alexa-tracking

[Berita Sampah] Pak Jokowi bisa belajar

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/524050301acb17112d000001/berita-sampah-pak-jokowi-bisa-belajar
[Berita Sampah] Pak Jokowi harus belajar
Berita Sampah 1
Quote:
Surabaya - Kota metropolitan memang rentan dengan masalah sampah. Namun, Surabaya berusaha keras mengatasinya. Salah satu caranya dengan menyulap sampah menjadi pupuk kompos.

Keberadaan 17 rumah kompos yang tersebar di berbagai sudut kota ini mampu menampung 438 meter kubik (1 meter kubik = 1 ton) sampah rumah tangga setiap harinya.

"Per hari, 17 rumah kompos menampung 2-3 kontainer sampah dari beberapa titik depo sampah. Tiap kontainer berisi 8 meter kubik (8 ton) sampah," kata Eko, pengawas rumah kompos di Pasar Keputran kepada detik..com, Jumat (20/9/2013).

Masing-masing rumah kompos tidak memiliki kapasitas pengolahan kompos yang sama. Ada 5 rumah kompos terbesar yang maksimal bisa menampung 30 ton sampah tiap harinya. Yakni rumah kompos Sonokwijenan, Putat jaya, Bratang, Rungkut Asri, dan Wonorejo.

"Sampah yang masuk ke rumah kompos yang besar sekitar 30 meter kubik (30 ton). Itu khusus ditangani 4 pekerja untuk masing-masing rumah kompos besar," pungkas Eko.

Sampah yang masuk rumah kompos yang dibawah kendali Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu akan dipilah. Yang organik disulap kompos, yang tak bisa didaur ulang akan dibuang ke Lokasi Pembuangan Akhir (LPA) Sampah di Benowo yang sekarang dikelola swasta.


Berita Sampah 2
Quote:
Surabaya - Salah satu persoalan kota besar adalah sampah. Untuk mengantisipasi persoalan ini, Pemkot Surabaya mengaktifkan kembali 17 rumah kompos. Sampah organik itu pun disulap agar bermanfaat.

Rumah kompos itu tersebar di Sumberejo Benowo, Sonokwijenan Sukomanunggal, Putatjaya, Gunungsari, Bibis Karah, Jambangan, Gayungsari, Balasklumprik Kebraon, Keputih Liponsos, Wonorejo Rungkut, Rungkut Asri, Tenggilis Utara dan Tenggilis Rayon Taman.

Selain itu ada rumah kompos di kawasan Bratang dekat Taman Flora, Srikana dekat kampus B Unair, di kantor pusat Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya Jalan Menur dan di Pasar Keputran.

"Ada 17 rumah kompos yang siap menampung sampah rumah tangga organik se-Surabaya," kata seorang pengawas rumah kompos di kawasan Keputran, Eko kepada detikcom, Jumat (20/9/2013).

Sampah yang datang ke rumah kompos jumlahnya berton-ton. Tak semuanya diproses, sampah rumah tangga dipilah.

"Kami hanya memproses sampah-sampah organik seperti bekas makanan, bekas sayur, bekas sayur, sisa ikan dimasukkan ke mesin penghancur," pungkas Eko.


Sumber :
[url]http://news.detik..com/surabaya/read/2013/09/20/122758/2364552/475/400-ton-sampah-perhari-disulap-menjadi-pupuk-kompos[/url]
[url]http://news.detik..com/surabaya/read/2013/09/20/111846/2364452/475/17-rumah-kompos-sampah-rumah-tangga-diaktifkan[/url]

emoticon-I Love Indonesia
kreatif gan. bisa menjadi solusi buat masalah sampah
kalo aher bisa ikut belajar nggak
wah klo jkt sih sampahnya sampah rumah, contoh kulkas, lemari, kasur
mulai sekarang yang buang sampah sembarangan

taiboking aja tu laknat bajinganemoticon-Marah
Barusan ane mergokin orang naek motor tanpa dosa buang sekresek sampah di pinggir jalan yg jelas2 ada spanduk gede2 larangan buang sampah disitu. Ane pepet , buka helm tanya tuh orang :
"mas gak baca tulisan gede tuh ! "
Dengan logat daerah yg kental si mas jawab," biasa juga buang di situ,tuh udah ada juga yg laen, tar juga ada yg ngambil !"
Ane emosi," Pantesan jakarta kotor, orang kaya lo ternyata yg bikin, emang gak bisa ngikutin peraturan?, buang di tempat sampah dong mas! Ambil lagi tuh sampah!"
TIN...TIN..TIN...TIN... Halah ...ternyata di belakang ane udah ngantri mobil ,motor mau lewat....
Ending....sebenernya ane pengen kasih pelajaran ama nih orang tapi ane gak tega juga liat tuh muka melas ketakutan, cabut juga dah...ah...elah....klakson makin rame....TIN...TIN...TIN...
* just share...
Quote:Original Posted By kobar77
Barusan ane mergokin orang naek motor tanpa dosa buang sekresek sampah di pinggir jalan yg jelas2 ada spanduk gede2 larangan buang sampah disitu. Ane pepet , buka helm tanya tuh orang :
"mas gak baca tulisan gede tuh ! "
Dengan logat daerah yg kental si mas jawab," biasa juga buang di situ,tuh udah ada juga yg laen, tar juga ada yg ngambil !"
Ane emosi," Pantesan jakarta kotor, orang kaya lo ternyata yg bikin, emang gak bisa ngikutin peraturan?, buang di tempat sampah dong mas! Ambil lagi tuh sampah!"
TIN...TIN..TIN...TIN... Halah ...ternyata di belakang ane udah ngantri mobil ,motor mau lewat....
Ending....sebenernya ane pengen kasih pelajaran ama nih orang tapi ane gak tega juga liat tuh muka melas ketakutan, cabut juga dah...ah...elah....klakson makin rame....TIN...TIN...TIN...
* just share...


itu artinya masyarkat butuh tempat sampah, dia bela2in naik motor jauh2 dari rumahnya buat buang sampah.. semua tempat menolak pembuangan suruh buang dimana.. kenapa pemerintah tidak menyediakan.. kalo di perumahan yg managementnya bagus tiap rumah ada yg mungutin tukang sampah, tapi kalo dikampung nggak ada itu.. buang masing2. atau nggak di bakar, lapor RT juga cuek aja doi..
Quote:Original Posted By mbia
kalo aher bisa ikut belajar nggak


kayanya dia juga bisa koQ Gan..
emoticon-Kiss (S)
Quote:Original Posted By mbia
itu artinya masyarkat butuh tempat sampah, dia bela2in naik motor jauh2 dari rumahnya buat buang sampah.. semua tempat menolak pembuangan suruh buang dimana.. kenapa pemerintah tidak menyediakan.. kalo di perumahan yg managementnya bagus tiap rumah ada yg mungutin tukang sampah, tapi kalo dikampung nggak ada itu.. buang masing2. atau nggak di bakar, lapor RT juga cuek aja doi..


Bener emang kurang tempat sampah secara perbandingan rasio penduduk jakarta terutama di pekampungan padat, butuh manajemen khusus tangani masalah serius ini, mestinya pemprov fokus masalah ini,cara seperti di surabaya bisa diterapkan ngurangin beban tpa. Jokowi mestinya gencar kampanye masalah serius ini dari awal pelantikannya, sayang ane belom liat program konkritnya. Lebih miris skrg ...di setiap pelosok jakarta ( bahkan indonesia),pinggir jalan,pasar,terminal,pinggir kali, tempatt umum dimana ada pkl, kali ,sungai,waduk...bahkan di bunderan H I,sampah bertebaran dan masyarakat seolah terbiasa dan tidak terganggu....
Quote:Original Posted By kobar77


Bener emang kurang tempat sampah secara perbandingan rasio penduduk jakarta terutama di pekampungan padat, butuh manajemen khusus tangani masalah serius ini, mestinya pemprov fokus masalah ini,cara seperti di surabaya bisa diterapkan ngurangin beban tpa. Jokowi mestinya gencar kampanye masalah serius ini dari awal pelantikannya, sayang ane belom liat program konkritnya. Lebih miris skrg ...di setiap pelosok jakarta ( bahkan indonesia),pinggir jalan,pasar,terminal,pinggir kali, tempatt umum dimana ada pkl, kali ,sungai,waduk...bahkan di bunderan H I,sampah bertebaran dan masyarakat seolah terbiasa dan tidak terganggu....


ada benernya juga tapi mungkin juga tidak...

terus terang dalam hal membuang sampah yg pertama dituntut yah kesadaran individunya (dalam hal ini terus terang kesadaran masyarakat kita masih jauh dari yg diharapkan), kedua fasilitas yg memadai (memang belum mencukupi perbandingan antara jumlah masyarakat dengan fasilitas yg ada). tapi kembali ke hal pertama, beberapa fasilitas yg ada banyak yg tidak terawat dan menjadi sia2 akibat yah itu tadi... kesadaran individu masing2.

jadi tidak *sreg* lah istilahnya kalau kita hanya mengandalkan tangan pemerintah tanpa kita mendukungnya, marilah kita mulai dari diri kita sendiri, dan lebih bagus kalau saling mengingatkan (tapi ngeri juga yah kalo ngingetin orang yg *lebih gede* dari kita, apalagi yg emosian, kita ingetin eh malah di *cusss* mati deh emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S))
emang dasar orang indonesia terlebih jakarta yg lebih seneng buang sampah sembarangan
Quote:Original Posted By borrevero
emang dasar orang indonesia terlebih jakarta yg lebih seneng buang sampah sembarangan


IMHO, orang Betawi itu sebenarnya cinta kebersihan kok emoticon-Big Grin Yang kurang ajar para pendatang dari luar daerah yang nggak bisa memanajemen sampah rumah tangga mereka masing masing emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By kobar77


Bener emang kurang tempat sampah secara perbandingan rasio penduduk jakarta terutama di pekampungan padat, butuh manajemen khusus tangani masalah serius ini, mestinya pemprov fokus masalah ini,cara seperti di surabaya bisa diterapkan ngurangin beban tpa. Jokowi mestinya gencar kampanye masalah serius ini dari awal pelantikannya, sayang ane belom liat program konkritnya. Lebih miris skrg ...di setiap pelosok jakarta ( bahkan indonesia),pinggir jalan,pasar,terminal,pinggir kali, tempatt umum dimana ada pkl, kali ,sungai,waduk...bahkan di bunderan H I,sampah bertebaran dan masyarakat seolah terbiasa dan tidak terganggu....

Semoga suatu saat ada kesadaran ya


Quote:Original Posted By newmomotaro


IMHO, orang Betawi itu sebenarnya cinta kebersihan kok emoticon-Big Grin Yang kurang ajar para pendatang dari luar daerah yang nggak bisa memanajemen sampah rumah tangga mereka masing masing emoticon-Smilie


mungkin perlu konsultan manajemen sampah pribadi gan
tinggal jual sampahnya ke bekasi.. gak repotk
.
.

---------------------------------------------------------------------------------------------
Mari gabung, bersama membangun Perusahaan Property (terutama jika anda warga Jabodetabek)
●●▌Diskusi▐●● Prakiraan Kerjasama - Developer Property <---- click Link
Sebenarnya kelurahan mungut uang sampah tiap rumah tiap bulan. Sampah diambil tiap hari tertentu. Orang pasti akan buang sampah bener. Yg ketahuan buang sampah sembarangan denda yg besar.

Jgn seperti di garut pada buang sampah dipinggir jalan. Kalau hujan jadi kemnana-mana tuh sampah....
Quote:Original Posted By awanmendung
Sebenarnya kelurahan mungut uang sampah tiap rumah tiap bulan. Sampah diambil tiap hari tertentu. Orang pasti akan buang sampah bener. Yg ketahuan buang sampah sembarangan denda yg besar.

Jgn seperti di garut pada buang sampah dipinggir jalan. Kalau hujan jadi kemnana-mana tuh sampah....


di pinggiran jakarta juga pada gitu gan, ngga ngerti deh orang kelurahan kerjanya ngapain.. pinggiran jalan jadi tempat buang sampah.. emang tiap pagi ada yg mungutin dari pemkot.. tapi siangnya numpuk lagi kan ngga enak dilihatnya.. tapi masyarakat emang bingung juga kayaknya mau buang sampah dimana
ga ngerti sampah dah
daur ulang aja ..
Quote:Original Posted By kobar77
Barusan ane mergokin orang naek motor tanpa dosa buang sekresek sampah di pinggir jalan yg jelas2 ada spanduk gede2 larangan buang sampah disitu. Ane pepet , buka helm tanya tuh orang :
"mas gak baca tulisan gede tuh ! "
Dengan logat daerah yg kental si mas jawab," biasa juga buang di situ,tuh udah ada juga yg laen, tar juga ada yg ngambil !"
Ane emosi," Pantesan jakarta kotor, orang kaya lo ternyata yg bikin, emang gak bisa ngikutin peraturan?, buang di tempat sampah dong mas! Ambil lagi tuh sampah!"
TIN...TIN..TIN...TIN... Halah ...ternyata di belakang ane udah ngantri mobil ,motor mau lewat....
Ending....sebenernya ane pengen kasih pelajaran ama nih orang tapi ane gak tega juga liat tuh muka melas ketakutan, cabut juga dah...ah...elah....klakson makin rame....TIN...TIN...TIN...
* just share...


dari mobil juga banyak yg biang sampah gan...
Quote:Original Posted By kobar77


Bener emang kurang tempat sampah secara perbandingan rasio penduduk jakarta terutama di pekampungan padat, butuh manajemen khusus tangani masalah serius ini, mestinya pemprov fokus masalah ini,cara seperti di surabaya bisa diterapkan ngurangin beban tpa. Jokowi mestinya gencar kampanye masalah serius ini dari awal pelantikannya, sayang ane belom liat program konkritnya. Lebih miris skrg ...di setiap pelosok jakarta ( bahkan indonesia),pinggir jalan,pasar,terminal,pinggir kali, tempatt umum dimana ada pkl, kali ,sungai,waduk...bahkan di bunderan H I,sampah bertebaran dan masyarakat seolah terbiasa dan tidak terganggu....


Ah...sampeyan terlalu membesar-besarkan masalah emoticon-Big Grin. DI Jakarta itu permasalahannya adalah pembebasan tanah. Jokowi-Ahok pusing krn ada peraturan baru ttg pembebasan tanah dimana prosesnya lama dan mbulet. Jokowi-Ahok punya rencana ttg sampah,kok. Ane pernah baca bahwa di lingkungan setingkar RW atau kelurahan nantinya punya pusat pengolahan sampah. Tp kan di Jakarta ini para birokratnya parah abis setelah dididik oleh Yos dan Foke. Masak semuanya harus ditangani langsung oleh Jokowi ?! Masalah di Jakarta sudah terlalu akut beda dgn Surabaya dimana Risma tinggal meneruskan kerjanya Bambang DH.