alexa-tracking

[Diskusi] Skuadron heavy fighter ke-2 nanti sebaiknya pakai apa?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5239792b19cb17af39000007/diskusi-skuadron-heavy-fighter-ke-2-nanti-sebaiknya-pakai-apa
[Diskusi] Skuadron heavy fighter ke-2 nanti sebaiknya pakai apa?
Kita tahu bahwa Indonesia akan memiliki satu skuadron Flanker tahun depan. Skuadron ini terdiri dari 4 varian Flanker, tapi sebagian besar adalah Su-30 MK2. (OOT: kapan Su-27 SK dan Su-30 MK mau diupgrade? Oi, KASAU, gimana nih ceritanya.)

Kita juga tahu bahwa TNI-AU masih ingin menambah satu skuadron Flanker baru. Bisa lebih, tapi untuk saat ini kita fokus saja ke satu skuadron dulu. Nah, ini isinya sebaiknya apa? Ini tidak harus Flanker. Kalau ikut konsep TNI-AU yang pakai hi-lo, bisa saja skuadron baru ini tidak memakai Flanker tapi memakai pespur lain yang setara atau bahkan lebih baik daripada Su-30 MK2 kita yang sekarang.

Kemungkinan besar skuadron baru ini bakal beli baru. Isu beli Flanker bekas India yang sekarang di Belarusia tidak ada ujung-kabarnya dan memang menurut saya tidak perlu. Lalu, setahu saya, Sukhoi sudah tidak lagi memproduksi Su-27, jadi kita bisa sisihkan Su-27 SKM baru atau KN dll dsb yang depannya masih pakai kode Su-27.

Dari yang saya lihat, secara garis besar opsi kita ada 4.

1. Ganti haluan dan ambil pespur baru. Ini bisa F-15 SA atau SE. Atau F-18 E/F. Sebenarnya pun tidak harus heavy fighter. Rafale walaupun dari segi berat termasuk medium, tapi dari segi kemampuan bisa mengimbangi dan bahkan di beberapa segi melebihi Su-30 MK2. Tapi dari segi logistik, ambil pesawat jenis baru cukup repot. Lalu harga juga cenderung lebih mahal.

2. Ambil Su-35 S (alias Su-35 BM). Ini sangat menjanjikan, tapi ada juga kekurangannya. Radar Su-35 BM masih pakai PESA. Rusia menganggap Su-35 S tidak perlu AESA. Lalu keunggulan utama Su-35 katanya ada di super-maneuverability, tapi kita memakai heavy fighter setahu saya karena ingin jarak-jangkau dan kemampuan strike, bukan untuk dogfight dan intercept. Bukannya Su-35 S tidak bisa, tapi kalau dibebani drop tank dan senjata 9 ton, praktis kemampuan manuvernya hilang. Apa lalu Su-35 bakal ekonomis kalau kemampuan utamanya tidak terpakai? Faktor lain yang membuat khawatir adalah kesediaan jangka panjang. Su-35 sudah berulang-kali ditawarkan untuk ekspor tapi tidak ada yang beli. Di Rusia sendiri Su-35 fungsinya hanya sebagai stopgap sehingga tidak ada kekosongan selama menunggu PAK-FA selesai. Mereka katanya cuma akan membeli 48 unit. Khawatirnya, jika pasar untuk Su-35 ternyata sedikit, maka harga satuannya dan sucadnya jadi mahal.

3. Kejar network-centric dan pesan Su-30 MKI atau MKM atau SM. Sedikit penjelasan. Dulu Cina beli versi MKK. India lalu pesan MKI yang basisnya adalah MKK tapi sudah ditambahi ini-itu. MK2 sendiri juga MKK yang beberapa komponennya diganti. Lalu Malaysia beli MKM, yang dasarnya adalah MKI tapi beberapa komponennya diganti (konon karena Malaysia tidak mau memakai komponen asal Israel). MKI sendiri masih terus ditingkatkan sedikit-sedikit, lalu AU Rusia beli versi SM, yang basisnya adalah MKI tapi mesinnya dikasih thrust-vectoring lalu komponennya kembali ke barang Rusia lagi. Maksud saya di sini bukan beli plek sesuai standar, tapi pesan Flanker yang dimodif dengan komponen tertentu. Yang terpikir saat ini adalah datalink yang kompatibel atau bisa dibuat kompatibel dengan alutsista asal Barat kita. Lalu radar AESA. Kemungkinan lain, tergantung anggaran, adalah penggunaan komposit dan lalu thrust vectoring.

4.Ambil MK2 lagi. Dari segi biaya ini paling ekonomis, tapi saya khawatir bahwa dari segi kemampuan ini mulai tertinggal. Tahun 2020 nanti F-35 bakal mulai operasional, lalu ada Su-35, J-15, dan beberapa pesawat lain. Bahkan untuk Su-30 sendiri pun varian MKI masih diupgrade. Su-30 MK2 juga belum diintegrasikan ke sistem non-Rusia, sehingga kalau kita mau mulai pakai konsep network-centric, Su-30 MK2 sulit mengikuti. Kalau kita ambil opsi ini, diharapkan pada saat yang sama pengadaan pespur untuk mengisi posisi lo benar-benar dikejar dan lalu di skuadron ke-3-nya bisa loncat ke pespur generasi 5.

Saya pribadi cenderung ke opsi 3. Ini karena dalam pemikiran saya, TNI AU itu harusnya mulai memprioritaskan integrasi sistem intra-matra dan antar matra lebih dari sekadar mengejar jumlah maupun kualitas pespur. Jadi harus diusahakan agar semua alutsista TNI-AU bisa tersambung dalam satu jaringan data dan lalu bisa menyambung dengan alutsista AL dan AD membentuk jaringan yang lebih besar lagi. Kalau kita beli varian MKM (atau MKI atau SM atau entah apa nama baru untuk versi Indonesia) dan minta agar datalinknya kompatibel dengan pespur kita yang lain dan radarnya AESA, ini bisa jadi langkah awal.

Buat yang ngejar postingan, mau one-liner, atau cuma mau +1, tolong jangan. Banyak subforum lain selain formil yang bisa anda pakai. Tapi kalau sungguhan punya pendapat, mohon masukannya.

EDIT: wah, lupa. Kalau ada yang bisa ngasih perkiraan harga paket komplit untuk masing-masing opsi, tolong ya.
SU 35 BM kalo gak sekalian pakFA lebih gahar tapi ya harus sama rudalnya sekalian






WANI PIRO??
tugasnya buat apa? supaya jumlah serang darat sebanyak A-4 lg?
27SKM sama 30MK2/MK3 aja lagi
Quote:


Mmmh....mau nanya ada link kita mau beli fighter lagi???kalo untuk tahun depan, kayaaknya agak susah beli fighter lagi karena akan ada pemilu plus biasanya nga akan ada pembelian yg strategis....gue malah nunggu siapa pemenang pemilu besok..akan kah demokrat....pdip...golkar....yang gue kuatirkan kalo pdip menang arah pembelian alutsista akan berubah drastis secara menhannya pasti si Tb....heheheheh..
Quote:


PAK FA dijual aja belon [Diskusi] Skuadron heavy fighter ke-2 nanti sebaiknya pakai apa?
Kalau ambil opsi ke 3 saya rasa tepat.Dimana hal ini perlu untuk mengerucutkan jenis pesawat.Jd Sukhoi series utk air superiority & maritime strike,F-16 Block 32+ utk multirole dan backbone dari TNI AU(interceptor,routine patrol,CAS(kedepannya mgkn bisa diganti Rafale in case KFX gatot)),Tucano & UCAV utk land border patrol n COIN,T-50 latih lanjut dst.Cuma apakah kedepannya bisa diintegrasikan sama PKR (dimana AL sendiri sudah punya rencana yg bagus dgn pengadaan PKR yg bs saling terhubung satu sama lain kedepannya tinggal melanjutkan pengadaannya utk mengganti frigat dan korvet yg harus decomission)?Dan perlu juga dipikirkan kedepannya kalau kita sudah punya AWACS akankah Su cukup fleksibel utk disesuaikan sistemnya sehingga bs terhubung sama AWACS tsb non komcot?
Lebih baik mesen su-30 aja 2 sku. Ini biar nambah jumlah armada flanker kita ynag nggak cukup sm skali buat ngejaga wilayah udara yng ngebentang panjangnya hampir menyamai dr london ke istanbul. Lagian, menurut ane tahun 2020 su-30 masih lumayan mumpuni untuk ngejaga wilayah udara kita.

Hbs kalo misalnya mau nambah jenis (eg. F-15) heavy fighter lagi, malah tambah ribet lagi pelatihannya etc. dsb.
Quote:


jadi pesawat tempur aja belom, masih experimental emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

btw trit ini diskriminasi buat sales gripen
Mnrt sy kalo tetap mengarah ke Flanker family, mending SU-35BM saja.
The best of all Flanker series
setuju sama agan malopetaka

ai kira TS kurang memperhitungkan masalah keberadaan awacs sebagai mata di udara. bila hanya mengandalkan dependent radar, bukan gak mungkin pespur kita udah ditembak duluan pake rudal-rudal dengan kemampuan BVR kalo terjadi air fight.

perlu di ingat 3 negara tetangga (australia, singapore dan thailand) sudah mengoperasikan pesawat sejenis awacs ini. kalau-kalau terjadi perang dengan ketiga negara diatas, siap-siap aja dadah bye bye sama sukhoi andalan kita.
deal opsi 3

klo ai mungkin mengnginkan heavy skd 2 ini full sebagai maritime strike force..sekalian nutupin kekurangan kapal kombatan kita yg kurang memadai...
su 35.......emoticon-Cendol (S)
Sekarang kan komposisi sukhoi kita 11 Su-30MK/MK2 dan 5 Su-27SK/SKM ... cmiiw.
Kalau boleh memilih skenario, lebih baik menggenapkan Su-30MK/MK2 menjadi 1 skadron dg menambah 5 Su-30MK2 sambil mengupgrade variant MK yg ada menjadi MK2. Jadi ada 1 sku (16 pespur) Su-30MK2, yg punya role utama strike/maritime strike.

Selain itu, tambah 11 unit Su-27SKM atau syukur2 yg setara dg Su-27SM3-nya AU Russia untuk menggenapi 5 unit Su-27SK/SKM menjadi 1 skadron (16 pespur) dan mengupgrade Su-27SK menjadi standar SKM (atau SM3). Rolenya seperti di AU Russia, sebagai air superiority.

Lebih baik kita punya 1 full sku Su-30MK2 dan 1 full sku Su-27SKM ketimbang memelihara sku gado2/composite Su-27SK/SKM+Su-30MK/MK2.
Kok pada ngeyel sih cluenya 18 unit, barang yang direject Vietnam dilirik Ethiopia tapi dengan track reccord Kickback Strong dan cara berbisnis pejabat TNI AU dan Tri Marga barang ini kemungkinan besar nyampe ke Indonesia kok ..................... emoticon-Ngacir
- Hitung2an harga Su-30, Su-35, F-15, F-18 (dan berbagai varian masing2) gimana? Baik ongkos pengadaan dan operasional. Realistis aja, ujung2nya pasti wani piro..

- Kalau mau opsi 3, yang mau diganti apa aja + apa pasti bisa di pasang di Su nya? Dan.. jreng2.. harganya jadi berapa?
Opsi ke 3 keliatannya cukup menjanjikan klo mmg india sdh membuktikan system pada flanker bisa terinetgrasi dgn system barat.

Tp sebaliknya mesti diliat dulu, sbnrnya urgensi dr heavy fighter yg dikejar au ini spt apa? Apakah sebuah armada long range air superiority fighter? Ato armada long range maritim strike? Krn kelihatannya 2 ini nyaris sama2 mendesak keperluannya utks saat ini.
Melihat dr potensi ancaman, say memanasnya situasi di LCS blakangan dan juga provokasi di sekitaran ambalat ya jelas bth maritim strike units.
Ato mengingat kita negara asia tenggara yg justru memiliki AU air power yg not so great dibanding tetangga2 mungil sehingga kita mesti keep up dgn mrk ya jelas artinya bth. Heavy air superiority fighter yg fokus di AA combat.
Ya skr mau prioritas tinggal liat aja maunya kmana dulu?
Quote:


jangan harap TNI langsung main kejar program integrasi, yang dikejar sekarang jumlah platform kok emoticon-Big Grin
gan tonnyc, maaf nubi mohon pencerahan, jika berkenan mohon penjelasannya sama arti/perbedaan spec. dari huruf belakang sukhoi kayak MKM MKI MKK MK2,

terimakasih gan
Quote:


jadi ndak sih Su-30KI dijual ke ethiopia emoticon-Bingung (S)

lumayan bisa diupgret kalo ntar sudah lengkap skuadronnya
Quote:


Gak tanya Su 27S aka Su 30 KI ........... emoticon-Ngacir