena beda aliran? Yeah
emoticon-No Sara Please

Jokowi-Ahok Jangan Tuli: Dengarkan Aspirasi Warga Lenteng Agung!

Aksi Damai ke-2 yang digelar pagi ini di depan kelurahan Lentang Agung merupakan lanjutan aksi damai pertama yang digelar
pada tanggal 28 Agustus 2013.

Perlu digarisbawahi bahwa aksi ini tidak bermuatan politis maupun
diskriminatif terhadap kelompok tertentu.


“Aksi kedua ini adalah murni respon masyarakat Lenteng Agung terhadap sikap Gubernur dan Wagub DKI Jakarta (Jokowi-Ahok) yang belum menjawab secara tertulis
Surat Penolakan warga Lenteng Agung terhadap kebijakan penempatan pejabat Lurah di Kelurahan Lenteng Agung, dan cenderung mengabaikan surat
tersebut,” ungkap Ketua Tim Warga Lenteng Agung H. Naseri Nasrullah.

Aksi damai ini melibatkan ribuan warga Lenteng Agung yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum ibu, dan sebagainya, yang secara tulus menuntut agar
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bersikap bijak untuk mempertimbangkan kearifan lokal dalam penempatan pejabat lurah.

Oleh karena itu, aksi damai ke-2 ini hanya menuntut Jokowi-Ahok agar konsep penempatan dimaksud bersifat komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti:

Empat pilar kebangsaan, yaitu:

1) Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,
2) Sosiokultural,
3) Psikologi peta wilayah,
4) Kesejarahan wilayah Lenteng Agung.

“Yang jelas, kami tidak membenci Jokowi-Ahok ataupun Lurah Lenteng Agung. Tetapi kami tidak setuju dengan kebijakan penempatan Lurah LA yang tidak mempertimbangkan aspek sosiokultural dan aspirasi masyarakat setempat. Pada akhirnya kami menginginkan agar Pemprov DKI Jakarta segera memindahkan atau mengganti Lurah Lenteng Agung dengan pejabat Lurah yang sesuai dengan tipikal masyarakat setempat. Itulah harapan kami, warga Lenteng Agung. Semoga Allah Swt meridhoi,” tegas H. Naseri Nasrullah.

Seperti diketahui, Lurah Susan Jasmin Zulkifli yang non muslim itu pernah menjadi staf di kelurahan Senen, Jakarta Pusat. Kemudian ia ikut tes lelang untuk menjadi lurah. Hasilnya ia lulus dengan nilai
memuaskan. Susan seharusnya ditempatkan di kelurahan Menteng. Tapi dia menolak. Karena dianggap
tidak punya tantangam. Sekarang Susan betul-betul menghadapi tantangan karena harus berhadapan dengan warga, ulama dan tokoh masyarakat setempat yang menolak kepemimpinannya.

Warga Lenteng Agung berharap ke depan, Lurah seyogianya dipilih langsung oleh masyarakat setempat. Karena masyarakat lah yang tahu asal usul pemimpinnya.
slim slim oh slim,

tidak bisa, loe pikir negara nenek moyang loe kepunyaan si mamademoticon-Ngakak

suatu saat ada yang berjihad nikam kafir sampai mati, trus dia harus bebas dari hukuman walaupun menjalankan perintah agama??

ketika ada yang melanggar konstitusi, mau jeduker jidat itam atau agama apapun dia, tindak tegas, titikemoticon-Embarrassment

emoticon-Ngakak
maaf, gw ngomong apa adanya:
satu2nya agama yg mengdiskriditkan agama2 lain
paling bener
paling sempurna

kalau ada kejadian seperti ini, maka kata2 OKNUM selalu menjadi senjata ampuh untuk melindungi saudara2nya, baik itu dari pemuka2 agama, maupun dari kalangan solidaritas. Jari gw tidak menunjuk secara keseluruhan umat.
Negara pancasila dan bhineka tunggal ika tetapi mental orangnya masih primitif, sebaiknya orang-orang kaya gini yang intoleran dimusnahin aja deh. Salah satunya TS kalau boleh saran nih TS dibanned permanent aja
gan minta pic lurah susan dong emoticon-Genit
intinya, pemimpin boleh korup, boleh maling, boleh tukang nilep, asalkan dia agamanya islam??

pemimpin baik, taat aturan, kalau dia non-islam, no way??

pantesan si kumis disembah2 ama mereka.....