alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523db3238227cf9c67000001/pedagang-lama-cipinang-besar-bantah-sepi-pembeli
Pedagang Lama Cipinang Besar Bantah Sepi Pembeli
Pedagang Lama Cipinang Besar Bantah Sepi Pembeli

Quote:Jakarta - Banyak pedagang kaki lima eks Pasar Gembrong yang direlokasi ke Pasar Cipinang Besar, Jakarta Timur, mengeluhkan sepinya pembeli yang mampir ke pasar itu. Mereka mengaku hanya mampu menjual satu barang dalam seminggu.

Namun, hal itu dibantah pedagang lama Pasar Cipinang Besar, Hendri, 40 tahun. Pria yang sudah dua tahun berjualan di sana mengaku jumlah pengunjung yang datang memang tidak ramai, tetapi bukan berarti tidak ada pembeli. "Lihat dulu mereka jualannya kayak apa. Kalau barangnya kosong, orangnya tidur, siapa yang mau beli," kata Hendri ketika ditemui Tempo di kiosnya, Sabtu, 21 September 2013.

Hendri menuturkan selama ini ia tidak pernah tidak mendapatkan pembeli. "Logikanya kalau enggak nguntungin, enggak mungkin saya lama di sini," ujarnya. Menurut dia, kebanyakan pembeli yang pernah membeli mainan di dalam pasar malas membeli di luar. Pasalnya, harga mainan yang ditawarkan sama dengan yang dijual di jalanan. Selain itu, tempatnya juga lebih aman dan nyaman.

"Mereka kan biasanya bawa anak. Kalau di sini anaknya bebas bisa lari-lari, kalau di jalanan meleng sedikit hilang," kata Hendri menjelaskan. Selain itu, para pembeli juga bisa mencoba dahulu mainan-mainan yang akan dibelinya. "Kalau di luar, mau coba di mana, tempatnya sempit begitu," ujarnya. Hendri menyayangkan sikap para pedagang eks Pasar Gembrong yang tidak kompak menghadapi relokasi ini. "Kalau semuanya masuk di sini, penuh, pasti makin ramai, harusnya gitu," kata ia.

Hendri memiliki dua kios di lantai basement. Satu kios diisi mainan dan boneka, kios lainnya diisi pulsa, ponsel, dan perlengkapan ponsel. Selama ini ia menyewa kios seharga Rp 400 ribu per tiga bulan. Biaya kios yang murah dan tempat yang nyaman membuatnya betah bertahan di Pasar Cipinang Besar. Soal omzet, Hendri mengaku tidak tentu, "Yang pasti tiap bulan pasti nutup, pasti untung, makanya saya bisa beli barang lagi," ujar pria yang bisa menghabiskan hingga Rp 4 juta sebulan untuk belanja barang ini.


sumber: TEMPO

sebenarnya yang ingin ane share adalah cara mendapatkan konsumen bukan cara dicari2 konsumen dalam artian kita bekerja keras dulu untuk konsumen baru konsumen datang ke kita emoticon-Smilie melihat dari pasar ini apakah nantinya tanah abang atau pasar2 lain yang direlokasi / mau direlokasi bakal merasakan hal yang sama? soalnya banyak pedagang yang mengeluh sepi pembeli

UPDATE ADA DI POST 7 BAWAH
yang pasti awal" pasti sepi..ga ada yang langsung rame..semua yg dagang gituemoticon-Big Grin ane aja jualan gt..biar uda lama ada waktunya emang sepi...butuh kesabaran deh kalo dagangemoticon-Big Grin
tu baru pengusaha...
ga pernah ngeluh...majuterussss
Quote:Original Posted By hajarbleh420
yang pasti awal" pasti sepi..ga ada yang langsung rame..semua yg dagang gituemoticon-Big Grin ane aja jualan gt..biar uda lama ada waktunya emang sepi...butuh kesabaran deh kalo dagangemoticon-Big Grin

betul gan, ane juga sempet berjualan dulu dan merasakan hal yang sama seperti agan emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By bunkq
tu baru pengusaha...
ga pernah ngeluh...majuterussss

bener, kebanyakan ngeluh malah seret rejekinya emoticon-Big Grin
pedagangnya aja yang males - malesan, pasang tampang kecut, mana ada yang mau beli. Coba kalo pedagangnya rapi, pakek seragam, ditanya apa apa bisa jawab, sangat tau tentang barang dagangannya, pasti rame.
konsumen itu bakalan ngikut toko kalo yg punya toko bagus, macam tukang servis, ngikutlah konsumen walau tuh orang pindah
ane dulu dagang gan, soal pindah2 itu butuh waktu setahun biar stabil lagi, tp itu wajar

MUKA JANGAN CEMBERUT, TAMPANG JUGA NGARUH ORANG MALES MAMPIR

PKL Pasar Gembrong ke Jalan Lagi, Kios Jadi Gudang

PKL Pasar Gembrong ke Jalan Lagi, Kios Jadi Gudang

Pedagang Lama Cipinang Besar Bantah Sepi Pembeli
Petugas Sat Pol PP dibantu pedagang menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dipasar Gembrong, Jakarta, (9/9). Sebanyak 450 personel dari berbagai intansi tersebut dikerahkan dalam penertiban PKL yang mendirikan lapak diatas bahu jalan Basuki Rahmat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Quote:Jakarta--Pengelola Pasar Cipinang Besar, Melatiana Purwadi mengatakan banyak pedagang kaki lima Pasar Gembrong yang kembali ke jalan dan kios-kios mereka di Pasar Cipinang Besar dijadikan gudang.

"Dari kemarin-kemarin sudah ada yang balik ke jalan, tapi hari ini lebih banyak lagi karena parkir liar dibolehkan," ujar wanita yang akrab dipanggil Anna ini saat ditemui Tempo di Pasar Cipinang Besar, Sabtu, 21 September 2013.

Untuk mengakali pedagang-pedagang bandel ini, Anna mencoba memindahkan kios-kios mereka. "Jadi nanti mau dikumpulin di tempat yang rame, biar yang kosong-kosong di belakang aja, supaya kelihatan ramai sama pengunjung," katanya menjelaskan.

Menurut Anna, dirinya sudah meminta kunci kios dikembalikan oleh pedagang yang tidak membuka kiosnya dan malah berjualan di jalan. "Ada sekitar 14 kios yang tidak buka sejak awal, menurut perjanjian, jika 8 hari dalam sebulan tidak buka, maka kuncinya harus dikembalikan tapi baru 3 orang yang mengembalikan kunci," ujar Anna lagi.

Selanjutnya, kios yang kembali kosong tersebut akan diberikan pada pedagang lain yang lemarin tidak kebagian tempat. "Nanti dikasih ke PKL yang kemarin telat daftar," ia menambahkan.

Pantuan Tempo, para pedagang kaki lima Pasar Gembrong kembali berjualan di sepanjang jalan Basuki Rahmat. Mereka kembali memenuhi trotoar dan bekas lapaknya yang sudah digusur. Para pembeli pun kembali parkir di sepanjang jalan. Adapun, kios-kios mereka di Pasar Cipinang Besar ditinggalkan begitu saja dan dijadikan gudang.

Sebelumnya, Camat Jatinegara Syofian Taher pernah mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan promosi besar-besaran untuk menyambut relokasi PKL Gembrong. Di sepanjang Jalan Basuki Rahmat akan dipasang spanduk-spanduk yang berisi info pindahnya Pasar Gembrong. Namun, dua minggu sejak penggusuran, rencana tersebut belum terlaksana.

Pantuan Tempo, para pedagang kaki lima Pasar Gembrong kembali berjualan di sepanjang jalan Basuki Rahmat. Mereka kembali memenuhi trotoar dan bekas lapaknya yang sudah digusur. Para pembeli pun kembali parkir di sepanjang jalan.

Pada 9 September lalu telah dilakukan penertiban PKL di sepanjang jalan Basuki Rahmat. Penertiban tersebut mengerahkan 450 petugas yang terdiri dari gabungan Satpol PP, TNI/Polri, dan Dinas Perhubungan. Saat itu, penertiban berlangsung damai karena sebagian besar PKL sudah pindah ke dalam Pasar Cipinang Besar, namun karena sepinya pembeli, para pedagang mulai kembali berjualan di trotoar.

Berdasarkan data yang tercatat di kecamatan, jumlah pedagang di Pasar Gembrong tercatat sebanyak 211 pedagang. Sebanyak 130 pedagang mainan dan boneka direlokasi ke Pasar Cipinang Besar yang tidak jauh dari Pasar Gembrong. Sementara, sisanya yakni pedagang karpet direlokasi ke Pasar Klender SS dan Pasar Perumnas Klender.

Namun, pada Jumat 13 September lalu, puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pasar Gembrong melakukan aksi demo teatrikal di sekitar jalan Basuki Rahmat. Mereka menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pilih kasih. Hingga kini, belum sekalipun Jokowi mengunjungi Pasar Gembrong. "Kami yang orang asli Jakarta, kenapa yang ditengok hanya Tanah Abang yang pendatang!" teriak salah seorang massa aksi, Jumat.

Menurut Bruri, Koordinator Aksi dan Ketua PPKLPG, tujuan aksi kali ini bukan untuk melawan pemerintah, melainkan untuk memperjuangkan nasib para PKL yang butuh makan dan menafkahi keluarga mereka. "Relokasi membutuhkan waktu lama, habis dipindahin udah aja, mereka gak mikir pasar sepi, gak ada solusinya," ujar Bruri.


sumber: TEMPO

nah kan nakal lagi para pedagangnya, tapi pemerintah juga salah sudah 2 minggu janjinya mau publikasi pemindahan pasar tapi belum dilakukan, kira2 gimana nih gan solusinya bila agan jadi salah satu pedagang disana?
Quote:Original Posted By tole_90
pedagangnya aja yang males - malesan, pasang tampang kecut, mana ada yang mau beli. Coba kalo pedagangnya rapi, pakek seragam, ditanya apa apa bisa jawab, sangat tau tentang barang dagangannya, pasti rame.

jadi intinya pedagang harus welcome dengan para konsumen ya, bagaimana pun caranya konsumen bisa tertarik berbelanja ditempatnya emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By kakaknyawamin
konsumen itu bakalan ngikut toko kalo yg punya toko bagus, macam tukang servis, ngikutlah konsumen walau tuh orang pindah
ane dulu dagang gan, soal pindah2 itu butuh waktu setahun biar stabil lagi, tp itu wajar

MUKA JANGAN CEMBERUT, TAMPANG JUGA NGARUH ORANG MALES MAMPIR

ni kebanyakan bilang muka cemberut dari komen2 diatas, memangnya disana cemberut semua ya? emoticon-Bingung (S)