alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523e86fff8ca170775000004/dahlan-iskan-yang-sulit-sulit-bisa-yang-mudah-malah-sulit
Dahlan Iskan: Yang Sulit Sulit Bisa, Yang Mudah Malah Sulit.
Quote:SALAH satu yang tersulit dalam memproduksi peralatan berat di bidang listrik adalah membuat trafo 500 kv. Bulan depan Indonesia sudah mampu memproduksinya. Belum banyak negara yang mampu membuat alat jenis itu.



Di seluruh ASEAN, baru Indonesia yang mampu. Maka, Indonesia bisa segera masuk peta dunia yang memiliki prestasi teknologi kelistrikan.


Memang bukan BUMN yang mengerjakannya, tapi BUMN yang merangsangnya. Tiga tahun lalu Indonesia baru bisa memproduksi trafo 20 kv. Saya, yang ketika itu mulai menjabat Dirut PLN, segera minta agar pabrik trafo tersebut meningkatkan kemampuan untuk memproduksi trafo 150 kv.

Tahun lalu Indonesia naik kelas lagi dengan memproduksi trafo 275 kv. Menjelang mengakhiri masa tugas di PLN, saya minta ada produsen yang menjadi pelopor membuat trafo 500 kv.

Permintaan saya itu ternyata direspons sungguh-sungguh oleh PT CG Power Bogor. Bulan depan lahirlah trafo 500 kv made in Indonesia.

Sebuah trafo 500 kv harganya sekitar Rp 40 miliar. Bahkan, sebelum saya menjadi Dirut PLN, harga sebuah trafo jenis itu mencapai Rp 120 miliar. Dunia kelistrikan heboh. Pertanyaan sering diajukan kepada saya: bagaimana bisa membuat harga sebuah trafo turun drastis seperti itu?

Caranya gampang. Sebagai orang yang dulu sering ke luar negeri, saya tahu berapa harga trafo sejenis di sana. Nur Pamudji, direksi PLN yang paling muda (sekarang Dirut PLN), bahkan langsung membandingkannya dengan harga trafo di Vietnam. Tiap hari kami membicarakan mengapa harga trafo di Indonesia begitu mahal. Akhirnya ketemu: sistem tendernya yang membuat mahal.

Maka, begitu sistem tendernya diubah, harga trafo langsung anjlok: tinggal 30 persennya!

Sejak itu direksi PLN rajin mengubah sistem pembelian. Termasuk sistem pembelian yang pro produksi dalam negeri. Alat seperti kWh meter (meteran), kabel, trafo 20 kv, dan seterusnya disistemkan harus produksi dalam negeri. Caranya: dalam tender memang sudah disebutkan harus produksi dalam negeri.

Saya pun sering menerima laporan yang sangat menggembirakan: pabrik-pabrik travo, kWh meter, kabel, dan seterusnya kewalahan. Mereka sibuk sekali memenuhi order. Sampai-sampai harus bekerja tujuh hari seminggu.

Kebijakan seperti itu terus dilakukan di PLN. Saya tentu ingin seluruh BUMN memiliki kebijakan pembelian yang mengutamakan produksi dalam negeri. Hal itu bisa ditempuh dengan cara membuat sistem tendernya memang mensyaratkan itu.

Bagaimana kalau di dalam negeri produsennya hanya satu" Bukankah harganya akan lebih mahal karena tanpa pesaing?

Ada cara yang bisa dilakukan. Yakni, sistem cost-plus atau cost-plus-plus. Pabrik tersebut harus mau diaudit mengenai struktur biaya produksinya. Lalu diperiksa harga-harga bahan bakunya. Harga bahan baku tidak bisa di-mark up. Produsen memang pandai, tapi kita tidak boleh bodoh. Itulah prinsipnya.

Jangan memberi peluang pemasok menyembunyikan harga pokok. Dengan demikian, kita akan tahu berapa harga beli yang wajar.

Kita ini sebenarnya tidak bodoh, tapi sogok-menyogoklah yang sering membuat orang pandai tiba-tiba bodoh. Lemahnya pembelaan terhadap produksi nasional sering bukan karena kebijakan yang salah, tapi lebih karena "kebodohan-kebodohan mendadak" seperti itu.

Mestinya kita juga bisa berbuat banyak dalam hal hand phone (HP), misalnya. Semua pihak tahu bahwa saat ini terlalu banyak HP ilegal. Pak Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, sering menyebut lebih dari 70 juta HP ilegal. Bahkan, HP yang ada di Indonesia boleh dikatakan hampir 100 persen impor.

Kalau saja semua HP itu legal, negara bisa memperoleh tambahan dana sedikitnya Rp 30 triliun setahun.

Saya sependapat dengan Pak Gita. Tapi, memproduksi HP di dalam negeri tidak mudah. Bukan soal teknologinya, tapi perlakuan pajaknya. BUMN seperti PT Inti pernah berusaha keras memproduksi HP, tapi selalu kalah harga. Impor suku cadang HP dikenai pajak. Tapi, impor HP secara utuh tidak dikenai pajak.

Kalau Indonesia bisa membuat trafo 500 kv, apalah sulitnya membuat HP. (*)

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2013/09/16/...g-Mudah-Sulit-


Lepas dari banyaknya hater Dahlan Iskan(DI), Ane merasa DI secara kemampuan lebih hebat dari Jokowi. Tetapi memang Jokowi punya kemampuan sosial yg tidak di punyai Dahlan Iskan. Kemampuan di terima kalangan masyarakat terutama tingkat akar rumput.

Dahlan Iskan adalah orang yang terbukti mampu membuat Jawapos sangat besar. Bahkan mengalahkan Kompas dan networknya. Dahlan Iskan adalah pengusaha asli indonesia yang sangup menjadi no 1 di bidangnya. Tak terkalahkan! dan mungkin satu satunya yang punya prestasi seperti ini. (NO SARA)

Salah satu kemampuannya dapat di lihat dari tulisan tulisan beliau yang sangat mencerahkan dan menginspirasi. Dan yang penting, apa yang di katakan beliau itu sangat real dan teruji krn beliau sendiri yang telah melakukannya. Bukan sekedar teori kosong.

Ane mendukung kalau Dahlan Iskan bisa mendampingi Jokowi sebagai pemimpin Indonesia. Kalau melihat bargaining dan tingkat elektabilitas, maka emang sejujujurnya Jokowi yang jadi presiden, dan Dahlan yang jadi wakil presiden.

Semoga ada pembagian wewenang seperti di era sby-JK atau era jokowi-Ahok.

Jokowi mengurusi sosial, Dahlan bidang ekonomi. Biarkan yang bidang hukum di serahkan ke Mahfud MD sebagai menkopolhukam. Tetapi tentu saja sebagai presiden, semua keputusan harus melalui persetujuan dari jokowi.

Saran ane, ubah kepolisian di bawah mendagri atau kapolri di jabat sipil.

Semoga Indonesia lebih baik dan lebih maju di tangan orang orang yang bersih dan yang terpenting..... punya kemampuan tinggi yang terbukti!

Quote:

Dahlan Iskan Prihatin Industri Dalam Negeri Terganjal Pajak


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku prihatin dengan hasil industri dalam negeri yang sulit berkembang lantaran terganjal masalah pajak.

"Saya prihatin (atas tingginya pajak). Industri kita dalam negeri sulit di bidang-bidang tertentu. Sulit bertahan dan sulit maju karena perlakuan pajak yang seperti itu," tutur Dahlan usai menghadiri diskusi 'How Much is Your Brand Worth' di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (17/9).

Keprihatinan Dahlan bertambah ketika melihat kenyataan banyak barang impor yang masuk berserta kemasannya ke Indonesia tidak dibebani pajak yang besar.

"Jadi orang impor handphone dengan bungkus dan kartonnya sekalian tanpa pajak. Sementara kalau mau bikin handphone di dalam negeri, impor suku cadangnya dikenai pajak. Itulah kenapa nggak bisa. Itu nggak hanya di (sektor) handphone, (di sektor) dipermesinan juga begitu, semua mengalami seperti itu" paparnya.

Mengenai permasalahan itu, mantan Dirut PLN ini sudah membahasnya dengan Menteri Keuangan Chatib Basri.

"Sudah saya sampaikan (soal pajak,red) dan masih dibahas di sana. Kita tunggu lah pembahasannya," pungkas pria yang baru saja dianugerahi gelar Profesor Tamu dari Universitas Malaysia Perlis ini. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/09/17/...ganjal-Pajak-#


Kesimpulannya:

Kalau orang mau buat HP dan merakit disini dimana ada tenaga kerja yang terserap, adanya industri lokal yang tumbuh, adanya merek lokal, dll dll, maka akan kena pajak!

Kalau orang mau import Handphone gelondongan alias utuh dimana ga butuh tenaga kerja, tidak ada untungnya buat industri dalam negeri, malah bebas pajak!

Ini yang buat aturan konyol dan ga masuk akal, siapa ya?
diamankan.
kayaknya beliau blom keliatan di mata rakyat prestasinya emoticon-Big Grin

lebih banyak pencitraan
gw pengen, seluruh orang kaskus yang peduli terhadap perbaikan sistem pemerintahan jadi pejabat. Tapi harus konsisten loh. Jangan di sini koar koar kritik pemerintah, tapi pas sudah jadi malah ikutan blunder.
saking getolnya pencitraan, ampe ditiru juga itu kata2 biar menang taon depan pak DI ?

jgn lupa DI ini uda jadi produk bemokarat emoticon-I Love Indonesia (S)

ts lupa gak ? emoticon-Cendol (S)
pencitraan yang wagu dan tidak mermutu
modal congor mulu
emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By udepdoang
kayaknya beliau blom keliatan di mata rakyat prestasinya emoticon-Big Grin

lebih banyak pencitraan


Kalau mau jujur, prestasinya banyak gan.

Itu yang buat PLN berubah. Pabrik gula berubah, Garuda berubah, PT PAL berubah, dll dll.

Orang hanya melihat Dahlan Iskan lempar kursi di Tol, bersihin WC bandara, dan jadi tukang parkir bandara.

padahal kalau lama ikuti Dahlan Iskan, akan tau kalau emang dia itu seperti itu.

Contoh, dulu sekian waktu setelah graha pena surabaya berdiri, Dahlan Isakn komplain krn WC nya kotor. Cleaning Service berkata itu sudah bersih. Akhirnya Dahlan IskanI membersihkan sendiri dan memperlihatkan ke cleaning service apa itu bersih.

Sejak saat itu standart kebersihan graha pena telah di letakkan. Dan ini di ulangi saat jadi menteri. Sayang orang lihatnya ini pencitraan, bukan pembelajaran dan keteladanan.
capres nihhh
Quote:Original Posted By romeo27
saking getolnya pencitraan, ampe ditiru juga itu kata2 biar menang taon depan pak DI ?

jgn lupa DI ini uda jadi produk bemokarat emoticon-I Love Indonesia (S)

ts lupa gak ? emoticon-Cendol (S)


demokrat itu hancur yg menghancurkan adalah orangnya.
ane tetep berharap demokrat lebih baik kalau dahlan iskan gabung. krn dia bukan koruptor.

golkar sudah tau seperti apa kelakuannya di orde baru. ane jijik banget! tetapi ane dukung golkar saat JK jadi ketuanya.

ingat bro, PDI-P juga bermasalah saat megawati berkuasa. di jaman ini perusahaan top di obral murah yg berpotensi merugikan negara ratusan trilyun! juga kontrak penjualan gas ke China yang super murah.

Ane lihat orang. bukan partai.
Kalau agan agan masih ingat:

Yang di temui pertama kali setelah Jokowi jadi gubernur adalah....... Dahlan Iskan
Dahlan Iskan: Yang Sulit Sulit Bisa, Yang Mudah Malah Sulit.

Ga percaya?
Dahlan Iskan: Yang Sulit Sulit Bisa, Yang Mudah Malah Sulit.
Jokowi: APA??? ENTE Ga percaya??
Dahlan: Tenang pak.. tenang..

Ternyata ada yang sepikiran ama ane

Quote:Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi unggul dalam beberapa hasil survei. Dahlan menjadi sosok yang paling layak untuk menjadi bakal calon presiden dalam konvensi Partai Demokrat. Sedangkan Jokowi memiliki tingkat keterpilihan tertinggi sebagai calon presiden. Karena berbagai kepentingan, percaturan politik sulit ditebak di masa depan. Bisa saja keduanya jadi duet maut atau sebaliknya biasa saja ke duanya menjadi musuh politik bebuyutan .

Bila DI memenangkan konvensi Partai Demokrat dan Megawati akhirnya tidak mempertimbangkan Dinasti politik di PDIP maka keduanya akan berlanggeng dengan unik di pertarungan Pilpres 2014. Rumus baku politik tidak pernah salah. Tiada lawan dan kawan dalam politik. Yang ada adalah kepentingan. Keduanya bisa menjadi pasangan maut tetapi bisa menjadi lawan bebuyutan. Tiada seorang pakarpun yang dapat meramalnya. Peta pertaruangan politik dan perjalanan politik akan sangat berubah dalam hari kehari bahkan detik ke detik. Jadi terlalu dini untuk mendebatkannya sekarang. Apakah menjadi Duet Maut atau Musuh Bebuyutan.

Di antara banyak calon pemimpin masa depan tampaknya dua sosok inilah yang paling meyita perhatian bangsa ini. Tampaknya ke duanya mempunyai karakter yang hampir sama, Pendiri SSSG, Soegeng Sarjadi menyebut keunggulan Jokowi dan Dahlan karena wajah memelas yang mereka miliki. Sekarang ini zamannya kita ini jatuh cinta pada wajah-wajah memelas. Dahlan Iskan dan Jokowi wajahnya memelas.

Tetapi bila dikaji keunggulan utama mereka sama-sama mempunyai anugerah karismatik yang luar biasa. Bayangkan dengan penampilan yang sama-sama sederhana dan seadanya, sepakterjangnya menyita perhatian media dan masyarakat luas. Fenomena Jokowi dan DI saat ini sangat luar biasa dan tidak ada pernah ada yang menduga seperti ini. Fenomena “Wong Ndeso” seperti keduanya menjadi dahsyat sulit diprediksi dan dipastikan penyebab dan faktor pendukungnya. Selama ini sebagian masyarakat bahkan para pengamat mengatakan bahwa fenomena itu lahir karena ke duanya sederhana, merakyat, jujur, dukungan peranan media, kaderisasi partai yang baik, krisis kepemimpinan atau buruknya kepemimpinan saat ini.

Karismatik

Fenomena Jokowi-DI bisa jadi karena anugerah karisma untuk menjadi pemimpin. Faktanya para pemimpin negeri ini terpilih juga karena karismatiknya. Ternyata Tuhan memberikan karisma bukan sekedar karena Jokowi-DI rajin blusukan dan merakyat, jujur, dukungan peranan media, kaderisasi partai yang baik, krisis kepemimpinan atau buruknya kepemimpinan saat ini. Tetapi Jokowi-DI adalah seorang karismatis karena menjadi manusia terpilih. Jokowi tidak punya media, seperti ARB dan Surya Paloh yang setiap detik mengobarkan iklan politiknya. Tetapi ARB dan Surya Paloh tidak bisa melesat seperti Jokowi. Kapasitas dan kapabilitas seorang Jokowipun belum tentu sehebat dan lebih berpengalaman seperti Prabowo, ARB ataupun Megawati. Fenomena Jokowi-DI meroket juga bukan karena krisis kepemimpinan yang selalu di dengung-dengungkan para calon presiden untuk mengangkat namanya. Karena prestasi SBYpun saat ini terbilang sangat bagus. Jokowi-DI bisa besar bukan karena sekedar blusukan. Karena dulu SBY yang sangat eksklusif dan lebih elitispun bisa mengalahkan Megawati secara telak dua kali bertutu-turut. padahal Megawati sosok yang terkenal merakyat, rajin blusukan dan selalu dalam ucapannya mengatasnamakan rakyat.


Tampaknya bila analisa, sulit dijelaskan dengan pandangan ilmiah apapun. Karisma adalah cahaya seseorang yang tak ternilai dengan materi. Karisma adalah energi yang tak terlihat tetapi memberi dampak nyata. Sehingga bila ditinjau dengan kaidah ilmiah apapun maka sulit dapat dilihat pembenarannya. Orang yang karismatik seperti itu mampu menjadi pusat perhatian yang begitu dikagumi banyak orang, padahal penampilan mereka tak berbeda dengan kebanyakan orang dengan kemampuan yang sama bahkan lebih rendah. Karisma itu merupakan bakat alamiah yang merupakan anugerah sang Pencipta. Tangan Tuhan sebagai sutradara kehidupan tanpa disadari akan ikut bermain yang tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apapun.

Karakter hampir sama

Jokowi-DI tampaknya mempunyai karakter yang sama. Selain wajah yang sederhana dan keduanya tampak lugu dan polos. Jokowi-DI sama-sama bertindak spontan, cepat, langsung turun ke lapangan dan tidak membutuhkan formalitas birokrasi yang rumit dan memusingkan. Keduanyapun adalah bekas wirausahawan. Jokowi bekas penguasaha mebel, DI bekas pengusaha media.

Jokowi-DI mempunyai karakter yang sama selalu menghindari pertemuan nonformal atau yang biasa disebut lobi-lobi agar program kebijakannya disetujui oleh para wakil rakyat DKI. Keduanya hampir sama selalu menolak banyak undangan dari anggota dewan untuk melakukan pertemuan non formal. Keselasaran program antara eksekutif dan legislatif biasanya sangat rumit dan merepotkan. Namun, ke duanya memilih untuk tak menghadirinya. Keduanyapun mengaku lebih memilih blusukan ke kampung-kampung dan kantor-kantor pelayanan di Jakarta ketimbang melobi agar programnya dapat disetujui dan terlaksana. Keduanya yakin ajuan programnya telah terkalkulasi dengan baik sehingga tidak perlu melakukan lobi-lobi. Keduanyapun lebih memilih terjun ke warga demi mendengarkan secara langsung aspirasinya. Keduanya dengan wajah tulus dan sederhana tanpa jerih payah dan ikhlas turun ke lapangan langsung menyelesaikan masalah.

Perbedaannya

Perbedaan yang menonjol di antara keduanya adalah DI seorang bermodal sedangkan Jokowi meski pengusaha tetapi biasa-biasa aja kekuatan ekonominya dibandingkan DI. Perbedaan lainnya Jokowi tersandera oleh kepentingan politik dinasti Megawati dalam PDIP sedangkan DI sebagai tamu agung dalam baju politik partai Demokrat. Jokowi dikonotasikan berideologi partai sedangakn Dahlan manusia bebas. Tetapi sebenarnya, peeranan parta PDIP dalam kariri politik Jokowi bukan sekedar ideolkogi. Karena partai pengusung ternyata hanyalah simbolis belaka. Kalupun ada suara elit partai bahwa mengatakan bahwa Jokowi punya kekuatan ideologis partai yang besar sulit dipercaya.

Ternyata Tuhan memberikan karisma bukan sekedar karena Jokowi-DI rajin blusukan dan merakyat, jujur, dukungan peranan media, kaderisasi partai yang baik, krisis kepemimpinan atau buruknya kepemimpinan saat ini. Tetapi Jokowi-DI adalah seorang karismatis karena menjadi manusia terpilih. Jokowi tidak punya media, seperti ARB dan Surya Paloh yang setiap detik mengobarkan iklan politiknya. Tetapi ARB dan Surya Paloh tidak bisa melesat seperti Jokowi. Kapasitas dan kapabilitas seorang Jokowi-DI belum tentu sehebat dan lebih berpengalaman seperti Prabowo, ARB ataupun Megawati. Fenomena Jokowi-DI meroket juga bukan karena krisis kepemimpinan yang selalu di dengung-dengungkan para calon presiden untuk mengangkat namanya. Karena prestasi SBYpun saat ini terbilang sangat bagus. Jokowi-DI bisa besar bukan karena sekedar blusukan. Karena dulu SBY yang sangat eksklusif dan lebih elitispun bisa mengalahkan Megawati secara telak dua kali bertutu-turut. padahal Megwati sosok yang terkenal merakyat, rajin blusukan dan selalu dalam ucapannya mengatasnamakan rakyat.


Fenomena Jokowi-DI tampaknya adalah anugerah karisma yang membawanya menjadi ppopler dan elektabilitasnya melejit. Sang Sutradara Alam tidak akan pernah salah dalam memberikan karismanya kepada pemimpin yang berkarakter, jujur, bermoral dan punya kapasitas dan kapabilitas. Kepemimpinan adalah gabungan anugerah karisma, unsur-unsur kecerdasan, sifat amanah dapat dipercaya, rasa kemanusiaan, keberanian, serta disiplin. Hanya ketika seseorang memiliki enam unsur ini menjadi satu dalam dirinya, masing-masing dalam porsi yang tepat, baru dia layak dan bisa menjadi seorang pemimpin sejati. Pemimpin tidak memimpin dengan cara menindas orang, itu kekerasan namanya, bukan kepemimpinan. Pemimpin harus cukup dekat dengan yang dipimpinnya agar bisa memahami kondisi mereka, tetapi harus cukup jauh juga agar bisa memotivasi mereka.

Saat ini rakyat punya dua menu utama Jokowi-DI di samping banyak menu lainnya dalam pesta demokrasi 2014. Pilihan dua menu utama ini sangat tergantung dari berbagai faktor dalam perkembangan politik. Para pendukung ke dua duet maut sebaiknya tidak saling melakukan negative campaign atau saling menjegal. Melihat berbagai survey yang ada dalam masyarakat, tampaknya ke duanya adalah menjadi salah satu manusia terpilih untuk menjadi nahkoda negara besar ini. Tidak ada yang lebih hebat dan lebih bagus dari keduanya. Yang dilihat seharusnya adalah lebih amanah, lebih jujur dan lebih bekerja keras. Kita sedang menunggu Sang Sutradara Alam akan menjatuhkan anugerah karisma kepemimpinan pada Jokowi atau DI atau justru satrio piningit lainnya. Sulit ada yang bisa menebaknya. Semuanya masih berjalan menuju 8 bulan ke depan.


http://politik.kompasiana.com/2013/0...an-592771.html

Semoga 2 orang hebat ini sama sama bangun bangsa.
banyak pencitraan, mundur dulu dong, kan sudah ikut konvensi capres. apa gak ada benturan kepentingan emoticon-Cape d... (S)
DI pasangin ke Jokowi aja
Kalau agan muak ama pencitraan Dahlan Iskan, Mohon mampir kemari gan:
http://www.kaskus.co.id/thread/523e9...-membuat-muak/
Quote:Original Posted By angku.leman
banyak pencitraan, mundur dulu dong, kan sudah ikut konvensi capres. apa gak ada benturan kepentingan emoticon-Cape d... (S)


Secara "rahasia" Jokowi juga ikut convensi dari PDI-P gan.
apa Jokowi harus mundur krn di uji oleh PDI-P?

Tidak ada benturan kepentingan krn konvesi dan menteri adalah hal yg berbeda.
Kalau masalah konsentrasi dan pembagian waktu, ini juga bisa di perdebatkan.

krn konvensi waktunya tidak setiap saat.
inget gan,,DI itu anggota nya bemo berkarat....
ane gag prcaya ma orang2 di partai lambang mercy itu.....
Quote:Original Posted By ires92
inget gan,,DI itu anggota nya bemo berkarat....
ane gag prcaya ma orang2 di partai lambang mercy itu.....


menurut ane sih tergantung pengurus partainya ya gan. kalau pengurusnya bagus, ya partainya jadi bagus. moga aja dahlan masuk, yang busuk pada keluar.
bukan hal barulah kenapa semua mahal Di indo

1. korupsi
2. pajak Yg dikorupsi Jua


ITU sudah

emoticon-Traveller



ttg pencitraan wajarlah smua Jua getoh emoticon-Stick Out Tongue

malah Ada Yg naek sepeda, jadi supir angkot DLL emoticon-Thinking
Quote:Original Posted By stratovarius666
bukan hal barulah kenapa semua mahal Di indo

1. korupsi
2. pajak Yg dikorupsi Jua


ITU sudah

emoticon-Traveller



ttg pencitraan wajarlah smua Jua getoh emoticon-Stick Out Tongue

malah Ada Yg naek sepeda, jadi supir angkot DLL emoticon-Thinking


ada yang manggul beras juga gan hehehe
inilah indonesia, sll brfikkir negatif dlu tnpa mlihat n mengetahui lbih dlm....
yg baik jd jlek n yg jlek jd baik....
berkat katanya...katanyaa n katanyaaa...