alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523b2e8359cb17bc3c000006/ternyata-ini-penyebab-krisis-listrik-di-sumut-dan-sekitarnya
Ternyata Ini Penyebab Krisis Listrik Di SUMUT dan Sekitarnya
Mungkin berita ini sudah agak lama, tapi ane rasa masih agak relevan di sajikan agar kita mengetahui kronologi krisis listrik yang terjadi di daerah sumatera. Selamat menyimak:

PLTA Asahan III Terganjal Izin, Sumut Terancam Krisis Listrik
Spoiler for reff:


Medan - Krisis listrik akan kembali menghantui provinsi Sumatera Utara jika pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III tertunda.

"Bisa saja kita sabar menunggu izin dari Gubernur dan tidak membangun PLTA ini sekarang, asalkan masyarakat Sumut bisa terima pada tahun 2013 -2014 Sumut akan alami krisis listrik lagi," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara, Kamis (13/5/2010).

Meskipun sejak 1,5 bulan lalu defisit listrik di Sumatera Utara sudah diatasi. Namun menurut Dahlan, jika tidak ada tambahan pasokan listrik dari pembangkit baru maka defisit akan kembali terjadi karena kebutuhan listrik di wilayah itu terus meningkat.

"Penderitaan baru selesai 1,5 bulan, Apa mau menderita seperti itu?" ujar dia.

Untuk itu, PLN akan segera membangun PLTA dengan kapasitas 2x78 Megawatt tersebut, meskipun belum memperoleh izin dari Gubernur Sumatera Utara.

Rencananya peletakan batu pertama pembangunan pembangkit tersebut akan dilaksanakan Jumat (14/5/2010) besok dan BUMN listrik tersebut akan segera membuka tender rekayasa, pengadaan dan kontruksi ( engineering procurement contruction/EPC) pada bulan Juni mendatang.

Dahlan juga berjanji akan memenuhi keinginan Gubernur Sumut agar listrik yang dihasilkan dari pembangkit tersebut dapat memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.

Dirut PLN 'kaget' swasta bangun Asahan III
Spoiler for reff:


MEDAN - Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, mengaku 'kaget' karena Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyerahkan izin lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III kepada perusahaan swasta.

Secara prosedural, katanya, PT PLN (Persero) telah mengajukan permohonan izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III sejak tahun 2004.

Setelah itu, PT PLN tetap mengajukan permohonan kembali karena belum ada jabawan dari Pemprovsu. Meski permohonan telah diajukan beberapa kali tetapi Pemprovsuetap tidak mengeluarkan izin lokasi pembangunan tersebut. "Tapi tiba-tiba ada izin lokasi untuk perusahaan lain," katanya, pagi ini.

Secara umum, katanya, PLN sangat siap untuk membangun PLTA Asahan III yang direncanakan mampu menghasilkan daya sekitar 180 MW itu. Kesiapan itu bukan hanya terkait dana, tetapi juga desain dan pola pembangunannya.

"Dananya sudah ada, desain gambar juga sudah ada, tinggal izin lokasi saja," katanya.

Diakui, pihaknya telah beberapa kali "merayu" Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, untuk mencabut izin lokasi yang diberikan kepada perusahaan swasta itu. "Sudah tiga kali saya bertemu pak Gubernur Sumut (Syamsul Arifin)," katanya.

Namun, katanya, Gubernur Sumut itu mengaku kesulitan untuk mencabut izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III tersebut. Memang, katanya, belum dicabutnya izin lokasi yang diberikan kepada pihak swasta itu belum memberikan efek yang berarti karena kondisi listrik di Sumut mulai teratasi.

Namun jika tidak dicabut segera, maka PLN harus menunggu tiga tahun lagi jika ingin membangun PLTA Asahan III tersebut.

Jika kondisi itu dibiarkan, maka pihaknya akan sulit menyiapkan pembangkit baru untuk mengatasi bertambahnya kebutuhan listrik di daerah itu.

"Kalau tiga tahun lagi terjadi krisis listrik, siapa yang akan disalahkan. Nanti masyarakat Sumut juga yang akan 'tersandera'," katanya.

Sebelumnya, dalam inspeksi mendadak ke PT PLN (Persero) Pembangkit Sumbagut di Sektor Belawan di Medan, Kamis (18/2) lalu, Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, menyatakan, izin lokasi membangunan PLTA Asahan III telah diberikan kepada pihak swasta.

Pihak swasta yang telah mendapatkan izin itu adalah PT Badrajaya Swarna Utama (BSU) yang mengerjakan proyek pembangunan PLTA Asahan I.

Karena itu, pihaknya tidak mungkin membuat kebijakan ganda dengan mengeluarkan izin lokasi lagi kepada PT PLN untuk membangun PLTA Asahan III.

Jika pemerintah telah menetapkan PT PLN membangun proyek pembangkit listrik yang berada di Porsea, kabupaten Toba Samosir itu, pihaknya harus mencabut izin yang dimiliki PT BSU terlebih dulu.

Untuk melakukan hal itu, diperlukan langkah-langkah tertentu dan payung hukum agar kebijakan Pemprovsu tersebut tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. "Tidak bisa sembarangan saja mencabut izin itu," kata gubernur.

Editor: SATRIADI TANJUNG

Buat para kaskuser, mohon pola berpikirnya agak diubah ketika kita membaca satu berita. Jangan ketika ada suatu masalah langsung menyimpulkan langsung itu buruk, selidiki latar belakang terjadinya masalah tersebut jadi kita tidak akan salah dalam menyimpulkan masalah.

Untuk pembangunan Pembangkit listrik itu ga bisa instan, butuh waktu bertahun-tahun apalagi kaya berita di atas. Ijinnya malah diberikan sama swasta, akhirnya ya prediksi pak DI benar, Tahun 2013-2014 terjadi krisis listrik. Kalau dah gini siapa yang disalahin? emoticon-Embarrassment
Orang mau bangun pembangkit aja ga boleh, padahal kebutuhan listrik ningkat terus, gimana ga krisis? Tapi ya tetep PLN yg salah, karena listrik mati emoticon-Embarrassment
klo ini sih org medan udah pada tau gan, yg jadi masalahnya adalah bagaimana cara PLN mengatasi hal ini, contoh sederhana : apakah PLN gak bisa buat pengumuman yg dimuat disurat kabar tentang jadwal pemadaman ? misalnya : untuk area 1 yg meliputi desa A,B,C dan D listrik dipadamkan pada pukul 08.00 s/d 12.00, 16.00 s/d 20.00 dan 00.00 s/d 04.00 setiap harinya selama 6 bulan kedepan,.....jadinya orang2 yang mmasih pake pompa listrik untuk kebutuhan air bersihnya, gak susah sewaktu mau BERAK!!! tapi gak ada air karna listrik ggak nyala..
sebaiknya bikin jadwal pemadaman bergilir ya gan.
biar masyarakat tahu dan bisa bersiap2... kyk sekarang kan kasihan. yang pake kompi bisa bad sektor tu hardisknya mati lampu
Quote:Original Posted By DenBaguSingEdan
klo ini sih org medan udah pada tau gan, yg jadi masalahnya adalah bagaimana cara PLN mengatasi hal ini, contoh sederhana : apakah PLN gak bisa buat pengumuman yg dimuat disurat kabar tentang jadwal pemadaman ? misalnya : untuk area 1 yg meliputi desa A,B,C dan D listrik dipadamkan pada pukul 08.00 s/d 12.00, 16.00 s/d 20.00 dan 00.00 s/d 04.00 setiap harinya selama 6 bulan kedepan,.....jadinya orang2 yang mmasih pake pompa listrik untuk kebutuhan air bersihnya, gak susah sewaktu mau BERAK!!! tapi gak ada air karna listrik ggak nyala..


Kalau dah pada tau knp ga diprotes gubernurnya yg dulu ya ? Malah ngerusak kantor PLN. Miris ane liatnya, selalu yg jdi kambing hitam PLN. Padahal kebijakan yg salah dri pimpinan daerah emoticon-Embarrassment
loh, kan alasannya selalu rusak dan lagi diperbaiki, jangan2 karena ini pula

Quote:Lima Pejabat PLN Sumut, Tersangka Korupsi Flame Tube
Penulis : Kontributor Medan, Mei Leandha Kamis, 19 September 2013 | 23:08 WIB

Ilustrasi korupsi | Shutterstock
0
0

MEDAN, KOMPAS.com - Berkas kasus korupsi tahap kedua lima pejabat di PLN Pembangkit Sumatera Utara resmi dilimpahkan tim penyidik Tipikor Kejaksaan Agung ke penuntut umum Tipikor pada Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan. Kelima pejabat ini diduga melakukan korupsi pengadaan Flame Tube Gas Turbin (GT)-12 PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITBSU) Sektor Belawan Tahun Anggaran 2007 senilai Rp 23,9 miliar.

Penyerahan kelima tersangka dan barang bukti diterima Kajari Medan, Muhammad Yusuf di damping Kasi Pidsus, Jufri Nasution, Kamis (19/09/2013). Kelima pejabat PLN itu adalah General Manager PT PLN KITSBU Albert Pangaribuan, Manager Perencana Edward Silitonga, Manager Bidang Produksi Fahmi Rizal Lubis, Ketua Panitia Pengadaan Robert Manyuzar, dan Ketua Panitia Pemeriksa Mutu Barang Ferdinan Ritonga.

"Kelima tersangka sudah ditahan sejak 29 Mei lalu. Mereka akan menjadi tahanan Rutan Tanjung Gusta Medan," kata Muhammad Yusuf.

Menurutnya, kelima tersangka terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan GT12 di Belawan pada 2007. Dugaan korupsinya terletak pada ketidaksesuaian spesifikasi kontrak dalam pengadaan peralatan GT12 yang dikerjakan CV Sri Makmur, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 23,94 miliar.

Para tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3, Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. "Satu tersangka dikenakan pasal tambahan, yakni Pasal 9," kata Yusuf.

Dia menyatakan, kemungkinan akan ada tersangka baru karena Direktur CV Sri Makmur, Yuni berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sementara Kasipidsus menyatakan, temuan berawal di Tahun Anggaran (TA) 2007. Saat itu, PT PLN KITBSU melakukan pengadaan barang berupa flame tube DG 10530 merk Siemens, yakni dua set Gas Turbine (GT) senilai Rp 23,98 miliar. Dengan perincian, harga material Rp 21,8 miliar, plus PPn Rp 2,18 miliar.

Edward Silitonga selaku Manager Perencana membuat perencanaan pengadaan flame tube DG 10530 dan meneruskannya kepada Fahmi Rizal Lubis selaku Manager Bidang Produksi menyusun detail perencanaan tersebut. Setelah perencanaan disusun, ditunjuk panitia pengadaan barang/jasa yang diketuai Robert Manyuzar. Surat pengangkatan panitia barang/jasa di tandatangani Albert Pangaribuan selaku GM PLN KITSBU pada 2 Januari 2007.

Lalu, Rizal Manyuzar membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat dan ditandatangani Edward Silitonga. Dari hasil pelelangan, ditunjuk sebagai pemenang CV Sri Makmur. Albert Pangaribuan dan Yuni lalu menandatangani kontrak pada 7 Juni 2007 untuk melakukan pengadaan barang berupa flame tube DG 10530 merk Siemens sebanyak dua set seharga Rp 23,98 miliar. Ternyata terdapat perbedaan spesifikasi dengan flame tube existing di PLTGU Belawan.

Secara terpisah, Zunaidi Matondang selaku kuasa hukum Albert Pangaribuan dan Ferdinan Ritonga mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan komentar sebelum melihat langsung dakwaan jaksa penuntut umum.

http://regional.kompas.com/read/2013...campaign=Kknwp
Quote:Original Posted By DenBaguSingEdan
klo ini sih org medan udah pada tau gan, yg jadi masalahnya adalah bagaimana cara PLN mengatasi hal ini, contoh sederhana : apakah PLN gak bisa buat pengumuman yg dimuat disurat kabar tentang jadwal pemadaman ? misalnya : untuk area 1 yg meliputi desa A,B,C dan D listrik dipadamkan pada pukul 08.00 s/d 12.00, 16.00 s/d 20.00 dan 00.00 s/d 04.00 setiap harinya selama 6 bulan kedepan,.....jadinya orang2 yang mmasih pake pompa listrik untuk kebutuhan air bersihnya, gak susah sewaktu mau BERAK!!! tapi gak ada air karna listrik ggak nyala..


ane juga pernah berpikir seperti itu gan.
kira2 PLN pernah gak ya ?
Quote:Original Posted By kesepian311
Mungkin berita ini sudah agak lama, tapi ane rasa masih agak relevan di sajikan agar kita mengetahui kronologi krisis listrik yang terjadi di daerah sumatera. Selamat menyimak:

PLTA Asahan III Terganjal Izin, Sumut Terancam Krisis Listrik
Spoiler for reff:


Medan - Krisis listrik akan kembali menghantui provinsi Sumatera Utara jika pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III tertunda.

"Bisa saja kita sabar menunggu izin dari Gubernur dan tidak membangun PLTA ini sekarang, asalkan masyarakat Sumut bisa terima pada tahun 2013 -2014 Sumut akan alami krisis listrik lagi," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara, Kamis (13/5/2010).

Meskipun sejak 1,5 bulan lalu defisit listrik di Sumatera Utara sudah diatasi. Namun menurut Dahlan, jika tidak ada tambahan pasokan listrik dari pembangkit baru maka defisit akan kembali terjadi karena kebutuhan listrik di wilayah itu terus meningkat.

"Penderitaan baru selesai 1,5 bulan, Apa mau menderita seperti itu?" ujar dia.

Untuk itu, PLN akan segera membangun PLTA dengan ]kapasitas 2x78 Megawatt [/size]tersebut, meskipun belum memperoleh izin dari Gubernur Sumatera Utara.

Rencananya peletakan batu pertama pembangunan pembangkit tersebut akan dilaksanakan Jumat (14/5/2010) besok dan BUMN listrik tersebut akan segera membuka tender rekayasa, pengadaan dan kontruksi ( engineering procurement contruction/EPC) pada bulan Juni mendatang.

Dahlan juga berjanji akan memenuhi keinginan Gubernur Sumut agar listrik yang dihasilkan dari pembangkit tersebut dapat memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.

Dirut PLN 'kaget' swasta bangun Asahan III
Spoiler for reff:


MEDAN - Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, mengaku 'kaget' karena Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyerahkan izin lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III kepada perusahaan swasta.

Secara prosedural, katanya, PT PLN (Persero) telah mengajukan permohonan izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III sejak tahun 2004.

Setelah itu, PT PLN tetap mengajukan permohonan kembali karena belum ada jabawan dari Pemprovsu. Meski permohonan telah diajukan beberapa kali tetapi Pemprovsuetap tidak mengeluarkan izin lokasi pembangunan tersebut. "Tapi tiba-tiba ada izin lokasi untuk perusahaan lain," katanya, pagi ini.

Secara umum, katanya, PLN sangat siap untuk membangun PLTA Asahan III yang direncanakan mampu menghasilkan daya sekitar 180 MW itu. Kesiapan itu bukan hanya terkait dana, tetapi juga desain dan pola pembangunannya.

"Dananya sudah ada, desain gambar juga sudah ada, tinggal izin lokasi saja," katanya.

Diakui, pihaknya telah beberapa kali "merayu" Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, untuk mencabut izin lokasi yang diberikan kepada perusahaan swasta itu. "Sudah tiga kali saya bertemu pak Gubernur Sumut (Syamsul Arifin)," katanya.

Namun, katanya, Gubernur Sumut itu mengaku kesulitan untuk mencabut izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III tersebut. Memang, katanya, belum dicabutnya izin lokasi yang diberikan kepada pihak swasta itu belum memberikan efek yang berarti karena kondisi listrik di Sumut mulai teratasi.

Namun jika tidak dicabut segera, maka PLN harus menunggu tiga tahun lagi jika ingin membangun PLTA Asahan III tersebut.

Jika kondisi itu dibiarkan, maka pihaknya akan sulit menyiapkan pembangkit baru untuk mengatasi bertambahnya kebutuhan listrik di daerah itu.

"Kalau tiga tahun lagi terjadi krisis listrik, siapa yang akan disalahkan. Nanti masyarakat Sumut juga yang akan 'tersandera'," katanya.

Sebelumnya, dalam inspeksi mendadak ke PT PLN (Persero) Pembangkit Sumbagut di Sektor Belawan di Medan, Kamis (18/2) lalu, Gubernur Sumut, Syamsul Arifin, menyatakan, izin lokasi membangunan PLTA Asahan III telah diberikan kepada pihak swasta.

Pihak swasta yang telah mendapatkan izin itu adalah PT Badrajaya Swarna Utama (BSU) yang mengerjakan proyek pembangunan PLTA Asahan I.

Karena itu, pihaknya tidak mungkin membuat kebijakan ganda dengan mengeluarkan izin lokasi lagi kepada PT PLN untuk membangun PLTA Asahan III.

Jika pemerintah telah menetapkan PT PLN membangun proyek pembangkit listrik yang berada di Porsea, kabupaten Toba Samosir itu, pihaknya harus mencabut izin yang dimiliki PT BSU terlebih dulu.

Untuk melakukan hal itu, diperlukan langkah-langkah tertentu dan payung hukum agar kebijakan Pemprovsu tersebut tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. "Tidak bisa sembarangan saja mencabut izin itu," kata gubernur.

Editor: SATRIADI TANJUNG

Buat para kaskuser, mohon pola berpikirnya agak diubah ketika kita membaca satu berita. Jangan ketika ada suatu masalah langsung menyimpulkan langsung itu buruk, selidiki latar belakang terjadinya masalah tersebut jadi kita tidak akan salah dalam menyimpulkan masalah.

Untuk pembangunan Pembangkit listrik itu ga bisa instan, butuh waktu bertahun-tahun apalagi kaya berita di atas. Ijinnya malah diberikan sama swasta, akhirnya ya prediksi pak DI benar, Tahun 2013-2014 terjadi krisis listrik. Kalau dah gini siapa yang disalahin? emoticon-Embarrassment


gan lo orang pln ya...ngerti nggak arti 2 x 78 MW????
itu artinya ada 2 unit generator/pembangkit masing daya(P) maksimum nya 78MW...tp kok bs lo kasi link yg bilangg jd 180MW.....2 x 78 =156 MW..dan itu nggak mungkin bs sampe 180 MW..lo mw bilang klo yg salah itu Pemprov SUMUT dan warga sumut ya??dasar otak udang...d pln kan ada dana pemeliharaan..dan nggak pernah ada yg namanya pemeliharan memakan waktu 60 hari lbh..lo boleh cek di seluruh dunia...lo cm mw mengalihkan bahwa PLN itu bkn perusahaan sampah..lo tau kan pln itu seberapa korup?lo nggak perlu kpk,polri,jaksa untuk liat tu perusahaan korup..lo tinggal duduk manis d lokasi pembangkit...trus lo pake mata loemoticon-Mad (S)
moga pln bisa profesional deh mengatsi krisis listrik di sumut. wkkk
Yg salah ya pemerintah
yg salah karena gak dipulau jawa seh..
cb kalau dipulau jawa semua akan cepat..
Daerah luas gitu kok gak bangun PLTS aja.
Quote:Original Posted By boy3737
gan lo orang pln ya...ngerti nggak arti 2 x 78 MW????
itu artinya ada 2 unit generator/pembangkit masing daya(P) maksimum nya 78MW...tp kok bs lo kasi link yg bilangg jd 180MW.....2 x 78 =156 MW..dan itu nggak mungkin bs sampe 180 MW..lo mw bilang klo yg salah itu Pemprov SUMUT dan warga sumut ya??dasar otak udang...d pln kan ada dana pemeliharaan..dan nggak pernah ada yg namanya pemeliharan memakan waktu 60 hari lbh..lo boleh cek di seluruh dunia...lo cm mw mengalihkan bahwa PLN itu bkn perusahaan sampah..lo tau kan pln itu seberapa korup?lo nggak perlu kpk,polri,jaksa untuk liat tu perusahaan korup..lo tinggal duduk manis d lokasi pembangkit...trus lo pake mata loemoticon-Mad (S)


emoticon-Ngakak
ane gak...ngarti nie pada...ribut...solusinya kalo mati listrik beli aja genset...ane kira harga genset sdh gak mahal...lumayan...irit lagee...dr pada ada diatas ane bilang sdh kaga bisa berak lah macem..lah ...kita ngebacot gak ada manfaatnya kalau..listrik...mau mati...ya mati aja...kita.nikmati aja mas bro...

emoticon-Peace
kalo PLN tak mampu ....oper aja ke swasta ..
biar ganti namanya jadi PLS
bikin malu negara aja PLN itu
Quote:Original Posted By klags


emoticon-Ngakak
ane gak...ngarti nie pada...ribut...solusinya kalo mati listrik beli aja genset...ane kira harga genset sdh gak mahal...lumayan...irit lagee...dr pada ada diatas ane bilang sdh kaga bisa berak lah macem..lah ...kita ngebacot gak ada manfaatnya kalau..listrik...mau mati...ya mati aja...kita.nikmati aja mas bro...

emoticon-Peace


Genset itu butuh minyak biar nyala. Dan kalau semua warga make genset, ujung2nya minyak jd makin langka
Ga semua warga sanggup beli genset
Pemadaman bergilir, tp di lapangan berubah jadi pemadaman mendadak. Kalau dikasi jadwal terlebih dahulu kan enak, paling ngga udah siap2 matikan peralatan listrik sebelum pemadaman supaya elektronik ga rusak
Quote:Original Posted By DenBaguSingEdan
klo ini sih org medan udah pada tau gan, yg jadi masalahnya adalah bagaimana cara PLN mengatasi hal ini, contoh sederhana : apakah PLN gak bisa buat pengumuman yg dimuat disurat kabar tentang jadwal pemadaman ? misalnya : untuk area 1 yg meliputi desa A,B,C dan D listrik dipadamkan pada pukul 08.00 s/d 12.00, 16.00 s/d 20.00 dan 00.00 s/d 04.00 setiap harinya selama 6 bulan kedepan,.....jadinya orang2 yang mmasih pake pompa listrik untuk kebutuhan air bersihnya, gak susah sewaktu mau BERAK!!! tapi gak ada air karna listrik ggak nyala..

pemadaman listik selama ini kan selalu seenak pantat mereka...
perkara kerjan orang yg ga selesai, perangkat elektronik yg rusak mereka ga mikir emoticon-Nohope


Quote:Original Posted By klags


emoticon-Ngakak
ane gak...ngarti nie pada...ribut...solusinya kalo mati listrik beli aja genset...ane kira harga genset sdh gak mahal...lumayan...irit lagee...dr pada ada diatas ane bilang sdh kaga bisa berak lah macem..lah ...kita ngebacot gak ada manfaatnya kalau..listrik...mau mati...ya mati aja...kita.nikmati aja mas bro...

emoticon-Peace


mental kaum terjajah emoticon-Busa:
cukup 1/4 warga negara kek kau Indonesia balik ke zaman penjajahan emoticon-Tai:
emoticon-Ngakak
pakai genset saja gan, saya jual kok emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By kesepian311


Kalau dah pada tau knp ga diprotes gubernurnya yg dulu ya ? Malah ngerusak kantor PLN. Miris ane liatnya, selalu yg jdi kambing hitam PLN. Padahal kebijakan yg salah dri pimpinan daerah emoticon-Embarrassment


pertamax >>>>>> gubernurnya sudah GGOOOLLLLLLLLL.....di Suka Miskin Jabar sana.......wakil gubernur ????.....jangan diharap...klo ditanya 1 x 1 berapa pak wagub ???...jawabnya...nanti coba kita bicarakan dahulu ..kita cari jawaban yang lebih baik dan memuaskan semua pihak..apakah tetap 1 atau mau jadi 5..jawabannya tidak bisa sekarang...sudah ya..saya kebetulan ada acara ini......emoticon-Mad (S)

keduax >>>>>>>jawaban plin-plan dari petinggi PLN..itu yang buat waraga medan jadi muak mendengarnya....bulan Juni lalu dikatakan bahwa akan terjadi pemadaman dikarenakan pemeliharaan pembangkit untuk menghadapi bulan puasa...agar bulan puasa tidak ada pemadaman....fakta dilapangan..puasa tetap aja mati......

ketigax >>>>>>> SCHEDULE !!!...semua orang yang ingin dianggap profesional, tentu mempunyai schedule untuk pekerjaannya...dalam kasus ini..warga sudah mengerti bahwa pembangkit rusak dan solusinya adalah pemadaman listrik...tapi......warga ingin diberikan kejelasan tentang schedule pemadaman...gw rasa gak susah jika GM PLN Sumbagut memberikan instruksi kepada semua Kepala Pimpinan Ranting PLN di semua area untuk membuatkan schedule pemadaman , gak usah dibagi / rumah..cukup ditempelkan saja di kantor ranting PLN area tersebut atau di minimarket, kantor lurah...buat saja seperti halnya pembagian jadwal shift kerja atau piket petugasnya....mis: area 5 meliputi jl. jempol, jl kelingking, jl. telunjuk pemadaman dilakukan pada pukul 08.00 s/d 12.00, 16.00 s/d 20.00 dan 00.00 s/d 04.00 setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at, khusus hari Minggu diadakan pemadaman 1 x 24 jam, karena petugas PLN banyak yg pergi kondangan....(contohnya)......jadi warga mengerti kapan gilirannya mendapatkan pemadaman, minimal untuk mengurangi resiko kerusakan peralatan elektronik , .......gw rasa gak susah dan gak perlu keluar biaya banyak apalagi ditenderkan klo hanya untuk buat schedule pemadaman....
gan, izin PLTA asahan 3 sudah diberikan, tetapi terganjal kasus korupsi yang dilakukan oknum PLN sendiri

http://id.berita.yahoo.com/proyek-pl...184929025.html

selengkapnya baca trit ane di http://www.kaskus.co.id/thread/523af...it-pln-sumut/1
birokrasi berbelit dan tarik tarikan kepentingan mengorbankan masyarakat nih.emoticon-Embarrassment