alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524299cd20cb172d40000008/kemhan--alat-sadap-tidak-ada-kepentingan-politik
KEMHAN : ALAT SADAP TIDAK ADA KEPENTINGAN POLITIK
Hari ini Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan rencana pengadaan, proses dan penganggaran pengadaan alutsista pada tahun depan di hadapan wartawan di Balai Urip Sumoharjo, Kompleks Kemnhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Menurut pihak Kementerian Pertahanan berita tentang pengadaan Alutsista untuk TNI saat ini sudah simpang siur. Brigjen TNI Sisriadi dari Kepala Komunikasi Publik Kemhan mengatakan, banyak pemberitaan di media yang mengatakan kalau Kemhan membeli alat sadap. Menurutnya Kementrian Pertahanan tidak membeli alat sadap, tapi peralatan intelijen. Dan Bukan rakyat juga yang akan sadap.Karena ini bisa memunculkan ketakutan Masyarakat dengan pemberitaan yang beredar. Biar tidak simpang siur semua akan di jelaskan oleh pihak kemhan.

Dalam rilis Kemhan yang di muat oleh sejumlah media hari ini, disebutkan pengadaan Alutsista TNI adalah untuk memodernisasi peralatan yang ada yang sesuai UU No 34 Tahun 2004 tentang Pertahanan Negara dan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pengadaan peralatan intelijen oleh Kemhan berawal dari pengajuan kebutuhan peralatan intelijen oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Proses awal pengajuan kebutuhan tersebut sudah dimulai sejak 2009. Dalam pembahasan anggaran tahun 2012. Dalam pembahasan anggaran tahun 2012, rencana pengadaan peralatan intelijen itu telah mendapat persetujuan dari Komisi I DPR untuk dibiayai dengan Kredit Eksport. Lebih lanjut disebutkan, kontrak pengadaan peralatan intelijen dilakukan dengan perusahaan Inggris, Gamma TSE Ltd. Kontrak itu senilai USD 5,6 juta atau 4,2 juta yang mencakup materiil peralatan intelejen dan paket pelatihan bagi personel yang mengoperasikannya, baik yang bertugas di dalam negeri maupun kantor-kantor Atase Pertahanan Indonesia di luar negeri.

Selain itu, menurut Brigjen TNI Sisriadi, peralatan itu tidak akan digunakan untuk menyadap rakyat Indonesia. Dalam kutipan nya ia mengatkan "Peralatan intelijen tidak akan digunakan untuk kepentingan politik praktis. Sesuai perjanjian Panglima TNI dalam beberapa kesempatan bahwa seluruh jajaran TNI menjunjung tinggi komitmen netralitas dan tidak masuk dalam urusan politik praktis menjelang Pemilu 2014. Jadi sebaiknya teman-teman media dalam menulis tidak salah tafsir, karena akan memunculkan berita yang samar dan tidak jelas, sehingga menimbulkan spekulasi. Yang jelas semuanya di gunakan untuk keperluan dan kepentingan bangsa. Percayalah bahwa merkea tidak berpolitik dan netral, terutama pada pemilu 2014 mendatang.

Ini Linknya :::: http://www.merdeka.com/peristiwa/kem...k-politik.html