alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5241a9528227cff560000004/miris-gan-anak-perbatasan-jagoi-pilih-sekolah-di-malaysia-karena-biaya-murah
miris gan, anak perbatasan jagoi pilih sekolah di malaysia karena biaya murah
kalau presiden dan menteri main ke perbatasan cuma mampir ngopi doank CEKIDOT

-------------------------

Mungkin hanya “Malaikat” yang belum mengunjungi perbatasan. Namun hingga saat ini, Jagoi-Serikin belum ada perubahan. Demikian gambaran kondisi perbatasan Jagoi Babang-Serikin beberapa waktu lalu saat dikunjungi tim survei dan pengkaji dari Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) beserta rombongan.

Melihat secara langsung permasalahan-permasalahan di kawasan perbatasan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, tim ini mengunjungi Lima Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia seperti: Kabupaten Bengkayang, Sambas, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu.

Warga yang hidup di perbatasan ini berharap, kunjungan pejabat negara tidak hanya seremonial saja melainkan bisa mencari benang merah dalam menyelesaikan persoalan yang begitu komplek, mulai dari pendidikan, infrastruktur yang masih jauh tertinggal serta pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

“Kami tidak ingin apa yang disampaikan masyarakat terkait permasalahan perbatasan hanya sekedar menjadi kajian-kajian semata, tetapi cari jalan keluarnya untuk kemajuan masyarakat perbatasan,” kata Ahau Kadoh, Ketua Forum Masyarakat Adat Bi-Jagoi Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang saat ditemui SIAGA.CO di kediamannya, Selasa (24/09/2013).

Menurut Ahau, kedatangan tim Lemhanas tidak tepat sasaran justru mendapat kritikan dari berbagai elemen dan tokoh masyarakat setempat, karena sebelumnya beberapa pejabat, menteri bahkan presiden sudah berkunjung meninjau langsung kondisi di perbatasan.

“Mungkin hanya “Malaikat” saja yang belum pernah mengunjungi kawasan perbatasan Jagoi Babang-Serikin, tetapi mereka masih merasa nasib dan hidup yang belum pernah berubah. Perbatasan jangan hanya dijadikan Ayam potong saja,” pesan Ahau seraya mengkritisi kunjungan para pejabat bersama rombongan Lemhanas pekan lalu.

Ahau menambahkan masyarakat berharap kunjungan itu membawa angin segar, namun kedatangan Lemhanas hanya untuk minum Kopi di Serikin saja.

Selain itu, tokoh masyarakat adat Jagoi Babang juga berharap Lemhanas mau mendengar jejak pendapat langsung dari masyarakat terutama persoalan pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan ekonomi. Namun pertanyaan justru hanya mengarah kepada Wakil Bupati saja.

“Kalau tau seperti itu untuk apa kami datang dan buat apa kami diundang, sementara hanya jadi pendengar saja,” ungkap Ahau kesal.

Lebih jauh Ahau menyampaikan terkait pendidikan dan kesehatan yang seharusnya menjadi perhatian serius oleh pemerintah terutama team lemhanas. Disampaikannya, anak-anak usia sekolah yang bermukim di perbatasan Jagoi Babang lebih memilih melanjutkan pendidikannya di negara tetangga Sarawak-Malaysia. Alasan mereka sungguh ironi sebab pendidikan di sana gratis. Pemerintah Indonesia hanya menggratiskan biaya sekolah pada iklan di televisi saja, sedang di lapangan tidak ada.

“Kita tidak mungkin mencegah mereka sekolah di Malaysia karena sarana dan prasarana pendidikan di Malaysia lebih baik, sedangkan di Indonesia semua harus pakai uang,” kata Ahau.

Selain pendidikan, masyarakat perbatasan dalam masalah kesehatan juga cenderung memilih untuk berobat ke Malaysia dengan alasan lebih murah, cepat dan pelayanannya memuaskan. Tak hanya itu pelayanan kesehatan juga memadai, bahkan bisa sampai dilakukan operasi pasien yang berobat cukup hanya membayar Satu Ringgit Malaysia atau sekitar Tiga Ribu Rupiah (Rp 3.000).

Katanya lagi, kawasan perbatasan Jagoi Babang diakui sebagai beranda terdepan, namun seharusnya mempunyai sarana pendidikan yang memadai termasuk program pendidikan gratis sesuai program pemerintah pusat seperti bantuan operasional sekolah (BOS) bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang serius terkait persoalan pendidikan yang katanya gratis, namun beberapa Sekolah SD,SMP dan SMA masih memungut biaya yang kononnya biaya administrasi,” Beber Ahau kesal.
Ironisnya, anak-anak didik lulusan SMA ketika mengambil Ijasah harus membayar Rp 400.000, dengan alasan klasik, padahal sarana pendidikan dan transportasi belum membaik terutama pemukiman di pelosok-pelosok Kecamatan Jagoi Babang.

sumber: http://www.siaga.co/news/2013/09/24/...a-biaya-murah/
Ini artinya tuh masyarakat perbatasan bisa berpikir dgn baik .... Mending sekolah di sono drpd disini .... Gak nambah pinter .... Tau sendiri kualitas sekolah indonesia di pedalaman .... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ..:137ER::..
Ini artinya tuh masyarakat perbatasan bisa berpikir dgn baik .... Mending sekolah di sono drpd disini .... Gak nambah pinter .... Tau sendiri kualitas sekolah indonesia di pedalaman .... emoticon-Big Grin


yup, cari ilmunya aja
kalo gue pribadi sih mendingan rakyat perbatasan pilih mALAYsia dah

ngapain juga ngarepin anggota HEWAN pusat,,di tambah lagi anggota HEWAN daerah juga sama kelakuannya emoticon-No Hope

kalo di luar lebih di hargai knapa tidak
Quote:Original Posted By udepdoang
kalo gue pribadi sih mendingan rakyat perbatasan pilih mALAYsia dah

ngapain juga ngarepin anggota HEWAN pusat,,di tambah lagi anggota HEWAN daerah juga sama kelakuannya emoticon-No Hope

kalo di luar lebih di hargai knapa tidak


bener gan, sepakat!
hanya dikunjungi saja..
Quote:Original Posted By PeRie01
hanya dikunjungi saja..


ngopi mampir gan
Pemimpin ga cinta rakyat, rakyat memilih Malaysia lah!
Quote:Original Posted By hawk
Pemimpin ga cinta rakyat, rakyat memilih Malaysia lah!


kasian rakyat
inilah gmbran kbjakan penerntah kita, adil makmur n merata....hnya buat keluarga n kroni2 nya...

PRIHATIN.....!!!!!
apa bedanya sama orang-orang yang studi di luar negeri emoticon-Embarrassment

kalo di negeri sebelah lebih baik & lebih murah ya silahkan... emoticon-Embarrassment
perih atin emoticon-Ngakak
ga masalah sekolah dimalaysia, jangan orang kaya aja yang bisa sekolah diluar negri...
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By cimot07
inilah gmbran kbjakan penerntah kita, adil makmur n merata....hnya buat keluarga n kroni2 nya...

PRIHATIN.....!!!!!


bener bngt gan, yang makmur makin makmur, yang miskin smakin sulit..
emoticon-Sorry emoticon-Sorry
karena disini pendidikan sudah menjadi komoditas bisnis yg menguntungkan tanpa memperhatikan kualitas output yg dihasilkan
Kenapa musti miris?
Kalau negara sendiri tidak bisa mensejahterakan rakyatnya, lalu negara lain bisa kenapa enggak?
Pengkhianat negara kah? Lah rakyat mengharapkan pemerintahannya untuk melindungi, mengayomi, mensejahterakan dan memberikan stabilisasi kemakmuran, kalau pemerintahannya tidak bisa melakukan dan tidak mau? Siapa yg berkhianat ke siapa?
menuntut ilmu ga ada urusan sama nasionalisme

tapi sama masa depan yg lebih baik emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By udepdoang
kalo gue pribadi sih mendingan rakyat perbatasan pilih mALAYsia dah

ngapain juga ngarepin anggota HEWAN pusat,,di tambah lagi anggota HEWAN daerah juga sama kelakuannya emoticon-No Hope

kalo di luar lebih di hargai knapa tidak


makanya kalo kalimantan mau ikut malaysia yang di jawa jgn mewek

emoticon-Matabelo
gak usah heran lah gan, anak betawi anak jawi anak sunda juga pade kuliahan di malaysia koq, murah dan berkualitas soale emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By cimot07
inilah gmbran kbjakan penerntah kita, adil makmur n merata....hnya buat keluarga n kroni2 nya...

PRIHATIN.....!!!!!


biasalah SBY gan