alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5243fba4ffca17fa4b000007/tsunami-aceh-jadi-momentum-kebangkitan-militer-indonesia
Smile 
Tsunami Aceh Jadi Momentum Kebangkitan Militer Indonesia
Tsunami Aceh Jadi Momentum Kebangkitan Militer Indonesia

Penulis :
Rahmat Fiansyah

Kamis, 26 September 2013 | 13:22 WIB
Tsunami Aceh Jadi Momentum Kebangkitan Militer Indonesia
Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin | KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI




JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, peristiwa tsunami di Aceh pada tahun 2004 menjadi momentum kebangkitan militer Indonesia.
Ia mengungkapkan, saat terjadi tragedi tsunami Aceh pada tahun 2004, TNI tak mampu mengevakuasi para korban karena keterbatasan peralatan akibat embargo. Saat itu, TNI tidak hanya tidak mampu melakukan mobilisasi, tetapi juga tidak membangun fasilitas kesehatan.

"Saat terjadi tsunami di Aceh, perlu evakuasi (korban). Tapi tak ada satupun pesawat kita yang mampu mengevakuasi," ujar Sjafrie, saat mengisi Simposium Ketahanan Nasional, di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (26/9/2013).

"Jadi boro-boro untuk operasi militer, untuk operasi kemanusiaan saja enggak mampu," lanjutnya.

Sjafrie menjelaskan, peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi militer Indonesia. Menurutnya, Pemerintah mulai menyadari bahwa Indonesia membutuhkan postur pertahanan militer yang memadai. Melalui Kementerian Pertahanan, Indonesia merancang misi untuk memperkuat postur pertahanan yang unggul, baik postur pertahanan militer dan postur pertahanan non-militer.

"Dengan luas negara yang begitu besar, sumber daya alam yang melimpah, serta penduduk yang banyak, postur pertahanan yang unggul dan memiliki daya tangkal yang tinggi menjadi kebutuhan yang mendasar," jelasnya.

Saat ini, menurut Sjafrie, Indonesia mengalami kebangkitan militer Indonesia setelah 15 tahun mengalami krisis ekonomi dan embargo militer. Ia mengungkapkan, ada dua ciri kebangkitan tersebut, yaitu memiliki kemampuan mobilisasi tinggi yang bisa digunakan, termasuk untuk operasi kemanusiaan, baik matra darat, laut, maupun udara, dan memiliki daya pukul yang dahsyat.

Selain itu, katanya, industri pertahanan nasional juga sedang mengalami kebangkitan. Sebelum tahun 2004, industri pertahanan nasional mengalami stagnasi akibat minimnya dana. Kini, lanjut Sjafrie, industri pertahanan mampu memproduksi peralatan militer untuk mobilisasi dan senjata yang sesuai dengan standar yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Jadi kalau (industri pertahanan) kita mandiri, kita tidak takut diembargo," ujarnya.

Dengan demikian, kekuatan militer Indonesia, lanjut Sjafrie, tidak kalah dengan kekuatan militer dengan negara-negara di kawasan regional.

"Jadi, saya bisa menyimpulkan bahwa sejak tahun 2004 hingga saat ini, kita sedang mengalami kebangkitan militer," katanya.
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Berita Terkait



http://nasional.kompas.com/read/2013...iter.Indonesia


wow emoticon-Matabelo mamat emoticon-Matabelo wow
serius itu penulis nya mamat? mamat itu fiansyah apa fiansyaf neb....

btw, dibaca berulang kali juga ai gak bisa narik benang merah nya antara tsunami aceh dan kebangkitan militer.. klo oleh event2 sbelum tsunami itu baru memungkinkan...
beneran thu mamat yang nulis neb emoticon-Ngakakemoticon-Kiss
Tsunami itu membuat TNI dituntut memperbanyak armada angkut..bukan armada tempur..meperbesar postur non-militer..bukan postur militer..

ya armada angkut masuk inventaris jadi kekuatan TNI juga..apakah kedepannya TNI malah jadi angkutan darat, laut, udara?

IMHO harusnya organisasi SAR dan PMI juga diperbesar
Quote:Original Posted By cherrybombers
serius itu penulis nya mamat? mamat itu fiansyah apa fiansyaf neb....

btw, dibaca berulang kali juga ai gak bisa narik benang merah nya antara tsunami aceh dan kebangkitan militer.. klo oleh event2 sbelum tsunami itu baru memungkinkan...


Mungkin LPD LPD dan kri rumah sakit itu mang.. Jadi evac dan mobilisasi kesananya nda maksimal, mungkin penekanan ke sar militer kita yg sangat kurang
Quote:Original Posted By mengkom
Tsunami itu membuat TNI dituntut memperbanyak armada angkut..bukan armada tempur..meperbesar postur non-militer..bukan postur militer..

ya armada angkut masuk inventaris jadi kekuatan TNI juga..

IMHO harusnya organisasi SAR dan PMI juga diperbesar


ntu dia..... dimana momen nya klo gitu.. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cherrybombers

ntu dia..... dimana momen nya klo gitu.. emoticon-Big Grin

sekalian aja AD jadi Angkutan Darat..AL jadi Angkutan Laut..AU jadi Angkutan Udara..emoticon-Peace
ini judul artikelnya gak pas..2 hal di judul, korelasinya jauh..
Quote:Original Posted By edy tansil


Mungkin LPD LPD dan kri rumah sakit itu mang.. Jadi evac dan mobilisasi kesananya nda maksimal, mungkin penekanan ke sar militer kita yg sangat kurang


klo LPD, KRI dr soeharso, pesawat angkut, helo angkut udah disebut sebagai kebangkitan militer, wah mentok disitu dong.. emoticon-Big Grin

militer kita emang nyata bangkit, baik dari jumlah alutsista maupun jenis nya.. tapi klo tsunami yg jadi kebangkitan militer, kok masih bingung korelasinya..

(hanya mencoba mengerti jalan pikiran si penulis, emoticon-Big Grin)
mungkin bener pak tapi efek sampingya pak..itu barang "bantuan" (ambulan tapi "mewah" dsb) yang duty-free ikutan menerjang pasca tsunami dan sampe saat ini penyelesaiannya belum jelas..
Quote:Original Posted By mawasorangutan
beneran thu mamat yang nulis neb emoticon-Ngakakemoticon-Kiss


itu dia mas... akhiran nya beda.. F sama H klo gak salah..emoticon-Bingung (S)

Quote:Original Posted By mengkom

sekalian aja AD jadi Angkutan Darat..AL jadi Angkutan Laut..AU jadi Angkutan Udara..emoticon-Peace
ini judul artikelnya gak pas..2 hal di judul, korelasinya jauh..


judul nya. ho oh.. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cherrybombers


klo LPD, KRI dr soeharso, pesawat angkut, helo angkut udah disebut sebagai kebangkitan militer, wah mentok disitu dong.. emoticon-Big Grin

militer kita emang nyata bangkit, baik dari jumlah alutsista maupun jenis nya.. tapi klo tsunami yg jadi kebangkitan militer, kok masih bingung korelasinya..

(hanya mencoba mengerti jalan pikiran si penulis, emoticon-Big Grin)


kayaknya mamat beneran ini emoticon-Hammer2
mungkin sebenarnya begini penguatan fungsi sebagai multirole
TNI-AD= TNI angkutan darat
TNI-AL= TNI angkutan laut
TNI-AU= TNI angkutan udara
itu masih belum fungsi mengajar, tenaga bantuan kesehatan, dlll
multirole seterongggggemoticon-I Love Indonesia (S)
tsunami membuat TNI sadar butuh Chinook emoticon-Big Grin
Multirole mode on........
saya pernah baca sebuah artikel berbahasa inggris yang ada kalimat sbb:
kalo ingin menilai kemampuan sebuah angkatan bersenjata di masa damai, maka nilai seberapa tanggap mereka dalam misi non-perang, seperti dalam penanggulangan bencana alam.
artikel tsb mengambil angkatan bersenjata US dan jepang sebagai contoh.

imho masuk akal. kemampuan berkoordinasi, distribusi logistik, kecepatan tanggap, kecepatan reaksi, ketepatan order, kesiapan dll pemerintah kita dan TNI sangat teruji waktu tsunami aceh. dan hasilnya tidak terlalu bagus.
imho ini bukan masalah alutsistanya (walau alutsista juga mendukung..)
Mungkin maksudnya Tsunami itu "momentum" Om..!? Mungkin selama ini ngga kepikiran dan mikirin.
Ternya pas kejadian Tsunami baru kerasan kalau kita itu tidak punya apa2...jangankan ngomong perang terbuka yg butuh kekuatan nyata untuk penanganan bencana yang bentuknya helo, pesawat atau kapal angkut saja kita tidak punya.
Mangkanya dibilang momentum, selain dipakai buat perang juga untuk penanggulangan bencana.
Quote:Original Posted By kaka404
saya pernah baca sebuah artikel berbahasa inggris yang ada kalimat sbb:
kalo ingin menilai kemampuan sebuah angkatan bersenjata di masa damai, maka nilai seberapa tanggap mereka dalam misi non-perang, seperti dalam penanggulangan bencana alam.
artikel tsb mengambil angkatan bersenjata US dan jepang sebagai contoh.

imho masuk akal. kemampuan berkoordinasi, distribusi logistik, kecepatan tanggap, kecepatan reaksi, ketepatan order, kesiapan dll pemerintah kita dan TNI sangat teruji waktu tsunami aceh. dan hasilnya tidak terlalu bagus.
imho ini bukan masalah alutsistanya (walau alutsista juga mendukung..)


Mungkin pengertiannya dari aspek non tempur ya om...?? CMIIW....bukan kah pasca tsunami US perlahan2 mencabut embargo-nya, khususnya yg non-lethal...spt spare parts Hercules...
Quote:Original Posted By bigmack
Mungkin maksudnya Tsunami itu "momentum" Om..!? Mungkin selama ini ngga kepikiran dan mikirin.
Ternya pas kejadian Tsunami baru kerasan kalau kita itu tidak punya apa2...jangankan ngomong perang terbuka yg butuh kekuatan nyata untuk penanganan bencana yang bentuknya helo, pesawat atau kapal angkut saja kita tidak punya.
Mangkanya dibilang momentum, selain dipakai buat perang juga untuk penanggulangan bencana.


setujuh, momentum itu mulai bangkit sejak itu.emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By cherrybombers


klo LPD, KRI dr soeharso, pesawat angkut, helo angkut udah disebut sebagai kebangkitan militer, wah mentok disitu dong.. emoticon-Big Grin

militer kita emang nyata bangkit, baik dari jumlah alutsista maupun jenis nya.. tapi klo tsunami yg jadi kebangkitan militer, kok masih bingung korelasinya..

(hanya mencoba mengerti jalan pikiran si penulis, emoticon-Big Grin)


Claim ini ada benarnya juga lho. Saya masih ingat waktu Bush approached US Congress utk membatalkan sebagian dari embargo militer yg diberlakukan di masa Bill Clinton. Alasan paling kuat yg dipakai Bush saat itu adalah ketidakmampuan TNI utk melakukan even humanitarian ops di wilayah RI sendiri. Lobby oleh Bush dan Condie ini yg mengakibatkan di bukanya keran penjualan spare parts dan alat2 militer ke RI. Awalnya yg dijual hanya spare parts dan supplies utk non-lethal equipments (mostly utk angkutan). Namun di masa jabatan Bush yg ke-2 (started January 2005) dia secara step by step melakukan lobby ke Congress utk membuka keran penjualan alat2 militer ke RI secara full. Obama menlanjutkan policy ini.

Jadi saat itu Bush melihat bhw kekuatan dan kemampuan TNI sudah sedemikian rendahnya. Ini menimbulkan kekhawatiran kalau Indonesia tidak mampu mengamankan wilayahnya sendiri. Kalau ini terjadi maka Indonesia bisa menjadi surga bagi tumbuhnya terror groups yg saat itu sudah mulai tampak (peristiwa bom Bali dll).
mungkin aspek transportasi yang jadi fokus awal, aspek tempur menyusul?
×