alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52428103fdca17894900000a/tragis-sarjana-hukum-tertipu-calo-pns-kemenkeu-rp-750-juta
[Tragis] Sarjana Hukum TERTIPU Calo PNS Kemenkeu Rp 750 Juta
Yogyakarta - Seorang sarjana hukum perguruan tinggi negeri mengaku tertipu calo untuk masuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Uang Rp 750 amblas. Janji akan dimasukkan Kemenkeu, ternyata palsu.

Perempuan berinisial NDK dan berasal dari Boyolali itu mengadu ke kantor Ombudsman Jateng-DIY, Jl Monginsidi, Yogyakarta, Selasa (24/9/2013).

"Saya dijanjikan bisa masuk ke Kementerian Keuangan, tapi sampai sekarang tidak masuk," kata NDK.

Cerita berawal pada Maret 2013. Saat itu, ibu NDK bertemu Winarno, warga Randusari Teras Boyolali. Winarno mengaku memiliki saudara bernama Tatang Yulianto Suharto yang merupakan pegawai Kemenkeu. Penampilan dan penjelasan Winarno sangat menyakinkan.

NDK diminta mengikuti tes tertulis di sebuah CV yang beralamat di perumahan Griya Lopang Indah, Blok FG 16 Nomor 15 Kecamatan Serang, Banten. Ia diberangkatan bersama 11 orang menggunakan mobil L300 dari Boyolali.

"Setelah dinyatakan lulus tes, kami diminta menyiapkan uang Rp 410 juta sebagai dana awal masuk jadi pegawai honorer," kata NDK.

Setelah tes, Winarno datang ke rumah NDK untuk meminta bayaran lagi sebesar Rp 340 juta. Uang tersebut dibayarkan dengan sistem transfer dan bisa dicicil ke rekening bank atas nama Hartawan Wibisono di Bank BRI, atas nama Ujang Hidayat di Bank BNI, dan atas nama Winarno di BPD Jawa Tengah

Setelah uang dibayarkan, NDK dan saudaranya diajak Winarno ke hotel Ngawen Indah, Salatiga. Di tempat itu, NDK diajak diskusi layaknya proses pemberkasan dengan menunjukkan SK CPNS. Setelah itu dia, diberi baju seragam dinas lengkap dengan logo Kemenkeu. Mereka dijanjikan berangkat ke Jakarta pada 28 Mei 2013.

"Sampai hari ini tidak pernah ada nomor pelaku tidak bisa dihubungi dan janji menjadikan kami PNS ternyata palsu," ungkap NDK.

Kepala Ombudsman Jateng-DIY Budhi Masthuri menyatakan, kasus ini sudah masuk ranah pidana, karena itu harus diproses. "Kami akan fasilitasi dengan meminta kepolisian menangani kasus ini," katanya.


[URL="http://news.detik..com/read/2013/09/24/160705/2368050/10/2/sarjana-hukum-tertipu-calo-pns-kemenkeu-rp-750-juta"]Sumber[/URL]


Komentar Ane :

Quote:Seandainya saja loh yaa... ane punya duit cash segede 750 Juta, Ane perlu berfikir 1000x utk ane gunakan tuh duit buat Nyogok masuk PNS. Lebih baik tuh duit ane gunakan untuk modal buka usaha bisnis sendiri atau ane sodakohkan utk pembangunan masjid dan panti asuhan. emoticon-Matabelo

Kecuali ane punya mental koruptor seperti Gayusss, itu duit 750 juta terasa "kecil banget" buat nyogok masuk PNS, krn yakin ntr bisa balik modal hingga milyaran rupiah dari hasil korupsi emoticon-Malu (S)



Komentar Agan Kaskuser yg Kerja di KEMENKEU

Quote:Original Posted By saudagarjujur
Gw ini kerja di Kemenkeu.

Gw ga ngelarang lo pada ngelamar PNS, tp klo gw bole saranin jgn masuk Kemenkeu.
Gw sendiri aja mau resign dari sini.
Mungkin semua orang mikirnya Kemenkeu banyak uang nya.
SALAH BESAR BRO !!

Tugas Kemenkeu itu sebagai "Pencari Anggaran" nyari duit sebanyak2nya buat negara dan ngatur keuangan sehemat2nya. Jadi ga ada tuh namanya proyek2 sampingan. Justru pegawainya mengenaskan dan miris.
Dan lagi mutasi nya yg seluruh Indonesia, sadis bro.


Beda hal nya dengan PNS "Pengguna Anggaran" seperti Kemendagri, Pekerjaan Umum, Diknas, dll.
Mereka sebagai pengguna anggaran terbesar. Jd banyak tuh namanya proyek2 sampingan.

Asal lo tau, dari Direktorat Jenderal Pajak yang mana di bawah Kemenkeu, ud ada sekitar 3 ribu pegawai yg ngajuin resign.
Manajemen brobrok !!

Klo berkenan tolong taro page one, buat pencerahan ama teman2 yang lain.
Thx



Quote:Original Posted By mantanpns
Orang2 TOLOL berat yg anggap masuk Kemenkeu bisa kaya, jangan sampai kaya deh, sejahtera aja jauh. Gaji besar.... siapa bilang...
Kerjaan banyak iya, tapi penghasilan tiap tahun justru menurun (dibandingkan inflansi). Banyak diantara kami (sekitar 3000 org lebih) yg sudah resign (termasuk saya) karena direkrut oleh PEMDA ataupun perusahaan swasta dengan pengahsilan 2,5x-10x yg ditawarkan di Kemenkeu saat ini,
sebagai contoh yg saya alami mendaptkan tawaran 5x lipat dari THP saya ketika bekerja di Ditjen Pajak sebagai seorang berpangkat terakhir IIIc, belum lagi ditambahkan tunjangan ini- itu yang bila disetahunkan kami bisa berpenghasilan 10x lipat dari penghasilan tahunan saya di kemenkeu (DJP).
Lalu beberapa rekan kami pindah ke PEMDA (Dinas Pelayanan Pajak Daerah) dengan penghasilan 2,5x lipat dari yang kami dapat di kemenkeu,

Pekerjaan :
Tidak ada perlindungan dari instansi bila kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja yang sebenarnya tidak merugikan negara maupun wp, namun sebaliknya bila ada kebijakan administrasi dari kepegawaian yang merugikan kami, kami harus telan mentah mentah tanpa bisa protes, misalnya adanya mutasi dadakan di penghujung tahun ajaran sekolah dimana kami sudah terlanjur membayar uang gedung sekolah anak kami yang baru masuk SD senilai lebih dari 10 juta, karena kami dimutasikan ke daeerah, otomatis anak yg baru masuk SD harus ikut, dan sekolah tidak mau mengembalikan uang gedung itu walau sebagian, begitu juga instansi, tidak ada bantuan utk mengganti uang kami yg hilang, itu harus kami tanggung sendiri sebagai harga yang harus dibayar sebagai bagian dari resiko jabatan. Sangat terbayang penderitaan salah satu rekan kami beranak 3, si bungsu baru masuk TK, kakaknya baru masuk SD, belum lagi memindahkan si sulung yg sudah kelas 4 SD. semua uang gedung hangus, bahkan harus keluar lagi uang gedung di kota tujuan baru (sendiri tanpa sedikitpun bantuan dari instansi).

Di bidang spiritual, sengaja sekali di kemenkeu ini dimerosotkan secara spiritual contoh paling nyata adalah ketika bulan ramadhan jam kerja kami 2 jam lebih lama dari jam PNS lainnya, bahkan dibandingkan karyawan swasta pun jam kerja kami lebih lama, shingga banyak dari kami yang tidak sempat berbuka puasa atau shalat tarawih berjamaah di masjid. Kalau alasannya kemenkeu sudah remunerasi, bisa dicontoh PENDA yg THP nya 2,5x kemenkeu tetap memberi kelonggaran jam kerja.
Kemenkeu masuk 7.30 pulang 16.30 dengan 30 menit istirahat sudah melawan aturan Badan kepegawaian Negara yg menetapkan jam kerja PNS bulan ramadhan pk 8.00 -15.30 dengan 1 jam istirahat

Belum lagi perlakuan SDM di kemenkeu bagaikan buruh harian, dimana apabila cuti karena sakit, cuti karena hamil, tujangan kami dipotong 50%, ini masih bagus, tahun lalu malah kami sama sekali tidak mendapatkan penghasilan apabila tidak masuk kantor walaupun kami sakit dan terkapar di rumah sakit. Kalau sampai itu terjadi (masuk rumah sakit) , barang-barang kami, investasi kami seperti rumah ataupun mobil yang belum lunas harus dijual karena kami harus membayar rumah sakit dikarenakan askes hanya mengcover Rp.350ribu per hari itupun dengan prosedur yang sangat berbelit belit sementara kami tidak mendapatkan penghasilan dari kantor akibat dianggap tidak masuk kerja,

Sistem pekerjaan yang kacau hanya berorientasi pada target penerimaan negara saja tanpa melihat sisi pelayanan menyebabkan banyak daripara rekan-rekan kami hanya mau melayani wp yang menjadi wewenangnya saja, bila ternyata ada wp ingin bertanya namun ARnya tidak ada 90% dipastikan utk disarankan kembali lagi nanti atau besoknya tanpa ada pertanyaan kira2 apa yg bisa saya bantu? Kenapa? karena target yang begitu tinggi menguras jam kerja kami dalam penggalian potensi perpajakan yang apabila tidak tercapai, kami akan terkena kondite penilaian kinerja buruk, sementara bila kami berprestasi, kami tidak mendapatkan penghargaan apapun (berbicara materi) kecuali kemungkinan (sekali lagi kemungkinan) mendapatkan penempatan tidak jauh dari kota domisili kami (sekali lagi kota ya, bukan rumah kami, misalkan kami tinggal di jakarta, ya masih bisa lah mutasi 'hanya' di pulau jawa).

Selama sistem administrasi kepegawaian negara di Indonesia ini bobrok seperti ini, orang2 pilihan yg idealis justru hanya menjadikan kemenkeu menjadi batu loncatan saja utk nyebrang ke perusahaan2 besar, Dan hanya orang-orang bermental tikus2 got saja yang akan bertahan di kemenkeu.
Apalagi dari awal sudah keluar duit ratusan juta, tinggal menunggu waktu saja KPK mencidukmu, karena sudah pasti pikiranmu dengan segala cara ingin ‘modal kembali’.

Namun semua ini memang sepertinya kebijakan disengaja supaya orang2 terbaik negeri ini tidak berecokol di kemenkeu, supaya para oknum-oknum dalam pemerintahan maupun pengusaha baik asing maupun lokalyang gila harta dan kekuasaan dapat merajalela memainkan anggaran dan kebijakan negara untuk kepentingan pribadi atas nama rakyat.

Tolong taruh di pekiwan yang bro supaya mata para petinggi kita terbuka,
(silakan dicek kebenarannya) terutama bagi yg punya profesi atau berjiwa reporter tolong bikin liputan khusus tentang suka duka pegawai kemenkeu, tentunya dengan formatreportase investigasi seperti acara di salah satu station TV yg biasa mengulas kecurangan pedagang makanan.


Quote:Original Posted By adhiranie
TERLALU itu PENIPU..

kalo boleh ane cerita pengalaman ane, beberapa kali ane coba daftar PNS di K/L yang ada di Negara tercinta ini.. Alhamdulillah 2x ane daftar, 2x ane masuk sampai tahap Wawancara/Interview.. Lebih Alhamdulillah lagi, ketika tahapan wawancara itu ane selalu GAGAL.. Bukan karena ketidakmampuan ane menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan ilmu ane yang diberikan, tapi karena ketidakmampuan ane menjawab seberapa besar ane mampu bayar dan siapa yang membawa ane masuk..

tidak ada satupun saudara/keluarga ane yang bekerja menjadi PNS dan ane berasal dari keluarga yang cukup bukan berlebihan.. kemudian, tahun 2008 ane coba daftar PNS KemenKeu dari jalur sarjana.. Alhamdulillah sampai sekarang ane sudah menjadi PNS KemenKeu tanpa membayar sepeserpun dan tanpa channel sama sekali..

Memang kalau dirasa bekerja di KemenKeu JAUH lebih berat daripada pengalaman ane bekerja di Swasta (dulu sempet 3 tahun jadi Lawyer di LawFirm kecil2an). Kesejahteraan di KemenKeu menurut ane cukup tidak berlebihan.. yang ane syukuri, masih ada K/L yang masih menerima kemampuan kompetensi kualitas daripada mementingkan bayaran/sogokan.



Quote:Original Posted By pringaspringis
pengen bilang, ane kerja di kemenkeu, dirjen perbendaharaan
kalau ada yang mau ngasih 750 juta ke ane, ane siap berhenti dari kemenkeu

enaknya kemenkeu itu cuma fatamorgana. 95% pegawai kemenkeu ane yakin jujur, dan istiqomah.

3000 orang ngajuin resign di djp (pajak), belum di instansi lain

resmi golongan ii c, grade 7 kek ane, dapatnya sekitar 6,5 juta/bulan
750 juta itu penghasilan 10 tahun

6,5 juta itu cukup. ga lebih. soalnya sebanding dengan pola mutasi yang edan-edan, ga ada kenal kompromi. loe kerja juga diperes tenaganya di sini....

bayangkan ane di Sumbawa Besar, NTB. kampung ane di Sumatra Selatan

karena pola mutasi itu, sebagian besar pegawai statusnya bujang lokal.... anak-istri pada jauh-jauhan


Quote:Original Posted By yoxinoda
Nasib bekerja sbg PNS di DJP:
1. siap dimutasi kemana aj dengan uang pindah yg kecil, hingga seringnya nombokin sendiri. udh pindah, jauh dr keluarga anak istri, nombokin lagi..
2. Banyak yg jujur dan pinter2, tp karna segelintir oknum, image yg terbentuk semua kotor.
3. Ga boleh punya barang mewah, karna sllu dikira hasil korupsi. meski nyatanya untuk membelinya kudu ngutang bang 5 tahun(buat beli mobil) atau 15 tahun buat rumah atw ngerenovasi rumah.
4. Target dan beban kerja yg luar biasa,. djp yg nyari uang, pemda, DPR yg hambur2kan uang ke proyek penuh markup dan buat jalan2 ke LN.
^_^
4.





Spoiler for HOT THREAD JEBRETT:
emoticon-Matabelo


NB : yg tertarik dengan AVATAR ane, silakan pake saja FREE emoticon-Cendol (S) (ngak perlu kirim PM krn bikin inbox ane penuh emoticon-Cape d... (S))
duit 750 jt mending buat modal aja gan
seharusnya sarjana itu orang pintar loh emoticon-Matabelo
laporin aja. hadiahnya kan 1M. lumayan masih untung 250jt emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By yc2snk
duit 750 jt mending buat modal aja gan


yup setuju Gan, duit segitu bagi ane cukup buat modal usaha daripada buat bayar suap masuk PNS wkwkwkwk...... kalo PNS bersih butuh berapa tahun tuh bisa balik modal. kecuali dari awal masuk PNS punya niat seperti GAYUS....


TAMBAHAN KOMEN KASKUSER PEGAWAI PAJAK :

Quote:Original Posted By mantanpns


Kenyamanan kerja itu bukan hanya dilihat dari besarnya penghasilan saja.
Bukan dilihat dari materi semata bro,,,
tapi banyak faktor faktor lain yang sangat mempengaruhinya.

Diantaranya adalah

1. Iklim Kerja dan suasana kerja yang menyenangkan
Di kemenkeu khususnya di unit kerja saya menurut saya sangat tidak nyaman karena terjadi individualisme dalam bekerja akibat dari merosotnya mental karyawan karena gempuran2 miring dari media akibat ulah segelintir oknum kemenkeu. Yang padahal kalau diprosentase mungkin jumlah oknum tersebut hanya 1-2% dari jumlah total pegawai kemenkeu yg berjumlah 60.000. Ironisnya, instansi (pejabat atas) bukannya membuat suasana kerja tambah nyaman dengan memberikan support dan menaikkan mental jajaran di bawahnya tapi justru mnecari muka ke media dengan cara menginjak jajarannya dengan aturan2 yang sangat ketat tapi tidak diimbangi dengan carrot yg memadai jika ternyata ada jajarannya yg berprestasi.

2. Penghargaan profesi
Remunerasi (Tunjangan kerja) yang secara percontohan dilaksanakan mulai tahun 2000an dan secara nasional telah dinikmati oleh seluluruh jajaran kemenkeu pada tahun 2007 pada awalnya dimaksudkan sebagai bagian dari carrot atas pekerjaan yang jauh lebih padat dibanding instansi2 pemerintah pada umumnya, bahkan seringkali kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan dalam 1 hari, Namun hingga saya resign kelihatannya belum ada perubahan sedikitpun nominalnya, bahkan sekedar menyesuaikan tingkat inflasi saja tidak ada, Pada akhirnya, dulu ketika angkatan saya baru masuk jadi pns, kami sanggup untuk kredit mobil, sanggup untuk kredit rumah kecil-kecilan mungkin masih di sekitaran selatan jakarta walau hanya seluas 120m2, tapi dengan tingkat inflasi sekarang, anak2 yang baru masuk kemenkeu, tidak akan mungkin bisa mengkredit mobil dan rumah dalam waktu bersamaan, kalaupun bisa, mungkin rumahnya berada nun jauh di pelosok sana, dan dia harus hidup membujang terus. begitu juga dengan kami senior-seniornya, seiring dengan roda kehidupan manusia yang menikah, punya istri, punya anak tingkat kebutuhan untuk sekolah dsb tentunya bertambah tinggi, nah kenaikan THP akibat dari kenaikan pangkat dan grade itu tidak sebanding dengan kebutuhan hidup. Sebagai contoh untuk grade 9 s.d 11 (sekitar 5 tahun kerja) perbedaannya THPnya hanya sekitar 2 juta rupiah per bulan. Bandingkan dengan cicilan rumah yang dulu bisa saya cicil sebesar 1,5 jutaan pe bulan, untuk type dan lokasi yang sama saat ini hanya bisa ditebus di angka 3,5 jutaan per bulan belum lagi kendaraan, untuk jenis yang sama, kenaikan kreditnya hampir 2x lipat dibanding dulu ciontoh aja avanza versi tertinggi dulu hanya 110 jutaan, sekarang sudah 190 jutaan. Belum lagi biaya kebutuhan pokok sandang pangan, lalu sekolah anak2 dll dll. Artinya kenaikan penghasilan akibat dari naiknya grade sangat kecil jika melihat jenis profesi dan resiko pekerjaan yang dilaksanakan. Padahal 70% APBN dicari oleh kemenkeu. Ibaratnya dalam keluarga, kemenkeu itu sebagai seorang Ayah yang mencari uang (DJP & BC), lalu seorang ibu yang melakukan pembagian anggaran RT sekaligus pengawasan & pendidikan(unit eselon I lainnya termasuk setjen, perbendaharaan, perimbangan keuangan pusat dan daerah dll) sementara anak2nya adalah instansi2 lain di luar kemenkeu sebagai pengguna anggaran baik intansi pemerintahan maupun para perwakilan kita yg terhormat yang sering jalan2 ke luar negeri itu loh.

3. Empati Instansi
peraturan2 instansi yang sering berlawanan dengan peraturan kepegawaian pusat (dalam konteks cari muka) namun sungguh taat dalam (konteks membebani karyawannya).
Contohnya adalah jam kerja ramadhan
peraturan BKN pusat, jam kerja PNS selama ramadahan adalah 8.00- 15.30 dengan istirahat 1 jam. artinya 6,5 jam sehari,
kenyataannya di kemenkeu adalah 7.30-16.30 dengan istirahat hanya 30 menit, berarti 8,5 jam sehari (tidak ada bedanya dengan jam kerja di bulan biasa, malah jam istirahat kami yang disunat jadi hanya 30 menit).
Kalau ada komentar yang bilang, PNS kerjanya baca koran, maen internet dsb, boleh liat di kemenkeu, budayanya beda banget, load kerjaan sangat tinggi dan tidak memungkinkan utk itu.
Sebaliknya hal-hal sepele yang mungkin tidak berkaitan dengan tindakan korupsi bahkan tidak ada kerugian negara sedikitpun hukumannya berat sekali. Sebagai contoh bila ada pegawai yang nikah siri atau lupa melaporkan pernikahan, sangat tunduk pada aturan BKN, yaitu pemotongan tunjangan 75% selama setahun. Jaadi misalkan THP 10 juta yang terdiri dari gaji pns 2,5 juta dan tunjangan 7,5 juta, artinya yang 7,5 juta itu tinggal 25% alias hanya sekitar 1,8 juta, jadi dari 10 juta hanya terima 4,3 juta per bulannya. Selain itu sanksi administrasinya juga berjalan, yaitu penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun. yang artinya secara karir sudah ada cacat hukuman disiplin berat, Jatuhnya karir akan tersendat.

4. Apresiasi Instansi
Bila ada pegawai yang tidak memenuhi target kinerja sudah jelas punishment sosial, penurunan grade yg artinya penurunan THP dan track record negatif career menanti, namun sebaliknya jika ada pegawai yang melebihi target kinerja, apresiasinya tidak ada, saat ini paling hanya sebatas pegawai tersebut dikenal atasan langsungnya sebagai pegawai teladan dan 'kalau atasannya ingat' bisa mengajukan atau promosi atas pegawai itu utk mendapatkan tempat yang enak maksudnya bukan tempat basah tapi tempat terdekat dengan homebasenya (rumahnya) , untuk yg biasa di jakarta belum jaminan pula teteap di jakarta, tapi setidaknya dijamin tidak keluar pulau jawa,
Namun tidak jarang terjadi sebaliknya, untuk pelaksana2 teladan, justru ditahan-tahan atasannya baik pada saat ia ingin pindah kota ke kota kelahirannya atau bahkan mengajukan untuk sekolah lagipun kadang dipersulit,

5. Perlindungan Instansi
Ketika ada tuduhan kasus antara masyarakat dengan pegawainya, biasanya pegawai menjadi kambing hitam kerja tidak benar. Langsung dilakukan pemeriksaan mendalam tanpa ada azas praduga tak bersalah dulu. Dan bila ternyata ditemukan pegawai itu lalai atau mungkin hanya salah membaca peraturan, hukuman sahklek menanti,
apabila ada pegawai yang mampu beli ini itu, judulnya sudah salah, karena dianggap korupsi,
Kalaupun punya bisnis sendiri di luar sana, sudah jelas aturannya PNS tidak boleh bisnis, dan dianggap pasti korupsi waktu.
Jadi PNS memang gak boleh kaya bro.
Hidup standard2 saja.
Sementara jaminan kesehatan hanya mengandalkan Askes, tidak ada niat dari instansi untuk meningkatkan jaminan kesehatan karyawannya, dan karyawan diperlakukan seperti buruh harian dimana bila sakit tunjangan dipotong (ya memang sih namanya gak kerja masa dibayar), tapi gak segitu-gitu amat kali. Adalah waktu toleransinya. seperti di beberapa BUMN dan swasta, 30 hari sakit, baru hari ke 31 dst ada pemotongan.

Nah lepas dari itu semua, bukan berarti saya tidak mensyukuri nikmat dan amanah yang telah diberikan Allah SWT kepada saya dengan diterima menjadi PNS kemenkeu, namun saya hanyalah manusia biasa yang mempunyai target2 dalam kehidupan ini (bukan hanya target materi) namun saya akui bahwa materi adalah salah satu kendaraan saya untuk dapat menjalankan amanah dari Allah yg lain, yaitu membiayai keluarga saya, membesarkan anak2 saya dan menjamin mereka mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan yang bagus, jaminan kesehatan yang baik, waktu yang cukup berkualitas dan kuantitas untuk bersama2 istri memantau perkembanganya dan itu semua tidak akan bisa saya penuhi bila saya masih tetap bertahan di kementrian keuangan dengan keadaan organisasi seperti sekarang ini (jam keja yang tidak manusiawi, penghasilan yang makin tahun makin mengecil dibandingkan kenaikan kebutuhan hidup akibat inflasi), kecuali bila saya mau menerima salam tempel (ucapan terima kasih dari WP yang saya layani, ini bentuk korupsi yg masih mungkin di kemenkeu, tergantung individunya masih mau terima atau tidak). Oleh karena itu ketika ada tawaran yang sangat bagus di luaran sana, saya langsung berani utk ambil keputusan resign.

Bila kondisi ini dibiarkan terus menerus, perlahan-lahan tapi pasti kemenkeu akan ditinggalkan oleh pns-pns nya. oleh angkatan2 muda yang justru beridealisme tinggi yang belum pernah merasakan masa suram kemenkeu.
dan akhirnya kembalilah kemenkeu ke masa jahiliah dimana apa-apa serba duit. tapi mungkin itu yang diinginkan oleh bangsa asing dan kroni-kroninya termasuk para pengusaha-pengusaha nakal yang merasa bisa membeli birokrat dengan kekayaannya, dan akhirnya indonesia selamanya akan terpuruk dalam penjajahan ekonomi asing seperti sekarang ini.
Maaf, saya sebenarnya ingin bertahan di kemenkeu, nurani saya ingin mengubah kemenkeu menjadi lebih baik, tapi apa kekuatan saya, dan saya mempunyai tanggung jawab keluarga seperti yg saya sebutkan di atas, oleh karena itu resign sudah jadi keputusan saya.


msh banyak aja orang ngimpi jd pegawai negeri yg sarat korupsi...
Ni sarjana lugu banget (lugu beda tipis sama tolol) emoticon-Embarrassment

750 juta kalau untuk usaha dengan keuntungan minimal 1% aja udah dapat 7.5 juta per bulan.

atau 650juta yang 100 juta untuk biaya hidup dibeliin property tggu 1 atau 2 tahun udah untung banyak.

Sarjana lulusan mana nih?

Walah malah HT emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By anus.mulus
seharusnya sarjana itu orang pintar loh emoticon-Matabelo


Sarjana Hukum Gan, tapi ngak tahu atau pura2 ngak tahu hukum SUAP-MENYUAP emoticon-Bingung (S)
emoticon-Takut emoticon-Mewek
Gila, ampe ketipu 750jt gitu?? Klo ada duit segitu mending gw usaha sendiri dah, jualan apa kek smbl online di FJB Kaskus.. emoticon-Cape d... (S)
Klo mw tes begituan, mending cari yg polosan aja dah, diterima alhamdulillah, klo ga keterima ya nanti bs coba lg, atau ngga kan byk pekerjaan lain yg sebenernya bs bikin lbh sukses..
Klo orangnya rajin dan ulet, mending wirausaha aja tuh di FJB, ngambil barang murah en jual lg di tmpt kan bs dpt untung.. Dibanding kena tipu ky begini.. emoticon-Malu (S)

Klo kaga, dr duit 750 jt itu masukin aja ke bank daerah yg biasanya pny hasil hitungan deposito yg lbh besar dibanding bank lain, cari yg bs dapetin 4-5jt per bulan dr depositonya dengan uang segitu, tiap bulan bs ongkang2 kaki dah itu.. emoticon-Big Grin
Tuch orang pasti PANASTAK, bego nya nggak ketulungan... emoticon-Mad (S) , duit 750 juta dihamburin utk sesuatu yang gak jelas emoticon-Gila
kalau lapor ke gw, gw goblok2in tuh sarjana hukum. Tiada kata lain utk nih org selain, capedeh emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By 3434502
Ni sarjana lugu banget (lugu beda tipis sama tolol) emoticon-Embarrassment

750 juta kalau untuk usaha dengan keuntungan minimal 1% aja udah dapat 7.5 juta per bulan.

atau 650juta yang 100 juta untuk biaya hidup dibeliin property tggu 1 atau 2 tahun udah untung banyak.

Sarjana lulusan mana nih?


Quote:Original Posted By Bernandin
Yogyakarta - Seorang sarjana hukum perguruan tinggi negeri mengaku tertipu calo untuk masuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Uang Rp 750 amblas. Janji akan dimasukkan Kemenkeu, ternyata palsu.


Lulusan PTN gan,nggak tau lulusan PTN yang mana, emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By 3434502
Ni sarjana lugu banget (lugu beda tipis sama tolol) emoticon-Embarrassment

750 juta kalau untuk usaha dengan keuntungan minimal 1% aja udah dapat 7.5 juta per bulan.

atau 650juta yang 100 juta untuk biaya hidup dibeliin property tggu 1 atau 2 tahun udah untung banyak.

Sarjana lulusan mana nih?


dari sumbernya lulusan PT Negeri (ngak disebutin nama PTnya). inilah potret oknum sarjana yg ngak berfikir panjang, pengennya cari jalan pintas Gan dan pengennya kerja GENGSI alias PRESTISE (sbg PNS) walaupun harus dengan cara tidak halal dan mengeluarkan duit banyak utk nyogok.
Quote:Original Posted By A1k1ka1
emoticon-Takut emoticon-Mewek
Gila, ampe ketipu 750jt gitu?? Klo ada duit segitu mending gw usaha sendiri dah, jualan apa kek smbl online di FJB Kaskus.. emoticon-Cape d... (S)
Klo mw tes begituan, mending cari yg polosan aja dah, diterima alhamdulillah, klo ga keterima ya nanti bs coba lg, atau ngga kan byk pekerjaan lain yg sebenernya bs bikin lbh sukses..
Klo orangnya rajin dan ulet, mending wirausaha aja tuh di FJB, ngambil barang murah en jual lg di tmpt kan bs dpt untung.. Dibanding kena tipu ky begini.. emoticon-Malu (S)


bukan bisa lg bro, tp pst untung gede kl jual di fjb. Gw aj modal 30jt 2thn bisa beli rumah, skrg lg di bangun buat persiapan nikah D
WUH......750 JUTA ....TERBUANG PERCUMA....emoticon-Cape d... (S)
BORO2 DIANGKAT LEWAT JALUR HONOR....
HONORER DI KEMENKEU YANG SUDAH BERTAHUN TAHUN KERJA DAN MASUK DATA BASE DI BKN SAJA G SATUPUN DIANGKAT SAMA KEMENKEU....emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
750juta demi kemenkeu?! Omaigozz.. emoticon-Mewek
Mental koruptor detected neh emoticon-Cape d... (S)

Baru kemaren ane ditawarin bayar 40jtan buat masuk Bank pemerintah daerah..dijamin langsung keterima gan emoticon-Mewek tapi ane ogaah emoticon-Mewek enak aja dipikir ane mental tahu emoticon-Big Grin
kalo gue mah malu mo lapor polisi juga

yang ada ntar di katain MAMPOOOOS emoticon-Ngakak

dasar mental KORUP..masuk aja nembak,gimana kalo lulus tuh emoticon-Najis
heran,pendidikan tinggi kq msh bs d tipu?pdhl kl berpikir panjang k dpn toh,smua manusia d hr tua ga akan krj jd pegawai.smua beralih ke wirausaha di hr tua'y,kan duit bs modal usaha..sumber rejeki paling besar adalah usaha/dagang
gile ndro 750 juta mamen .. seandainya gak kerjapun punya duit segitu bisa ongkang ongkang kaki di rumah .. di depositoin ajah di bank 750 juta x 5 % = 37,5 juta setahun ... alias punya penghasilan 3.125.000 perbulan .. tanpa harus ngapa ngapain cukup molor ajah di rumah penghasilan segitu sama kaya rata rata gaji fresh graduate di jakarta ...emoticon-Ngakak bener bener dach sarjana negri tapi otaknya gak kepake jangan jangan univ negri abal abal lagi emoticon-Ngakak
lebih pinteran sarjana kampus ruko
750jt buat modal masuk jd pns kemenkeu
harapannya kan cepet balik modal kalo udah masuk kemenkeu
ngeri bener ya sabetan di kemenkeu

emoticon-Bingung (S)