alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5243fe2bbe29a08d698b4578/perang-suriah-merugikan-tidak-kata-pedagang-amp-reparasi-senjata
Cool 
Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata
Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang Senjata

Rabu, 25 September 2013 | 17:09 WIB
Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata
Abu Muhammad (39) di toko senjatanya di distrik Fardos, Aleppo. Di tokonya itu dia menyediakan berbagai jenis senjata mulai pedang hingga roket peluncur granat (RPG) | JM LOPEZ / AFP



DAMASKUS, KOMPAS.com — Pada saat sebagian besar warga Suriah semakin menderita dan miskin akibat perang berkepanjangan, tidak demikian dengan Abu Mohammad.

Perang justru semakin memakmurkan Abu Mohammad yang profesinya adalah penjual senjata di kota Aleppo. Dia menjual segala macam senjata, mulai dari senapan serbu, roket peluncur granat (RPG), amunisi, hingga pedang.

"Perang adalah bisnis yang hebat," kata Abu Mohammad seraya menyodorkan beberapa buah granat tangan kepada pelanggannya.

"Saya ingin membantu pemberontak karena mereka tidak memiliki banyak senjata atau amunisi," kata pria berusia 39 tahun itu.

Dengan bisnisnya itu, Abu Mohammad rata-rata mengantongi 370 dollar AS sehari atau hampir Rp 400.000, sebuah jumlah yang cukup lumayan pada masa perang seperti ini.

Abu Mohammad membuka toko senjatanya di kawasan Fardos yang dikuasai pemberontak awal tahun ini. Sebelumnya, dia sempat ikut bertempur selama sembilan bulan bersama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sebelum terluka.

Di tokonya, beberapa jenis senjata dipajang, termasuk pistol kaliber 9 milimeter dan senapan serbu paling populer di dunia, Avtomat Kalashnikov 47 alias AK-47. Salah satu AK-47 yang dipajang bahkan berlapis perak.

"Senjata-senjata ini dibuat di Irak dan Rusia. Harganya bervariasi antara 1.500 hingga 2.000 dollar AS, tergantung kualitas," kata dia.

Tak hanya menyediakan senjata dan amunisi, toko Abu Mohammad juga menyediakan seragam militer, sepatu bot, topeng gas, dan radio panggil.

"Hampir semua barang ini saya peroleh dari Turki," tambah dia.

Sementara itu, Mohammad (20), putra Abu Mohammad, mengatakan, dia senang membantu ayahnya menjalankan toko itu.

"Karena saya suka senjata," ujar Mohammad sambil memegang-megang sebuah pistol kaliber 9 milimeter.

Selalu sibuk


Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata
JM LOPEZ / AFP Abu Muhammad terlihat tengah mencoba sebuah senapan penembak jitu (sniper). Tak hanya menjual senapan, Abu Muhammad juga membuka jasa reparasi senjata.
Jam di toko Abu Mohammad menunjukkan pukul 16.00 dan toko senjata itu masih sibuk melayani pelanggan.

Salah seorang pelanggan hari itu adalah Mohammad Assi (43), yang bersama beberapa rekan seperjuangannya tengah mencari amunisi untuk senjata mereka.

Sambil menghitung uang, Assi mengatakan, awalnya dia ingin membeli senjata baru. Namun, pembelian senjata baru batal karena modelnya kurang bagus dan harganya terlalu mahal.

Assi akhirnya memutuskan membeli amunisi. Dia menyerahkan uang sebesar 15.000 pound Suriah atau hampir Rp 1,5 juta untuk membeli 150 butir peluru.

"Amunisi sangat langka sehingga menjadi barang paling mahal saat ini," kata Assi.

Sebagai penjual, Abu Mohammad menyadari kondisi keuangan pelanggannya sehingga terkadang dia bersedia menegosiasikan harga.

"Saat pasukan pemberontak mengepung sebuah basis militer, mereka datang ke toko saya dan menukar senjata dengan amunisi," ujar Mohammad.

Sejumlah pelanggan datang ke toko itu untuk mencari produk-produk spesial, termasuk seorang pelanggan yang mencari teropong untuk membantu mencari lokasi para penembak jitu.

Tak hanya menjual, toko Abu Mohammad juga membeli senjata dari masyarakat.

"Sebelum perang pecah, banyak orang mengoleksi senjata atau menyimpannya hingga mereka selesai menjalani wajib militer. Mereka tidak menggunakan senjatanya, jadi mereka membawanya kemari untuk mendapatkan uang," tambah dia.

Sumber : AFP
Editor : Ervan Hardoko


http://internasional.kompas.com/read...dagang.Senjata

AK 1500-2000 sebiji dapet yang lapis perak?
lebih murah daripada di PeBe emoticon-Hammer2


BTW....... PPSHnya berapaan gan? 1000 aja udah ama ongkir + fee rekber ya emoticon-Ngacir2
itu nagant with scope??

Quote:Original Posted By cherrybombers
itu nagant with scope??



Hell yea emoticon-Metal:

Kalo Kar 98 nda gitu modelnya, garand engga, arisaka ngga mungkin, so yes it's a Mosin Nagant :P
gimana kalau ss varian kita titipin di lapaknya,keuntungan bagi dua.lumayan bisa nguber cap batal pulpen.
Quote:Original Posted By blue.daning2000
Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang Senjata

Rabu, 25 September 2013 | 17:09 WIB
Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata
Abu Muhammad (39) di toko senjatanya di distrik Fardos, Aleppo. Di tokonya itu dia menyediakan berbagai jenis senjata mulai pedang hingga roket peluncur granat (RPG) | JM LOPEZ / AFP



DAMASKUS, KOMPAS.com — Pada saat sebagian besar warga Suriah semakin menderita dan miskin akibat perang berkepanjangan, tidak demikian dengan Abu Mohammad.

Perang justru semakin memakmurkan Abu Mohammad yang profesinya adalah penjual senjata di kota Aleppo. Dia menjual segala macam senjata, mulai dari senapan serbu, roket peluncur granat (RPG), amunisi, hingga pedang.

"Perang adalah bisnis yang hebat," kata Abu Mohammad seraya menyodorkan beberapa buah granat tangan kepada pelanggannya.

"Saya ingin membantu pemberontak karena mereka tidak memiliki banyak senjata atau amunisi," kata pria berusia 39 tahun itu.

Dengan bisnisnya itu, Abu Mohammad rata-rata mengantongi 370 dollar AS sehari atau hampir Rp 400.000, sebuah jumlah yang cukup lumayan pada masa perang seperti ini.

Abu Mohammad membuka toko senjatanya di kawasan Fardos yang dikuasai pemberontak awal tahun ini. Sebelumnya, dia sempat ikut bertempur selama sembilan bulan bersama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sebelum terluka.

Di tokonya, beberapa jenis senjata dipajang, termasuk pistol kaliber 9 milimeter dan senapan serbu paling populer di dunia, Avtomat Kalashnikov 47 alias AK-47. Salah satu AK-47 yang dipajang bahkan berlapis perak.

"Senjata-senjata ini dibuat di Irak dan Rusia. Harganya bervariasi antara 1.500 hingga 2.000 dollar AS, tergantung kualitas," kata dia.

Tak hanya menyediakan senjata dan amunisi, toko Abu Mohammad juga menyediakan seragam militer, sepatu bot, topeng gas, dan radio panggil.

"Hampir semua barang ini saya peroleh dari Turki," tambah dia.

Sementara itu, Mohammad (20), putra Abu Mohammad, mengatakan, dia senang membantu ayahnya menjalankan toko itu.

"Karena saya suka senjata," ujar Mohammad sambil memegang-megang sebuah pistol kaliber 9 milimeter.

Selalu sibuk


Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata
JM LOPEZ / AFP Abu Muhammad terlihat tengah mencoba sebuah senapan penembak jitu (sniper). Tak hanya menjual senapan, Abu Muhammad juga membuka jasa reparasi senjata.
Jam di toko Abu Mohammad menunjukkan pukul 16.00 dan toko senjata itu masih sibuk melayani pelanggan.

Salah seorang pelanggan hari itu adalah Mohammad Assi (43), yang bersama beberapa rekan seperjuangannya tengah mencari amunisi untuk senjata mereka.

Sambil menghitung uang, Assi mengatakan, awalnya dia ingin membeli senjata baru. Namun, pembelian senjata baru batal karena modelnya kurang bagus dan harganya terlalu mahal.

Assi akhirnya memutuskan membeli amunisi. Dia menyerahkan uang sebesar 15.000 pound Suriah atau hampir Rp 1,5 juta untuk membeli 150 butir peluru.

"Amunisi sangat langka sehingga menjadi barang paling mahal saat ini," kata Assi.

Sebagai penjual, Abu Mohammad menyadari kondisi keuangan pelanggannya sehingga terkadang dia bersedia menegosiasikan harga.

"Saat pasukan pemberontak mengepung sebuah basis militer, mereka datang ke toko saya dan menukar senjata dengan amunisi," ujar Mohammad.

Sejumlah pelanggan datang ke toko itu untuk mencari produk-produk spesial, termasuk seorang pelanggan yang mencari teropong untuk membantu mencari lokasi para penembak jitu.

Tak hanya menjual, toko Abu Mohammad juga membeli senjata dari masyarakat.

"Sebelum perang pecah, banyak orang mengoleksi senjata atau menyimpannya hingga mereka selesai menjalani wajib militer. Mereka tidak menggunakan senjatanya, jadi mereka membawanya kemari untuk mendapatkan uang," tambah dia.

Sumber : AFP
Editor : Ervan Hardoko


http://internasional.kompas.com/read...dagang.Senjata

AK 1500-2000 sebiji dapet yang lapis perak?
lebih murah daripada di PeBe emoticon-Hammer2


BTW....... PPSHnya berapaan gan? 1000 aja udah ama ongkir + fee rekber ya emoticon-Ngacir2


Ternyata Indonesia Sudah Menjadi Raksasa Ekonomi (BOLD) Semoga Ada Malaikat Lewat Terus Diaminin emoticon-Matabelo
Retail Aja Berkah Apalagi Yang.... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By schietsleuf


Ternyata Indonesia Sudah Menjadi Raksasa Ekonomi (BOLD) Semoga Ada Malaikat Lewat Terus Diaminin emoticon-Matabelo
Retail Aja Berkah Apalagi Yang.... emoticon-Big Grin


kurs dollar 1100 emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By schietsleuf


Ternyata Indonesia Sudah Menjadi Raksasa Ekonomi (BOLD) Semoga Ada Malaikat Lewat Terus Diaminin emoticon-Matabelo
Retail Aja Berkah Apalagi Yang.... emoticon-Big Grin


tak bantu mengamini, Amiin ya Allah.
Quote:Original Posted By schietsleuf
Ternyata Indonesia Sudah Menjadi Raksasa Ekonomi (BOLD) Semoga Ada Malaikat Lewat Terus Diaminin emoticon-Matabelo
Retail Aja Berkah Apalagi Yang.... emoticon-Big Grin

amin amin amin.

kalo sampe keadaannya seperti itu, akula sadewa beli 100 biji tanpa takut logistik nightmare2an dah. S Club, S400, Bulava, Nodong dll beli semua, dan 1 bulan kemudian.

KIAMAT. Tamat. Game Over of World
oooooh yesssss.... Mosin Nagant dan PPSh-41 emoticon-Genit

libur kuliah belanja senjata ke Aleppo ah emoticon-Genit



Posted with kaskusQR
Quote:Original Posted By cherrybombers
itu nagant with scope??



Itu Nagant M44, salah satu variants Mosin Nagant berlaras lebih pendek dengan integral side-folding spike bayonet. Ini merupakan modifikasi dari M91/30 dengan memperpendek laras (as M38) lalu ditambah side-folding bayonet (become M44) yg mulai di produksi in 1944. M38 dan M44 diperuntukkan support troops (second-line dan non-combatants) yg memerlukan senapan lebih ringkas dalam tugas sehari-hari mereka.

In my experience, the M44 shoots best when you extend the bayonet. Leaving the bayonet folded on one side adversely affect the barrel harmonics and the carbine tends to shoot off to one side or the other.
eh Busyeeeeet.....emoticon-Matabelo
disini toko perlengkapan TNI cuman jualan Gears, sangkur ama badges
di sana...sekalian ama firearms nya
sebagian senjata impian cowok formiler tuh
O.... ternyata Suriah menerapkan Wajib Militer ...

Bisa lama nih perang ...
Quote:Original Posted By garandman


Itu Nagant M44, salah satu variants Mosin Nagant berlaras lebih pendek dengan integral side-folding spike bayonet. Ini merupakan modifikasi dari M91/30 dengan memperpendek laras (as M38) lalu ditambah side-folding bayonet (become M44) yg mulai di produksi in 1944. M38 dan M44 diperuntukkan support troops (second-line dan non-combatants) yg memerlukan senapan lebih ringkas dalam tugas sehari-hari mereka.

In my experience, the M44 shoots best when you extend the bayonet. Leaving the bayonet folded on one side adversely affect the barrel harmonics and the carbine tends to shoot off to one side or the other.


kenapa dibikin integral bayonet sih bang?
bukannya jadi repot..tiap ngebidik, ujung laras dibebani besi bayonet?
kenapa gak detachable?
aleppo benar-benar belum tersentuh oleh pasukan SAA ya?

semoga perang lekas selesai... Lets To Heal The World, n make it better place, for you n for me and the entire Human Race ... emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By jokogudel
aleppo benar-benar belum tersentuh oleh pasukan SAA ya?

semoga perang lekas selesai... Lets To Heal The World, n make it better place, for you n for me and the entire Human Race ... Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata


Perang selesai di Syria, muncul perang baru di tempat lain. its all about money dude, gaada yang namanya perdamaian hakiki



Posted with kaskusQR
Quote:Original Posted By GTAholic


Perang selesai di Syria, muncul perang baru di tempat lain. its all about money dude, gaada yang namanya perdamaian hakiki



Posted with kaskusQR


setujuemoticon-Cendol (S)

ci vis pacem parabellumemoticon-Cendol (S)
Quote:Original Posted By wahwibson
setujuPerang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata

ci vis pacem parabellumPerang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata


sekarang ini ga jaman lagi siapin burung merpati dan daun zaitun buat melawan, sekarang jamannya siapin senjata dan selalu waspada kapan aja emoticon-Cool



Posted with kaskusQR
dimana2 perang itu memang menguntungkan bagi beberapa kalangan emoticon-Big Grin
#uang muter emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By GTAholic


sekarang ini ga jaman lagi siapin burung merpati dan daun zaitun buat melawan, sekarang jamannya siapin senjata dan selalu waspada kapan aja emoticon-Cool



Posted with kaskusQR



dan keliatannya kita masih di urutan terbawah dari rantai makanan emoticon-Berduka (S)

Quote:Original Posted By jokogudel
dan keliatannya kita masih di urutan terbawah dari rantai makanan Perang Suriah Merugikan? Tidak, Kata Pedagang & Reparasi Senjata


maka itu belilah persenjataan biar ga jadi mangsa terus, predator juga bakal mikir lagi kalo mangsanya bersenjata



Posted with kaskusQR