alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52428f01a1cb176841000001/merajut-dan-menggemuruhkan-aceh
Merajut Dan Menggemuruhkan Aceh
Aceh sejatinya adalah formula naluri dan kecerdasan akal budi religi yang ingin menajamkan harkat dan martabat karena sudah dibuktikan dalam perjalanan panjang sejarahnya. Ketika hampir semua daerah kolonial yang lain di Hindia Belanda sudah takluk, Aceh justru belum mampu ditaklukkan Belanda. Jendral Kohler pun harus meregang nyawa di Kutaraja manakala mencoba menyerbu Aceh tahun 1873. Aceh baru takluk tahun 1904, itu artinya daerah terakhir yang jatuh ke tangan kolonial. Hanya 40 tahun saja sebelum Belanda akhirnya takluk di tangan Jepang. Harkat dan martabat itu sesungguhnya merupakan nilai keistiqomahan Aceh jika kita merenungi sejarah kepahlawanan Sultan Iskandar Muda, Malahayati, Teuku Umar dan Tjut Nyak Dien.

Dalam perjalanan berbangsa, salah satu bentuk penghargaan pada nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan Aceh bisa kita lihat dari penamaan kapal perang (KRI). Aceh mendapat porsi lebih banyak dalam alokasi penamaan kapal perang RI. Ada KRI Sultan Iskandar Muda, ada KRI Malahayati, ada KRI Teuku Umar, ada KRI Cut Nyak Dien, juga ada KRI Rencong. Semua kapal perang itu berkualifikasi striking force. Sementara untuk kapal perang kelas LPD yang modern dari 4 KRI LPD yang dimiliki TNI AL salah satunya bernama KRI Banda Aceh. Bandingkan dengan Sumut dan Sumbar yang hanya mendapat “jatah” 1 nama KRI striking force yaitu KRI Oswald Siahaan untuk Sumut dan KRI Imam Bonjol untuk Sumbar.

Dalam beberapa tulisan terdahulu kita berpandangan sudah sepantasnya di Aceh ada minimal penugasan 1 flight Hawk yang berpangkalan di Pekanbaru. Maksudnya sekali-kali ada 1 flight Hawk yang menghadirkan diri di angkasa Aceh untuk menyuarakan kegemuruhan kedaulatan NKRI dalam rutinitas keseharian. Sebab dari semua tontonan dan atraksi militer yang disajikan apakah melalui latihan atau parade militer, gemuruh dan manuver jet tempur merupakan kebanggaan yang mampu mengepalkan harga diri pada nilai kedaulatan berkebangsaan. Deru jet tempur yang membahana di ruang udara diyakini merupakan representasi dari kewibawaan kedaulatan bernegara disamping unjuk tampil Main Battle Tank, Peluru Kendali Jarak Jauh dan Kapal Selam.

Air Force Base Pekanbaru akan ada isian skuadron F16 mulai tahun depan. Nah, biar gak rame ditumpuk di satu pangkalan diurai dong. Pucuk dicinta ulam tiba, belum sepekan Panglima Moeldoko menjabat, sudah langsung “menggenggam” Aceh sembari bersabda bersama Menhan bahwa di Aceh akan ada skuadron penuh Hawk relokasi dari Pekanbaru, markas Kogabwilhan dan pengembangan pangkalan utama TNI AL Lhok Seumawe. Jadi untuk matra udara garis lurusnya makin jelas, ada skuadron jet tempur F16 di Pekanbaru, ada skuadron pesawat pengintai di Medan dan ada skuadron jet tempur Hawk di Lhok Seumawe.

Sebagai wilayah perbatasan meski tidak berstatus border land, kehadiran pengawal republik di tanah rencong merupakan kepantasan yang harus ditingkatkan bersama daerah lain yang juga punya garis batas negara seperti Kalbar, Kaltim, NTT dan Papua. Kehadiran tentara juga harus diikuti dengan dukungan sejumlah alutsista strategis seperti jet tempur, kapal perang, rudal dan tank. Disamping itu penguatan kualitas tempur pasukan darat perlu ditingkatkan dengan menjadikannya sebagai batalyon raider yang mempunyai kualifikasi perang konvensional, perang kota dan perang anti teror.

Sebagai daerah yang pernah mengalami konflik berkepanjangan, menjaga perdamaian di bumi Serambi Mekkah ini memerlukan payung pelindung dan penjaga kewibawaan kedaulatan NKRI. Tidak hanya itu, kawalan terhadap pintu utara Selat Malaka memerlukan kehadiran angkatan laut yang berwibawa. Karena di mulut itu ada sedikitnya tiga negara yang saling bersinggungan perbatasan dengan kita, Malaysia, Thailand dan India. Kehadiran kapal-kapal perang RI secara permanen di kawasan itu merupakan bagian dari mewibawakan teritori laut di jalur strategis itu.

Kehadiran militer dan alutsista segala matra di Aceh merupakan bagian dari strategi pemerataan kekuatan pukul TNI. Tidak hanya Aceh, hampir semua gelar pasukan dan alutsista mulai dialokasikan ke seluruh wilayah tanah air. Gelar satuan marinir setingkat divisi di Papua sedang dilaksanakan, juga di Batam dengan kekuatan satu batalyon. Alokasi skuadron Heli tempur di Berau, Baturaja dan Papua. Kemudian penambahan batalyon tempur di Kalimantan, penambahan dan alokasi skuadron TNI AU, penambahan dan pergeseran pangkalan TNI AL semuanya sedang giat dilakukan.

Yang perlu dicatat di Aceh tidak ada penambahan pasukan TNI. Yang ada adalah peningkatan kualifikasi satuan tempur pemukul organik dan penambahan alutsistanya. Kita bersemangat untuk mendukung kebijakan menghadirkan secara permanen 1 skuadron Hawk di Aceh. Ini semua di lakukan untuk merajut Aceh dan menggemuruhkan kewibawaan NKRI. Bahkan sekali-sekali di bumi Aceh perlu dikunjungi minimal 1 flight jet tempur Sukhoi, atau F16 sebagai bagian dari jelajah kawal nusantara. Khusus untuk Sukhoi sangat perlu melakukan safari jarak jauh ke Sumatera minimal setahun sekali. Gemuruhnya diyakini akan mampu menghangatkan adrenalin semangat berbangsa. Tidak hanya, itu bukankah di samping Sumatera ada tetangga sebelah yang selalu meributkan Ambalat. Sesekali perlu show of force mulai dari Aceh sampai Riau, bukankah begitu.
****
Jagvane / 25 Sept 2013emoticon-I Love Indonesia (S)
feeling ane penempatan pespur di aceh buat ngawasin vijay dan sonoraemoticon-Malu (S)
di tunggu gebrakan Pak Moeldoko selanjutnya emoticon-Big Grin
^ yup bener... jangan lupa di utara aceh ada om vijay...
plus di riau ada kedubes tetangga... *membayngkan loepard dkk pawai di jalan jendral sudirman, melambat sambil menodongkan turetnya ketika melewati gedung dubes..* hihihi
Quote:Original Posted By kaka404
^ yup bener... jangan lupa di utara aceh ada om vijay...
plus di riau ada kedubes tetangga... *membayngkan loepard dkk pawai di jalan jendral sudirman, melambat sambil menodongkan turetnya ketika melewati gedung dubes..* hihihi

ane sebenarnya agak cemas dengan riwayat sejarah si vijay
hobi banget ngusil dan ngerusuh di negara orang
apalagi koko panda mulai agresifemoticon-Cape d... (S)
beberapa waktu lalu, petinggi NAD ada yang nemuin danlanud adi, membahas pembukaan sekbang di NAD, ada hubungannya sama penempatan pespur ga ya? itu sekbang jadi ga ya? buat sekbang sipil atau sekbang militer?
Quote:Original Posted By kaka404
^ yup bener... jangan lupa di utara aceh ada om vijay...
plus di riau ada kedubes tetangga... *membayngkan loepard dkk pawai di jalan jendral sudirman, melambat sambil menodongkan turetnya ketika melewati gedung dubes..* hihihi

Maaf OOT, apakah benar di riau sekarang ada kedubes?
------------+---------------
Oom Pane, tulisan yg menyentuh. Mudah2an kita tersadar kembali bahwa selain sibuk di depan rumah kita, belakang dan samping rumah kita juga janganlah sampai terabaikan.terlupakan.
Manakala kehadiran fisik, cukup untuk memuaskan dahaga kepenasaran sebagian masyarakat indonesia yg pesimis. "Katanya punya pespur hebat,.......katanya punya mbt modern.....katanya punya rantis batel prupen, ...aah itu kan cuma katanya."
----
Quote:Original Posted By dnnghr
Maaf OOT, apakah benar di riau sekarang ada kedubes?

bukan cuma pekan baru...
Quote:Malaysia Embassy , Indonesia
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. X/6, No.1-3 Kuningan
12950
Jakarta Selatan
Jakarta
Indonesia
Phone:
+62-21-522-4947
Fax:
+62-21-522-4974
Email:
maljakarta@kln.gov.my

Jln. P.Diponegoro No. 43
North Sumatera
20152
Medan
Indonesia
Phone:
+62-61-453-1342
+62-61-453-5271
+62-61-452-3992
Fax:
+62-61-453-4681
Email:
malmedan@kln.gov.my

Jln. Jenderal Sudirman Simpang Tiga
Pekanbaru
Riau
28116
Pekan Baru
Indonesia
Phone:
+62-761-856-166
+62-761-856-167
Fax:
+62-761-789-4052
Email:
malpbaru@kln.gov.my

Hotel Mercure, Jl Jenderal Ahmad Yani No. 91
Pontianak, Kalimantan Barat
78124
Pontianak
Indonesia
Phone:
+62-561-736-061
+62-561-581-224
Fax:
+62-561-736-060
Email:
malptianak@kln.gov.my

hanya saja tiap kali saya pulang kampung selalu lewat jalan sudirman pekanbaru
jaman sekarang harus pandai diplomasi dan atur kata2..agar yg keras terlihat lunak, yg lunak terlihat makin enak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By dnnghr

Maaf OOT, apakah benar di riau sekarang ada kedubes?
------------+---------------
Oom Pane, tulisan yg menyentuh. Mudah2an kita tersadar kembali bahwa selain sibuk di depan rumah kita, belakang dan samping rumah kita juga janganlah sampai terabaikan.terlupakan.
Manakala kehadiran fisik, cukup untuk memuaskan dahaga kepenasaran sebagian masyarakat indonesia yg pesimis. "Katanya punya pespur hebat,.......katanya punya mbt modern.....katanya punya rantis batel prupen, ...aah itu kan cuma katanya."
----


Setuju, cuma memang harus bertahap dan yang sudah datang pantas pula diperlihatkan agar rakyat semakin bangga dengan tentaranya yang gahar..emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By DragonTigerGate
jaman sekarang harus pandai diplomasi dan atur kata2..agar yg keras terlihat lunak, yg lunak terlihat makin enak emoticon-Ngakak


Nah ini dia, ngomong sama tetangga low nada aja, tapi keris-keris alutsista yang tajam sudah, sedang dan akan dipertajam terus...
Quote:Original Posted By DragonTigerGate
jaman sekarang harus pandai diplomasi dan atur kata2..agar yg keras terlihat lunak, yg lunak terlihat makin enak emoticon-Ngakak


jangan melupakan diplomasi lontong siluman....cukup cetar juga, gak kalah dengan diplomasi kapal induk ...


emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By wahwibson

ane sebenarnya agak cemas dengan riwayat sejarah si vijay
hobi banget ngusil dan ngerusuh di negara orang
apalagi koko panda mulai agresifemoticon-Cape d... (S)


Gan, setahu ane pespurnya vijay kadang main ke Aceh dan KSnya katanya sempat main2 ke Sumatera kan?
selain itu punya si Vijay ngapain lagi? Agan sepertinya punya cerita lain.
Ane ubek2 kaskus n gugel nggak nemu kasus lain.
Quote:Original Posted By pyocorus


Gan, setahu ane pespurnya vijay kadang main ke Aceh dan KSnya katanya sempat main2 ke Sumatera kan?
selain itu punya si Vijay ngapain lagi? Agan sepertinya punya cerita lain.
Ane ubek2 kaskus n gugel nggak nemu kasus lain.


di andaman dan nicobar ada pangkalan sukhoi punya india dan jarak andaman dan aceh itu deket banged lo. dan sepertinya pemerintah udah mulai pasang pagar buat hadapi vijay

Sebuah peristiwa tentang masa itu

Perunding, Jago Tembak, dan...

Diantara langit dan Bumi, tak ada yang lebih mulia dari kemanusiaan. Pertempuran adalah hasil terburuk dari sebuah perundingan.


Malam itu, ketegangan hampir mencapai puncaknya di Hotel Kuala Tripa, Banda Aceh. Puluhan anggota TNI dan Polri tampak berjaga-jaga. Di kamar masing-masing, anggota Komite Keamanan Bersama (KKB) Indonesia mulai mengemasi barang bawaan. Esok pagi, mereka direncanakan akan meninggalkan Banda Aceh untuk kembali ke Jakarta menggunakan C-130 Hercules.
Baru berlalu dua setengah jam memasuki tanggal 15 Mei, tiba-tiba telepon berdering di kamar 203 lantai II. Letnan Kolonel Psk. Embu Agapitus yang terbangun dari tidur nyenyaknya, me-ngangkat gagang telepon. "Pak Embu, saya ingin sekali menghadap Pak Noerdin ."
Masih belum percaya bahwa itu suara Panglima Operasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tengku Amri bin Abdul Wahab dari kamar 409 lantai IV, Embu menjawab, "Ada apa?" Dengan mantap Amri membalas, "Saya ingin menyerah."

Conflict resolution
"Tidak mudah meyakinkan Amri untuk menyerah," jelas Embu. Tim KKB perlu waktu berbulan-bulan untuk meruntuhkan ketegaran hati panglima GAM yang kharismatik itu.
"Amri tokoh yang sangat populer. Ia kalau masuk kampung bisa digotong masyarakat berkilo-kilometer. Popularitasnya melewati Muzakir Manaf," papar Embu.
Secara hati-hati perwira Paskhas TNI AU kelahiran 16 Maret 1963 di Ende, Flores ini mengungkap trik-trik jitu meruntuhkan hati Amri. Empat perwira Kombes Pol. Adjie Rustam Ramja, Letkol Art. Edwin Prabowo, AKBP Nur Usman, dan Embu ¬ diserahi tugas berat ini.
Ada tiga poin yang disampaikan Embu kepada Amri. "Saya bilang, kalau Anda pilih kemerdekaan, berarti pertumpahan darah dengan TNI. Kalau itu terjadi, tidak mungkin GAM menang karena TNI itu mbah-nya perang gerilya. Yang kedua, cari tahu saja negara mana yang mendukung Aceh merdeka. Maka tidak mungkin impian Anda akan terlaksana. Dan ketiga, Anda itu salah satu TO (target operasi) TNI," papar Embu. "Kalau dua di atas berupa gambaran, maka yang terakhir pressure saya buat dia," tekan Embu.
Sebagai anggota KKB di Aceh/Foto: Dok. Pribadi
Keterlibatan kepala bidang tembak reaksi Jingga Adwar Shooting Club (JASC) dalam penyelesaian konflik di Nanggroe Aceh Darussalam, semakin menambah kematangannya sebagai perunding. Dengan gaya bertutur yang halus, Embu mengaku makin paham soal conflict resolution. Dari segudang pengalamannya sebagai juru runding di bawah payung internasional, akhirnya Embu mencoba merumuskan syarat penyelesaian konflik sebelum mengarah jadi bencana kemanusiaan.
"Saya sebut ACCDDR." Maksudnya A itu agreement to stop hostility, C dari cease fire, C kedua confidence building, D dari disarmament, D lagi demobilization, dan terakhir R reintegration.
Bicara perjalanan karir sarjana bahasa Inggris lulusan FKIP Universitas Nusa Cendana, Kupang (1985) ini sebagai perunding, dimulai pada 1994. Ketika itu, Embu terpilih menjadi anggota kontingen Garuda 17A untuk mengawasi gencatan senjata di Moro, Filipina. Bersama 14 perwira TNI lainnya, mereka bertugas dibawah payung OKI (Organisasi Konferensi Islam) selama setahun lebih.
Belum habis penat sepulangnya ke Indonesia, Embu kembali terpilih untuk tugas yang sama di Georgia, negara pecahan Rusia. "Kali ini kontingen Garuda 15C di bawah PBB," ujar Embu yang juga jadi liaison officer antara TNI dan UNAMET dalam jajak pendapat di Timor Timur.
Yang paling berkesan bagi Embu adalah saat bertugas di Moro. "Itulah pertama kali Indonesia mengirim kontingen tidak di bawah PBB, tapi OKI. Bagi saya yang katholik, sangat berkesan karena dapat tanda jasa bertuliskan Allahu Akbar." Sambil berseloroh Embu mengatakan, "Kalau saya gugur waktu itu, berarti mati syahid," akunya sambil memegang tanda jasa yang tersemat di dada kanannya.
Pull up
Saat bertugas di pegunungan Caucassus, Rusia, Agustus 1997/Foto: Dok. Pribadi
Kalau ditelusuri kebelakang, Embu aslinya adalah instruktur bahasa Inggris di Lanud Hussein Sastranegara, Bandung. "Padahal kalau jadi guru, mending saya balik ke Kupang sebagai dosen di almamater," keluh Embu yang tidak menyangka akan jadi instruktur. "Karena diotak saya, tentara itu tempur," jelas suami N. Selviana Gratia dan ayah dari Katharina Maria Embula (13), Stephanie Maria Embula (10), dan Georgia Maria Embula (4).
Adalah pada tahun 1989, ketika sejumlah anggota Paskhas menjadi siswa bahasa Inggris. Ibarat pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Di luar kelas, dilontarkannya hasrat untuk pindah ke Paskhas. Eh, gayung bersambut. Mereka malah memotivasi untuk pindah. Jadilah tahun itu, Embu berhak mengenakan baret jingga alias pindah korps.
Sayang, kepindahannya tidak kondusif. Pasalnya dari segi kepangkatan, ia sudah letnan satu senior. Untuk jadi kepala seksi di skadron pun, sudah telat. Karena itu sempat terlintas dipikirannya, tidak mau muluk-muluk sebagai prajurit TNI.
Namun jenjang kualifikasi prajurit Paskhas diikutinya dengan baik. Bahkan dengan merendah Embu mengatakan bahwa untuk olahraga militer, ia masuk top ten. Apalagi kalau pull up (gerak naik turun sambil bergelantungan), "35-40 kali dalam semenit sudah makanan saya," katanya. Malah kalau dibiarkan, 100 pun ia sanggup.
Sebagai prajurit Paskhas, jabatan komandan Skadron 465 adalah anugerah terbesar baginya. Bagaimana tidak anugerah. Komandan peleton tidak pernah, kompi apalagi, tahu-tahu di telepon Komandan Korps Paskhas (saat itu) Marsma TNI Nano Suratno untuk jadi komandan. "Semua seperti berkah, karena saya tidak pernah berharap," ucapnya.
Posisi komandan skadron dimanfaatkannya secara optimal. Utamanya hobi tembak reaksi yang sudah digaulinya sejak 1990, menggiringnya untuk membentuk sebuah klub. Lewat lobi kanan-kiri, JASC didirikan 3 Mei 2002. Dinamakan Jingga, karena memang dikhususkan bagi prajurit Detasemen Bravo Paskhas. Ketika embrio Bravo lahir 1990, Embu juga yang dipercaya sebagai instruktur tembak reaksi.
Kiprah Embu makin menggaung ketika KSAU Marsekal Chappy Hakim membentuk Angkasa Shooting Club. Posisi kepala bidang tembak reaksi lagi-lagi ditangannya. Sampai detik ini, setidaknya Embu cukup puas. Karena salah satu jago tembak asuhannya, Sersan Psk. Agus Supartono dari Paskhas, meraih peringkat 43 dunia pada kejuaraan dunia tembak reaksi di Johannesburg, September 2002
Semoga segera terlaksana..

Quote:Original Posted By kaka404
^ yup bener... jangan lupa di utara aceh ada om vijay...
plus di riau ada kedubes tetangga... *membayngkan loepard dkk pawai di jalan jendral sudirman, melambat sambil menodongkan turetnya ketika melewati gedung dubes..* hihihi



baru tau ada kedubes di Pekanbaru,bukannya konsulat yak
Quote:Original Posted By kaka404

bukan cuma pekan baru...

hanya saja tiap kali saya pulang kampung selalu lewat jalan sudirman pekanbaru


Maaf klo saya sekira nya salah.
Klo kedubes itu cuma satu, ada nya di ibukota. Mungkin yg agan maksud itu konsulat jenderal.

Terima kasih.
Quote:Original Posted By dnnghr


Maaf klo saya sekira nya salah.
Klo kedubes itu cuma satu, ada nya di ibukota. Mungkin yg agan maksud itu konsulat jenderal.

Terima kasih.


Betul, kedubes asing di ibukota Jakarta, di kota lain konsulat namanya.
Berarti wilayah barat makin padat nih Pak, wilayah timur masih kosong nih padahal berita yg sering nongol malah katanya wilayah timur yang sering diterobos. Apa ini jadi bukti bahwa kondisi wilayah barat lebih urgent dibanding timur?

Minimal Hawk 109/209 juga yg digeser ketimur jadi ujung barat ma ujung timur ada Hawk 109/209 trus wilayah tengah dijaga F-16 dan wilayah paling tengah dijaga ma Su-27/30
×