alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523b996b18cb17500d000005/haji-menjaga-uang-yang-aman
Inspiratif 
HAJI: Menjaga Uang yang Aman
Menurut KH Anwar Hidayat, pembimbing haji dari Yayasan Darul Ulum Parung, Bogor, Jawa Barat, living cost yang diberikan pemerintah sebesar 1500 Reyal Saudi sebenarnya sudah cukup untuk bekal para calon jamaah haji di Tanah Suci.

Termasuk untuk membayar dam haji tamattu' sekitar 400 Reyal, makan selama di Makkah selama 25 hari karena di Madinah gratis, begitu juga di Arafah-Mina dan perjalanan pulang pergi dari Tanah Air selama dua hari makan gratis, berarti selama 15 hari.

Berarti biaya makan di Makkah selama 25 hari karena total jamaah haji di Tanah Suci selama 40 hari bila sekali makan sebesar 20 reyal, maka biaya makan di Makkah sekitar 500 Reyal.

Ia menyebutkan, dana living cost ini juga bisa digunakan untuk biaya umrah sunnah seperti mengambil miqat di Tan'im, Ji'ronah dan Hudaibiyah, ''Termasuk juga biaya ziarah ke Jabal Nur, tempat Rasulullah SAW menerima wakyu di Gua Hira dan Jabal Tsur, tempat Rasulullah bersembunyi bersama Abu Bakar ketika hijrah ke Madinah.''

Bahkan, sambung kyai Anwar, untuk biaya kurban 450 Reyal masih bisa digunakan dari dana living cost. ''Artinya, jamaah haji tidak perlu lagi membawa bekal yang terlalu banyak apalagi sampai ada informasi sampai bawa Ratusan Juta Rupiah.''

Secara pribadi ia mengaku sangat terkejut ketika mendengar ada calon jamaah haji yang membawa uang puluhan bahkan sampai ratusan juta. ''Kalau memang mau bawa bekal yang banyak, cukup belanja di Tanah Air saja,'' jelasnya mengingatkan.

Hanya sekadar membawa bekal sekadarnya jangan sampai berlebihan. ''Sebab kalau sudah kehilangan uang bisa merepotkan banyak orang. Orang-orang dekat menjadi sibuk bisa-bisa timbul prasangka buruk, termasuk ikut memikirkan uang duka.''

Sebaiknya, ia menyarankan para calon jamaah haji mengikuti saran pemerintah dengan menyimpai uang melalui ATM. ''Kalau mau beli oleh-oleh atau cendramata buat di Tanah Air, sebaiknya uang disimpan di ATM. Teknologi sudah cukup bagus di Saudi. Tinggal gesek saja, nggak perlu repot-repot.'''

Ia mengakui memang banyak calon jamaah haji yang belum mengerti teknologi termasuk soal ATM, terutama yang dari daerah. Karena itu pembimbing jamaah haji bisa memberikan bimbingan bukan hanya soal manasik tapi juga beberapa hal lain seperti soal ATM mau pun telekonomukasi.

''Dibandingkan dengan suasnana ibadah haji tahun 1980-an, sekarang ini pemerintah Indonesia dan Saudi sangat memberikan kemudahan dan pelayanan maksimal buat para calon jamaah,'' jelasnya menambahkan.

Sumber

NB: Jangan lupa mampir ke gubug ane ya, Gan. kantinspirasi.blogspot.comemoticon-Kiss

boleh dicoba
Maunya dibohongi ma ONTA ARAB emoticon-Ngakak