alexa-tracking

PANTURA : Minim Lowongan Pekerjaan, Banyak Suami Yang Tak Bisa Nafkahi Keluarga

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523ce33da3cb17154c000004/pantura--minim-lowongan-pekerjaan-banyak-suami-yang-tak-bisa-nafkahi-keluarga
PANTURA : Minim Lowongan Pekerjaan, Banyak Suami Yang Tak Bisa Nafkahi Keluarga
Quote:SUBANG TVBERITA.com- Berulang kali gagal mendapatkan pekerjaan tentu menjadi pukulan yang berat bagi siapapun. Apalagi bagi seorang pria yang sudah berkeluarga. Menganggur adalah hal yang paling ditakuti pria dalam hidup ini.Dipantura saat ini ratusan bahkan ribuan suami banyak jadi pengangguran sehingga tak bisa menafkahi istri dan anaknya, hal ini dikarenakan minimnya lowongan kerja bagi kaum laki-laki diwilayah pantura khususnya dan subang umumnya, hingga akhirnya sang istri harus bekerja banting tulang di pabrik guna mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga.

Padahal disubang saat ini Industri sedang menjamur khususnya industry garmen, retail, dan finance. Dengan masuknya sector industry ke Kabupaten Subang khususnya dibidang industry garmen, membuat peluang kerja di Kabupaten Subang khususnya diwilayah pantura jumlahnya cukup banyak mencapai sekitar seribu orang. Namun, sayangnya lowongan kerja ini lebih dikhususkan untuk wanita. Sedangkan kesempatan kerja untuk laki-laki masih sangat minim.

Seperti halnya yang dialami oleh Satriyo(39) lulusan pria lulusan SMP ini dengan teman-temannya terpaksa mencari kerja serabutan apa adanya demi menafkahi anak dan istri karena tidak punya pekerjaan tetap hingga akhirnya terpaksa harus kerja serabutan, itupun kalau ada yang menyuruh kerja seperti kesawah dan kerjaan serabutan lainnya seperti kuli angkut dan bangunan

Satriyo mengatakan “sebagai seorang laki-laki dan juga suami saya bisa dikatakan gagal menafkahi keluarga dan ini menjadi beban social yang amat besar bagi saya karena menganggur dan tak punya kerjaan tetap hingga menjadi sorotan dimasyarakat dan membuat malu sang istri”

Seperti inilah saya bila tidak ada yang menyuruh kerja, saya dan teman-teman secara sukarela memperbaiki jalan rusak dan bolong-bolong dengan berharap ada belas kasihan dari para pengendara yang melewati jalan ini”ujarnya

Tak ada lagi kerjaan yang biasa dilakukan, karena saya tak punya modal untuk usaha, mau kerja dipabrik tak punya keahlian dan tak ada lowongan bagi laki-laki”ungkapnya

Sementara itu Nuralim (32) warga Pamanukan seorang tukang becak mengungkapkan”mencari kerja saat ini untuk laki-laki sangat susah sekali, tak ada yang bisa dilakukan guna menyambung hidup didunia ini, menarik becapun saya jalani”

Jadi tukang becak bagi saya lebih mulia dibandingkan sebagai pengangguran, walaupun awalnya malu dan terasa hina tapi demi rejeki yang halal akhirnya terus saya jalani”ujarnya

Sementara itu, Jaya Sonjaya (28) seorang sarjana yang masih mengagur menuturkan” saya tak pernah mengeluh, meski saat ini saya masih belum mendapatkan pekerjaan, bagi saya tak ada yang salah dengan pengangguran”


meski saya hanya pengangguran yang berjalan tak tentu arah dalam mencari pekerjaan tapi saya tetap berusaha mencari pekerjaan dengan semangat meskipun hasilnya belum maksimal, mungkin saya hanya belum mendapat kesempatan untuk bekerja”katanya

Melihat banyaknya pengangguran dan akan semakin mengancam khususnya dipantura Subang, dalam hal ini pemda Subang harus bertanggung jawab dan masalah pengangguran ini harus benar-benar diseriusi”tegasnya

“Maraknya berbagai tindak kriminal, salah satu pemicunya yaitu tingginya angka pengangguran. Maka pemerintah harus mampu menekan angka pengangguran dan membuka seluas mungkin lapangan kerja menjadi “tandasnya

Lanjut jaya Sonjaya, langkah aktraktif harus dilakukan pemerintah sejak dini, untuk menanggulangi dampak pengangguran khususnya laki laki yang semakin meningkat, misalnya disubang banyak perusahaan garmen yang umumnya membutuhkan tenaga kerja wanita, dalam hal ini pemerintah harus bisa menekan pemilik perusahaan agar bisa menggunakan tenaga kerja laki-laki”

Semua itu bisa dilakukan oleh pemerintah kalau emang pemerintah serius ingin mengatasi pengangguran khususnya kaum laki-laki karena pemerintah daerah yang punya wilayah lebih punya wewenang ketimbang pengusaha”pungkasnya(Ahya NURDIN)


Pantesan dangdut pantura dan kafe remang-remang rame di Pantura.
Si istri kerja gituan, suami pura-pura bego ngemong anak sambil nyambi jadi tukang parkir emoticon-Berduka (S)
pasti banyak janda.....emoticon-Malu
Ini yang ajaib dari Indonesia. Sebenarnya pekerjaan tuh buanyak banget lho. Asal mau!!! Mau nyari, mau keluar, mau susah. Ini berdasarkan pengalaman ane ke beberapa kota di luar Jawa. Bahkan di Sampit, Kal-bar, nyari pekerja saat ini sulit banget karena kekurangan orang.

Nah tinggal si orang-orang yang nyari kerja itu mau atau ndak ke Sampit sana. Itu baru Sampit aja lho. Bahkan di Balikpapan dan Samarinda, buka usaha charteran mobil itu bikin tuajirnya luar biasa. Hadeeuuuhhh... Kebiasaan pengen enak aja sih kerja deket rumah... Lagipula kalau ngerasa kejauhan sama keluarga, yaaa keluarganya diboyong aja sana. Kerja di luar Jawa lebih makmur karena biasanya keluarga pendatang ditanggung perusahaan. CMIIW.
Jalur Pantura itu paling gampang dpt kerjaan cewek. Nongkrong pinggir jalan aja dpt duit.
emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By bedulancur
Ini yang ajaib dari Indonesia. Sebenarnya pekerjaan tuh buanyak banget lho. Asal mau!!! Mau nyari, mau keluar, mau susah. Ini berdasarkan pengalaman ane ke beberapa kota di luar Jawa. Bahkan di Sampit, Kal-bar, nyari pekerja saat ini sulit banget karena kekurangan orang.

Nah tinggal si orang-orang yang nyari kerja itu mau atau ndak ke Sampit sana. Itu baru Sampit aja lho. Bahkan di Balikpapan dan Samarinda, buka usaha charteran mobil itu bikin tuajirnya luar biasa. Hadeeuuuhhh... Kebiasaan pengen enak aja sih kerja deket rumah... Lagipula kalau ngerasa kejauhan sama keluarga, yaaa keluarganya diboyong aja sana. Kerja di luar Jawa lebih makmur karena biasanya keluarga pendatang ditanggung perusahaan. CMIIW.


sudah pernah merasakan di posisi mereka ?

kebanyakan kaskuser cuma bisa komentar sinis terkait masalah2 seperti ini, karena biasa hidup enak dan "pak duit dong pak" emoticon-Ngakak (S)

setiap orang, kontrak hidup matinya beda boss emoticon-Angkat Beer
bener sih, penduduk di wilayah itu emang rata rata pendidikan rendah so jangan heran kalo banyak penyanyi dangdut koplo asalnya dari daerah situ situ juga emoticon-Big Grin
belum lagi pasokan daging segar, juga daerah situ situ juga suppliernya emoticon-Embarrassment
*ada yang pengen nyawer?
youtube-thumbnail