alexa-tracking

10 Mitos tentang Mobil Murah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5242e20b1e0bc3af48000007/10-mitos-tentang-mobil-murah
10 Mitos tentang Mobil Murah
25 September 2013
Kebijakan pemerintah tentang mobil murah dan hemat energi (low cost and green car/ LCGC) menuai kontroversi. Berawal dari penolakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menilai mobil murah akan menambah kemacetan ibukota. Penolakan serupa juga diikuti oleh banyak pihak yang menganggap program mobil murah tidak tepat sasaran. Selain harganya yang tidak bisa dibilang murah bagi kantong sebagian besar masyarakat, program ini juga berlawanan dengan kebijakan pemerintah yang ingin menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Alhasil, akan menambah beban anggaran pemerintah. Lin Che Wei, CFA dalam tulisan ini memaparkan 10 mitos tentang mobil murah. Alih-alih memberikan keuntungan seperti yang dilontarkan pemerintah, kebijakan tersebut justru berpotensi merugikan masyarakat.

Mitos pertama Nilai tambah mobil murah tinggi.
Fakta: Hanya 40 persen dari komponen produk otomotif dibuat secara lokal, sedangkan 60 persen komponen masih diimpor. Artinya, nilai tambah mobil murah lebih tinggi untuk perusahaan asing.

Mitos kedua Mobil murah akan meningkatkan ekspor karena 15-20 persen untuk ekspor.
Fakta: Hanya sekitar 15-20 persen dari mobil murah yang akan diekspor dengan jumlah hanya 19.500-35.000 unit. Sementara 60 persen dari komponen otomotif berasal dari Impor, sehingga mobil murah akan menyebabkan kita mengimpor lebih banyak daripada mengekspor.

Mitos ketiga Pembeli mobil murah tidak akan meningkatkan penggunaan BBM bersubsidi.
Fakta: Peraturan pembelian BBM sekarang adalah untuk pembelian mobil bukan mewah dan cc kecil. Mobil Murah akan menyebabkan peningkatan konsumsi BBM bersubsidi kecuali ada mekanisme pengaturan yang efektif.

Mitos keempat Rakyat Kecil yang diuntungkan adanya mobil murah.
Fakta: Mobil murah akan meningkatkan konsumsi yang tidak perlu dari rakyat kecil. Mereka seharusnya memperoleh transportasi umum yang murah. Mobil murah justru akan menguntungkan pengusaha otomotif dan perusahaan pembiayaan dengan mendorong rakyat kecil menjadi lebih konsumtif.

Mitos kelima Program mobil hemat menguntungkan karena mendatangkan komitmen investasi US$ 3 miliar.
Fakta: Pembebasan pajak yang diberikan pemerintah sangat besar. Hitunglah pajak yang hilang dalam lima tahun. Dengan asumsi penjualan sebesar 700.000 sampai 1.000.000 mobil dalam lima tahun, dan PPnBM 10 persen, katakan nilainya Rp 10 juta per mobil, maka pajak yang hilang adalah Rp 10 Triliun.

Mitos keenam Program mobil murah tidak akan menimbulkan kemacetan.
Fakta: Dengan asumsi mobil 12 juta (@ 4 meter), truk 3 juta (@ 6 meter), bus 5,5 juta (@ 6 meter), dan motor 80 juta (jajar dua @ 1.8 meter), maka panjang kendaraan apabila dijajarkan saat sekarang adalah sepanjang 17.100 km. Panjang jalan nasional saat ini sekitar 33.000 km dan jalan tol 800 km. Dengan penjualan mobil diperkirakan sekitar 1,4 juta per tahun jadi akan menambah sekitar 551 km setiap tahun. Mobil murah jelas akan dengan cepat menambah kemacetan jalan.

Mitos ketujuh Mobil murah akan dijual ke daerah dan tidak di kota besar.
Fakta: Sebagian besar target pasar dari mobil murah adalah rakyat menengah ke bawah yang ulang-alik di kota-kota besar. Data penjualan mobil cc kecil juga menunjukan bahwa penjualan justru sangat kuat di perkotaan dan bukan pedesaan atau daerah.

Mitos kedelapan Mobil murah akan menjadi sarana transfer teknologi ke mobil-mobil nasional.
Fakta: Industri otomotif Indonesia sudah berdiri sejak 1970-an atau lebih dari 40 tahun. Transfer teknologi berjalan sangat lambat dan tidak mungkin hal tersebut dapat terjadi dalam 3-4 tahun ke depan.

Mitos kesembilan Mobil murah diperjuangkan oleh pejabat-pejabat yang mementingkan rakyat kecil.
Fakta: Mobil murah diperjuangkan oleh pejabat-pejabat yang pernah menjadi duta dagang Indonesia (calo). Mereka yang pernah menjadi pengurus industri otomotif, yang keluarganya memegang lisensi penjualan mobil murah di daerah. Pejabat publik yang mencoba memanfaatkan isu mobil murah untuk kegiatan populis.

Mitos kesepuluh Mobil murah akan membawa Indonesia menjadi negara maju (developed country).
Fakta: Menurut walikota Bogota, negara maju bukanlah negara yang golongan menengah ke bawah memiliki mobil, tetapi ketika golongan menengah ke atas memakai transportasi publik. Dalam kebijakan ini Indonesia bukanlah developed country atau developing country (negara sedang membangun). Indonesia adalah decaying country (negara yang membusuk) dalam kebijakan otomotif dan transportasi publik.

http://www.katadata.co.id/1/3/opini/...bil-murah/550/

setuju gw ama artikel ini, klo mau pro rakyat kecil harusnya dibuat transport umum yang terjangkau dan nyaman, bukan dengan mobil murah. klo mobil murah, hanya menguntungkan produsen mobil, kemacetan dari meningkatnya penjualan mobil akan meningkatkan biaya rakyat kecil
setuju banget dengan ts dan isi trit-nya, ...

jika benar bahwa 40% komponennya produksi lokal, ... masih dipertanyakan lagi, ... berapa % bahan bakunya yang harus diimpor, ... ???

yang pasti, ... program mobil murah sangat menguntungkan jepang, ...
dan beberapa pejabat tinggi negeri ini terkesan menjadi sales representative jepang, ...

i love emoticon-I Love Indonesia

apanya yg murah sigh emoticon-Sorry
KASKUS Ads
Yang penting, isa import.
banyak import banyak rezeki.....emoticon-Big Grin
Thread yg mencerahkan...

walaupun data2 nya tidak begitu akurat, tapi pesannya sudah sangat jelas...

keep posting gan... emoticon-Big Grin
ada yang pro ada yang kontra
kalo sy pribadi pro karena otomatis termasuk pembangunan,dari pabrik,tenaga kerja,dan skill masyarakat indo sendiri
ane juga mikir kyk gitu soal kebijakan nyeleneh ini
tdnya ane pikir green car itu bahan bakarnya ramah lingkungan misalnya solar power, elektrik
tahunya cuma karena ccnya kecil, tetep aja masih lebih gede dr roda 2
Mitos ke sepuluh patut direnungi emoticon-Big Grin
mantep analisanya..
kalo ane masih curiga fee perunit yang bakal di terima .. emoticon-Gila
Quote:


kebanyakan merenung gak jadi2, wong udah dijadikan ladang PROYEK mo bijimane lagi emoticon-Big Grin
setuju nih sama Ts. emoticon-Angkat Beer

namanya juga tahun pemilu, wajar lah ada kebijakan yg diada-ada
Hmm.. Mnunggu price list nya harga mobil murah yg kata nya untuk rakyat kcil. Klo trnyata masih ga kbeli jga,, trus tujuan nya pa ya?
dibawah Rp 100 jt tu murah ya?emoticon-Matabelo
pinter bener ni para elite jual rakyat nya
dapet fee berapa ya mereka?
Dan yang pasti mobil LCGC itu bagai peti mati berjalan...
mitos=hoax
yg percaya mitos goblox kwadrat emoticon-Big Grin
datanya aja uda ngasal
emoticon-Big Grin
mobil murah?

harga 100 juta-an murah?

ngawur... emoticon-Embarrassment
loh belum tau ya??

itukan sebenernya cuma alibi, biar besok partai si jembut uban dan besan serta temen2nya dapet kucuran dana buat pilpres 2014....

coba aja hitung.,.., klo potensi kehilangan pajak aja sampe 10 triliun pertahun...
gimana klo 5 triliun, itu perusahaan otomotif sumbangin buat pilpres....

soalnya sekarang klo mo cari dana tambahan agak susah, proyek seret, byk yg kena kasus KPK.... jd jalan keluarnya adalah bikin "peraturan" yang menguntungkan.... masak gitu aja perlu mikir berat2...

Hepi 

Low Cost nya dimana? Green nya apanya yang green?
yoi setuju

sama artikel yg di bawa in ts

biasa menjelang pemilu ada program2 "aneh" emoticon-Big Grin
ane bakal setuju kalo itu mobil murah pake listrik
gak berat di nama GREEN CAR
bego aja pemerintah jelas2 itu pake bensin dinamain green car
malah nambah konsumsi bbm subsidi emoticon-Najis
gitu deh kalo pemerintahan masi relasi sama astra