alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523c1edd41cb17ec5b000004/ky-diminta-buka-identitas-oknum-dpr-yang-suap-rp14-miliar
KY Diminta Buka Identitas Oknum DPR yang Suap Rp1,4 Miliar
Skalanews - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) meminta Komisi Yudisial (KY) untuk membuka siapa oknum anggota Komisi III DPR yang menawarkan uang Rp1,4 miliar untuk meloloskan salah satu calon hakim agung (CHA) beberapa tahun silam.

Hal ini dikarenakan praktik-praktik lobi jika terus dibiarkan akan sangat berbahaya bagi masa depan peradilan Indonesia.

"Moralitas lembaga perwakilan akan kembali rusak oleh perangai-perangai seperti oknum anggota DPR tersebut," ujar salah satu anggota KPP, Erwin Natosmal Oemar dalam jumpa pers di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat (20/9).

Atas dasar itu, KPP meminta agar KY membuka secara terang benderang kepada publik siapa saja nama oknum anggota Komisi III DPR yang mencoba menyuap beberapa komisioner KY untuk meloloskan CHA itu.

Selain itu, lanjut Erwin, KPP juga mendesak agar KY melaporkan hal tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Meminta agar KY secara institusi melaporkan oknum anggota Komisi III DPR RI tersebut ke Badan Kehormatan DPR dan KPK atas percobaan suap," kata dia menegaskan.

Sebelumnya, Komisioner KY bidang hubungan antarlembara, Imam Anshori Saleh mengaku pihaknya saat melakukan seleksi awal calon hakim agung (CHA) pernah ditawari uang sogokan senilai Rp1,4 miliar untuk meloloskan salah satu peserta CHA.

Saat itu, tawaran tersebut disampaikan melalui oknum anggota DPR sebagai pialang salah satu peserta CHA. Namun, dengan tegas KY menolak tawaran itu.

"Pernah ditawari bukan Rp2 miliar tapi Rp1,4 miliar. Masing-masing komisioner Rp700 juta itu satu tahun yang lalu kalau engga salah. Lewat DPR jadi pialangnya nawarin itu. Saya jawab kalau Rp1,4 triliun saya mau tapi itu bercanda, enggak mungkin juga kita terima. Kalau calon hakim agung dibeli begitu gimana," kata saat dihubungi di Jakarta, Kamis (19/9) kemarin.

Diungkapkan Imam, atas adanya upaya suap itu, KY akhirnya mencoret nama calon hakim agung tersebut. Hal itu berdasarkan penilaian calon tersebut tidak memiliki integritas.

"Akhirnya walaupun nilainya bagus ya kita coret. karena kan kita menguji integritas jadi eggak mungkin meloloskan," kata Imam.(Deddi Bayu/bus)