alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523ec15540cb17cb61000009/ical-harus-cari-cawapres-orang-jawa-kenapa-tak-meminang-tante-rustriningsih-aja
ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?
ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?
Ical

Ical Harus Cari Cawapres Orang Jawa
Sabtu, 21-09-2013 14:29

JAKARTA, PESATNEWS- Pengamat Politik, Andrianto menghimbau kepada calon presiden (Capres) Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) untuk lebih cermat dalam mencari pendamping sebagai calon wakil presiden (Cawapres) lantaran latar belakang dirinya sebagai pengusaha dan bukan orang Jawa dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang. Menurutnya iklim politik di Indonesia masih menganut paham politik formalitas bukan politik kualitas dimana masih melihat sosok tokoh berdasarkan kesukuan. Dalam dunia politik yang sudah modern ras, suku, golongan sudah dikesampingkan dimana masyarakatnya melihat tokoh berdasarkan kualitas.

Andrianto mencontohkan seperti di Amerika dengan terpilihnya Presiden Barak Obama menunjukkan masyarakat telah mengedepankan kualitas daripada formalitas meski baru kali ini terjadi di Negeri Paman Sam itu. "Kalau politik kualitas yang sudah modern tidak ada itu Jawa non Jawa, masyarakat pemilih harus kualitatif calon ini layak, kayak di Amerika memilih Obama yang kulit hitam dimana kulit hitam cuma 20 persen jumlah penduduknya, tetapi Indonesia belum mencapai tahapan itu," jelas Andrianto saat dihubungi, Sabtu (21/9/2013).

Dirketur Eksekutif SUN Institut ini menyarankan kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie agar mencari pendamping sebagai Cawapres diluar background dirinya. Terlebih Ical yang notabenya bukan orang Jawa tentu sulit apabila wakil yang digandengnya bukan orang Jawa. "Ical harus mencari sosok yang diluar frame dia (Ical, red) yang bukan Jawa sebagai seorang pengusaha berlatar belakang pebisnis harus mencari diluar dari latar belakangnya, seorang tokoh militer atau ormas atau pimpinan partai," papar Andrianto.

Terkait dengan wacana adanya evaluasi yang dilontarkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung dalam Pencapresan Ical, perlu dipertimbangkan kembali lantaran elektabilitas bos media tersebut memiliki trend yang kurang bagus dalam setiap hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei nasional. Mantan aktivis '98 ini menyarankan kepada Ical agar mempertimbangkan kembali usulan Akbar Tanjung dengan memberikan ruang bagi internal partai agar dapat berpikir dalam kerangka obyektif. Hal tersebut positif bila Ical melihat dari sisi kepartaian bukan mengedepankan ambisinya untuk jadi orang nomor satu dinegeri ini. "Menurut saya Ical harus mempertimbangkan statmen Akbar dengan meninjau kembali keputusanya dan memberikan ruang sebesar-sebesarnya kepada Golkar untuk melakukan evaluasi itu satu hal yang positif untuk dilakukan," saran Andrianto. Namun saat ditanya apabila Ical menggandeng Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, Andrianto mengaku hal tersebut tidak mungkin terjadi. Meski Hatta seorang pimpinan partai namun latar belakang keduanya tidak memungkinkan menjadi pasangan Capres-Cawapres yang potensial dalam Pemilu 2014 nanti. "Ya kalau Ical dengan Hatta kan gak mungkin dua-duanya sama -sama luar Jawa," tutupnya.
http://www.pesatnews.com/read/2013/0...res-orang-jawa

Ical Harus Tahu Diri, Golkar Bukan Perusahaan
Sabtu, 21-09-2013 13:01
.
JAKARTA, PESATNEWS - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) harus menyadari dirinya bukanlah pemilik partai yang ingin menguasai Golkar secara seutuhnya lantaran partai bentukan Orde Baru ini merupakan partai korporasi konglomerat. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Jaringan Aktifis Pro Demokrasi (ProDem), Andrianto yang menilai Partai Golkar merupakan sebuah koporasi dimana pemegang sahamnya tidak hanya satu orang. "Kalau di Golkar pemegang saham kan banyak ibarat korporasi Golkar ini korporasi konglomerat sehingga wajar jika pemegang sahamnya banyak," kata Andrianto saat dihubungi, Sabtu (21/9/2013).

Menurut mantan aktivis '98 ini, Ical seharusnya dapat menyadari posisinya bukan menganggap bahwa dirinya pemilik seutuhnya partai yang pernah memimpin 32 tahun di Indonesia ini. Sehingga seluruh kader dan internal partai perlu mempertimbangkan pencalonan Ical sebagai calon presiden (Capres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang jika dilihat dari tingkat elektabilitasnya yang cenderung rendah bila dibandingkan dengan kandidat lainya. "Bisa disadari jika Ical itu bukan pendiri partai, jangan-jangan jadi anggota partai baru saja, jadi jangan berharap ingin memegang Golkar secara seutuhnya," terang Andrianto.

Wacana adanya evaluasi yang dilontarkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam Pencapresan Ical sudah seharusnya ditanggapi serius oleh para elit partai. Wacana Akbar bukan tanpa dasar atau alasan, pertimbangan Akbar mengacu pada buruknya perolehan elektabilitas bos media dan pengusaha ini lantaran kasus Lapindo yang tidak kunjung selesai dan beberapa kasus skandal pajak yang menjerat salah satu perusahanya. Kendati begitu menurut Andrianto wajar apabila Akbar melontarkan statmen agar dilakukan evalusasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Partai Golkar yang rencana akan digelar pada bulan Oktober nanti. Kembali Pengamat Politik ini menegaskan bahwa mertua artis Nia Ramadhani itu harus tahu diri jika Partai Golkar bukanlah miliknya. "Didunia politik saya pikir sah-sah saja dia (Akbar, red) berpikiran seperti itu, itu menandakan Golkar bukan utuh milik Ical ini harus disadari," Andrianto mengingatkan
http://www.pesatnews.com/read/2013/0...kan-perusahaan

Marzuki Alie: JK - Mahfud - Rustriningsih Kader Militan Partai Masing-masing
Sabtu, 31 Agustus 2013 14:24 WIB

ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?
Rustriningsih, mantan Wagub Jawa Tengah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie menilai mundurnya sejumlah tokoh seperti Jusuf Kalla (JK), Mahfud MD, dan Rustriningsih dari konvensi Partai Demokrat tidak berpengaruh pada elektabilitas Demokrat. Marzuki sebenarnya justru mempertanyakan keikutsertaan JK dan Mahfud mengingat ketiga tokoh tersebut merupakan kader militan di partainya masing-masing. "Justru saya akan mempertanyakan kalau Mahfud, JK, dan Rustri ikut konvensi. Mereka kader militan dari partainya. JK di Golkar, Rustri PDI P, Mahfud kader sejak awal PKB. Kalau hanya untuk dapat kedudukan lompat dari partainya, justru di situ dipertanyakan. Kita semua memberi apresiasi, mereka membangung demokrasi yang bermartabat," kata Marzuki di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8/2013).

Ketua DPR RI itu pun mengatakan masyarakat yang akan menilai apakah dengan pengunduran tokoh-tokoh tersebut memengaruhi elektabilitas partai besutan SBY itu. Masyarakat yang juga nantinya memutuskan apakah 11 nama yang maju dalam konvensi bisa menyelesaikan persoalan bangsa. "Masyarakat akan memulai menilai. Melihat menilai lalu memutuskan. Apakah orang yang maju ini dapat menyelesaikan persoalan bangsa dan membuat bangsa ini jadi bangsa bermartabat," kata alumnus Universitas Sriwijaya itu.
Selain ketiga tokoh di atas, petinggi maskapai Lion Air Rusdi Kirana juga menyatakan mengundurkan diri dari kepesertaan Konvensi Demokrat.
http://www.tribunnews.com/nasional/2...-masing-masing

Rustriningsih, Pemimpin yang Masih Ditunggu Rakyat
REP | 30 August 2013 | 20:08

ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?
ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?
Rustriningsih

Rustriningsih adalah kader yang meniti karier dari bawah, dengan kegigihannya sejak zaman Orde Baru, sejak kecil merintis kariernya sebagai politisi hingga mampu menangani dan bisa eksis menata dan menjadi Bupati Kebumen hingga 2 kali. Kiprahnya dibidang politik dimulai saat dirinya masih kecil. Saat itu, ayahnya merupakan politikus PNI. Setiap ada rapat, ia mengaku selalu ikut mendengarkan. Bakat politik itu kemudian terus diasah hingga jenjang S2. Tidak ada yang menyangsikan kehebatan ibu Rustriningsih ketika menapaki dan ikut serta dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah, yang pada saat itu jelas semua melihat kekuatan dan kharisma Rustriningsih. Mampu untuk menjadi pemimpin di Jawa tengah, bahkan menjadi Gubernur adalah jabatan yang pantas buat dirinya, mengingat hasil dan suksesnya membawa Kebumen menjadi Kabupaten yang berhasil dibawah kepemimpinan beliau.

Ketika policy PDIP mengharuskan dirinya berkolaborasi dan berpasangan dengan Bibit Waluyo, maka dengan penuh dedikasi dan loyalitasnya kepada Partai memenuhi keinginan dan keputusan partai. Dan terbukti memang kemenangan gubernur jawa tengah Bibit Waluyo, waktu itu disokong oleh kepercayaan masyarakat Jawa Tengah yang PDIP, kepada kadernya Rustriningsih sebagai Wakil Gubernur. Dan saat akan dilakukan pilgub Jawa Tengah 2013 yang lalu, dengan legowo Rustriningsih mundur dari pencalonan dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Kebijaksanaan Partai. Dan terbukti bahwa kelangsungan PDIP masih terus berlanjut dengan memenangkan Pil Gub Jateng dibawah Ganjar Pranowo.

Hal ini tidak bisa dilepaskan keberhasilan Rustriningsih mengendalikan Jawa Tengah agar tetap sesuai dengan keinginan masyarakat Jawa Tengah, yang didominasi oleh PDIP. Dan Gubernur incumbent yang berpasangan dengan kader lain terbukti tak mampu mendongkrak keberadaannya, sekaligus memupuskan harapan memperpanjang kekuasaannya, tentu kinerja Gubernur jelas tidak mencerminkan kinerja Gubernur incumbent, namun lebih dipercayai sebagai kinerja Wagub Rustriingsih waktu itu. Kini Nama dan kharismanya masih cukup diperhitungkan dalam kancah politik nasional, dengan terjaringnya Rustriningsih dikalangan Partai Demokrat, yang telah mengundangnya sebagai pemimpin Potensial yang pantas untuk diundang sebagai kandidat pemimpin untuk konvensi capres Partai Demokrat baru baru ini.

ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?
Rustriningsih

Partai Demokrat tidak keliru memilih Rustriningsih yang demikian fenomenal di Kebumen dan di Jawa Tengah, mampu menjalani fungsi pemerintahan selama lebih dari 10 tahun tanpa ada cacat dan berita buruk. Pilihan Cerdas dari Panitia Konvensi Partai Demokrat. Dengan tanpa manuver dan gerakan, Rustriningsih menganggapya masih ada didalam ranah pribadinya sendiri sebagai warga bangsa yang dilihat potensinya sebagai pribadi oleh Partai Demokrat, namun sebagai kader partai tentu berbeda. Tanpa melakukan pertimbangan dan konfirmasi kepada PDIP, Rustriningsih Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, dengan tegas menolak ikut konvensi Partai Demokrat.

Walaupun demikian sebagai Warga bangsa yang beradab, maka Rustriningsih kader PDIP itu menghadiri undangan komite konvensi hari ini. Dan dengan jelas, bahwa apa yang diputuskanya merupakan pertimbangan dirinya pribadi, tanpa ada intervensi dan campur tangan PDIP ataupun Megawati sebagai Ketua Umum. Hal ini dinyatakannya dengan tegas, bahwa undangan tersebut dialamatkan kepada dirinya sebagai Pribadi yang potensial menurut Partai Demokrat, bukan sebagai bahagian dari PDIP. Oleh karena itulah sepantasnya memberikan penghormatan kepada Panitia Konvensi yang telah mengundangnya dengan menghadiri undangan komite konvensi. “Saya kira tidak ada tekanan, ya memang ada perkataan cukup keras. Tapi rasanya saya yakin ketua umum memberikan kepercayaan kader-kader mengerti, apa yang bisa dilakukan dan apa yang tak bisa dilakukan,” ujar Rustriningsih di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (29/8).

Rustri mengaku tak berkomunikasi dan meminta izin kepada petinggi PDIP terkait undangan untuk mengikuti konvensi terhadapnya. Karena hasilnya adalah dirinya menolak mengikuti konvensi Partai Demokrat , maka tidak perlu dilanjutkan mengajukan ijin kepada Partai, demikian yang dikatakannya “Kalau mengiyakan proses lebih lanjut konvensi saya akan izin,” sambungnya. Rustriningsih menegaskan, bahwa setelah lengser dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, dirinya berkonsentrtasi, untuk menjaga dan kembali mengurus Rumah tangga sebagai Ibu bagi anak anaknya, dan meneruskan kegiatan sosial kemasyarakatan yang masih menuntut peran dirinya. Menurut beliau berjuang tidak harus ada didalam pemerintahan, dimanapun bisa dilakukan termasuk kegiatan kegiatan social yang masih membutuhkan penanganan dan partisipasi masyarakat umumnya.

Ketegasan dan konsistensi perjuanganya sejak mudanya, tidak mungkin akan tergadaikan hanya karena jabatan dan perjuangan yang bisa dilakukan dimana saja sebagai apa saja, dimanapun sebagai apapun. Rutriningsih adalah kader Bangsa Indonesia yang sukses, dan merupakan kader potensial yang kebetulan memang berada didalam pembinaan PDIP. Tetaplah ada dijalur pemimpin, Rakyat Indonesia membutuhkan tenaga dan pemikiran2 kerakyatannya. Rakyat masih menunggu kehadiran Rustriningsih sebagai pemimpinnya.
http://politik.kompasiana.com/2013/0...at-588400.html

-----------------------------------------

ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?

Dan Ical pun (kira-kira) menjawab begini:
" Wooiiii ... cantik yak ibu Rustri, gua sih ho'oh aja kalau dipasangin sama dia dalam Pilpres dari Golkar. Masalahnya, dia itu ... apa dia mau sama gua? Apalagi kalo ingat mboknya yang di Lenteng Agung itu dikenal orang sebagai ibu yang super galak! .... ... emoticon-Big Grin
Ical kalo pengen menang, harus berpasangan dengan HABIB .. Bisa habib RIJIK atau SELON.. karena mayoritas orang INDONESIA itu MUSLIM.. emoticon-Cool


emoticon-Ngakak



emoticon-Hammer2
Dari dulu saya selalu bertanya2, kenapa salah satu pimpinan tertinggi Indonesia mesti orang jawa? emoticon-No Sara Please


ICAL Harus Cari Cawapres Orang Jawa. Kenapa Tak Meminang Tante Rustriningsih aja?

Sekilas kayak Ruhut Sitompul make jilbab. Gara2 jas tuh


pesatnews ? baru denger gw. nih kantor berita bahkan belum ada 1 tahun ! jangan-jangan media-media buat pemilu 2014 hadueh emoticon-Cape d... (S)

emang sih seharusnya presiden dipilih berdasarkan kualitasnya.

tapi melihat track record Pak ARB, gw ragu dia bisa jadi presiden. gw mencoba seobjektif mungkin. kita bisa lihat kasus lapindo brantas yang pastinya berdampak sangat signifikan pada elektabilitas ARB. belum lagi kabar tak sedap tentang utang perusahaannya. pastinya banyak lawan politik yang akan menebarkan isu ini.

siapa itu Ibu rustriningsih ? baru denger, kayanya popularitasnya kecil. kalau jadi cawapres kayanya bakal susah. apalagi sentimen gender masih ada. gw rasa tokoh cawapresnya harus tokoh yang terkenal dan karismatik supaya bisa menambah elektabilitas ARB


siapapun calonnya mari kita sukseskan pemilu 2014
salah pilih wapres...
kalu ical kepilih lebih baik wapresnya andre darwis... biar jadi dwitunggal dagumen..... emoticon-I Love Indonesia (S)


ampyun min emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By kimi mabok
salah pilih wapres...
kalu ical kepilih lebih baik wapresnya andre darwis... biar jadi dwitunggal dagumen..... emoticon-I Love Indonesia (S)


ampyun min emoticon-Ngacir

Ane setuju banget ama komeng agan ini emoticon-Ngakak
hahahaha hajab dah karier ical

Cool 

Quote:Original Posted By kimi mabok
salah pilih wapres...
kalu ical kepilih lebih baik wapresnya andre darwis... biar jadi dwitunggal dagumen..... emoticon-I Love Indonesia (S)


ampyun min emoticon-Ngacir


ide jenius nih, kaskuser pada bakal milih andre wkwkwkkkww emoticon-Ngakak

sekalian aja mentri-mentrinya momod-momod di kaskus emoticon-Ngakak

emoticon-I Love Kaskus (S)
Quote:Original Posted By aefka25


ide jenius nih, kaskuser pada bakal milih andre wkwkwkkkww emoticon-Ngakak

sekalian aja mentri-mentrinya momod-momod di kaskus emoticon-Ngakak

emoticon-I Love Kaskus (S)


Bagus tuh
Tinggal banned aja kalo ada yg macem2