alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52289becbccb17127e00000f/sstt-ini-pembicaraan-dahlan-iskan-dengan-pejabat-boeing-di-as
Sstt.. Ini Pembicaraan Dahlan Iskan dengan Pejabat Boeing di AS
Spoiler for reff:


Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan kunjungan ke pabrik Boeing di Seattle, AS. Setelah meninjau pabrik pembuatan pesawat Boeing, Dahlan sempat berdiskusi dengan para pejabat Boeing. Apa isinya?

Dahlan bercerita mengenai persoalan bandara di tanah air. Mantan Dirut PLN ini bertanya kepada Boeing, perihal penggunaan pesawat yang besar namun irit dan ekonomis.

"Saya mendiskusikan tentang bandara-bandara utama Indonesia dengan jajaran pimpinan Boeing. Saya mengemukakan persoalan apakah ada pesawat yang lebih besar dari Boeing 737 tapi masih ekonomis untuk jarak tempuh pendek antara 1 sampai 2 jam penerbangan," papar Dahlan dalam keterangannya seperti dikutip detikFinance, Kamis (5/9/2013).

Sebagaimana diketahui, Dahlan menjelaskan bandara-bandara di Indonesia didominasi pesawat Boeing 737. Jenis itulah pesawat yang ekonomis untuk jarak pendek.

Misalnya saja, Dahlan mengatakan untuk jurusan Jakarta-Surabaya yang kini mencapai 40 kali sehari. Kemudian, Jakarta-Medan 30 kali sehari, Jakarta-Makassar 20 kali sehari, Jakarta-singapura 20 kali sehari.

"Akibatnya bandara seperti Jakarta sangat padat. Bahkan di waktu pagi dan sore antre mendapatkan landasan untuk terbang bisa setengah jam," kata Dahlan.

Kalau jurusan-jurusan padat tersebut bisa menggunakan pesawat lebih besar dari 737, Dahlan menambahkan frekuensinya bisa dikurangi tanpa menurunkan kapasitas angkut.

"Saya juga mengemukakan mengapa untuk jarak kurang dari 1,5 jam dari Singapura ke Jakarta, Singapore Airlines berani menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 777, yang kelihatannya melawan teori pesawat itu hanya baik untuk jarak jauh," tambahnya.

"Saya juga mengajukan persoalan besarnya penambahan pesawat jenis 737 dalam lima tahun ke depan yang berarti akan terjadi peningkatan kongesti di bandara. Sedang untuk membangun bandara baru di kota besar memerlukan biaya besar yang akhirnya menyedot biaya yang mestinya untuk membangun daerah-daerah yang tertinggal," imbuh Dahlan.

Menanggapi persoalan itu, Dahlan lebih jauh bercerita, para pimpinan Boeing melihat bahwa kelihatannya ini memang khas Indonesia. Negara besar, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi berpulau-pulau.

"Belum ada solusi yang tepat, tapi Boeing sedang membuat Boeing 787 yang lebih kecil dari 777 tapi lebih besar dari 737. Seluruh badannya tidak lagi terbuat dari logam namun dari komposit. Sekarang sudah diproduksi 787 seri 8, tapi prototype seri 9-nya juga sudah jadi dan siap diproduksi," paparnya.

"Kelihatannya 787 bisa jadi jalan keluarnya," ujar Senior Vice President Global Sales Commercial Airplanes Boeing John Wojick seperti diceritakan Dahlan.

Di Boeing Dahlan juga diajak meninjau pembuatan pesawat Boeing 777 seri 300 pesanan Garuda Indonesia. Pesawat 777 yang ketiga itu sudah hampir jadi.

"Mesin dan keseluruhan body sudah siap. Saat ini lagi pemasangan kursi-kursinya. Saya dipersilakan naik dan masuk ke dalam pesawat yang masih banyak pekerja yang memasang kursi. Pesawat ini akan dikirim ke Jakarta akhir bulan depan. Garuda membeli 10 pesawat jenis ini, dua sudah beroperasi untuk jurusan Jeddah," tuturnya.

(dru/dnl)

Pemikiran beliau memang jauh ke depan gan... emoticon-Smilie Beliau memikirkan nasib daerah-daerah tertinggal juga. Dari pada duitnya buat bangun bandara baru di kota besar yang akan memakan biasa besaarrrrr ya mending duit digunain buat daerah lain agar terjadi pemerataan. Gimana menurut agan/sista?

Ada yang nanggepin kenapa ga bikin pabrik utk buat ndiri? Lah kan memang udah ada. Tuh PT DI: Nih ane lengkapin beritanya deh biar tau:

Di Mekkah, Dahlan Iskan Bantu PTDI Dapatkan Utangan Rp 30 Triliun

Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membantu PT Dirgantara Indonesia (Persero) memperoleh kucuran kredit ekspor dari Islamic Development Bank (IDB). IDB menyediakan fasilitas pinjaman senilai Rp 30 triliun atau setara US$ 3,3 miliar selama 3 tahun kepada BUMN pembuat pesawat ini.

"Selama tiga tahun ke depan IDB menyediakan fasilitas pendanaan sampai Rp 30 triliun (3,3 miliar dolar). IDB juga segera membuka kantor di Jakarta akhir tahun ini. Selama ini untuk Asia Tenggara IDB berkantor di Kuala Lumpur," ucap Dahlan seperti disampaikan Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi kepada detikFinance, Selasa (6/8/2013).

Komitmen pemberian pinjaman dari IDB ini diperoleh, saat Dahlan bertemu langsung dengan Presiden IDB, Dr Ahmed Mohammed Ali dan pimpinan IDB devisi Asia Selatan dan Tenggara Dr Ahmed Saleh Hariri di Clock Tower depan Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

"Dalam pembicaraan itu saya minta dukungan agar IDB bisa mendukung ekspor pesawat-pesawat produksi PT DI Bandung melalui fasilitas kredit ekspor IDB," terangnya.

Pemberian fasilitas kredit ekspor ini nantinya sangat mendukung aksi korporasi PTDI dalam memasarkan dan menjual pesawatnya ke berbagai negara di Asia dan Afrika.

"Saya menjelaskan PTDI sedang menawarkan pesawat untuk Bangladesh dan ke beberapa negara Afrika. Dan IDB tertarik untuk memberikan fasilitas kredit ekspor bagi Bangladesh. Saya juga ditanya negara mana saja yang sudah menyatakan minatnya tapi terhalang masalah pembiayaan. Saya sudah sampaikan negara-negara dimaksud termasuk Filipina," jelasnya.

Disebutkan Dahlan, ternyata petinggi IDB ini telah mengetahui kehebatan PTDI sejak lama khususnya saat masih dipimpin BJ Habibie.

"Dr Ahmed mengatakan mengenal baik industri pesawat Indonesia karena pernah diajak Prof Habibie ke Bandung di awal tahun 1990-an. Dia berharap apa yang saya inginkan tersebut bisa dilakukan oleh IDB. Dr Ahmed menyatakan kegembiraannya mendengar paparan saya bahwa kini PT DI memperoleh kemajuan besar dan untuk pertama kalinya tidak lagi rugi," tambahnya.

Di depan Dahlan, Dr Ahmed menjelaskan IDB sudah berkembang pesat. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir selalu memperoleh rating tertinggi AAA. "Dia berharap bisa menjalin kerjasama dengan BUMN Indonesia untuk mengembangkan perekonomian Indonesia," sebutnya.

Dahlan sendiri bersama rombongan petinggi BUMN melakukan umroh dan kunjungan kerja ke proyek-proyek yang dikerjakan BUMN karya Indonesia di Arab Saudi. Selain itu Dahlan bertemu dengan petinggi Bin Laden Group dan IDB.

(feb/dru)


dahlan memang berasal dari keluarga sederhana,jadi pemikiran beliau memang mngutamakan kesejahteraan....ya mirip2 sama jokowi deh emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By miss..beeanca90
dahlan memang berasal dari keluarga sederhana,jadi pemikiran beliau memang mngutamakan kesejahteraan....ya mirip2 sama jokowi deh emoticon-Big Grin




resepnya sist???
Quote:Original Posted By miss..beeanca90
dahlan memang berasal dari keluarga sederhana,jadi pemikiran beliau memang mngutamakan kesejahteraan....ya mirip2 sama jokowi deh emoticon-Big Grin


Dari tadi pertamax mulu sis di thread ane emoticon-Malu (S)
Ga takut kena ban lagi emoticon-Big Grin
knapa pak dahlan gan buat pabrik pesawat aja ya biar irit emoticon-Big Grin
Pemikiran orang yang berpikir bukan untuk dirinya sendiri memang lebih TOP 😁
pola konsumtif di indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan produktifnya gan.. ckckc,,
ane nggak tau gan,..... blom pernah naek pesawat terbang.... emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By 5505055
ane nggak tau gan,..... blom pernah naek pesawat terbang.... emoticon-Ngakak


Ke museum aja gan, kayanya ada di sana pesawat. Gratis kok naik doang kan emoticon-Big Grin
Pekiwan....
pak dahlan? salutt lahh cekatan orangnya
Quote:Original Posted By miss..beeanca90
dahlan memang berasal dari keluarga sederhana,jadi pemikiran beliau memang mngutamakan kesejahteraan....ya mirip2 sama jokowi deh emoticon-Big Grin


setubuh ma ente sis emoticon-Malu (S)

Quote:Original Posted By afterrangga


setubuh ma ente sis emoticon-Malu (S)



Anak orang kok disetubuhin gitu ma agan emoticon-Big Grin
Enak bener emoticon-Ngakak
Kalau bisikan membangun ane setuju...tp kl cm bikin masalah n lebay lg ....emoticon-Najis
×