alexa-tracking

Sistem Penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 berlaku per 1 januari Tahun 2014 & jamsos

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5236897dbccb17606e000003/sistem-penomoran-bukti-potong-pph-pasal-21-berlaku-per-1-januari-tahun-2014-amp-jamsos
Sistem Penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 berlaku per 1 januari Tahun 2014 & jamsos
penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 diseragamkan dengan format : 1.1–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A1 1.2–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A2 1.3–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Tidak Final ( formulir 1721 – VI ) 1.4–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Final ( formulir 1721 – VII ) mm : masa pajak yy : 2 digit terakhir dari tahun pajak xxxxxxx : nomor urut Nomor urut berlanjut selama 1 tahun pajak. Nomor urut kembali ke 0000001 di tahun berikutnya. Incoming search terms: form spt pph21 1721,format excel bukti potong pph pasal 4 ayat 2,formulir pajak 1721 a1 2013

Sistem Penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 Tahun 2014
Mulai tanggal 1 Januari 2014, penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 diseragamkan dengan format :
1.1–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A1
1.2–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A2
1.3–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Tidak Final ( formulir 1721 – VI )
1.4–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Final ( formulir 1721 – VII )
mm : masa pajak
yy : 2 digit terakhir dari tahun pajak
xxxxxxx : nomor urut
Nomor urut berlanjut selama 1 tahun pajak. Nomor urut kembali ke 0000001 di tahun berikutnya.
Incoming search terms:form spt pph21 1721,format excel bukti potong pph pasal 4 ayat 2,formulir pajak 1721 a1 2013 direktorat jenderal pajak,pasal pasal ip address,pasal ppn
Tarif-Tarif Dalam Program Jamsostek
JAMINAN HARI TUA
Definisi Program JHTProgram Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.
Iuran Program Jaminan Hari Tua :

Ditanggung Perusahaan = 3,7%
Ditanggung Tenaga Kerja = 2 %

JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN
JPK adalah salah satu program Jamsostek yang membantu tenaga kerja dan keluarganya mengatasi masalah kesehatan. Mulai dari pencegahan, pelayanan di klinik kesehatan, rumah sakit, kebutuhan alat bantu peningkatan pengetahuan, dan pengobatan, secara efektif dan efisien. Setiap tenaga kerja yang telah mengikuti program JPK akan diberikan KPK ( Kartu Pemeliharaan Kesehatan ) sebagai bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Iuran JPK dibayar oleh perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut:

3% dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja lajang.
6% dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja berkeluarga.

JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK)
Pengertian
Kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat kerja merupakan resiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya. Untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh adanya resiko – resiko sosial seperti kematian atau cacat karena kecelakaan kerja baik fisik maupun mental, maka diperlukan adanya jaminan kecelakaan kerja. Kesehatan dan keselamatan tenaga kerja merupakan tanggung jawab pengusaha sehingga pengusaha memiliki kewajiban untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja yang berkisar antara 0,24% s/d 1,74% sesuai kelompok jenis usaha.
Manfaat
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja. Iuran untuk program JKK ini sepenuhnya dibayarkan oleh perusahaan. Perincian besarnya iuran berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana tercantum pada iuran.
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja

Kelompok I : 0.24 % dari upah sebulan;
Kelompok II : 0.54 % dari upah sebulan;
Kelompok III : 0.89 % dari upah sebulan;
Kelompok IV : 1.27 % dari upah sebulan;
Kelompok V : 1.74 % dari upah sebulan;

JAMINAN KEMATIAN (JKM)
Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris tenaga kerja yang menjadi peserta Jamsostek yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Jaminan Kematian diperlukan sebagai upaya meringankan beban keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang. Pengusaha wajib menanggung iuran Program Jaminan Kematian sebesar 0,3 % dengan jaminan kematian yang diberikan adalah Rp 12 Juta terdiri dari Rp 10 juta santunan kematian dan Rp 2 juta biaya pemakaman* dan santunan berkala.
*) sesuai dengan PP Nomor 76 Tahun 2007*) sesuai dengan PP Nomor 76 Tahun 2007
Thanks atas informasinya.

_______________
Software payroll indonesia
Quote:Original Posted By soln8457
penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 diseragamkan dengan format : 1.1–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A1 1.2–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A2 1.3–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Tidak Final ( formulir 1721 – VI ) 1.4–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Final ( formulir 1721 – VII ) mm : masa pajak yy : 2 digit terakhir dari tahun pajak xxxxxxx : nomor urut Nomor urut berlanjut selama 1 tahun pajak. Nomor urut kembali ke 0000001 di tahun berikutnya. Incoming search terms: form spt pph21 1721,format excel bukti potong pph pasal 4 ayat 2,formulir pajak 1721 a1 2013

Sistem Penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 Tahun 2014
Mulai tanggal 1 Januari 2014, penomoran Bukti Potong PPh Pasal 21 diseragamkan dengan format :
1.1–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A1
1.2–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong 1721-A2
1.3–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Tidak Final ( formulir 1721 – VI )
1.4–mm.yy–xxxxxxx untuk Bukti Potong PPh Pasal 21/26 Final ( formulir 1721 – VII )
mm : masa pajak
yy : 2 digit terakhir dari tahun pajak
xxxxxxx : nomor urut
Nomor urut berlanjut selama 1 tahun pajak. Nomor urut kembali ke 0000001 di tahun berikutnya.
Incoming search terms:form spt pph21 1721,format excel bukti potong pph pasal 4 ayat 2,formulir pajak 1721 a1 2013 direktorat jenderal pajak,pasal pasal ip address,pasal ppn
Tarif-Tarif Dalam Program Jamsostek
JAMINAN HARI TUA
Definisi Program JHTProgram Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.
Iuran Program Jaminan Hari Tua :

Ditanggung Perusahaan = 3,7%
Ditanggung Tenaga Kerja = 2 %

JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN
JPK adalah salah satu program Jamsostek yang membantu tenaga kerja dan keluarganya mengatasi masalah kesehatan. Mulai dari pencegahan, pelayanan di klinik kesehatan, rumah sakit, kebutuhan alat bantu peningkatan pengetahuan, dan pengobatan, secara efektif dan efisien. Setiap tenaga kerja yang telah mengikuti program JPK akan diberikan KPK ( Kartu Pemeliharaan Kesehatan ) sebagai bukti diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Iuran JPK dibayar oleh perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut:

3% dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja lajang.
6% dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja berkeluarga.

JAMINAN KECELAKAAN KERJA (JKK)
Pengertian
Kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat kerja merupakan resiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya. Untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh adanya resiko – resiko sosial seperti kematian atau cacat karena kecelakaan kerja baik fisik maupun mental, maka diperlukan adanya jaminan kecelakaan kerja. Kesehatan dan keselamatan tenaga kerja merupakan tanggung jawab pengusaha sehingga pengusaha memiliki kewajiban untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja yang berkisar antara 0,24% s/d 1,74% sesuai kelompok jenis usaha.
Manfaat
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja. Iuran untuk program JKK ini sepenuhnya dibayarkan oleh perusahaan. Perincian besarnya iuran berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana tercantum pada iuran.
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja

Kelompok I : 0.24 % dari upah sebulan;
Kelompok II : 0.54 % dari upah sebulan;
Kelompok III : 0.89 % dari upah sebulan;
Kelompok IV : 1.27 % dari upah sebulan;
Kelompok V : 1.74 % dari upah sebulan;

JAMINAN KEMATIAN (JKM)
Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris tenaga kerja yang menjadi peserta Jamsostek yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Jaminan Kematian diperlukan sebagai upaya meringankan beban keluarga baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan berupa uang. Pengusaha wajib menanggung iuran Program Jaminan Kematian sebesar 0,3 % dengan jaminan kematian yang diberikan adalah Rp 12 Juta terdiri dari Rp 10 juta santunan kematian dan Rp 2 juta biaya pemakaman* dan santunan berkala.
*) sesuai dengan PP Nomor 76 Tahun 2007*) sesuai dengan PP Nomor 76 Tahun 2007


terima kasih banyak infonya gan....
emoticon-Cendol Gan

salam:
https://cmaconsultancynservices.wordpress.com/