alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524117b4bdcb174a74000003/mo-ngeles-apalagi-pt-intim-perkasa-sering-serahkan-uang-ke-fathanah-di-dpp-pks
Ngakak 
|Mo Ngeles Apalagi?!| PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS
Senin, 23/09/2013 15:26 WIB
Sidang Fathanah
PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS

Fajar Pratama - detikNews



Jakarta - Meski bukan seorang kader atau pengurus partai, Ahmad Fathanah cukup sering mondar-mandir di kantor DPP PKS. Bahkan orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu beberapa kali menerima kiriman uang dari pengusaha di kantor tersebut.

"Terdakwa kita tahunya dekat PKS saja. Sering di DPP PKS. Saya suka antar uang untuk terdakwa ke DPP," ujar Direktur PT Intim Perkasa Andi Revi Sose di PN Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Andi lupa berapa nominal uang yang diserahkan ke Fathanah. Begitu juga dengan berapa kali jumlah pengiriman.

Fathanah pada 2011 pernah berkongsi dengan PT Intim, dalam rangka mendatangkan investor dari Korea. Namun upaya tersebut gagal karena pihak perusahaan asing, tidak menjalankan kontrak.

Menurut Andi, pemberian uang kepada Fathanah merupakan pemberian pribadi ayahnya, Andi Pakurimba yang merupakan Dirut PT Intim. Nama terakhir juga sedianya dipanggil sebagai saksi, namun tidak hadir.

"Itu pribadi karena kan perusahaanya punya ayah saya," kata Andi.

Code:
http://news.detik..com/read/2013/09/23/152614/2366795/10/pt-intim-perkasa-sering-serahkan-uang-ke-fathanah-di-dpp-pks



Andi kadang Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS
Created on Monday, 23 September 2013 20:49



Jakarta, GATRAnews - Anak pemilik PT Intim Perkasa, Andi Revi mengaku kerap mengantarkan uang kepada terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucuan uang pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Ahmad Fathanah di sejumlah hotel dan juga di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pengakuan tersebut disampaikan Andi saat bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, (23/9/2013).

"Saya tahu terdakwa Ahmad Fathanah di PKS, karena saya juga suka nganter (uang) ke DPP PKS. Di sana saya hanya menghubungi sama terdakwa saja, tidak ada hubungan dengan yang lain," kata Andi.

Andi menuturkan, ayahnya yang merupakan pemilik perusahaan PT Intim Perkasa yang bergerak di bidang perdagangan minyak, kerap meminjamkan uang kepada terdakwa Ahmad Fathanah.

"Waktu itu ada pinjam meminjam ke bapak saya, ada 300 ada 500, 100, 800, dikembalikan lagi dipinjam lagi. Seluruhnya, masih ada 1,8. (180 ribu dolar AS)," ungkapnya.

Menurutnya, ia kerap diminta mengantarkan uang tersebut kepada Fathanah. Saat uang tersebut akan diantar, Fathanah selalu memberitahu ke mana uang tersebut, yakni diserahkan di sejumlah hotel dan termasuk di DPP PKS.

"Saya disuruh nganter 5 kali oleh bapak saya. Uang itu saya bawa tunai semua. Kayanya tidak ada perjanjian (antara ayahnya dengan Ahmad Fathanah). Saya nganter ke Kempinski dan Le Meridien. Terdakwa ada di situ, saya hanya merapat. Terakhir yang 180 ribu dolar AS yang belum dibayar Ahmad," bebernya.

Andi mengaku tidak mengetahui kenapa ayahnya mau meminjamkan sejumlah uang yang jumlahnya cukup besar kepada terdakwa Ahmad Fathanah.

"Pertama kali pinjam, seminggu kemudian Ahmad Fathanah kembalikan. Bapak saya pinjamkan karena sebelumnya tidak ada masalah (Fathanah membayar pinjaman). Saya tidak tahu ada-apa dengan bapak saya dan Ahmad Fathanah, sehingga dia mau pinjamin uang," ujarnya.

Andi mengaku, ayahnya telah mengenal Fathanah. Pasalnya, Fathanah akan membawa investor asal Korea untuk membiayai salah satu proyek PT Intim Perkasa.

"Saat kita ada kerjaan, tapi cash flow kita kurang, Ahmad sanggupi. Itu tahun 2011, katanya ada investor dari Korea. Tapi udah jalan, pas tinggal dana dicairkan, Korea-nya tidak siap dan kerja sama itu tidak jadi," bebernya. (IS)

Code:
http://www.gatra.com/hukum-1/39405-andi-serahkan-uang-ke-fathanah-di-dpp-pks.html


emoticon-Ngakak Padahal Fathanah tidak diakui sebagai kader PKS, kok Fathanah sering nongol di kantor DPP PKS. Gimana nih penjelasan SAPI PKS? Orang luar kok boleh berkeliaran di kantor PKS?
|Mo Ngeles Apalagi?!| PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS
menunggu para fanboy/fangirl korban cuci otak serta penghuni PKSPiyungan komen di thread ini emoticon-Big Grin
ane tertarik komen bukan karena kasusnya.............

tapi karena nama PTnya.

"PT. Intim Perkasa"

emoticon-Big Grin, kayak perusahaan obat kuat aja........emoticon-Ngakak (S)
Perusahaan Minyak Sering Antar Uang ke DPP PKS
Selasa, 24 September 2013 00:30



Jakarta (BM) – Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus suap kuota impor daging sapi dan pencucian uang dengan Ahmad Fathanah, Senin (23/9). Dua saksi dari kolega akrab terdakwa membeber sumber kekayaan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, berasal dari kepemilikan saham mayoritas di PT Intim Perkasa, perusahaan distribusi minyak yang sudah go international.

Bergabungnya Luthfi dengan PT Intim diperantarai Fathanah. Atas jasanya menjadi seorang motivator bagi jajaran perusahaan yang memiliki cabang di Swiss dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ini, Luthfi pun dihadiahi saham 46 persen di PT Intim Perkasa yang diatasnamakan putranya, Hudzaifah Luthfi.

"Beliau semacam motivator kami. Terdakwa yang mengajak Pak Luthfi, dan diterima," ujar Ahmad Maulana, salah satu petinggi PT Intim Perkasa saat bersaksi untuk Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (23/9). Ahmad mengungkapkan, Luthfi sering memberikan nasihat dan meminta agar seluruh jajaran PT Intim menjaga amanah sebaik-baiknya. Ahmad menyatakan, dirinyalah yang memutuskan pembagian saham tersebut. Keputusan itu disetujui pemilik sekaligus Direktur PT Intim Perkasa, Andi Pakurimba Sose.

"Ada tiga orang (dapat saham), Hudzaifah Luthfi, Fathanah, dan saya. Saya Rp 100 juta, Fathanah Rp 100 juta, dan Hudzaifah, saya lupa berapa. Tapi nilainya lebih besar," terangnya. Ahmad mengaku dirinya dan Fathanah masing-masing hanya mendapat 1 persen.

Selain menjadi motivator, hadiah saham itu diberikan oleh direksi PT Intim karena jasa Luthfi mendatangkan investor dari Korea untuk kerja sama penyimpanan minyak di Sulawesi Selatan. Meskipun, rancangan kerja sama itu akhirnya batal.

"Korea-nya enggak jadi. Sudah jalan, tapi waktu dana mau diturunin, Korea-nya belum siap. Akhirnya kita jalanin sendiri," terang saksi lain, Andi Revi Febrianto Sose. Ia mengatakan, bergabungnya Fathanah –yang kemudian mengajak Luhtfi- ke PT Intim Perkasa karena yang bersangkutan kenal baik dengan ayahnya yang juga menjabat Direktur Utama, Andi Pakurimba Soose.

"Itu hubungan pribadi. Mereka saling mengenal, sama-sama dari Makassar. kan perusahaannya punya ayah saya," katanya.

Tak hanya mendapat saham, Andi mengungkapkan ia sering menyuruh utusannya mengantar sejumlah uang kepada Fathanah di Kantor DPP PKS. Ia mengaku, Fathanah sering berada di markas partai nompr urut empat di parlemen itu. Hanya, Andi lupa berapa nominal uang yang diserahkan ke Fathanah. Begitu juga dengan berapa kali jumlah pengiriman.

"Kita tahu, terdakwa dekat dengan PKS. Sering di DPP PKS. Saya suka antar uang untuk terdakwa ke DPP," ujarnya.

Fathanah dan Luthfi sama-sama terjerat dalam kasus penambahan kuota impor daging sapi. Mereka didakwa menerima suap Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama. Selain dugaan korupsi, jaksa juga menuding mereka melakukan pencucian uang.

Fathanah juga didakwa melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Dia juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, dan membelanjakan harta kekayaan yang nilainya mencapai Rp 34 miliar dan USD 89.321.

Fathanah Pernah Nikahi Pramugari

Kesaksian Ahmad Maulana sungguh telah membuka banyak fakta baru. Selain kepemilikan saham di PT Intim Perkasa, saksi juga membeber sisi pribadi Ahmad Fathanah yang belum pernah terungkap ke publik.
Ahmad mengungkapkan jika Fathanah pernah menikahi seorang pramugari bernama Surtini Gulyanti. ''Surtini Gulyanti saya tahu. Itu mantan istri terdakwa,'' kata Ahmad menjawab pertanyaan Jaksa Muhibuddin terkait sosok Surtini.

Dalam dakwaan, Fathanah diketahui pernah beberapa kali mengirim uang kepada Surtini. Masing-masing 25 kali transfer pada 2012 dengan nilai total Rp 374,250 juta, dan lima kali transfer pada 2013 dengan nila total Rp 138 juta.

Diketahui, Fathanah pertama kali menikah dengan Siti Fatimah pada tahun 1993 silam. Dari pernikahan ini, Ahmad Fathanah dikaruniai tiga orang anak. Namun pernikahan ini tidak berlangsung lama. Siti Fatimah diceraikan pada tahun 1999. Pada tahun yang sama, Ahmad Fathanah kemudian menikaihi Dewi Kirana dan dikaruniai seorang anak. Pernikahan ini pun harus berakhir, dan Dewi diceraikan pada tahun 2006.

Dua tahun berselang, Ahmad Fathanah menikahi Surtini Gulyanti. Dari pernikahan ini, Ahmad Fathanah belum dikaruniai anak. Dalam catatan Jaksa, pernikahan ini masih berlangsung hingga sekarang. Namun, pada Desember 2011, Ahmad Fathanah menikah siri dengan Sefti Sanustika dan dikaruniai seorang anak yang baru lahir pada Maret 2013. Artinya, saat Ahmad Fathanah ditangkap petugas KPK pada akhir Januari lalu, usia kandungan Sefti masih sekitar enam bulan.

Terungkapnya hubungan spesial Fathanah dengan Surtini ini, semakin menegaskan figur terdakwa sebagai Don Juan penakluk banyak wanita. Sebelumnya, sejumlah nama wanita lain juga berseliweran di tengah skandal suap yang menjerat Fathanah. Mereka di antaranya, Vitalia Sesha (model), Maharani Suciono (mahasiswi), Ayu Azhari (artis), Andi Novitasari (istri muda) dan Sefti Sanustika (istri pertama). Kepada para wanita ini pula, Fathanah membagi-bagikan harta panasnya.

Code:
http://www.beritametro.co.id/hukrim/perusahaan-minyak-sering-antar-uang-ke-dpp-pks


emoticon-Ngakak 1% saham saja nilainya sudah Rp 100juta, berarti Luthfi memiliki saham senilai Rp 4,6milyar dgn cuma jadi motivator.
Quote:Original Posted By cow.shake
Senin, 23/09/2013 15:26 WIB
Sidang Fathanah
PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS

Fajar Pratama - detikNews



Jakarta - Meski bukan seorang kader atau pengurus partai, Ahmad Fathanah cukup sering mondar-mandir di kantor DPP PKS. Bahkan orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu beberapa kali menerima kiriman uang dari pengusaha di kantor tersebut.

"Terdakwa kita tahunya dekat PKS saja. Sering di DPP PKS. Saya suka antar uang untuk terdakwa ke DPP," ujar Direktur PT Intim Perkasa Andi Revi Sose di PN Tipikor, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Andi lupa berapa nominal uang yang diserahkan ke Fathanah. Begitu juga dengan berapa kali jumlah pengiriman.

Fathanah pada 2011 pernah berkongsi dengan PT Intim, dalam rangka mendatangkan investor dari Korea. Namun upaya tersebut gagal karena pihak perusahaan asing, tidak menjalankan kontrak.

Menurut Andi, pemberian uang kepada Fathanah merupakan pemberian pribadi ayahnya, Andi Pakurimba yang merupakan Dirut PT Intim. Nama terakhir juga sedianya dipanggil sebagai saksi, namun tidak hadir.

"Itu pribadi karena kan perusahaanya punya ayah saya," kata Andi.

Code:
http://news.detik..com/read/2013/09/23/152614/2366795/10/pt-intim-perkasa-sering-serahkan-uang-ke-fathanah-di-dpp-pks



Andi kadang Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS
Created on Monday, 23 September 2013 20:49



Jakarta, GATRAnews - Anak pemilik PT Intim Perkasa, Andi Revi mengaku kerap mengantarkan uang kepada terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucuan uang pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Ahmad Fathanah di sejumlah hotel dan juga di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pengakuan tersebut disampaikan Andi saat bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, (23/9/2013).

"Saya tahu terdakwa Ahmad Fathanah di PKS, karena saya juga suka nganter (uang) ke DPP PKS. Di sana saya hanya menghubungi sama terdakwa saja, tidak ada hubungan dengan yang lain," kata Andi.

Andi menuturkan, ayahnya yang merupakan pemilik perusahaan PT Intim Perkasa yang bergerak di bidang perdagangan minyak, kerap meminjamkan uang kepada terdakwa Ahmad Fathanah.

"Waktu itu ada pinjam meminjam ke bapak saya, ada 300 ada 500, 100, 800, dikembalikan lagi dipinjam lagi. Seluruhnya, masih ada 1,8. (180 ribu dolar AS)," ungkapnya.

Menurutnya, ia kerap diminta mengantarkan uang tersebut kepada Fathanah. Saat uang tersebut akan diantar, Fathanah selalu memberitahu ke mana uang tersebut, yakni diserahkan di sejumlah hotel dan termasuk di DPP PKS.

"Saya disuruh nganter 5 kali oleh bapak saya. Uang itu saya bawa tunai semua. Kayanya tidak ada perjanjian (antara ayahnya dengan Ahmad Fathanah). Saya nganter ke Kempinski dan Le Meridien. Terdakwa ada di situ, saya hanya merapat. Terakhir yang 180 ribu dolar AS yang belum dibayar Ahmad," bebernya.

Andi mengaku tidak mengetahui kenapa ayahnya mau meminjamkan sejumlah uang yang jumlahnya cukup besar kepada terdakwa Ahmad Fathanah.

"Pertama kali pinjam, seminggu kemudian Ahmad Fathanah kembalikan. Bapak saya pinjamkan karena sebelumnya tidak ada masalah (Fathanah membayar pinjaman). Saya tidak tahu ada-apa dengan bapak saya dan Ahmad Fathanah, sehingga dia mau pinjamin uang," ujarnya.

Andi mengaku, ayahnya telah mengenal Fathanah. Pasalnya, Fathanah akan membawa investor asal Korea untuk membiayai salah satu proyek PT Intim Perkasa.

"Saat kita ada kerjaan, tapi cash flow kita kurang, Ahmad sanggupi. Itu tahun 2011, katanya ada investor dari Korea. Tapi udah jalan, pas tinggal dana dicairkan, Korea-nya tidak siap dan kerja sama itu tidak jadi," bebernya. (IS)

Code:
http://www.gatra.com/hukum-1/39405-andi-serahkan-uang-ke-fathanah-di-dpp-pks.html


emoticon-Ngakak Padahal Fathanah tidak diakui sebagai kader PKS, kok Fathanah sering nongol di kantor DPP PKS. Gimana nih penjelasan SAPI PKS? Orang luar kok boleh berkeliaran di kantor PKS?
|Mo Ngeles Apalagi?!| PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS


Huss, itu kan simpatisan emoticon-Malu (S) emoticon-Mad (S):

bikin ngakak gan nama PT nya pas banget buat kader pks yg doyan ngintim emoticon-Ngakak
intim perkasa
rasanya gimanaaa gitu emoticon-Hammer2

itu siapa yang kasih nama?emoticon-Ngakak
Enak bener jd motivator dpt saham mayoritas.... si tung desem juga mau kayaknya kalo ada yg mau kasih skema yg sama
Wah busuk sekali kader kader PKS yang melakukan korupsi, kasihan rakyat kecil yang susah mendapatkan harga daging dengan harga wajar

2014 saya tidak akan memilih PKS
Dimana menyerahkan duitnya? di Lobby? di Toilet? Di ruang LHI? di Ruang meeting partai yang disediakan partai?

Kayaknya sudah bisa dimasukkan ke dalam kategori TPPU yang dilakukan secara koorporasi nich...!! Kira2 bisa dibubarin gak tuh partai?

emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Quote:Original Posted By 40tahungejomblo
bang patanah, kok kita kader setia begini ga pernah dilirik
|Mo Ngeles Apalagi?!| PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS
|Mo Ngeles Apalagi?!| PT Intim Perkasa Sering Serahkan Uang ke Fathanah di DPP PKS

emoticon-Ngakak Bukan kelas toge sperti tri kurnia, vitalia, Sefti dan Ayu Azhari sih.
Yang bikin nama pt nya siapa ?

Kok bawa intim segala ?emoticon-Ngakak
bikin kupi sore dulu gan... sambil nungguin yang mau bantah .. emoticon-Big Grin
emoticon-Mad (S) sejak masuk ke pemerintahan jadi makin busuk aja nich partai .. segalanya dihalalkan termasuk main curang money politic ..
kampretttttttttttttttttttt


Quote:Original Posted By lontongputih
bikin kupi sore dulu gan... sambil nungguin yang mau bantah .. emoticon-Big Grin


Gak ada yang berani bantah gaaaan.... Pada takut semua....!!! Gw rasa juga, ada orang yang sedang mempersiapkan pasal buat membubarkan parpol ini dengan tuduhan korupsi koorporasi.

Tunggu saja....

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
ghost protocol mana ghost protocol, tolong disiapin ya emoticon-Malu (S)