alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5240eec7a4cb17b02000000e/berjuang-23-tahun-dapatkan-imb-izin-beres-tapi-gereja-tetap-digembok-massa-intoleran
Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Izin Beres Tapi Gereja Tetap Digembok Massa Intoleran

Senin, 23 September 2013 | 15:33

Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Izin Beres Tapi Gereja Tetap Digembok Massa Intoleran

Tangerang Selatan - Mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) setelah 23 tahun berjuang ternyata tidak menghentikan masalah yang dihadapi Paroki St Bernadet untuk mendirikan gereja bagi sekitar 11.000 jemaatnya.

“Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga berdemonstrasi menentang pembangunan gereja kami hari Minggu pagi kemarin,” kata Pastor Paulus Dalu Lubur pada Beritasatu.com, Senin (23/9).

Ratusan orang mengenakan baju putih dan ikat kepala merah, Minggu (22/9), berdemonstrasi di depan lahan milik paroki di kompleks Tarakanita, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Selatan, yang rencananya akan dibangun gereja untuk menampung 11.000 umat yang selama ini beribadah di enam tempat terpisah. Mereka menggembok paksa pagar gereja.

“Saya percaya mereka yang datang kemarin mayoritas, atau tidak seratus persen warga di situ. Kami sudah mendapatkan dukungan dari beberapa ustaz, haji, dan pemuka masyarakat di sekitar lokasi rencana pembangunan gereja,” kata Paulus.

Sebelum demonstrasi hari Minggu, ada yang mengedarkan surat ajakan ke warga setempat untuk berdemo. Alasannya adalah rumah ibadah tersebut melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri tentang Pendirian Rumah Ibadah, khususnya Pasal 13, terkait pendirian rumah ibadah yang harus didasarkan pada keperluan nyata dan berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat bersangkutan.

Pendemo juga menyatakan bahwa pembangunan gereja tersebut melanggar Pasal 14 dari SKB 2 Menteri tersebut tentang dukungan minimal 60 warga yang disahkan oleh lurah. Mereka juga mempermasalahkan penggunaan aula di kompleks Tarakanita sebagai tempat peribadatan sementara, serta mengkhawatirkan kemungkinan Kristenisasi bila gereja tersebut didirikan.

Terkait hal itu, Sekretaris Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Antonius Benny Susetyo mengatakan pada Beritasatu.com bahwa gereja tersebut sudah mendapatkan IMB pada 11 September 2013 dan baru akan memulai pembangunan.

“Gereja baru saja mendapat IMB. Masyarakat sekitar sudah menyetujuinya. Kita berharap agar aparat keamanan memberi jaminan rasa aman,” kata Benny.

Sambil menanti pembangunan gereja, umat Paroki St Bernadet beribadah di empat gedung yang berbeda pada hari Sabtu dan Minggu dan dua minggu sekali di dua rumah jemaat. Salah satu tempat ibadahnya adalah sebuah aula yang juga terletak di kompleks Tarakanita.

Dipaksa Pindah
Kejadian ini adalah protes kedua setelah pada 2004 ketika umat Paroki St Bernadet dipaksa oleh massa intoleran pindah dari Sekolah Sang Timur di Ciledug. Masa intoleran menutup akses ke sekolah Sang Timur yang digunakan oleh Paroki St Bernadet untuk beribadah. Sampai saat ini akses jalan yang ditembok oleh warga belum dibuka.

Paulus mengatakan alasan penolakan tidak berdasar karena mayoritas warga di kompleks Tarakanita beragama Katolik. Namun demikian, pihak Paroki akan tetap mengupayakan membangun relasi baik dengan warga sekitar.

“Kami sedang melakukan bina lingkungan, jadi relasi baik terus dijalankan tidak sebatas untuk mendapatkan IMB saja,” kata Paulus.

Bonar Tigor Naipospos, wakil direktur Setara, mengatakan kepada Beritasatu.com bahwa kelompok intoleran yang berdemo di St Bernadet adalah kelompok yang mobile, tidak menetap di sekitar paroki.

“Selalu mereka menggunakan isu Kristenisasi dengan memengaruhi orang bahwa kalau nanti ada gereja, orang-orang akan menjadi murtad atau pindah agama karena kegiatan-kegiatan sosial gereja. Kelompok ini bergerak ke berbagai tempat dan aktif mencari informasi gereja-gereja mana yang sedang memproses atau belum mendapatkan izin. Lalu mereka berdemo mengatasnamakan warga, meski warga lokalnya paling satu atau dua orang,” kata Bonar.

Bonar mengatakan bahwa berkembangnya kasus-kasus intoleransi di Indonesia sejalan dengan pemerintah daerah yang kerap tidak bisa bersikap tegas terhadap kelompok intoleran. “Ditambah lagi, pemerintah pusat kerap melemparkan tanggung jawab dengan menyatakan bahwa pemerintah daerah yang harus aktif mencari solusi,” kata Bonar.

Penulis: Camelia Pasandaran/AB

SUMBER

[Berita] Penolakan (lagi) Gereja di Tangerang

Padahal ini masih Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 45, tapi ternyata ada kejadian semacam ini


Jalan bangsa ini masih panjang gan, bangsa ini beragam pula, kalau begini terus bagaimana bisa bersatu dan maju?


emoticon-Cape d...
jalur pengurusan itu ada 2 gan....jalur resmi dan tidak resmi. Jalur tidak resmi itu penyelesaiannya mesti dg nasbung dan indomie emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
R=emoticon-Repostrepostemoticon-Repostrepostemoticon-Blue Repost

play victim lagi

lapaknya tambah atu lagi
wah cerminan intoleransi di indonesia, walaupun demikian, jangan takut berjuang, memang kebanyakan muslim di indonesia tidak bisa bertoleransi, tapi jangan hentikan perjuangan ini,

selamat buat kaum nasrani yang berjuang selama 23 tahun demi IMB, dan setidaknya ini sebuah kemajuan
di indonesia masih sering terjadi....di bogor, disini, ntt papua sumut dll
semoga pada toleran
emoticon-I Love Indonesia (S)
itu yg berbaju putih sama ikat kepala merah suruh sekolah lagi gan
dalamin makna apa itu BHINEKA TUNGGAL IKA, makna toleransi umat beragama....
klo gak lulus suruh pindah aja, suruh buat negara sendiri aja....
23 tahun...
kayanya mereka sangat perduli dengan perijinan gereja ya,padahal:

Quote:JAKARTA (Arrahmah.com) – Karena tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat tanah, sekitar 750 ribu masjid juga lebih dari satu juta mushala terancam untuk mengalami penggusuran, Republika melansir pada Sabtu (7/5/2011).

Angka tersebut diperoleh dari hitung-hitungan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2011/05....mrUwSIKZ.dpuf

ngga punya IMB dan sertifikat tanah
sekitar 750.000 masjid dan lebih dari 1.000.000 mushola...
sumber berita ARRAHMAH,melansir dari REPUBLIKA,datanya dari DEWAN MASJID INDONESIA

alangkah baiknya kalo masing2 umat beresin dulu masalah internalnya sebelum ngurusin ijin dll tempat ibadah umat lain (dlm kasus ini ternyata IMB dan sertifikat udah ada...)
IMB nya resmi? emoticon-Matabelo
katakanlah resmi, berarti masyarakatnya yang sableng emoticon-shakehand:
Quote:Original Posted By odenz
itu yg berbaju putih sama ikat kepala merah suruh sekolah lagi gan
dalamin makna apa itu BHINEKA TUNGGAL IKA, makna toleransi umat beragama....
klo gak lulus suruh pindah aja, suruh buat negara sendiri aja....


Yang memakai kain merah dan pita merah di pundak tampaknya koordinator aksi gan

emoticon-No Hope
Quote:Original Posted By firewallshop
23 tahun...
kayanya mereka sangat perduli dengan perijinan gereja ya,padahal:


ngga punya IMB dan sertifikat tanah
sekitar 750.000 masjid dan lebih dari 1.000.000 mushola...
sumber berita ARRAHMAH,melansir dari REPUBLIKA,datanya dari DEWAN MASJID INDONESIA

alangkah baiknya kalo masing2 umat beresin dulu masalah internalnya sebelum ngurusin ijin dll tempat ibadah umat lain (dlm kasus ini ternyata IMB dan sertifikat udah ada...)


pada males bikin sertifikat tanah wakafnya guns..
karena cukup dengan akad lisan saja "dipercaya" sudah sah.
Quote:Original Posted By firewallshop
23 tahun...
kayanya mereka sangat perduli dengan perijinan gereja ya,padahal:


ngga punya IMB dan sertifikat tanah
sekitar 750.000 masjid dan lebih dari 1.000.000 mushola...
sumber berita ARRAHMAH,melansir dari REPUBLIKA,datanya dari DEWAN MASJID INDONESIA

alangkah baiknya kalo masing2 umat beresin dulu masalah internalnya sebelum ngurusin ijin dll tempat ibadah umat lain (dlm kasus ini ternyata IMB dan sertifikat udah ada...)



terus melansirnya harus dari KOMPAS dan buku 2 Gramedia ya hahahahha.

standard gandaa .. KOMPAS deh yang dipercaya para Pas***emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By robienrose


pada males bikin sertifikat tanah wakafnya guns..
karena cukup dengan akad lisan saja "dipercaya" sudah sah.


ya jangan gitu dong,kan jadi munafik
minta orang lain lengkapin ijin,kl udah lengkap tetep dicari2 masalahnya sedangkan diri sendiri "males" ngurus sertifikat apalagi imb
Satuju.....

Memang bangsa ini mempunyai sentimen agama yg tinggi terhadap agama lain...
Sebagian muslim begitu perhatian kepada Kristen. Ada Gereja tanpa izin mereka tau... seandainya perhatian itu diberikan kepada orang2 miskin, persampahan, kesehatan, pendidikan dan lain2 maka ane yakin bangsa ini makmur...

jadi kalo ada sampah di jalan atau sungai maka perhatikan dan bertindak, layaknya mereka memperhatikan dan menindak gereja...
Ada orang yg sakit tapi tidak ada biaya maka perhatikan dan ambil tindakan utk kesehatan orang tersebut...
Atau anak2 terlantar yg tdk bisa sekolah, maka perhatikan dan sekolahkan mereka...

Nah.., kenapa dengan Gereja saja mereka begitu sensitive... bukankah islam juga mengajarkan menolong sesama, menjaga kebersihan sebagian dari iman dan masih banyak lagi....

Ya semoga mereka mendapatkan hidayah...
dari fanatisme ke barbar emang cuman satu langkah emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By paijowudeledowo



terus melansirnya harus dari KOMPAS dan buku 2 Gramedia ya hahahahha.

standard gandaa .. KOMPAS deh yang dipercaya para Pas***emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


kalo dr kompas entar ente bilang itu palsu,ini kan enak,udah datanya dari dewan masjid indonesia,diberitakan sama arrahmah yg melansir dari republika
Quote:Original Posted By firewallshop


ya jangan gitu dong,kan jadi munafik
minta orang lain lengkapin ijin,kl udah lengkap tetep dicari2 masalahnya sedangkan diri sendiri "males" ngurus sertifikat apalagi imb


seharusnya memang jangan begitu
apa daya, ane gak bisa berbuat apa-apa guns emoticon-Berduka (S)

Dipersulit Pemkab, Seluruh Gereja di Kabupaten Bandung Tidak Miliki IMB


Berjuang 23 Tahun Dapatkan IMB, Izin Beres Tapi Gereja Tetap Digembok Massa Intoleran

BANDUNG (JABAR) – Ternyata seluruh gereja di Kabupaten Bandung tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), akibat dari tindakan Pemerintah Kabupaten Bandung yang selalu mempersulit pengurusan izin pendirian gedung gereja di kota itu.

“Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung tidak pernah sekali pun mengeluarkan izin membangun gereja. Padahal syarat membangun tempat ibadah sudah kami penuhi,” kata Pembimbing Masyarakat Kristen, Kanwil Kementrian Agama Jawa barat, JM Nainggolan, Jumat (23/09/2011).

Menurut Nainggolan karena IMB tidak keluar, jemaat mendirikan rumah-rumah ibadah yang kemudian dicap sebagai ‘Gereja Liar’ oleh orang-orang yang buta kedamaian.

Di Kabupaten Bandung diperkirakan terdapat 300 ribu umat Kristen berdomisili, dan ditakutkan ormas-ormas anarkis bertopeng agama akan melakukan tekanan yang menurut mereka wajar untuk mereka lakukan, seperti menyerang, mengancam dan membakar.

”Jika ormas menutup gereja dengan alasan tidak memiliki izin, semua gereja di Bandung belum dapat izin resmi. Dulu 14 gereja di Rancaekek ditutup paksa. Sekarang Gereja Pantekosta. Lama kelamaan seluruh rumah ibadah di Kabupaten Bandung ditutup ormas. Terus mau ibadah di mana?” ujar Nainggolan.

Kata Nainggolan, Pemkab Bandung seharusnya bertanggung jawab atas terjadinya konflik agama di wilayahnya. ”Sesuai Peraturan 2 Menteri, jika ada kesulitan izin seperti itu pemerintah yang harus memfasilitasi. Jadi pemerintah harus bertanggung jawab,” katanya.

Berdasarkan data Kanwil Kementerian Agama Jabar, kasus penyerangan dan penutupan gereja paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat. ”Gereja yang punya IMB saja ditutup paksa, apalagi yang tidak ada,” ujar Nainggolan. (VHR)

SUMBER

Uskup Agung Jakarta Kritik Sulitnya Izin Pendirian Gereja

Penulis :
Aditya Revianur
Selasa, 25 Desember 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, hingga saat ini, pendirian gereja di Indonesia mengalami kendala perizinan. Hal ini dialami sejumlah gereja ketika mengurus izin ke pemerintah daerah. Persoalan yang sama dihadapi Gereja HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin yang akhirnya menimbulkan konflik. Suharyo menekankan, hal ini merugikan bangsa Indonesia sendiri.

"Karena tidak diberi izin mendirikan tempat ibadah, lalu beribadah di tempat seadanya. Tetapi, itu juga dilarang. Kita tidak mengerti lagi mau berkata bagaimana lagi," ujar Suharyo di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2012).

Ia mengatakan, seharusnya setiap umat beragama bisa menjalankan ibadahnya dan tak ada yang bersikap individualistis. "Rumah ibadah (gereja) yang diberi izin di Karawaci itu menunggu izinnya saja bukan main, butuh 24 tahun menunggu," kata Suharyo.

Oleh karena itu, ia berharap, persoalan perizinan pendirian rumah ibadah tidak semakin meluas. Pemerintah, tegasnya, wajib menyelesaikan masalah itu dengan mengambil langkah strategis. Akan tetapi, ia menilai, hingga saat ini, belum ada langkah pemerintah untuk menyelesaikannya.

SUMBER

emoticon-No Hope
itu yg demo gak jelas warga mana.
Periksa aja org2nya, cek KTP nya dr mn.
Pajang poto sm namanya di web.
Org2 ky gitu ga bakal diterima kerja di prusahaan2. emoticon-Cape d... (S)
Kelompok2 intoleran ini yg hrs di basmi dr Indonesia. Mereka ini yg menyebabkan Indonesia kagak bs maju. Memaksakan kehendak kepada org lain itu sdh melawan HUKUM emoticon-I Love Indonesia (S)