alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524236923dcb17fd11000000/pasukan-badar-milisi-syiah-di-jember
Pasukan Badar, Milisi Syiah di Jember
Melihat beberapa kasus gejolak sunni-syiah di Indonesia, belakangan kekuatan kelompok syiah di Indonesia mulai terukur. Di Sampang contohnya, bentrokan antara warga dengan para pengikut Tajul Muluk diwarnai adegan saling menyerang antara kedua belah pihak. Bahkan, pihak syiah telah menyiapkan diri dengan memasang ranjau dari bom ikan berisi pecahan logam dan kelereng. Walhasil, warga yang terkena ledakan ranjau tersebut harus diamputasi kakinya agar bisa diselamatkan.

Saat Kiblatnet berkunjung ke Kecamatan Puger, Jember pada 13 September 2013 lalu untuk menginvestigasi kasus bentrokan antara warga aswaja dengan pendukung Ponpes Darus Sholihin, Kiblatnet mendapatkan informasi menarik soal keberadaan pasukan semi-militer kelompok syiah.

Salah seorang tokoh masyarakat di Puger, Jember menuturkan kepada Kiblatnet bahwa orang-orang syiah sejak lama telah membuat pasukan semimiliter yang disebut sebagai Pasukan Badar. Pasukan Badar ini sengaja dibuat untuk meneror acara pelantikan pengurus cabang ormas Nahdlatul Ulama (NU).

“Ketika pelantikan MWC NU di pondoknya Ustadz Maulana Syuhada. Itu malamnya mereka mengirim Pasukan Badar, pasukan terlatih. Istilahnya kalau NU semacam Banser-nya. Saat malam kegiatan pelantikan NU yang dihadiri oleh mutawakil. Mereka berbaris dengan meneriakkan yel-yel unjuk kekuatan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Puger kepada Kiblatnet.

Menurutnya, saat itu masyarakat Puger masih belum banyak yang mengenal apa itu syiah. Namun, kelompok syiah sudah berani unjuk gigi. Mereka berbaris di jalan menuju Pondok pesantren yang diasuh Ustadz Maulana dengan yel-yel: “Kami punya kapten laut, Bendera-bendera harap dicabut!”

Yel-yel tersebut diteriakkan oleh puluhan orang sambil berbaris mengelilingi pondok. ‘Kapten Laut’ yang dimaksud adalah putera Habib Ali. Sedangkan, ‘Bendera-Bendera’ yang dimaksud adalah sekitar 50-an bendera NU yang dipasang di sekitar area kegiatan pelantikan pengurus MWC Nu tersebut.

Habib Ali bin Umar Al-Habsyi, pengasuh Ponpes Darus Sholihin yang disebut oleh MUI Jember mengajarkan syiah memang memiliki seorang anak yang berdinas di marinir Angkatan Laut Surabaya. Ia adalah Mayor (Laut) Isa Al-Mahdi. Saat ini, tanpa alasan yang jelas Isa Al-Mahdi pensiun dini dari karirnya di Angkatan Laut dan mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kabupaten Jember (Dapil 5) dari Partai Hanura.

Mayor Isa Al-Mahdi ini yang dianggap membentuk Pasukan Badar. Ia yang memiliki latar belakang militer ditengarai melatih dan mengajarkan para santri dan jamaah pengajian Habib Ali dari mulai baris-berbaris hingga keterampilan bertarung. Di Ponpes Darus Sholihin memang terdapat kegiatan ekstra kurikuler beladiri seperti pencak silat.

Pasukan Badar ini menurut warga sering mengadakan latihan fisik. Pengikutnya diperkirakan berjumlah sekitar dua hingga tiga peleton, yang berkisar hingga 150 personel. Warga Puger lainnya menuturkan bahwa kelompok itu memang sering melakukan latihan fisik. Ia menuturkan, “Waktu kami ada acara di kantor Kemenag bersama Kapolres dan Kasatintel, ada yang berhasil memfoto saat mereka latihan baris. Kegiatan itu difoto dan dilaporkan kepada polisi untuk dibubarkan, sehingga akhirnya dibubarkan,” ujar warga yang berbicara kepada Kiblatnet dengan syarat dirahasiakan identitasnya.

Pasukan Badar, Milisi Syiah di Jember

Rupanya, jauh sebelum mencuat isu sunni-syiah di Jember, kelompok syiah lebih siap untuk menghadapi kondisi genting dengan adanya Pasukan Badar. Dengan adanya laporan ke pihak kepolisian, Pasukan Badar disebut-sebut sudah dibubarkan sekitar tahun 2008. Namun, saat Kiblatnet mengunjungi Puger sepekan silam, penulis mendapatkan sebuah jepretan foto yang menarik. Foto tersebut menggambarkan sebuah rumah yang di depannya dipasang sebuah tirai bambu yang bertuliskan aksara ‘Mabes Badar’.

Kemudian, timbullah sebuah pertanyaan. Benarkah Pasukan Badar telah lenyap paska dibubarkan?

Wallahu a’lam..

http://kiblat.net/2013/09/21/melacak...ingga-lebanon/
===================================================

awas bahaya syiah

fatwa MUI Jatim ttg sesatnya syiah = http://ashadisasongko.staff.ipb.ac.i...YIAH-SESAT.pdf
sumbernya terpercaya kgk nih
apa bedanya sama pencak silat atau kegiatan bela diri di sekolah, ponpes, keluarahan Gan. Yang ngelatih di luar itu juga banyak yang lebih profesional. Sampe-sampe blow-up jadi istilah pasukan. Mending bikin negeri ini uadem Gan, biar enak tidur, makan dan usaha yang bener.

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
islam kok vs islam?emoticon-Takut
Kalo mau fair, bukan cuman laskar Badar yang disorot, banser NU juga sering latihan bela diri, ormas2 juga banyak yang bergaya militer

Apalagi di jakarta, FPI malah terang2 an bawa senjata, belum lagi ormas preman lokal semacam FBR, Forbabi, ormas banten, dll

Semuanya juga harusnya diwaspadai dan dilarang juga
Quote:Original Posted By bug5566
islam kok vs islam?emoticon-Takut


syiah bukan islam gan

fatwa MUI jatim ttg sesatnya syiah
KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
(MUI) PROP. JAWA TIMUR
No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012

Tentang :
TENTANG KESESATAN AJARAN SYI’AH
Majelis Ulama Indonesia Propinsi Jawa Timur pada sidang hari Sabtu, Tanggal 21 Januari 2012


MEMUTUSKAN
1. Mengukuhkan dan menetapkan keputusan MUI-MUI daerah yang menyatakan bahwa
ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran
Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan
faham Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah SESAT DAN MENYESATKAN.
1. Menyatakan bahwa penggunaan Istilah Ahlul Bait untuk pengikut Syi’ah adalah bentuk
pembajakan kepada ahlul bait Rasulullah Saw.
2. Merekomendasikan:
1. Kepada Umat Islam diminta untuk waspada agar tidak mudah terpengaruh dengan
faham dan ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang
menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya)
2. Kepada Umat Islam diminta untuk tidak mudah terprovokasi melakukan tindakan
kekerasan (anarkisme), karena hal tersebut tidak dibenarkan dalam Islam serta
bertolak belakang dengan upaya membina suasana kondusif untuk kelancaran
dakwah Islam
3. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar tidak memberikan
peluang penyebaran faham Syi’ah di Indonesia, karena penyebaran faham Syi’ah
di Indonesia yang penduduknya berfaham ahlu al-sunnah wa al-jama’ah sangat
berpeluang menimbulkan ketidakstabilan yang dapat mengancam keutuhan
NKRI.
4. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar melakukan
tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku antara lain
membekukan/melarang aktivitas Syi’ah beserta lembaga-lembaga yang terkait.
5. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar bertindak tegas
dalam menangani konflik yang terjadi, tidak hanya pada kejadiannya saja, tetapi
juga faktor yang menjadi penyulut terjadinya konflik, karena penyulut konflik
adalah provokator yang telah melakukan teror dan kekerasan mental sehingga
harus ada penanganan secara komprehensif.
6. Kepada Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dimohon agar bertindak tegas
dalam menangani aliran menyimpang karena hal ini bukan termasuk kebebasan
beragama tetapi penodaan agama.
7. Kepada Dewan Pimpinan MUI Pusat dimohon agar mengukuhkan fatwa tentang
kesesatan Faham Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang
menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaranajaran
yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah sebagai fatwa yang
berlaku secara nasional.
Surabaya 27 Shofar 1433 H
21 Januari 2012 M
DEWAN PIMPINAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)
PROPINSI JAWA TIMUR
Ketua Umum Sekretaris Umum
KH. Abdusshomad Buchori Drs. H Imam Tabroni, MM


http://ashadisasongko.staff.ipb.ac.i...YIAH-SESAT.pdf


aduh kok org indo sneng bgt sih ngeributin masalah sara. tobat napa?

sgt tdk sesuai dgn nilai2 adat indonesia.
Pasukan Badar, Milisi Syiah di JemberPasukan Badar, Milisi Syiah di Jember
daripada meributkan hal-hal yang tidak ber-arah seperti ini,
bagaimana kalo kita arahkan energi kita untuk hal-hal positif.
membantu lingkungan sekitar kita untuk lebih sadar kebersihan, tidak membuang sampah sembarang, bertegur salam, sapa dengan sopan, menjaga ketertiban dan kemanan dengan siskamling dan disiplin diri dll.
banyak hal yang bisa kita lakukan dengan energi yang kita miliki yang membuat dunia, atau lingkungan sekitar kita jauh lebih sejuk dan tentram.
Quote:Original Posted By bug5566
islam kok vs islam?emoticon-Takut


Syiah bukan islam. syiah itu agama org Y#hudi n lainnya = kafir

numpang nyimak gan..emoticon-Traveller
pegangan gan ts

penghuni bp kaskus banyak yang suka esek2

apalagi yang bau2 kimpoi kontrak.

banyak sekali trit provok.
acuanya pemahamanya sendiri.
lho kok syiah melawan NU ?? bukannya NU islam yang damai ??
ah bohong nih, tanya aja ama said aqil, NU kan mesra ama syiah
ikutan lewat aja, semoga smakn adem di Indonesia tercinta emoticon-I Love Indonesia (S)
TS Subbversif..Sontoloyo... saya gebuk !!!!!!! ( Kalau jaman pak harto sih itu ) emoticon-Ngakak...kalau ane slogannya buat biang rusuh Anti NKRI dan Anti Pancasila
mari diresapi ... kok ane dapet ini yah ...

PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI ISLAM INTERNASIONAL

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)

Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi; Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;

Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT; Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya; Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

1. Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim.

Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas.

Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan.

Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati.

Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

(2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat(syahadatayn); kewajiban shalat; zakat; puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan mazhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam.

Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

(3) Mengakui kedelapan mazhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

(4) Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada Malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid Al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

(5) Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka; menegaskan kembali sikap saling menghargai; memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam; memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka.

Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya. (Al-Hujurat, 49:10).

nih aslinya .. http://ammanmessage.com/index.php?op...d=20&Itemid=34
Quote:Original Posted By meinggo
mari diresapi ... kok ane dapet ini yah ...

PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI ISLAM INTERNASIONAL

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)

Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi; Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;

Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT; Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya; Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

1. Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim.

Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas.

Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan.

Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati.

Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

(2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat(syahadatayn); kewajiban shalat; zakat; puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan mazhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam.

Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

(3) Mengakui kedelapan mazhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

(4) Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada Malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid Al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

(5) Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka; menegaskan kembali sikap saling menghargai; memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam; memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka.

Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya. (Al-Hujurat, 49:10).

nih aslinya .. http://ammanmessage.com/index.php?op...d=20&Itemid=34


mari diresapi juga...

Propaganda Syiah dan “Risalah Amman” [1]
Propaganda Syiah dan “Risalah Amman” [2]
Propaganda Syiah dan “Risalah Amman” [3]
ngomong opo ae ikiiiiiii??? koyok sing wis tau budal nang surgo... podo sok benere dewe kabeh. ngene iki sing nggarai ruwet negoro. mbok yo sampiyan2 iki kerjo sing bener gawe keluarga... ga usah kakean bacot
trus kenapa kl syiah kafir? harus dibantai atau dimusnahkan kah? gak bisa ya hidup berdampingan dengan damai.

kaum syiah itu juga manusia. walau mereka kafir, mereka juga pantas hidup. biarlah masalah kekafiran mereka jadi tanggungjawab mereka.

kalau syiah diem aja pasti dituduh lagi bikin makar. kalau syiah terbuka mau bergaul pasti dituduh taqiyyah. trus maunya apa? syiah harus dibantai? ya mereka kafir biarlah kafir.