alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523d445717cb177f32000001/fitra-menteri-perdagangan-quotmerampokquot-anggaran
FITRA: Menteri Perdagangan "Merampok" Anggaran
Jakarta - Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi mengungkapkan, kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dipimpin Menteri Gita Wirjawan tidak tepat sasaran cenderung menghamburkan anggaran alias "merampok" uang rakyat.

Salah satunya, iklan layanan masyarakat yang ditayangkan di media baik cetak maupun elektronik oleh Kemendag merupakan bentuk pemborosan anggaran. Di sini, masyarakat digiring untuk cinta produk Indonesia, namun stimulus agar masyarakat dapat menggunakan barang dalam negeri tidak dibarengi dengan langkah pemerintah yang signifikan.

"Publik disuruh cinta produk Indonesia, tapi pemerintah tidak melindungi produk dalam negeri, dan produksi dalam negeri sudah mati duluan dibunuh produk luar negeri lantaran Indonesia adalah pasar bebas," ungkap Ucok dalam rilisnya, Sabtu (21/9).

Dengan demikian, lanjut Uchok, hal itu hanya sebatas slogan tanpa substansi yang kongkrit dari pemerintah dengan membanjirnya produk impor lantaran kebijakan mengenai perlindungan produk dalam negeri yang minim dan cenderung mengaplikasikan pasar bebas.

"Pemerintah membuka produk import selebar-lebarnya, tidak ada protektif dari pemerintah terhadap produk dalam negeri," bebernya.

Diungkapkan pula, iklan layanan masyarakat yang dikeluarkan Kemendag tidak substansif dan tak relevan. Terlebih lagi, lanjutnya, iklan layanan tersebut berbau kampanye mejelang Pemilu 2014.

Ucok menghimbau kepada lembaga negara atau kementrian apabila memasang iklan baik media cetak dan elektronik cukup dengan menggunakan logo lembaga atau kementerian terkait. Hal tersebut sudah cukup dipahami oleh publik tanpa menampilkan sosok pejabat yang memiliki kepentingan politik dibelakangnya.

"Jangan pakai tokoh utama dari pejabat negara baik yang sudah mencalonkan legislatif, atau calon presiden," tururnya aktivis FITRA.

Berikut data dalam kurun dua tahun bukti pemborosan anggaran di Kemendag dari tahun 2012-2013 dalam pemasangan iklan layanan masyarakat menurut penyelidikan FITRA.

Pada 2012, Kementerian Perdagangan mempublikasi iklan dan segala macam bentuk publikasi lainnya sebesar Rp. 83,610,152,000.

Publikasi iklan tersebut diantaranya:

1. Penyebaran informasi harga komoditi melalui media TV swasta nasional sebesar Rp. 921,580,000

2. Pembuatan dan penayangan TVC sosialisasi 100 persen Cinta Indonesia melalui media TV dan Radio sebesar Rp. 47,800,000,000

3. Sosialisasi 100 persen cinta Indonesia melalui media Luar Ruang (Roadshow, LED, Billboard dan media cetak) sebesar Rp. 33,694,500,000

Kemudian, pada tahun 2013, Kementerian Perdagangan juga akan menayangkan Iklan sebesar Rp. 56,658,850,000, diantaranya:

1. Pembuatan dan penayangan iklan layanan masyarakat perubahaan pola konsumsi melalui media elektronik sebesar Rp. 55,458,850,000

2. Pekerjaan penayangan informasi harga komoditi melalui media TV dan dalam rangka penyebarluasan informasi harga komoditi melalui TV swasta Nasional sebesar Rp1,200,000,000. (Ren)


Sumber Berita: www.edisinews.com http://www.edisinews.com/berita-fitr...#ixzz2fVZTfCUk
fitra ini makin lama makin berisik gak jelas juntrungannya. mereka kan tidak punya hak/kewenangan menilai kebijakan.
suruh cari kerjaan lain tuh si fitna....
hahahaha
cok, manga data yang lu dapetin udah valid?
Quote:Original Posted By nauseavomit
fitra ini makin lama makin berisik gak jelas juntrungannya. mereka kan tidak punya hak/kewenangan menilai kebijakan.


LSM, masyarakat itu pny hak sebagai kontrol sosial dan kontrol moral bagi pejabat publik.

Kita pun di sini sebagai rakyat bermedia sosial kan bagian dari kontrol sosial dan kontrol moral.
Quote:Original Posted By Yohanor


LSM, masyarakat itu pny hak sebagai kontrol sosial dan kontrol moral bagi pejabat publik.

Kita pun di sini sebagai rakyat bermedia sosial kan bagian dari kontrol sosial dan kontrol moral.


Benar .
tapi lebih banyak yg gak berguna .
ingat waktu fitra nuduh jokowi ? SBY ?
datanya gak valid .

Quote:Original Posted By jeerabbit


Benar .
tapi lebih banyak yg gak berguna .
ingat waktu fitra nuduh jokowi ? SBY ?
datanya gak valid .



Ya kita harus kontrol juga terhadap LSM. Selain itu masyarakat pun harus saling kontrol. Karena banyak masyarakat yang digunakan oleh kepentingan kelompok tertentu jg utuk berpihak.

Jadi, di dalam masyarakat sendiri jg tidak semuanya benar krn ada bagian2 masyarakat sdh dikooptasi, terkontaminasi. Jadi memang kita perlu cermat terhadap munculnya persoalan dalam berita. Inilah gunanya media sosial untuk belajar dan terus belajar. Yang penting, tidak mengabsolutkan terhadap keberpihakan sebagai pilihan pribadi atau pilihan kelopok
Quote:Original Posted By jeerabbit


Benar .
tapi lebih banyak yg gak berguna .
ingat waktu fitra nuduh jokowi ? SBY ?
datanya gak valid .



heeh bahaya kalo mengkritik datanya gak valid, kalo kritiknya bener gegara datanya salah justru kritik2 bakal dicuekin.....
Quote:Original Posted By iwanenator


heeh bahaya kalo mengkritik datanya gak valid, kalo kritiknya bener gegara datanya salah justru kritik2 bakal dicuekin.....


Itulah gunanya kita krits bisa melihat mana yang benar, yang mendekati benar dan jauh dari kebenaran.
Kembali lagi, menurut versi mana benar (data), menurut versi mana tidak benar dan mana yang jauh melenceng dari benar.

apakah masyarakt memilih kecenderungan atas dasar nurani, pengetahuannya atau akses datanya
Quote:Original Posted By iwanenator


heeh bahaya kalo mengkritik datanya gak valid, kalo kritiknya bener gegara datanya salah justru kritik2 bakal dicuekin.....


bukan hanya data, tapi juga esensi. gw mempertanyakan kompetensi fitra dalam mengkritik kebijakan pemerintah. mending denger kritikan pengamat politik sekalian daripada lsm anggaran
Quote:Original Posted By Yohanor


Ya kita harus kontrol juga terhadap LSM. Selain itu masyarakat pun harus saling kontrol. Karena banyak masyarakat yang digunakan oleh kepentingan kelompok tertentu jg utuk berpihak.

Jadi, di dalam masyarakat sendiri jg tidak semuanya benar krn ada bagian2 masyarakat sdh dikooptasi, terkontaminasi. Jadi memang kita perlu cermat terhadap munculnya persoalan dalam berita. Inilah gunanya media sosial untuk belajar dan terus belajar. Yang penting, tidak mengabsolutkan terhadap keberpihakan sebagai pilihan pribadi atau pilihan kelopok


emoticon-shakehand

Quote:Original Posted By iwanenator


heeh bahaya kalo mengkritik datanya gak valid, kalo kritiknya bener gegara datanya salah justru kritik2 bakal dicuekin.....


Ya sudahlah, klo percaya bukti gak valid...emoticon-Ngacir

Quote:Original Posted By Yohanor


Itulah gunanya kita krits bisa melihat mana yang benar, yang mendekati benar dan jauh dari kebenaran.
Kembali lagi, menurut versi mana benar (data), menurut versi mana tidak benar dan mana yang jauh melenceng dari benar.

apakah masyarakt memilih kecenderungan atas dasar nurani, pengetahuannya atau akses datanya


Kalo data masih bisa di kamuflase, dan berita dari media sudah diliputi oleh kemauan sang empunya media

Kembali kepada hati Nurani....apakah Menteri Perdagangan sudah melaksanakan tugas dan kewajibanya dengan benar?

Semua produk impor... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By tyrani


Kalo data masih bisa di kamuflase, dan berita dari media sudah diliputi oleh kemauan sang empunya media

Kembali kepada hati Nurani....apakah Menteri Perdagangan sudah melaksanakan tugas dan kewajibanya dengan benar?

Semua produk impor... emoticon-Big Grin


Kita sebagai rakyat harus tegar menghadapi para Pejabat Publik. Sabar itu dinamis lho, bukan statis. Jg, jika kita memiliki kesadaran bernegara, kita wajib juga saling membantu sesama rakyat yaitu saling membimbing.

Terutama, kewajiban kita itu terhadap wong cilik, juga cilik dlm pemahaman dan pemikiran
Quote:Original Posted By tyrani


Kalo data masih bisa di kamuflase, dan berita dari media sudah diliputi oleh kemauan sang empunya media

Kembali kepada hati Nurani....apakah Menteri Perdagangan sudah melaksanakan tugas dan kewajibanya dengan benar?

Semua produk impor... emoticon-Big Grin


kalo bisa beli ngapain bikin ndirri ? emoticon-Ngacir

kompetensi pitrak apa yah agan2 emoticon-Embarrassment
tapi emg kadang2 nih si gita agak aneh juga manuver nya..kagak jelas banget, harga pangan msh amburadul udh mu ngundurin diri..
Quote:Original Posted By tyrani


Kalo data masih bisa di kamuflase, dan berita dari media sudah diliputi oleh kemauan sang empunya media

Kembali kepada hati Nurani....apakah Menteri Perdagangan sudah melaksanakan tugas dan kewajibanya dengan benar?

Semua produk impor... emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By iwanenator


kalo bisa beli ngapain bikin ndirri ? emoticon-Ngacir



sekarang mendag ngurusin produksi pertanian yah emoticon-Confused?
kerjaan dia bukannya buat stabilitas harga, ngeluarin RPH udah agar petani bergairah buat nanam kedelai , impor buat memenuhi supply udah, jadi apalagi ? emoticon-Bingung (S)

Quote:Original Posted By jeerabbit




sekarang mendag ngurusin produksi pertanian yah emoticon-Confused?
kerjaan dia bukannya buat stabilitas harga, ngeluarin RPH udah agar petani bergairah buat nanam kedelai , impor buat memenuhi supply udah, jadi apalagi ? emoticon-Bingung (S)



he eh apaboleh buat dh...

biar pangan cukup--> perlu : pelatihan petani, subsidi pupuk, transportasi hasil pertanian, pengolahan hasil pertanian, permodalan dst semua salingnyambung dh brapa departmen teh ?