alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5227f8f48027cfae25000000/mengenal-kesenian-ebeg
Mengenal kesenian Ebeg~
Ebeg

Quote:Ebeg' adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur) namun di wilayah Kecamatan Tambak (Wilayah Kabupaten Banyumas bagian selatan) lebih dikenal dengan nama "ebeg". Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga ubarampe (sesaji) yang mesti disediakan berupa : bunga-bungaan, pisang raja dan pisang mas, kelapa muda (dewegan),jajanan pasar,dll. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung,eling-eling,( crebonan), dan lain-lain. Yang unik, disaat pagelaran, saat trans (kerasukan/mendem) para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dhedek (katul), bara api, dll. sehingga menunjukkan kekuatannya Satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul dan cepet. Dalam pertunjukannya, ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe.

Quote:Namun, ebeg identik dengan aroma mistis, terlihat biasanya sang sesepuh membakar kemenyan menyediakan sesajen yang katanya diperuntukan penunggu tempat pagelaran ebeg tersebut, dengan membiarkan mahluk tak kasat mata menguasai tubuh sang penari, penari menari dengan mata melotot ke atas, tak berkedip sedikitpun, sesekali diberi kelapa utuh (digigit dibuka dan dimakan) dan parfum yang diminumkan ke penari, ebeg juga terkenal dengan kemampuan penarinya bisa memakan pecahan kaca, memecahkan lampu dengan kepalanya.

Quote:Sebelum menjadi penari ebeg pun ada syaratnya gan, yaitu, memiliki indang -Apa itu indang ?? Indang adalah Energi yang dapat merubah Pola pikir penari atau pemberi sugesti percaya diri untuk menari.
-Apakah indang itu setan ?? BUKAN !!!
Indang itu sebuah energi yang muncul dan timbul dari pikiran manusia itu sendiri ,,
jawaban dari googling tuh gan, tapi sepengetahuan saya, cara memiliki indang harus datang ketempat yang diakui keramat, indang pun memiliki jenis, "PUTIHAN" dan "IRENGAN" katanya putihan itu kalau kita sholat/beribadah ga ilang, bisa dikendalikan tapi kemampuanya sebatas menari dan melindungi empunya dari gangguan mahluk halus lain, sedangkan irengan kalau kita beribadah atau sholat akan hilang, kemampuanya masih bisa dikendalikan, kemampuanya bisa mengikuti emosi kita, dan bisa menjadi bodyguard(KATANYA) kalo kita dipukulin gitu kita ga sakit, si indang yang nahan, sampe kita bener-bener menang, nah pas udah istirahat baru kita rasain sakit-sakit itu gan.


Quote:*Ritual
yaa,, dari dulu memang permainan ini kental dengan budhaya mistis yang sudah membaur dan sulit untuk dihilangkan ,, sebelum dilakukan permainan ini seluruh anggota termasuk penari dibawa oleh sesepuh ke sebuah pemakaman orang besar yang dulu pernah hidup sebagai Tokoh atau panutan masyarakat.. Ritual ini pada dasarnya adalah meminta do'a restu dari Leluhur untuk meneruskan budhaya kita,. orang dulu menyebut ini dengan istilah mertamu dan mengirim do'a ke makam ( Ziarah ) atau orang jawa biasa meenyebut Sowan. namun seiring perkembangan jaman, ternyata pikiran2 tidak rasional ( yang sok tau ) menganggap bahwa datang ke makam datang dengan tujuan meminta agar tubuh mereka dapat dimasuki Roh / Setan .. Itu salah BESAR,

ini juga hasil googling, buat kebenaran juga belom tau, masih PRO dan KONTRA


Pertamax Habis