alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5242e51d8227cfc166000002/ane-setujuh-pelatih-biarkan-pemain-timnas-u-19-berkembang-sesuai-umurnya
[ane setujuh] Pelatih: Biarkan Pemain Timnas U-19 Berkembang Sesuai Umurnya
Pelatih: Biarkan Pemain Timnas U-19 Berkembang Sesuai Umurnya
Mercy Raya - detiksport

Jakarta - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, merasa khawatir apabila anak-anak asuhannya terlalu cepat "dipaksa" memasuki level yang sesungguhnya belum di level mereka.

Hal itu diungkapkan Indra dalam pertemuan dengan wartawan di Hote Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2013) siang.

Begitu "Garuda Muda" berhasil menjuarai Piala AFF U-19 akhir minggu lalu, sorotan kepada para pemainnya sangat besar. Banyak klub profesional kabarnya mulai memilih-milih mereka untuk direkrut.

Bahkan pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, telah menyatakan ketertarikannya memanggil tiga pemain untuk mengikuti seleksi SEA Games 2013. Ketiga pemain yang disebut coach RD adalah Evan Dimas, Hansamuyama, dan Ilhamudin Armaiyn.

"Saya sendiri belum ada pembicaraan lebih lanjut (dengan Rahmad Darmawan), tapi beda usianya 'kan hampir enam tahun. Evan Dimas memang hebat di kelompok umurnya. Tapi ini tolong digaris bawahi: dia hebat di kelompok umurnya, tapi apakah dia hebat di kelompok lebih tinggi, 'kan belum tentu," ujar Indra.

"Saya takut perkembangan mereka tidak sebagaimana mestinya," lanjutnya. "Oke, kalau ada tim yang sangat berniat merekrutnya, tapi belum tentu pelatih memainkan dia. Kalau hanya duduk di bangku cadangan percuma. Itu akan mematikan performa sang pemain. Biarkan Evan Dimas dan kawan-kawannya berkembang sesuai dengan umurnya."

Indra mulai Jumat memulai program latihan timnas guna menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U-19 di Sidoarjo. Ia akan menyeleksi tim, karena ke-20 pemain yang tampil di Piala AFF lalu disebutnya tidak otomatis masuk tim, dan ada sejumlah pemain lain yang diberi kesempatan mengikuti seleksi.

Ditanya apakah ada intervensi PSSI dalam penyeleksian pemain tersebut, Indra menjawab:

"Tidak ada, tidak ada sama sekali. Ini untuk semua ya, tidak ada intervensi dari siapapun, baik itu pemilihan pemain, penyusunan pemain. Tidak ada. Jadi semua diserahkan kepada pelatih. Makanya kalau kemari kalah itu tanggung jawab pelatih."
cakep banget gan, asli
iya...dan jgn banyak masuk invotaiment ntar kek yang lalu" jd males'an gede kepala...semangat ya kawan"
semoga ga kepincut sama sonice.. emoticon-Big Grin... kalo udah kepincut susah lepasnya kayak wagub itu tu.... emoticon-Ngacir
Sudah betul itu ... kalau pasti masuk tim inti yg silahkan saja RD mengambil mereka tapi kalau cuman jadi cadangan ya jangan ,,, emang stok pemain U-23 habis apa
klub profesional?
setau saia, klub profesional itu adanya di Thailand, Malaysia, Singapore, Australia emoticon-Big Grin
mungkin beda kali yah eropah ama indonesia...^^
Quote:Di usianya yang masih 16 tahun, Fabregas tidak pernah berpikir untuk masuk dalam tim inti tapi dia terus belajar dari seniornya, Patrick Vieira dan Gilberto Silva sambil mengkonsentrasikan dirinya dalam pelatihan dan belajar Bahasa Inggris. Tidak lama kemudian, dia memulai debutnya pada tanggal 23 Oktober 2003 dalam pertandingan Piala Liga melawan Rotherham United. Dengan bermainnya dia di pertandingan tersebut, dia menjadi pemain Arsenal termuda dengan umur 16 tahun 177 hari.
pelatih hebat akan membawa perubahan besar kepada tim yang di latih'a.
kebanyakan pelatih indo g berani mengambil resiko n otak duit n ketenaran semua.
Quote:Original Posted By ajacid
mungkin beda kali yah eropah ama indonesia...^^


Beda banget gan, evan dimas memang bukan fabregas, dan ini Indonesia bukan eropa. Ane kuatir kalo diberikan ekspetasi yang terlalu tinggi justru akan menjadi beban mental yg malah bikin dia down. Makanya ane setuju sama pelatih, mending matengin dulu dari bawah.

Lagian ujian yg dilalui di U-19 baru di level Asia Tenggara, bandingkan dengan Fabregas yg di U-17 udah merengkuh runner up Piala Dunia dan Eropa U-17 serta menjadi pemain terbaik di kedua ajang tsb.
Quote:Original Posted By dwibi


Beda banget gan, evan dimas memang bukan fabregas, dan ini Indonesia bukan eropa. Ane kuatir kalo diberikan ekspetasi yang terlalu tinggi justru akan menjadi beban mental yg malah bikin dia down. Makanya ane setuju sama pelatih, mending matengin dulu dari bawah.

Lagian ujian yg dilalui di U-19 baru di level Asia Tenggara, bandingkan dengan Fabregas yg di U-17 udah merengkuh runner up Piala Dunia dan Eropa U-17 serta menjadi pemain terbaik di kedua ajang tsb.


ngomong2 ini pendapat sendiri semata atau ada risetnya...???
Pesan saya jangan makan sosis emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By ajacid


ngomong2 ini pendapat sendiri semata atau ada risetnya...???


pendapat ane sendiri. kalo mau riset silakan bandingkan statistiknya evan dimas sama fabregas tuh. Kalo lihat dari statistik fisik dan teknis pemain mungkin susah didapat, paling gampang silakan dilihat dari prestasi bersama timnas junior masing-masing. Beda jauh.

Ane setuju kalo timnas U-19 bermain bagus di kejuaraan kemarin dan menjadi harapan bagi sepakbola Indonesia, tapi menurut ane malah tidak baik kalo mereka dibebani dgn harapan yg terlalu tinggi. Biarkan mereka bermain di tim nya sekarang di level mereka. Atau lihat aja dulu kiprah mereka di level yg setingkat lebih tinggi yaitu AFC Cup U-19
Quote:Original Posted By dwibi


pendapat ane sendiri. kalo mau riset silakan bandingkan statistiknya evan dimas sama fabregas tuh. Kalo lihat dari statistik fisik dan teknis pemain mungkin susah didapat, paling gampang silakan dilihat dari prestasi bersama timnas junior masing-masing. Beda jauh.

Ane setuju kalo timnas U-19 bermain bagus di kejuaraan kemarin dan menjadi harapan bagi sepakbola Indonesia, tapi menurut ane malah tidak baik kalo mereka dibebani dgn harapan yg terlalu tinggi. Biarkan mereka bermain di tim nya sekarang di level mereka. Atau lihat aja dulu kiprah mereka di level yg setingkat lebih tinggi yaitu AFC Cup U-19


jadi bisa iya bisa enggak ya...emoticon-shakehand

jangan suka bersumsi yahh...!!
Quote:Original Posted By ajacid


jadi bisa iya bisa enggak ya...emoticon-shakehand

jangan suka bersumsi yahh...!!


Betul, belum tentu evan dimas mampu melakukan apa yang dilakukan fabregas.

apa gunanya tulisan ini dipajang dibawah : KASKUS is providing freedom of speech.
Jgn terlalu takabur, slow aja
Quote:Original Posted By dwibi


apa gunanya tulisan ini dipajang dibawah : KASKUS is providing freedom of speech.


hak kebebasan berbicara dengan bicara ngasal itu jauh bedanya om...^^
Quote:Original Posted By ajacid


hak kebebasan berbicara dengan bicara ngasal itu jauh bedanya om...^^


apakah ente bilang ane bicara ngasal?

intinya di sini ane cuman mengutarakan kesetujuan sama pelatih Indra Syafrie

Quote:"Saya sendiri belum ada pembicaraan lebih lanjut (dengan Rahmad Darmawan), tapi beda usianya 'kan hampir enam tahun. Evan Dimas memang hebat di kelompok umurnya. Tapi ini tolong digaris bawahi: dia hebat di kelompok umurnya, tapi apakah dia hebat di kelompok lebih tinggi, 'kan belum tentu," ujar Indra.

lagian yg ngasal bukannya ente tuh gan, disini lagi ngomongin Evan Dimas ngapain bawa-bawa fabregas segala, kejauhan OOT nya emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By dwibi


apakah ente bilang ane bicara ngasal?

intinya di sini ane cuman mengutarakan kesetujuan sama pelatih Indra Syafrie



dan yg ngasal bukannya ente tuh, ngapain bawa-bawa fabregas segala emoticon-Ngakak


hadehhhh...!!!

- fabregas itu sebagai perbandingan (kalo fabregas bisa kenapa evan dimas gak bisa???)...
- kan lo jawab: memang beda kalo eropah (ya kan...!!!)
- gw tanya lagi, emang ada risetnya (eropa bisa, indonesia gak bisa)...???
- dan lu gak bisa kasih data riset masalah di atas kan...!!!
- yah artinya pendapat IS itu bisa benar bisa juga salah....!!!

gila nih para fans bola...^^
yang bawa2 fabregas,
kita akan bandingkan sistem dari 2 negara eropa beberapa tahun terakhir ini.

Negara A adalah negara yang berpendapat sama dengan pelatih timnas u 19.
pemain, walaupun sejago apapun, udah jadi pemain utama di klubnya, udah jadi cadangan di timnas kalo friendly, tetap diprioritaskan untuk bermain sesuai kelompok umurnya. 21 tahun ya masuk u21, dan seterusnya.

Negara B adalah negara yang suka manggil2in pemain muda untuk masuk tim utama. Akibatnya pemain2 itu, merasa udah jago, udah maen di timnas, banyak yang ga mau maen di u21 lagi.

Negara A adalah spanyol, dan hasilnya jelas, timnas mereka terdiri dari pemain2 yang punya backbone yang kuat, dan kalau tim yang sekarang pensiun semua pun, mereka punya tim junior yang isinya pemain2 berbakat semua yang siap gantiin.

Negara B adalah inggris, dan hasilnya juga jelas. kalo generasi ini pensiun, inggris habis.

jadi kita mau kaya inggris ato spanyol? emoticon-Malu (S)
wah mantep ada debat nih.....

emoticon-linux2