alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/521578e7f7ca175e74000000/penumpang-commuterline-anggap-pt-kai-hanya-sibuk-urusi-tiket-amp-abaikan-pelayanan
Penumpang CommuterLine anggap PT KAI hanya sibuk urusi tiket & abaikan pelayanan
JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana PT KAI Commuter Line memberlakukan tiket harian berjaminan (THB) belum dipahami sejumlah pengguna jasa kereta api di Bekasi.

Sebagian penumpang bahkan menilai, kebijakan itu mengada-ada dan hanya akan membuat penumpang KRL yang banyak menggunakan kartu single trip lebih repot.

"Kereta api itu kan angkutan umum, masak penumpang harus ngasih jaminan segala. Kayak orang mau ngutang di bank saja," keluh Abdul Wahab, warga Tambun, Kabupaten Bekasi.

Karyawan perusahaan swasta di Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, itu menilai, kebijakan baru tersebut malah bakal menambah repot para penumpang KRL Commuter Line.

Penumpang akan mengantre dua kali, yaitu saat mereka membeli tiket dari stasiun pemberangkatan, dan saat mereka menukarkan kartu THB dengan uang jaminan di stasiun tujuan.

"Kalau alasan banyak kartu yang hilang, kan tinggal diperketat saja pengawasan di pintu keluar masuknya penumpang. Ini (THB) malah bakal lebih ribet lagi ntar," imbuhnya.

Abu Elhaq, mahasiswa pascasarjana di sebuah perguruan tinggi di Bogor, juga mengeluhkan hal serupa. "Saya hanya 2-3 kali seminggu kuliah, makanya selama ini lebih sering pakai kartu single trip," tuturnya.

Saat ini, jika hendak pergi ke Bogor, Abu hanya perlu membayar Rp 5.000. Berangkat dari Stasiun Bekasi, dia harus transit dulu di Stasiun Manggarai. Dia biasanya turun di peron tiga, terus pindah jalur ke peron enam arah ke Bogor.

Dia menduga, jika kebijakan itu diterapkan, maka antrean penumpang KRL akan tambah panjang. "Antrean orang bakal panjang banget tuh. Sekarang aja kalau pagi orang antre udah berjubel. Ntar orang mau pulang juga antre lagi," keluhnya.

Baik Wahab maupun Abu menyayangkan, kebijakan yang diambil pengelola Commuter Line sering kali berubah. Namun, pelayanan kurang diperhatikan. Wahab mencontohkan, sejak kereta ekonomi dihapuskan, penumpang otomatis beralih ke KRL Commuter Line.

"Gerbong Commuter Line jadi bejubel, tapi beberapa kereta malah AC-nya mati. Padahal itu pintu gerbong tertutup rapat. Penumpang nggak berjubel saja, kalau pintu tertutup dan AC mati, di dalam jadi pengap," keluhnya.

Mereka berharap, pengelola KRL Commuter Line serius memperhatikan pelayanan kepada para penumpang. Selain memperbaiki fasilitas secara berkala, jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta juga penting untuk ditepati.

Kepala Stasiun Bekasi Hariyanto mengatakan bahwa sosialisasi penerapan tiket harian berjamin itu sudah dilakukan sejak dua hari lalu dengan menempelkan spanduk serta diberitakan melalui pengeras suara.

"Wajar saja, kalau ada kebijakan baru, pasti banyak keluhan. Tapi kalau sudah jalan, biasanya aman-aman saja," tuturnya.

Secara garis besar, kata dia, kebijakan THB itu ditargetkan untuk menyasar pengguna kartu single trip yang jumlahnya 18.000-an orang per hari.

Dia mengakui, bakal banyak pertanyaan dari para calon penumpang saat kebijakan itu resmi diberlakukan, Kamis (22/8/2013) besok.

"Paling nggak harus ada posko. Kalau nggak, bisa babak belur. Apalagi ini mengubah tradisi. Penggunaannya tinggal ditempel, bukan dimasukkan seperti kartu single trip. Nanti solusinya, lubang kartu akan ditutup lagi," ujarnya.

Untuk THB sebagai ganti tiket single trip, penumpang dibebani tiket dengan harga yang dilebihi Rp 5.000 sebagai jaminan.

Menurutnya, penumpang tak perlu langsung menukar kartu THB dengan uang jaminan begitu sampai di stasiun tujuan karena jaminan itu memiliki masa aktif tujuh hari, yaitu terhitung sejak kali terakhir kartu digunakan.

"Jika dalam tujuh hari kartu THB tak digunakan, maka kartu itu sudah tidak aktif lagi. Tapi kalau dalam kurun waktu tujuh hari kartu itu masih digunakan, penumpang tidak perlu membayar jaminan lagi. Dia hanya membayar tarif sesuai tujuan," terangnya.

Untuk mengantisipasi gangguan teknis, kata Hariyanto, kartu single trip sudah tidak dijual lagi pada Rabu (21/8/2013) mulai pukul 10.00 pagi.

"Sebagai ganti sementara sampai diberlakukannya THB, pemberian tiket manual menggunakan kertas akan dijalankan," imbuhnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...ai.Mengada-ada

wah kok makin lama, PT KAI hanya sibuk urusin tiket ya??.. smpe2 pelayanan penumpang terabaikan..emoticon-Bingung (S)

salam jakarta
#Assalamualaikum gan, banyak berita nya gan... gara2 di hack ya katanya

Ngakak 

Quote:Original Posted By jakartapeduli
JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana PT KAI Commuter Line memberlakukan tiket harian berjaminan (THB) belum dipahami sejumlah pengguna jasa kereta api di Bekasi.

Sebagian penumpang bahkan menilai, kebijakan itu mengada-ada dan hanya akan membuat penumpang KRL yang banyak menggunakan kartu single trip lebih repot.

"Kereta api itu kan angkutan umum, masak penumpang harus ngasih jaminan segala. Kayak orang mau ngutang di bank saja," keluh Abdul Wahab, warga Tambun, Kabupaten Bekasi.

Karyawan perusahaan swasta di Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, itu menilai, kebijakan baru tersebut malah bakal menambah repot para penumpang KRL Commuter Line.

Penumpang akan mengantre dua kali, yaitu saat mereka membeli tiket dari stasiun pemberangkatan, dan saat mereka menukarkan kartu THB dengan uang jaminan di stasiun tujuan.

"Kalau alasan banyak kartu yang hilang, kan tinggal diperketat saja pengawasan di pintu keluar masuknya penumpang. Ini (THB) malah bakal lebih ribet lagi ntar," imbuhnya.

Abu Elhaq, mahasiswa pascasarjana di sebuah perguruan tinggi di Bogor, juga mengeluhkan hal serupa. "Saya hanya 2-3 kali seminggu kuliah, makanya selama ini lebih sering pakai kartu single trip," tuturnya.

Saat ini, jika hendak pergi ke Bogor, Abu hanya perlu membayar Rp 5.000. Berangkat dari Stasiun Bekasi, dia harus transit dulu di Stasiun Manggarai. Dia biasanya turun di peron tiga, terus pindah jalur ke peron enam arah ke Bogor.

Dia menduga, jika kebijakan itu diterapkan, maka antrean penumpang KRL akan tambah panjang. "Antrean orang bakal panjang banget tuh. Sekarang aja kalau pagi orang antre udah berjubel. Ntar orang mau pulang juga antre lagi," keluhnya.

Baik Wahab maupun Abu menyayangkan, kebijakan yang diambil pengelola Commuter Line sering kali berubah. Namun, pelayanan kurang diperhatikan. Wahab mencontohkan, sejak kereta ekonomi dihapuskan, penumpang otomatis beralih ke KRL Commuter Line.

"Gerbong Commuter Line jadi bejubel, tapi beberapa kereta malah AC-nya mati. Padahal itu pintu gerbong tertutup rapat. Penumpang nggak berjubel saja, kalau pintu tertutup dan AC mati, di dalam jadi pengap," keluhnya.

Mereka berharap, pengelola KRL Commuter Line serius memperhatikan pelayanan kepada para penumpang. Selain memperbaiki fasilitas secara berkala, jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta juga penting untuk ditepati.

Kepala Stasiun Bekasi Hariyanto mengatakan bahwa sosialisasi penerapan tiket harian berjamin itu sudah dilakukan sejak dua hari lalu dengan menempelkan spanduk serta diberitakan melalui pengeras suara.

"Wajar saja, kalau ada kebijakan baru, pasti banyak keluhan. Tapi kalau sudah jalan, biasanya aman-aman saja," tuturnya.

Secara garis besar, kata dia, kebijakan THB itu ditargetkan untuk menyasar pengguna kartu single trip yang jumlahnya 18.000-an orang per hari.

Dia mengakui, bakal banyak pertanyaan dari para calon penumpang saat kebijakan itu resmi diberlakukan, Kamis (22/8/2013) besok.

"Paling nggak harus ada posko. Kalau nggak, bisa babak belur. Apalagi ini mengubah tradisi. Penggunaannya tinggal ditempel, bukan dimasukkan seperti kartu single trip. Nanti solusinya, lubang kartu akan ditutup lagi," ujarnya.

Untuk THB sebagai ganti tiket single trip, penumpang dibebani tiket dengan harga yang dilebihi Rp 5.000 sebagai jaminan.

Menurutnya, penumpang tak perlu langsung menukar kartu THB dengan uang jaminan begitu sampai di stasiun tujuan karena jaminan itu memiliki masa aktif tujuh hari, yaitu terhitung sejak kali terakhir kartu digunakan.

"Jika dalam tujuh hari kartu THB tak digunakan, maka kartu itu sudah tidak aktif lagi. Tapi kalau dalam kurun waktu tujuh hari kartu itu masih digunakan, penumpang tidak perlu membayar jaminan lagi. Dia hanya membayar tarif sesuai tujuan," terangnya.

Untuk mengantisipasi gangguan teknis, kata Hariyanto, kartu single trip sudah tidak dijual lagi pada Rabu (21/8/2013) mulai pukul 10.00 pagi.

"Sebagai ganti sementara sampai diberlakukannya THB, pemberian tiket manual menggunakan kertas akan dijalankan," imbuhnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...ai.Mengada-ada

wah kok makin lama, PT KAI hanya sibuk urusin tiket ya??.. smpe2 pelayanan penumpang terabaikan..emoticon-Bingung (S)

salam jakarta


Ane kasihan sama yang punya uang pas2 an. dari cawang ke UI biasanya cukup Rp 2500, sekarang harus setor minimal Rp 10000 yang Rp 5000 dibuat jaminan. Rp 2500 lagi dibalikin. Hmmm gimana nnney jadi gak jadi naek kalau bawa uang pas2 an. Buat modalin kartu jaminan aja 5000 +biaya transport. Mendingan sistem yg lama aja kalau hilang kartu tinggal denda dan paling gak sampai 1% yang lolos.
Quote:Original Posted By zendzzo
#Assalamualaikum gan, banyak berita nya gan... gara2 di hack ya katanya



iy kah gan

masa di hack
Single trip koq pakai taping, pakai koin/kartu yang ditelan dong (Taping itu untuk pengurangan nilai uang; semacam pemotongan pulsa, wajib bagi kartu / multi). Tekno koq setengah2X. Setengah2X koq tekno. Setengah itu separoh tapi bukan Daus emoticon-Smilie

Mengapa pakai telan, ya kalau bayar untuk jalan sejauh 10, tapi mau nepu, keluar di gate berharga 15, nggak iso. Kartunya keluar lagi, pintu tidak terbuka sebelum dilunasi kekurangannya (tambah denda 5% aja, biar kapok karena merugikan / melambatkan aktifitas orang lain). Kalau keluar di gate berharga 5, wis salah dewe. Itung2X sedekah.

Jadi siapa yang tanggung jawab biaya cetak kartu baru. APBN lagi toh??


Quote:Original Posted By mahogra2001


Ane kasihan sama yang punya uang pas2 an. dari cawang ke UI biasanya cukup Rp 2500, sekarang harus setor minimal Rp 10000 yang Rp 5000 dibuat jaminan. Rp 2500 lagi dibalikin. Hmmm gimana nnney jadi gak jadi naek kalau bawa uang pas2 an. Buat modalin kartu jaminan aja 5000 +biaya transport. Mendingan sistem yg lama aja kalau hilang kartu tinggal denda dan paling gak sampai 1% yang lolos.


jadi ribet kalau naik commuter sekarang

antrian makin panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang , kreta ga ditambah jadi penuuuuuuuuuuuuh
begini nih klo sistem yg bagus ga didukung sm profesional dan fasilitas yang memadai
Kan masalah lagi .. Bingung gw sama org" pinter yg ada di PT.KAI .. Kalo mau buat sistem tuh pastiin semuanya udah siap SDM sarana prasarana .. Sosialisasi aja kurang .. Mening benahin dlu yg ada dan yg udah berjalan .. Itu aja belum pada beres udah nambah lagi kerjaan ..
semakin membingungkan. Moga aja sistemnya diperbaiki dah. Ya itu pun kalo petinggi KAI sadar
duh parah gan
pengaturan masih kacau nih emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By mahogra2001


Ane kasihan sama yang punya uang pas2 an. dari cawang ke UI biasanya cukup Rp 2500, sekarang harus setor minimal Rp 10000 yang Rp 5000 dibuat jaminan. Rp 2500 lagi dibalikin. Hmmm gimana nnney jadi gak jadi naek kalau bawa uang pas2 an. Buat modalin kartu jaminan aja 5000 +biaya transport. Mendingan sistem yg lama aja kalau hilang kartu tinggal denda dan paling gak sampai 1% yang lolos.


Masalahnya kemarin2 itu sering kecolongan, jadi beli kartu single trip, tapi keluar langsung nyelonong gitu emoticon-Hammer (S)
Ane lihat beberapa kali spt ini, ada yg lewat kolong gate, ada yg ndeket ama didepannya, ada juga yg pakai pintu lama emoticon-Hammer (S)
Akibatnya rugi besar emoticon-Big Grin
Sekarang dgn jaminan, kalau mau nyelonong ya silakan, 5rb udah ditangan KAI emoticon-Ngakak (S)
Mangkanya para pengguna juga tau adab dong..
Masa iya tiket diembat smpe rugian milyaran dibiarin aja..

Kalau ga mau susah mbok yo pake multitrip.. kan udh tau tiap pargi antri, toh juga saldo nya ga bakal angus..
Jadi konsumen jangan banyak nuntut, kritik boleh, tapi liat progres yg dilakukan kai..

semakin parah

kereta yg kebogor semakin tak ter urus, ac pada mati.. boro2 dingin, jendela pd di ganjel biar tidak bisa di buka, alhasil saya pernah saya temui penumpang pingsan.. gara2 kehabisan. harus bagaimana ?
udah waktu nya menggunakan kartu gesek emoticon-linux2
Penumpang CommuterLine anggap PT KAI hanya sibuk urusi tiket & abaikan pelayanan emoticon-Najis (S) emoticon-Najis (S) kereta lokal gituh juga gan, ane enek banget skarang ama KAI.

Pramex Jogja - Solo jadwalnya ngasal, KAI gag bisa ngerawat konsumen yg udah jalan.
Ya emang dikira duit masuk langsung bener gitu? ya pake proses lah emoticon-Cape d... (S)
×