alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52152449fbca179145000001/alasan-tes-keperawanan-dilaksanakan
Alasan Tes Keperawanan dilaksanakan
Saat ini bangsa kita sedang dihadapkan dengan kebijakan kontroversial dari Dinas Pendidikan di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Dimana-mana Ilmuan, sosiolog, pakar hukum, tokoh Agama pada saling berargumen, tak terkecuali orang awam macam ane nih gan, dan saudara-saudara kita yang lainnya juga.

Nah kali ini ane mencoba memberikan pandangan yang sekiranya tak perlu ngotot dijadikan pegangan, hanya saja niat ane ini menjadi salah satu pemikiran tambahan untuk mendukung kebijakan itu, dan ini bentuk maksud yang ane tangkap dari kebijkan tersebut. Tapi, bukan berarti tidak ada pemikiran untuk tidak mendukung kebijakan itu, apalagi bila dihadapkan apa yang namanya HAM, tentu atas nama HAM ane tidak mendukung kebijakan ini, hannya saja, diotak ane ada pemikiran yang dominan dan terkesan mendukung kebijakan itu, karena ini bukan menyangkut HAM tiap individu, tapi juga nanti kemasyaraktnya juga. emoticon-Smilie

Dan mohon maaf yang sebesarnya, jika pandangan ane ini salah besar, maka mohon ane dibantu dengan komen yang benar-benar Objektif ya harapan TS komennya nanti gambaran bahwa agan-sista menghargai thread sederhana ini emoticon-Smilie , mari kita diskusi dengan pikiran sehat dan damai. emoticon-I Love Indonesia (S)

Pemikiran apa yang Ingin TS tawarkan kepada KASKUSER??
Baik lansung aja gan...
Ane udah menyusunnya dalam bentuk tanya jawab di bawah ini : emoticon-Smilie

=================================================
Kenapa Harus tes keperawanan?
Seperti alasan yang udah terlanjur mencuat adalah untuk menekan angka pergaulan seks bebas.

Apakah bisa dengan tes keperawanan, pergaulan seks bebas bisa berkurang?
Tentu, karena ketika wanita mulai mengenal yang namanya asmara, tentu juga perlu dihadapkan dengan kebijakan yang menjadi motivasinya untuk menjaga keperawanan tersebut. Tanpa adanya kebijakan tes keperawanan, tentu keperawanan ini tidak akan dimengerti untuk apa dijaga, ini kebanyakan gadis kalau sudah kenal asmara dan terjatuh dalam rayuan gombal,maka "semua akan kuberikan" emoticon-Hammer2 dan paling gak bila tidak takut dosa, ya si gadis aan berpikir takut tidak masuk sekolah nantinya, simple bukan?

Apa pentingnya pemerintah ngurus perawan atau tidak?
Sebenarnya bukan di titikberatkan pada masalah perawan atau gak nya, tapi ini menyangkut karakter yang terbentuk dari "sebab" kehilangan perawan ini.

Karakter gimana?
Gini ya, lo boleh jujur aja ya, wanita yang kehilangan perawannya karena berhubungan seks suka-sama suka dengan pacaranya, ntr pas putus, lalu pacaran lagi, 1000000% berhubungan seks itu akan dilakukan lagi, "lahhh... kan udah lepas perawan? kenapa ditahan?"
Nah... berhubungan seks ini akan menjadi kebutuhan yang terasa mendesak kala mereka berdua-duaan. ini FAKTA.
Quote:Nah kalau sudah kebanyakan apalagi sampai jadi trend, wah bisa agan bayangkan saja amu jadi apa bangsa ini? Syurganya seks bebas? ya tinggal tunggu adzab aja gan emoticon-Big Grin (masalah adzab, ini keyakinan TS aja, yang gak yakin ma adanya adzab, ya gak usah diperdebatkan gan emoticon-Big Grin)

Tapi gan, kalau mereka berhubungan seks lagi, tapi pakai pengaman, ruginya gimana sih gan?
Aman si iya ya, tapi nantinya pas menikah, niat berselingkuh meningkat gan, karena tiap individu itu cara dan imajinasi permainan seksnya berbeda. Nah saat si wanita ini menikah nanti, bisa saja suaminya kurang memuaskan, yang akhirnya dia kangen dengan mantannya.

Quote:Ane punya teman, kalau dia sedang berhubungan ma suaminya yang sekarang, dia kadang (harus) berimajinasi kalau suaminya itu adalah mantanya, baru ia merasakan kenikmatan.. :hamer

Memang gak semua akan berakhir seperti itu, tapi lihat saja dimedia, banyak berita perselingkugan dengan mantan, padahal udah nikah, BENARKAN??

belum lagi lagi masalah ketika ada konflik dengan suaminya, pasti masalah kehilangan perawan ini akan diungkit-ungkit oleh suaminya. INI KEBANYAKAN LHO!!!

Alaaaahh,, yang masih perawan aja karakternya juga gak baik-baik amat tuh, ada juga koq yang selingkuh..
Nah yang masih perawan aja lo ada yang karakternya begitu, gimana yang udah kehilangan perawan donk? hayoo.. emoticon-Big Grin

Lah bagaimana dengan wanita yang kehilangan perawan karena cedera atau olahraga berat, dan bukan tindak asusila, wahh....bakal dirugikan dong, dan juga mau diapain yang udah kehilangan perawan???
Pada prinsipnya tes keperawanan ini hasilnya nanti (semestinya) rahasia. Hanya pemeriksa, orang tua dan si gadis yang bersangkutan yang tahu. Mengenai hukuman yang akan diberikan kepada yang terlanjur kehilangan perawan ini, itu sepenuhnya diserahkan ke orang tua, agar orang tua lebih giat membimbing si gadis. Karena banyak orang tua lengah, atau tidak tahu kalau anaknya udah kehilangan perawan, pikir aja kalau memang kehilangan perawan ini tidak penting, ya kenapa sigadis berusaha sekuat tenaga untuk merahasiakannya dari orang tua?? coba saja sigadis ngelapor sendiri ke orang tuanya, kalau perawannya telang hilang karena kimpoi luar nikah, bisa dibayangkan hal yang terjadi?? jadi bukan masalah hilang keperawanan (robek selaput daranya) melainkan manifestasi dari kehilangan keperawanan tersebut.
Logikanya disitu gan.

Lanjut ke masalah cedera
Kalau karena cedera tentu orang tua harus memotivasinya bahwa masa depan itu tetap ada, bukan malah menyudutkannya, tapi kalau karena seks bebas, tentu orang tua mesti memberikan kebijakan tersendiri yang bersifat win-win solution bukan hanya berkutat pada hukuman untuk memberikan "efek jerah" saja.

Tindakan win-win solutin seperti apa?
Ya... ... ...Mulai dari intens memberikan perhatian, menasehatinya, menikahkannya, atau diberikan guru spiritual yang intensif agar segera betaubat,

Quote:Sekedar mengingatkan untuk rekan muslim nih, taubat dan kembali ke jalan yang benar itu gak segampang mulut berjanji, gak seringan istigfar yang terucap, tapi perlu diarahkn dan ditambah lagi pengetahuan tentang agama, agar paling tidak hidayah itu mudah masuknya nanti. Karena kadang hidayah datang pada seseorang ketika ada pengetahuan agama yang baru ia baca, lalu tersentuh dengan pengetahuan itu (kaum yang berpikir).


Gan, koq ribut masalah keperawanan, keperjakaan gimana??
gak tahu sampai kapan ya gan, setahu ane dari zaman duhulu dan mungkin sampai kiamat nanti, yang dipeributkan adalah TETAP masalah keperawanan, dan keperjakaan di sllu diabaikan. Kenapa diabaikan? ya karena memang pengertian, empati dan toleransi wanita lebih gede ke lelaki yang kehilangan keperjakaan ketimbang pengertian, empati dan toleransi laki-laki terhadap wanita yang kehilangan keperawanan, kecuali memang laki-laki udah hilang keperjakaan, mungkin ini bisa akan saling memaklumi, karena sudah isyarat/kebijakan dalam Al-qur'an bahwa pezinah harus dinikahkan dengan pezinah.

Wow ini kebijakan bagus, untuk mencegah konflik, karena pezinah dengan pezinah ini adalah pasangan yang bisa sepaham, sepengertian, senasib, dan seempati diantara keduanya, emoticon-Smilie, tapi bukan berarti tidak ada pasangan dengan keadaan berbeda ya karena Diluar perjaka atau tidak, yang penting bagi wanita itu ketika lelaki menafkahi keluarga dengan jujur aja, inilah kehormatan baginya. atau sebaliknya si wanita benar-benar menyesali masalalu dan menjadi pembelajaran yang sungguh-sungguh untuk generasinya.

Lelaki kelihatan Egois ya?
Ya memang Egois, gak tahu sampai kapan berakhirnya keegoisan ini, dan menurut ane gak akan ada ujungnya, dan para wanita harus sadari hal ini,bahwa sebejat-bejatnya lelaki, dia akan pasti berusaha memilih wanita yang dinikahinya adalah wanita "baik-baik", dan salah satu ciri-ciri wanita baik-baik di hati dan pemikiran hematnya kita para lelaki adalah ia menjaga keperawanan, karena bagi kita lelaki yang perjaka tentang wanita yang kehilangan perawan adalah bentuk kecurangan, curi start, tidak bisa dipercaya.

Wah gimana gan jodoh kita yang udah gak perawan?
ya.. tetap ada jodohlah sis, tergantung dan sepadan dengan usaha perbaikan diri Anda sendiri nantinya, karena mantan wanita pekerja seks, bisa juga dapat orang yang relatif lurus, kiyai atau orang alim (lelaki baik lah pokonya) emoticon-Smilie

Nah kalau ternyata berakhir dengan punya jodoh yang baik juga, lalu apa pentingnya lagi keperawanan gan?
Kembali lagi ke point atas gan yakni menekan pergaulan seks bebas. Jodoh adalah masalah pribadi dan sykur-syukur kalau memang dapat orang lurus. Tapi mengenai pergaulan seks bebas ini adalah urusan sosial kemasyarakatan gan, efeknya luas.

Nah gimana menurut agan-agan? ?

TS menerima emoticon-Cendol (S)
Monggo, share dunk dimari pemikiran agan gmn? lo g'ada koemn berarti setuju nih yee dgn pemikiran ane emoticon-Cool

emoticon-Big Grin
pertamax kah emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By hafidrauf
Monggo, share dunk dimari pemikiran agan gmn? lo g'ada koemn berarti setuju nih yee dgn pemikiran ane emoticon-Cool

emoticon-Big Grin


atas ane cepet bener emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By col.col
pertamax kah emoticon-Matabelo


wah kurang setengah detik gan keceptannya emoticon-Big Grin
mantep gan pencerahannya..
Quote:Original Posted By GulaCapAngsa
mantep gan pencerahannya..


ditambahkan dunkz gan pencerahannya, kali aja ane ada yang kurang.. emoticon-Smilie
nanti ane baca , lagi buru buru sahur takut imsak emoticon-Ngacir

*kelar sudah saur , waduh tadi ane baca sampe mana yak emoticon-Bingung
mari sama sama jaga dan hormati pacar masing masing, semua itu indah pada waktuuuuuunyaaaa
emoticon-Request
ane mau gan ngetes nya emoticon-Ngacir

emoticon-Hammer
emoticon-Najis


emang pemerintahnya emoticon-Najis (S)
gitu aja diurusin
Quote:Original Posted By bingkil
emoticon-Najis


emang pemerintahnya emoticon-Najis (S)
gitu aja diurusin


ya.. masih lebih baik ngurus ketimbang tidaklah gan.. emoticon-Big Grin
ndak tau ane gan......
mungkin masing-masing sekolah wajib survey muridnya dulu deh, klo mayoritas mau..ya sudah..klo ndak, y ndak usah juga gpp...
tau ah gelap emoticon-Hammer2
ngikut komen ah,BTW ada yang abis saur juga toh wkwkwkwkemoticon-Ngakak

sorry gan ane ga baca dalemnya gan cuma yang diitem itemin doangemoticon-Ngakak

menurut ane si bagus gan kalu secara pandang ane si, ane pernah dikasih tau bahwa nafsu wanita itu lebih gede daripada laki laki, tapi wanita lebih gede rasa nahan malunya, hubungannya?emoticon-Bingung (S)

jadi gini, kalu misalnya ada yang ga perawan lagi karena emang mau sama mau bukan perkosaan, takutnya saat masuk SMA (ini tes perawan untuk masuk SMA itu kan yah(sorry ga baca dalem)) mereka nyeritain kenikmatan itu (ane sebenernya juga ga tau si gimana rasanyaemoticon-Ngakak) ke ketemen temennya yang kemudian temen temennya itu jadi kepingin, nah disini yang mengakibatkan makin turun moral bangsa kite. beda ceritanya sama yang diperkosa atau kecelakaan (apapun itu) itu mungkin bisa ditanya saat tes itu.

tapi.............
selayaknya bangsa inidnesia itu setiap sistemnya punya filosofi bagus, tapi dari situ sering digoyang, misal nanti ada siswa yang ga perawan, yang terjadi malah dipalakin buat lanjutin emoticon-Ngakak
*bangga jadi warga indonesiaemoticon-Cape d... (S)
Emg gan ane pikir wacana ini agak berlebihan, tp ane juga cenderung setuju dgn wacana ini. Ane harap dgn adanya test keperawanan setidaknya bisa menekan angka seks bebas dikalangan anak sekolah. Seks bebas emg susah ditekan, tapi kalo dibiarkan juga sangat bahaya. Temen cewe ane dulu waktu SMA bnyk yg hamil, akhirnya putus sekolah. Blm lagi kasus org tuanya terpadang dimasyarakat, tp anak cewenya ketauan hamil pas waktu sekolah, jd aib buat kelurganya. Dan akhirnya keluarga tsb pindah ke kota lain krn aib, malu anaknya berzina, itu kisah temen cewe ane dulu wkt SMA dulu dan pst bnyk kisah2 memilukan yg lain yg terjadi akibat seks bebas dikalangan pelajar. Intinya ane setuju, toh niatnya juga pasti demi kebaikan. Walaupun cukup kontroversial, ane agak lega krn pemerintah juga prihatin atas generasi muda yg mulai rusak, salah satunya krn seks bebas.
ini tes mah salah besar,walaupun satu sekolah isinya perawan semua,kalau cowok2nya dah pada terkontaminasi pasti si cewek juga ikutan terkontaminasi,kenapa si cowok gk di tes keperjakaan? Karena enggak bisa,secara kasat mata kebijakan ini menyudutkan kaum perempuan,bikin malu aja nih peraturannya,paling2 dicari yg perawan biar guru sekolah entu bisa merawanin nantinya,emang di negara maju ada peraturan gini?
wah gan kalo ilang keperjakaan karena colli, itu harus dinikahkan sama pezinah juga nggak gan?
Banyak kendalanya.

Pertama, udah bukan rahasia lagi kalo persentase siswi perawan itu kurang dari yang ga perawan.
Masa ntar sekolah isinya batangan semua, karena perempuannya cuma sedikit yg keterima emoticon-Ngakak (S)

Trus setelah berhasil lolos pun, ada jaminan masih perawan selama sekolah, SMA pula dimana lagi pada gatel2nya emoticon-Hammer
Trus harus pemeriksaan secara rutin? emoticon-Hammer

Tujuannya emang bagus, tapi implementasinya kayanya kurang tepat.

Dan sangat ga adil, kalo perempuan yg ga perawan ga boleh sekolah, sementara lelaki yang merawanin masih bebas bersekolah emoticon-Berduka (S)

Mending bikin kebijakan yg beda.
Misal tingkatkan kegiatan belajar mengajar, baik Kualitas dan Kuantitasnya.
Dengan begitu, pelajar ga akan punya waktu buat pergaulan bebas, tawuran, keranjingan game online/social media, narkoba, rokok, miras, dst.
Quote:Original Posted By Sickestdan
ini tes mah salah besar,walaupun satu sekolah isinya perawan semua,kalau cowok2nya dah pada terkontaminasi pasti si cewek juga ikutan terkontaminasi,kenapa si cowok gk di tes keperjakaan? Karena enggak bisa,secara kasat mata kebijakan ini menyudutkan kaum perempuan,bikin malu aja nih peraturannya,paling2 dicari yg perawan biar guru sekolah entu bisa merawanin nantinya,emang di negara maju ada peraturan gini?


memang menyudutkan yang udah gak perawan duluan gan, apalagi lo udah diperiksa dan diumumkan di papan pengumuman, benar gak? emoticon-Big Grin gak bgitu jg sc gan implementasinya.
Malah tes ini membantulah buat yang masih perawan, paling gak ada tmbahan usaha ntuk bersungguh-sungguh menajga keperawananlah.

Semestinya harapan TS yg udah gak perawan masalah hukumannya itu ya gimana orang tuanya masing-masing aja. Pasti orang tua ada tindakan ketika tahu anaknya kehilangan perawan, ingat lho gan, masa SMA itu masa labil lho, dilepas bgitu aja kyknya bahaya. hmm.. Ketidak perihatian ORtu VS Lingkungan.
Quote:Original Posted By herloct
Banyak kendalanya.

Pertama, udah bukan rahasia lagi kalo persentase siswi perawan itu kurang dari yang ga perawan.
Masa ntar sekolah isinya batangan semua, karena perempuannya cuma sedikit yg keterima emoticon-Ngakak (S)

Trus setelah berhasil lolos pun, ada jaminan masih perawan selama sekolah, SMA pula dimana lagi pada gatel2nya emoticon-Hammer
Trus harus pemeriksaan secara rutin? emoticon-Hammer

Tujuannya emang bagus, tapi implementasinya kayanya kurang tepat.

Dan sangat ga adil, kalo perempuan yg ga perawan ga boleh sekolah, sementara lelaki yang merawanin masih bebas bersekolah emoticon-Berduka (S)

Mending bikin kebijakan yg beda.
Misal tingkatkan kegiatan belajar mengajar, baik Kualitas dan Kuantitasnya.
Dengan begitu, pelajar ga akan punya waktu buat pergaulan bebas, tawuran, keranjingan game online/social media, narkoba, rokok, miras, dst.


pemeriksaan secara rutin, itu kata kuncinya kyknya gan, jadi setiap mau naik kelas ada pemeriksaan lagi emoticon-Big Grin

Yang jelas, yg ane pahami subtansial dari tes ini adalah "upaya prepentif gan" sedini mungkin pencegahan itua ada.

Taulah bangsa kita kadang baru ada kebijakan kalau nasi udah jadi bubur, terlebih lagi skg menurut agan presentase keperawanan udah parah, nah bukankah justru lebih baik n masih ada harapan. Untuk masa depannya.

Sekali lagi memang perlu kebijakan khusus bagi yang udah lepas perawan duluan, mengingat kebijakan ini kan masih rana ujicoba.

Palingan untuk START pengetesan awal nanti, dijadikan pemutihan aja dulu yang udah perawan ya lanjutt,, dan yang belum perawan,, nah ini dia yang perlu diwanti-wanti sejak dini. emoticon-Big Grin