alexa-tracking

Gareth Bale Wonderkid Dari Wales

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52144388bfcb17d273000000/gareth-bale-wonderkid-dari-wales
Gareth Bale Wonderkid Dari Wales
Gareth Bale Wonderkid Dari Wales

Gareth Bale lahir di Cardiff, Wales, pada tanggal 16 Juli 1989. Sebagai pesepak bola, ia memiliki tinggi tubuh yang menguntungkan, 186 cm. Posisi yang dimainkan nya adalah bek kiri atau gelandang sayap kiri.

Pada tanggal 20 Oktober 2010, raksasa Italia sekaligus juara bertahan Inter Milan menjamu tim asal Inggris yang untuk pertama kalinya masuk Liga Champions, Tottenham Hotspur. Fans tim tuan rumah bersorak gembira setelah hanya dalam waktu 35 menit tim Inter Milan mencetak gol keempatnya malam itu melalui Samuel Eto’o. Semua orang mengira pertandingan sudah berakhir, sampai akhirnya babak kedua dimulai dan stadion San Siro menjadi saksi atas kelahiran seorang bintang lapangan hijau, Gareth Bale.

Gareth Bale Wonderkid Dari Wales


Baru berusia 21 tahun, ia berlari sejauh 50 meter di sisi kiri lapangan sebelum akhirnya menendang bola ke sudut yang tidak bisa dicapai kiper Inter, Julio Cesar. Gol sensasional tersebut memperkecil ketinggalan Tottenham atas Inter menjadi 4-1. Di dua menit terakhir pertandingan, Bale kembali mempertontonkan kecepatan, skill, dan kekuatannya. Ia kembali mencetak dua gol tambahan untuk melengkapi hattrick-nya.Aksi menawan Bale memang tidak bisa menghindarkan Tottenham dari kekalahan, akan tetapi sejak saat itu ia mulai menjadi pembicaraan banyak orang. Ia bahkan dianggap sama dengan idolanya di masa kecil, bintang Manchester United, Ryan Giggs.

Seminggu kemudian, Bale bahkan membantu timnya membalaskan dendam kepada Inter Milan dan mencatatkan kemenangan bersejarah saat menjamu juara Italia itu. Di White Hart Lane, kandang Tottenham, Inter tumbang 3-1. Bale memang tidak mencetak gol, tetapi ia memberikan dua assist kepada Peter Crouch dan Roman Pavlyuchenko. Bukan itu saja, Bale adalah man of the match pada malam itu. Ia memporakporandakan sisi sebelah kanan pertahanan Inter Milan dan membuat Maicon, pemain Inter yang dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia, terlihat seperti seorang pemain amatir.

Bale merupakan anak termuda dari dua bersaudara. Ayahnya yang bernama Frank adalah seorang pengurus sekolah yang sudah pensiun. Sementara ibunya, Debbie, bekerja di kantor pengacara. Saudara perempuannya, Vicky, tiga tahun lebih muda dari bale, bekerja sebagai guru sekolah dasar di Wales.

Bale memiliki paman yang merupakan mantan pemain Cardiff City, Chris Pike. Bakat Bale yang luar biasa sudah terlihat sejak ia masih kecil, terutama ketenangannya dalam bermain dan kekuatan kaki kirinya. Saat masih sekolah dasar, Bale bersekolah di Eglwys Newydd di Whitchurch. Di sekolah inilah potensi Bale mulai menarik perhatian para pemandu bakat. Saat Bale berusia 9 tahun, ketika ia bermain dalam turnamen lima lawan lima untuk klub lokal, Cardiff Civil Service, bakat Bale menarik perhatian pencari bakat klub Southampton yang ikut melihat turnamen itu. Setelah turnamen selesai, pencari bakat tersebut menemui Bale dan ayahnya, dan mengundang mereka untuk mengikuti trial.

Bale kemudian melanjutkan sekolah di Whitchurch High School di Cardiff. Selain bermain sepak bola, di sekolah tersebut ia juga gemar bermain rugby dan hoki. Gareth Bale juga merupakan pelari yang sangat cepat. Ketika Bale berusia 14 tahun, ia sanggup berlari 100 meter dalam waktu 11,4 detik. Sementara untuk jarak 1.500 m, ia hanya menempuhnya dalam waktu 4 menit 8 detik.

Bale memiliki kaki kiri yang kuat dan lincah. Gurunya di Whitchurch High School, Gwyn Morris, sampai harus menerapkan peraturan baru yang melarang Bale untuk menggunakan kaki kirinya saat bermain sepak bola. Selain itu, Bale hanya boleh bermain dengan satu dua sentuhan dan melarangnya untuk men-dribble bola.

Bale menganggap gurunya melakukan itu agar ia lebih sering menggunakan kaki kanannya juga. Saat masih sekolah di Whitchurch High School, Bale juga sudah berlatih di akademi satelit Southampton di Bath. Setiap minggu ia selalu bepergian bersama orang tuanya ke Southampton. “Perjalanan kami sangat menyenangkan, kami tertawa dan bernyanyi bersama-sama.

Jika ada pertandingan, saudariku juga biasa ikut serta,”ujar Bale mengenang saat ia di Southampton. Bale mengalami sedikit masalah ketika ia beranjak remaja. Tubuhnya tumbuh terlalu cepat yang mengakibatkan ia menderita sakit punggung selama beberapa waktu. Hal ini sempat memaksa Bale berhenti bermain sepak bola untuk sementara waktu. Ketika Southampton mengetahui tentang permasalahan Bale ini mereka sempat ragu dan menunda keputusan apakah ingin tetap memberikan beasiswa dan mempertahankan Bale di klub atau tidak. Sampai akhirnya ibu Bale, Debbie, menemui Huw Jennings, direktur akademi di klub, dan
meyakinkannya agar tetap mempertahankan Bale. “Ketika berusia 12–14 tahun otot-ototku kesulitan untuk meregang dan tumbuh sesuai dengan pertumbuhan tulangku. Hal itu memberikan banyak masalah untuk punggung dan paha belakangku dan membuatku susah untuk bermain sepak bola. Ayah dan Ibuku tahu potensi besar yang ada dalam diriku dan mereka berusaha membuat klub (Southampton) mengerti akan hal itu. Mereka tahu aku mengalami masalah pertumbuhan dan mereka memahami aku sedang mengalami masa-masa yang sulit. Oleh karena itu, mereka berusaha meyakinkan Southampton bahwa jika diberikan waktu maka aku akan kembali normal dan dapat kembali meneruskan perkembanganku sebagai pesepak bola,”ujar Bale.

Kepercayaan itu tidak sia-sia, ketika Bale sudah sembuh dari sakitnya, ia kembali bermain. Musim 2005/2006 ia pindah ke Southampton pemain-pemain muda Southampton. Bale berbagi kamar dengan bintang muda berbakat lainnya, Theo Walcott, yang sampai sekarang mereka masih berteman baik. Saat ditanya siapa yang sekarang dapat berlari lebih cepat di antara mereka, Bale dengan cepat menjawab Walcott.

Gareth Bale Wonderkid Dari Wales


Mereka belum pernah berlomba, tetapi menurut Bale, Walcott jauh lebih cepat daripada dirinya. “Lihat saja dia (Theo Walcott), jika kau melihatnya kau akan tahu bahwa kau lebih lambat daripada dia,”ujar Bale.Julia Upson, pengurus asrama, mengenang Bale dan Walcott, “Theo dan Gareth selalu sopan, mereka selalu bersikap baik. Mereka tidak berubah sama sekali. Mereka berdua menyukai lelucon. Hal-hal seperti meletakkan air di atas pintu, atau mengetuk pintu di malam hari kemudian lari. Namun, mereka tidak pernah melakukan hal yang kelewat batas.”

Bale melakukan debut bersama Southampton saat melawan Milwall, 17 April 2006. Bale adalah pemain termuda kedua dalam sejarah Southampton yang pernah bermain untuk klub tersebut. Pada saat itu usianya baru 16 tahun 275 hari ketika melakukan debut. Ia hanya kalah dari Theo Walcott yang melakukan debut untuk Southampton pada usia 16 tahun 173 hari. Pada bulan Mei 2006, Bale menjadi pemain termuda yang pernah membela timnas Wales. Ia bermain untuk pertama kali saat melawan Trinidad and Tobago pada usia 16 tahun 315 hari.

Empat bulan kemudian, Bale juga menjadi pencetak gol termuda untuk Wales. Saat itu Wales menghadapi Slovakia pada 7 Oktober 2006 dan Bale mencetak gol melalui tendangan bebas yang menjadi ciri khasnya. Balesebenarnya bisa saja memilih bermain untuk The Three Lions, julukan tim nasional Inggris, tetapi ia
lebih memilih bermain untuk tim nasional Wales dan mengaku tidak pernah mempunyai keinginan sebaliknya.

“Suatu kebanggaan bagiku untuk membela Wales. Aku bisa saja bermain untuk Inggris karena nenekku adalah orang Inggris, tetapi ia tidak pernah memaksaku untuk memilih Inggris. Aku hanya ingin bermain untuk Wales. Selain itu, idola masa kecilku adalah Ryan Giggs, aku juga bermain di kiri sepertinya dan aku berusaha mengambil/mempelajari beberapa hal dari permainannya dan memasukkannya ke dalam permainanku. Kurasa aku tidak akan diizinkan pulang ke rumah jika aku memilih untuk membela Inggris (tertawa).

Aku bangga menjadi orang Wales,”ungkap Bale menjelaskan alasannya memilih membela Wales dibanding timnas Inggris. Saat di Southampton, tidak seperti pemuda di daerah Inggris kebanyakan, Bale tidak suka minum minuman keras ataupun pergi ke klub malam. Ia lebih suka menghabiskan waktunya berasama keluarga dan teman-temannya.

“Aku menghindari minuman keras bukan karena aku cemas minuman itu akan menyakitiku atau apapun itu. Aku pun tidak masalah dengan pemain yang suka minum. Itu pilihan mereka masing-masing dan aku menghargainya. Aku tidak minum karena aku tidak suka rasanya, sesederhana itu,”ungkap Bale.

“Aku rasa kami berdua (bersama Theo Walcott) menyukai saat-saat bersama teman dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Kami suka hal-hal yang sederhana, bermain game bersama teman atau pergi makan di luar bersama keluarga. Kami tahu bahwa orang seumuran kami suka pergi clubbing dan semacamnya, tetapi kami tidak terlalu tertarik dengan hal itu. Sama saja dengan
minum minuman keras, beberapa menyukainya dan beberapa tidak. Beberapa orang lebih suka tetap tinggal di rumah sendirian dan menikmati diri mereka dengan cara yang berbeda,”lanjutnya.

Tanggal 12 Mei 2007 adalah penampilan terakhir Gareth Bale untuk Southampton. Saat itu merupakan partai pertama semifinal Championship (Liga Inggris divisi dua) play-off, Southampton menghadapi Derby County. Bale mendapatkan cedera pada babak kedua yang menyebabkannya tidak bisa tampil pada partai kedua. Secara keseluruhan, Bale tampil 45 kali untuk Southampton dan mencetak 5 gol.

Pada tanggal 25 Mei 2007, Bale memutuskan untuk bergabung dengan Tottenham Hotspur dan menolak tawaran Manchester United yang juga meminatinya. Bale pindah dengan nilai transfer 7 juta pondstreling.

“Ketika pindah klub setelah sekian lama bermain di Southampton, aku merasa agak aneh. Aku telah berada di sana (Southampton) selama 9 tahun dan selama ini kupikir aku akan tetap di sana seumur hidupku,” ujar Bale. Bale mengungkapkan alasan ia memilih Tottenham Hotspur daripada Manchester United. Menurutnya Tottenham memiliki banyak pemain muda yang potensial. Mereka menunjukkan ketertarikan yang luar biasa pada taletanya sehingga Bale ingin datang bergabung. Bale hanya ingin berkonsentrasi pada karier sepak bola dan berusaha mendapatkan tempat reguler dalam tim.

Bale menjalani debutnya di Premier League (Liga Inggris) pada tanggal 26 Agustus 2007, ketika Tottenham kalah 0-1 dari Manchester United. Meskipun demikian, di pertandingan selanjutnya ia tampil luar biasa dan mencetak gol pertamanya untuk Tottenham saat menahan seri Fulham 3-3. Ia kembali mencetak gol melalui tendangan bebas saat menghadapi Arsenal dan mencetak gol lagi ketika Tottenham menjamu Middlesbrough dalam ajang Piala Carling. Sayangnya, tidak ada satupun dari pertandingan itu yang dimenangkan oleh Tottenham.

Empat bulan setelah melakoni debut di Premier League, Bale menderita cedera ligamen pada kaki kanannya akibat terjangan pemain Birmingham, Fabrice Muamba. Cedera yang menurut Bale mengancam karier sepak bolanya. Cedera ini membuat Bale absen sampai akhir musim dan membuatnya tercatat hanya tampil dalam 12 pertandingan pada musim 2007/2008.

“Mereka memasukkan pin di kakiku, pin itu baru diangkat setelah tiga bulan ketika gipsnya dilepas. Setelah itu, ada 7 atau 8 bulan untuk rehabilitasi. Untungnya semuanya berjalan dengan baik dan pengalaman itu membuatku semakin kuat,”ucap Bale. Mengalami masa-masa sulit membuat dirinya menyadari betapa pentingnya bermain sepak bola. Berkarier di sepak bola tidaklah panjang sehingga harus benar-benar dimanfaatkan. Bale selalu ingin bermain di setiap pertandingan yang ada karena pertandingan yang sama tidak bisa datang dua kali.

Dahulu Bale menonton Ronaldo dari Brasil bermain di taman. Namun, ia tidak berpikir untuk mencoba menjadi salah satu yang terbaik di dunia atau sejenisnya. Ia hanya ingin bermain sepak bola. Bale banyak belajar dari masa-masa sulit dan pengalaman itu membuatnya menjadi pesepakbola yang lebih baik.

Memasuki musim 2008/2009, pada bulan Agustus 2008, Bale menandatangani kontrak baru selama empat tahun bersama Tottenham. Ia juga diberikan nomer punggung 3 yang sebelumnya dimiliki oleh Lee Young-Pyo. Meskipun demikian, Bale tidak banyak bermain pada musim ini karena pelatih Harry Redknapp lebih memilih Benoit Assou-Ekotto sebagai pilihan pertamanya di posisi bek kiri.

Selama di Tottenham, Bale sempat dianggap membawa kutukan untuk timnya setelah dalam 24 kali penampilannya tidak pernah sekalipun Tottenham meraih kemenangan. Kemenangan pertama Bale bersama Tottenham baru terjadi saat menghadapi Burnley pada 26 September 2009, dua tahun setelah kepindahannya.

Pada saat itu pelatih Harry Redknapp memasukan Bale menjadi pemain pengganti pada menit ke-85, saat Tottenham sudah unggul 4-0. Adapun kemenangan pertama Bale bersama Tottenham ketika ia menjadi starter terjadi pada 26 Januari 2010. Saat itu, Tottenham menang 2-0 dari rival sekota mereka, Fulham.

Pada bulan April 2010, Bale terpilih menjadi Barclays Player of The Month, penghargaan untuk pemain terbaik di bulan itu . Penampilan impresif Gareth Bale yang ditempatkan sebagai gelandang sayap kiri dan gol-golnya yang krusial membantu Tottenham mengamankan peringkat empat klasemen Premier League. Finish di posisi keempat membuat Tottenham mendapat jatah tiket ke kualifikasi Liga Champions. Keberhasilan ini membuahkan kontrak baru untuk Bale.

Pada tanggal 7 Mei 2010, Bale kembali memperpanjang kontrak bersama Tottenham untuk 4 tahun ke depan. Bale mengakui bahwa ia lebih suka bermain sebagai gelandang sayap daripada menjadi bek. Selain karena dari kecil ia terbiasa
bermain di posisi itu, juga karena ia sangat menikmati kebebasan untuk ikut maju menyerang dan tidak perlu terlalu sering mengkhawatirkan pertahanan. “Aku rasa bagian terbaik dari permainanku, terlepas apakah bermain sebagai bek kiri atau gelandang sayap kiri, adalah ketika aku ikut maju menyerang ke depan. Namun, itu semua terserah keputusan pelatih, aku akan bermain di mana pun ia ingin aku bermain,”ujarnya. Memasuki musim 2010/2011, Bale mengawali musimnya dengan membuat empat assist yang membantu Tottenham mengalahkan Young Boys 4-0 (agregat 6-3) dalam laga kualifikasi Liga Champions. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan tiket untuk Tottenham fase utama Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Pada musim tersebut juga nama Bale mulai menjadi perhatian utama para pengamat dan media setelah penampilan luar biasanya melawan Inter Milan. Akan sejauh mana Bale melangkah? Apakah kelak ia pada akhirnya benar-benar akan pindah ke tim raksasa Eropa? Hanya Waktu Yang Menjawabnya.
siang gan emoticon-Smilie semoga aj ajadi pindah ke real
berharap transferannya gagal n brubah pikiran Bale for Spurs emoticon-Kiss
KASKUS Ads
Quote:


Quote:


TS berharap terbaik lah buat si bale
emoticon-Matabelo emoticon-Ngakak emoticon-Matabelo emoticon-Ngakak
kurang paham ane gan di sepakbola emoticon-Bola
keren bener nih doi emoticon-Matabelo
image-url-apps
Hebat nih dia
×