alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523fba44138b460c58000007/plokis-mewek-quotdiperasquot-atasan-bripka-labora-sitorus-mulai-bernyanyi-dengan-merdu
Ngakak 
[Plokis Mewek "Diperas" Atasan] Bripka Labora Sitorus Mulai Bernyanyi Dengan Merdu
TEMPO.CO, Sorong - Brigadir Kepala Labora Sitorus mengaku trauma jadi polisi. Nama dan kariernya dalam bisnis penjualan kayu hancur setelah kasusnya terungkap. Ia menyebut Polri turut andil menghancurkan karier dan namanya. Oleh sebab itu, meski belum dikeluarkan dari Kepolisian, ia sudah takut jadi polisi lagi.

"Lebih baik saya jadi miskin atau mendingan saya jual tomat di pasar," kata Labora kepada wartawan Tempo Bobby Chandra di sebuah tempat di Sorong, Papua Barat, Kamis, 16 September lalu.

Labora trauma karena atasan yang ikut menerima duit kini berbalik sikap setelah kasus terungkap. Ia berharap atasannya bisa terus terang soal aliran dana. Yang ada, atasannya malah berjanji akan mengembalikan uang yang pernah ia beri.

Labora mengaku tak hanya diperas oleh atasan, tapi juga dirampok. Sejak Januari 2012 hingga 23 April 2013, dia mengaku telah menyetor setidaknya Rp 10 miliar ke sejumlah perwira di Kepolisian Daerah Papua dan Markas Besar Kepolisian. "Tak hanya diperas, saya juga dirampok," kata Labora yang kini masih berstatus anggota Kepolisian Resor Raja Ampat.

Labora menjadi tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), pembalakan liar, dan penimbunan BBM. Ia kini menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi Papua. Laporan dan wawancara lengkap dengan Labora bisa dilihat di majalah Tempo edisi 23-28 September yang terbit pekan ini.

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...timbang-Polisi

Ayo lae, bernyanyi lah yang merdu dan nyaring.. emoticon-Ngakak
pihak2 yg harus dimusnahkan tuh.
Kapolda Papua Bantah Terima Uang Labora Sitorus

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Labora-Sitorus

TEMPO.CO, Jayapura-Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Tito Karnavian membantah telah menerima uang dari Ajun Inspektur Satu Labora Sitorus. Labora adalah bekas anggota Kepolisian Resor Raja Ampat yang terjerat kasus bahan bakar ilegal, pembalakan kayu tanpa ijin, dan pencucian uang. Dalam catatan Labora yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, disebutkan bahwa Kapolda Papua menerima uang sebesar Rp 200 juta pada Februari 2013.

"Saya mau luruskan, jika disebut Kapolda Papua yang menerima, cek dulu. Apakah benar itu nama saya, karena saya tidak pernah menerima uang dari dia (Labora Sitorus)," kata Tito kepada Tempo, Ahad, 22 September 2013.

Tito menambahkan, sesuai telegram rahasia Kapolri tertanggal 3 September 2012, dirinya baru diangkat menjadi Kapolda Papua menggantikan Irjen Bigman Lumban Tobing pada September 2012. "Serah terima di Mabes itu tanggal 21 September 2012. Sedangkan saya lepas sambut di Jayapura tanggal 25 September 2012," ujar Tito.

Tito meminta agar informasi pengiriman uang kepada dirinya pada Februari 2013 itu dicek kebenarannya. Menurut dia, katanya uang itu dititipkan lewat Kapolres Raja Ampat. "Saya telah memanggil Kapolresnya. Saya tanya, jawabannya dia tidak pernah menerima uang dari Labora untuk diberikan kepada saya," kata Tito.

Dalam catatan yang diperoleh Tempo disebutkan bahwa Kapolda Papua menerima empat kali aliran dana pada 2012, yakni Januari sebesar Rp 629.750.000, Juni Rp 225 juta, Agustus Rp 300 juta, September Rp 150 juta, dan Februari 2013 Rp 200 juta. Sedangkan Kapolres Sorong selama 2012 menerima delapan kali aliran dana, yakni Januari sebesar Rp 150 juta, Maret Rp 150 juta, April Rp 150 juta, Juni Rp 150 juta, Agustus Rp 150 juta, September Rp 150 juta, November Rp 150 juta, dan Desember Rp 200 juta.

Sebelumnya, dugaan main mata antara Aiptu Labora Sitorus dengan sejumlah petinggi kepolisian disinyalir bukan isapan jempol. Polisi pengusaha itu mengaku telah menyetor hingga Rp 10 miliar untuk memuluskan bisnis haramnya. "Ada dugaan gratifikasi," kata juru bicara keluarga Labora Sitorus, Wolter Sitanggang.

Aliran duit haram tersebut terungkap setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mencium adanya kejanggalan dalam transaksi di sejumlah rekening milik Labora sepanjang 2007-2012. Selama periode tersebut, total transaksi mencapai Rp 1,5 triliun. Dalam transaksi-transaksi mencurigakan ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan, antara lain, menemukan adanya aliran dana ke sejumlah petinggi Kepolisian.
kalau mau bongkar ya bongkarlah
karma is a bitch
kena lagi nih polisi2 kampret, power corrupt, absolute power corrupt absolutely
Sekarang dah buron nih orang.. Selamatlah mereka yg dikatakan memeras labora ini.
jangan kepalang basah edan,, bernyanyilah yang merdu pung daripada mokad sendirian lo jadi genderuwo kura2 ninjah emoticon-Big Grin
mantabbb.... merdu suaranya emoticon-siul
Nyanyilah sekerasnya.
Palingan jg gag didengerin.
polisi emang harus dibubarkan
it must have been love
but its over now
emoticon-Kaskus Radio
emoticon-Bingung (S)
yaelahhhh polkis juragan kayu mewek...
lu ga liat, temen2 lu yg bawa mobil patroli sama motor dines kudu setor juga tiap hari.

emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
emang kudu di subcon ini institusi emoticon-Cape d...
baru tau ya kalo polkis itu kanibal
Salah jokowiemoticon-Bingung
polkis mah gak heran. mana ada halal dan haram buat mereka. yang penting duit. maklum biar cepat balik modal katanya..
piramida berlaku di sini emoticon-Embarrassment
cupcupcupp
lo mau nyanyi lae, aku suara tiganya, tambu tuak sagendi sama pesan tambul ular biar lancar ngomong emoticon-Ngakak (S)